Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
INTEROGASI


__ADS_3

"Sakya, kenapa kamu babak belur begitu?" Tanya Papi Zayn yang langsung membuat Sakya buru-buru menutupi wajahnya. Padahal sudah ketahuan dan tertangkap basah juga, lalu untuk apa ditutupi?


"Sakya tadi jatuh, Pi," jawab Sakya yang masih menutupi wajahnya dan hendak berlalu dari hadapan Papi Zayn. Tapi tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan, karena papi Zayn langsung mencegah sang putra.


"Jatuh dimana? Kenapa wajahmu lebam-lebam dan seperti orang habis berkelahi begitu?" Cecar Papi Zayn pada sang putra.


"Jatuh di...." Sakya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan merasa bingung haris berbohong bagaimana. Sakya tak pernah berbohong sebelum-sebelumnya. Terutama pada Papi Zayn dan Mami Thalita.


"Dimana?" Tanya Papi Zayn sekali lagi dengan lebih tegas.


"Di tangan Uncle Matt, Papi!" Zeline yang baru menyusul Sakya masuk ke dalam rumah, membantu menjawab pertanyaan Papi Zayn pada Sakya yang langsung meringis.


"Siapa Uncle Matt?" Tanya Papi Zayn seraya mengernyit.


"Uncle Matt ya Uncle Matt, Pi!" Gumam Sakya kembali garuk-garuk kepala.


"Daddy-nya Gretha," sambung Sakya lagi tetap bergumam.


"Gretha siapa?" Tanya Zeline penuh selidik yang rupanya mendengar gumaman sang adik.


"Gretha siapa, Sakya?" Papi Zayn ikut melontarkan pertanyaan pada Sakya.


"Bukan siapa-siapa, Pi!" Jawab Sakya cepat.


"Lalu kenapa Daddy-nya Gretha membuatmu babak belur kalau Gretha bukan siapa-siapa dan kamu tidak melakukan apa-apa pada Gretha?" Cecar Zeline yang lagi-lagi membiat Sakya kehilangan kata-kata untuk menjawab.


"Apa yang sudah kamu lakukan pada Gretha, Sakya? Jangan berbohong dan jangan menutupi apa-apa!" Ucap Papi Zayn menatap tegas pada Sakya yang sudah kembali meringis.


"Sakya tadi pergi bersama Gretha, lalu kena grebek warga-"


"Apa?" Seru Papi Zayn memotong cerita Sakya.


"Pi! Sudah malam! Kenapa berteriak-teriak begitu?" Tegur Mami Thalita yang sepertinya ikut kaget dengan reaksi papi Zayn barusan.


"Sakya!" Mami Thalita tergopoh-gopoh menghampiri sang putra yang wajahnya lebam di sana-sini.


Bogem mentah dari Umcle Matt memang luar biasa!


"Kamu kenapa? Kenapa babak belur begini?" Cecar Mami Thalita yang masih sibuk memeriksa lebam-lebam di wajah Sakya.


"Kamu melakukan apa pada Gretha?" Papi Zayn tiba-tiba sudah mencengkeram baju Sakya dan meminta penjelasan pada sang putra.


"Papi!" Mami Thalita buru-buru mencegah Papi Zayn yang entah mau berbuat apa pada Sakya.


"Itu hanya kesalahpahaman, Pi! Sakya berani bersumpah!" Cicit Sakya memohon ampun pada sang papi.

__ADS_1


"Kesalahpahaman bagaimana?"


"Kau bersama seorang gadis hingga kena grebek warga. Jadi kau pasti melakukan sesuatu."


"Bersama seorang gadis?" Mami Thalita langsung shock mendengar cecaran Papi Zayn pada Sakya.


"Kau punya pacar, Sakya?" Tanya Mami Thalita pada sang putra.


"I.....ya!" Jawab Sakya akhirnya seraya meringis.


Fiuh!


Akhirnya seorang Sakya bisa juga berbohong!


"Jadi, kau dan pacarmu sedang apa di dalam mobil hingga warga menggrebek kalian?" Tanya Zeline penasaran.


"Tidak berbuat apa-apa! Sumpah!" Jawab Sakya cepat dan jujur.


Iya, Sakya jujur karena memang ia tak melakukan apa-apa bersama Gretha.


"Kami hanya berdebat, lalu Gretha menarik kemeja Sakya hingga sobek begini," Sakya membuka jaketnya dan menunjukkan kemejanya yang robek di bagian depan pada anggota keluarganya.


"Lalu?" Tanya Papi Zayn yang kini sudah bersedekap.


Papi Zayn sudah mendelik tajam pada Sakya.


"Tapi Sakya tak melakukan apa-apa pada Gretha, Pi! Sumpah!" Ucap Sakya cepat dengan raut memohon ampun.


"Lalu kenapa Gretha menangis?" Tanya Mami Thalita penasaran.


"Dan kenapa Daddy-nya Gretha bisa menghadiahimu bogem mentah?" Timpal papi Zayn ikut mencecar Sakya.


"Gretha menangis karena kami tersesat dan tak kunjung sampai di rumah," Sakya meringis katena merasa ada yang aneh dengan alasannya sendiri.


Sepertinya Sakya salah membuat alasan.


"Lalu?"


"Iya lalu kami kena gerebek dan kebetulan sekali Om-nya Gretha ikut menggrebek, lalu Om-nya Gretha menghubungi Daddy-nya Gretha, dan..." Sakya kembali meringis.


"Tidak mungkin Daddy-nya Gretha langsung menghadiahimu bogem mentah kalau tidak ada alasan yang mendasari!"


"Kau membawa lari Gretha? Kau pacaran backstreet? Atau kau mengajari Gretha hal-hal yang tidak benar?" Cecar Papi Zayn bertubi-tubi pada Sakya.


"Seharusnya kalau memang kau serius pada Gretha, kau juga harus minta izin baik-baik pada kedua orang tuanya sebelum membawa Gretha pergi, Sakya!" Ujar Mami Thalita menasehati Sakya dengan lebih adem.

__ADS_1


"Mamimu benar, Sakya! Jangan jadi pria pengecut dengan mengajak pergi anak gadis orang diam-diam tanpa izin!" Tompal Papi Zayn ikut menasehati Sakya.


"Iya, Pi!" Jawab Sakya patuh.


Emosi Papi Zayn sudah mereda. Papi kandung Sakya itu juga meminta Mami Thalita untuk mengobati lebam-lebam di wajah Sakya.


"Mami penasaran dengan Gretha pacar kamu itu. Kau juga belum mengenalkannya pada mami," ujar Mami Thalita yang masih mengompres lebam di wajah Sakya.


"Bawa ke rumah, Sak! Kenalin sama mami!" Celetuk Zeline memberikan ide untuk Sakya.


"Tapi ijin dulu pada Daddy-nya Gretha sebelum mengajaknya kemari!" Timpal Papi Zayn yang kembali mengingatkan Sakya lagi.


"Iya, Pi!"


"Jadi kapan kau akan mengajak Gretha kesini?" Tanya Mami Thalita yang sepertinya sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Gretha.


Tapi apa jadinya nanti kalau Mami Thalita tahu tentang Gretha yang sebenarnya masih bocah dan polos?


Pasti Sakya akan mendapat cecaran lagi dari kedua orang tuanya.


"Sakya! Kenapa malah melamun?" Tegur Mami Thalita yang rupanya masih menunggu jawaban dari Sakya.


"Eeeee... Sakya harus melamar Gretha terlebih dahulu jika ingin mengajaknya ke rumah atau kemanapun, Mi!" Jawab Sakya mulai salah tingkah.


"Oh, bagus itu!" Ucap Papi Zayn yang langsung menyetujui rencana lamaran Sakya pada Gretha.


"Gretha masih kuliah? Atau sudah kerja juga?" Gantian Zeline yang bertanya.


"Dia..." Sakya kembali menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Mami Thalita, Papi Zayn, dan Zeline sudah menunggu dengan penasaran.


"Dia baru lulus SMA tahun ini."


"Apa?"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2