
Sakya menarik nafas panjang sebelum masuk ke butik, dimana ia akan melakukan fitting baju untuk pernikahannya besok sore.
Luar biasa, bukan?
Besok sudah menikah dan hari ini baru fitting baju!
Semoga ada jas pengantin yang ukurannya sesuai dengan tubuh Sakya yang bentuknya cukup proporsional ini. Toh Sakya tak berukuran plus seperti Kak Zeline!
Tidak bisa dibayangkan kalau yang menikah dadakan adalah Kak Zeline!
Mungkin designernya hanya akan memakai kain panjang yang dililitkan ke tubuh kakak kandung Sakya itu, lalu menyematnya dengan jarum pentul atau peniti saja!
Hahahaha!
Konyol!
Sakya membuka pintu butik, saat sebuah pemandangan memukau, langsung menyambut Sakya.
Apa ada bidadari yang baru saja jatuh dari kahyangan?
Siapa gadis mungil yang mengenakan gaun pengantin itu?
Calon istri Sakya?
Wow!
"Pak Dokter! Hai!" Gretha melambaikan tangan ke arah Sakya yang baru datang. Seperti biasa, kedua mata Gretha langsung berkedip-kedip seolah sedang menggoda Sakya.
Sebelumnya terlihat lucu, tapi semakin kesini, kenapa malah semakin terlihat menggelikan?
"Hai! Bajunya cantik!" Puji Sakya yang langsung masuk ke dalam butik. Namun tak lupa, Sakya memindai siapa saja yang berada di dalam butik.
Ada Mami Thalita, Aunty Melody, Aunty Audrey, Gretha, dan satu lagi sepertinya adalah pemilik butik.
Fiuuh!
Setidaknya tidak ada Uncle Matthew di sini yang biasanya akan langsung melempar tatapan horor mengintimidasi saat bertemu Sakya.
"Baru selesai praktek, Sak?" Tanya Aunty Aunty berbasa-basi pada sang keponakan.
"Iya, Aunty! Pasien yang terapi hari ini lumayan banyak," curhat Sakya seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Sedang musim patah tulang sepertinya," seloroh Mami Thalita yang langsung membuat semuanya tertawa meskipun sedikit garing. Kecuali Gretha yang terlihat sedikit bingung.
"Pak Dokter habis praktek apa memangnya? Membuat gadis menjadi tidak pe-"
Sakya cepat-cepat membungkam mulit Gretha sebelum bablas.
__ADS_1
Dasar Gretha!
Masih saja membahas tentang membuat tak perawan. Besok malam Skaya yang akan turun tangan dan membuat gadis bocah ini jadi tak perawan!
"Mmmmmm!" Gretha meronta akibat bungkaman Sakya.
"Sakya!" Mami Thalita baru saja akan melerai dan melepaskqn bungkaman Sakya di mulut Gretha, saat pintu depan butik tiba-tiba sudah menjeblak terbuka, dan ada Dad Matthew yang berdiri di ambang pintu, bersama seorang pemuda yamg mengenakan seragam SMA.
"Sakya! Kau sedang apa?" Gertak Dad Matthew galak yang langsung membuat Sakya buru-buru melepaskan bungkamannya pada mulut Gretha.
Astaga!
Baru juga Sakya bernafas lega karena tadi Dad Matthew tidak ada, sekarang Sakya sudah nyaris dibuat jantungan karena gertakan dad kandung Gretha tersebut.
"Pak Dokter ini! Gretha kan jadi tak bisa nafas!" Protes Gretha seraya merengut pada Sakya. Dad Matthew langsung sigap menarik sang putri agar menjauh dari Sakya. Tak lupa pria paruh baya itu juga melemparkan delikan tajam pada Sakya yang hanya meringis.
Padahal besok sudah jadi menantunya. Tapi masih saja digalakin!
"Ehem! Jadi, ini Daddy-nya Gretha, ya?" Aunty Audrey segera mencairkan suasana yang sudah berubah tegang.
"Iya, Audrey! Ini Daddy-nya Gretha," jawab Mami Thalita mendahului Mom Melody yang baru saja akan menjawab. Dad Matthew hanya mengangguk seperlunyq pada Aunty Audrey untuk membalas sapaan Aunty dari Sakya tersebut.
"Apa fitting bajunya sudah selesai, Mel?" Tanya Dad Matthew selanjutnya pada Mom Melody.
"Sudah! Gaunnya sudah pas," jawab Mom Melody seraya sedikit membenarkan gaun Gretha.
"Boleh! Tapi harus dilepas dulu, Gre!" Jawab Mom Melody.
"Yah! Padahal Gretha mau memakai sepanjang jalan," des*h Gretha yang terlihat kecewa.
"Norak!" Cibir pemuda berseragam SMA yang tadi datang bersama Dad Matthew. Dialah Noah, adik kandung Gretha yang usianya hanya terpaut satu setengah tahun dari Gretha.
"Biarin!" Sahut Gretha seraya mendelik pada sang adik.
"Lepas bajunya, lalu ayo pulang!" Ujar Dad Matthew akhirnya melerai perdebatan Gretha dan Noah.
"Tapi Pak Dokter belum mencoba baju pengantinnya, Dad! Kan Gretha penasaran dengan baju Pak Dokter," sergah Gretha menolak ajakan sang Dad.
"Besok juga sudah lihat, Gretha! Ayo pulang dan istirahat!" Jawab Dad Matthew ketus.
"Dad!" Rengek Gretha dengan bibir yang sudah mencebik.
"Matt! Biarkan dulu Gretha melihat Sakya fitting jas pengantinnya."
"Mungkin bawaan bayi juga," bisik Mom Melody menegur sang suami yang sejak datang sudah bersikap ketus pada Sakya dan seolah-olah Dad Matthew sedang menunjukkan kebenciannya pada calon suami Gretha tersebut.
"Baiklah!" Tukas Dad Matthew akhirnya sedikit menggeram kesal.
__ADS_1
"Ayo kita ganti lagi bajunya, Gre!" Ajak Aunty Audrey selanjutnya pada Gretha yang masih memainkan gaun pengantinnya. Sepertinya Gretha begitu menyukai ballgown warna putih tersebut.
"Jas Sakya mana, Aunty?" Tanya Sakya yang sedang berusaha mengabaikan tatapan membunuh dari Dad Matthew.
"Ini!" Bukan Aunty Audrey, melainkan Mom Thalita yang mengangsurkan sebuah setelan jas yang masih terbungkus cover pada Sakya.
"Ehem! Ruang gantinya ada dua memang?" Tanya Dad Matthew memicing curiga.
"Hanya ada satu," jawab Aunty Audrey cepat.
"Lalu kenapa kau mau berganti baju juga, Sakya? Mau curi-curi kesempatan di ruang ganti bersama Gretha?" Cecar Dad Matthew yang kembali menatap Sakya dengan tajam.
"Tidak, Uncle!" Sergah Sakya yang langsung menyangkal tuduhan Dad Matthew.
"Sakya akan menunggu Gretha selesai melepas gaunnya! Sakya hanya mau melihat jas pengantin Sakya," sambung Sakya lagi seraya membuka cover jas di tangannya. Sebuah jas pengantin warna putih yang senada dengan gaun Gretha, langsung terpampang di depan Sakya.
"Ukurannya sudah pas, Mi?" Tanya Sakya memastikan pada Mami Thalita.
"Iya!" Jawab Mami Thalita.
Setelah menunggu lumayan lama, Gretha akhir sudah keluar dari kamar ganti bersama Mom Melody dan Aunty Audrey.
"Gaunnya kita bawa sekalian, kan, Mom?" Tanya Gretha yang siang ini terlihat penuh semangat.
"Iya!" Jawab Mom Melody seraya mengusap kepala Gretha.
"Sak! Jadi fitting jas tidak? Kok malah bengong?" Tegur Mami Thalita yang langsung membuat Sakya sedikit tersentak. Namun kemudian, pria itu langsung bisa menguasai dirinya.
"Iya, Mi!" Jawab Sakya seraya membawa beberapa bajunya ke dalam ruang pas. Namun Sakya belum jadi masuk, saat tiba-tiba pria itu sudah melontarkan pertanyaan.
"Mi! Tidak membantu Sakya fitting jas?" Tanya Sakya pada Mami Thalita
"Kau sudah besar, Sakya! Pakai sendiri dan jangan manja!" Jawab Mami Thalita sedikit kesal.
"Mau dibantu Daddy, Bang!" Tawar Noah yang langsung membuat Dad Matthew mendelik pada sang putra, dan Sakya yang langsung menghela nafas berat.
Kalau Dad Matthew yang membantu Sakya fitting baju pengantin, bisa-bisa malah Sakya yang terkena bogem mentah dari Dad kesayangan Gretha tersebut.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1