Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
MENANTU


__ADS_3

"Sudah siap," ucap Sakya yang sudah selesai menata makanan di atas nampan.


"Yeaaaayyy!" Gretha ikut bersorak sekaligus bertepuk tangan mirip anak paud.


"Trus selanjutnya apa, Pak Dokter?" Tanya Gretha antusias.


"Kamu bawa ke kamar Mami, sekalian kamu bilang kalau malam ini kita menginap disini," jawab Sakya mengajari Gretha.


"Gretha yang bawa semuanya? Kan berat, Pak Dokter," ujar Gretha beralasan.


"Mau nyogok siapa, Gre?" Cibir Zeline yang baru masuk ke dapur.


"Nyogok siapa maksudnya?" Gretha balik bertanya bingung. Zeline tak menjawab dan hanya memutar bola mata dengan malas.


"Gretha mau nyogok siapa memangnya, Pak Dokter? Nyogok Mami, ya?" Gretha akhirnya ganti bertanya pada Sakya yang hanya mampu menghela nafas.


"Bukan nyogok, Gre! Kita kan sedang memberikan perhatian pada Mami, biar Mami cepat sembuh," jelas Sakya akhirnya pada Gretha yang langsung manggut-manggut paham.


"Perhatian?" Zeline berdecih.


"Bilang aja nyogok!" Cibir Zeline lagi,


Namun Sakya dan Gretha malah sudah berlalu dan meninggalkan dapur. Pasangan suami istri itu langsung menuju ke kamar Mami Thalita. Gretha langsung membuka pintu kamar tanpa mengetuk, saat kemudian istri Sakya itu malah menjerit seraya menutupi wajahnya dengan telapak tangan.


"Hah!"


Sakya yang sedang memegang nampan berisi makanan di belakang Gretha sontak terkejut karena Gretha yang malah menjerit.


Ada apa memang?


Mami Thalita pingsan di dalam kamar?


"Ada apa, Gre?" Tanya Sakya bingung sekaligus penasaran.


"Mami dan Papi sedang itu," cicit Gretha tanpa menyingkirkan kedua tangannya dari wajah.


"Sedang itu?" Sakya membelalak, dan buru-buru melongok ke dalam kamar, saat pintu kamar Mami Thalita tiba-tiba sudah dibuka dari dalam oleh...


Papi Zayn!


"Ck!" Sakya hanya berdecak dan tak jadi penasaran.


"Sedang apa?" Tanya Papi Zayn menatap bergantian pada Sakya dan Gretha yang masih menutupi wajahnya dengan tangan.


Terang saja, apa yang dilakukan oleh Gretha tersebut sedikit membuat Papi Zayn merasa heran.


"Mau mengantarkan makanan Mami, Pi!" Jawab Sakya seraya menyenggol pundak Gretha agar istrinya itu segera menyingkirkan tangannya dari wajah. Dasar bocah!


"Apa? Ada apa, Pak Dokter? Tadi Papi dan Mami sedang-'


"Membuat adik untukku?" Ceplos Sakya melanjutkan kalimat Gretha yang sontak langsung membuat Gretha mengedip-ngedipkan kedua matanya dengan lucu.


"Hah? Pak Dokter mau punya adik?" Gretha kembali mengerjap-ngerjapkan kedua matanya hingga bulu mata istri Sakya itu bergoyang-goyang.


"Nanti Gretha jadi kakak juga? Atau jadi Aunty?" Gumam Gretha lagi yang tampak berpikir keras.

__ADS_1


"Eheem! Siapa yang mau punya adik lagi, Sakya?" Tanya Papi Zayn merasa geram pada sang anak.


"Sakya mungkin!" Sakya hanya mengendikkan bahu, lalu masuk ke kamar untuk mengantarkan makanan Mami Thalita.


"Apa itu? Mami tidak mau makan!" Ucap Mami Thalita ketus saat melihat Sakya yang datang membawa makanan.


"Sakya suapi, Mi! Biar nanti nggak lemes kalau diajak mesra-mesraan sama Papi," ujar Sakya blak-blakan yang langsung mengundang delikan tajam dari Papi Zayn.


"Apa, sih!" Wajah Mami Thalita sudah langsung bersemu merah sekarang dan Sakya hanya menahan tawa.


"Nggak jadi Gretha yang nyuapi Mami, Pak Dokter?" Tanya Gretha yang sudah mendekat ke arah Sakya.


"Oh, iya!"


"Gretha yang mau nyuapi Mami, Mi!" Ujar Sakya seraya bangkit berdiri, lalu ganti mempersilahkan Gretha untuk duduk di kursi kecil yang ada di samping ranjang Mami Thalita. Sakya mengangsurkan sepiring makanan pada Gretha, sebelum istrinya itu mulai menyuapi Mami Thalita.


"Mami, aaaaak!" Gretha memberikan aba-aba pada Mami Thalita dengan nada serta ekspresi wajah lebay yang malah membuat Mami Thalita tergelak alih-alih membuka mulutnya.


"Kayak lagi nyuapin bocah saja, Gre!" Ucap Mami Thalita di sela-sela gelak tawanya.


"Salah, ya?" Gumam Gretha yang tak jadi menyodorkan makanan pada Mami Thalita. Wanita itu sudah ganti merengut sekarang.


"Nggak salah!" Bisik Sakya pada Gretha.


"Tapi kenapa Mami ketawa?" Gretha menatap penuh tanya pada Sakya.


"Mami tertawa karena melihat wajah lucu kamu tadi, Gre!" Mami Thalita yang akhirnya menjelaskan pada Gretha yang langsung ganti menatap pada mami mertuanya tersebut.


"Mana makanannya? Jadi nyuapin Mami, nggak?" Tagih Mami Thalita selanjutnya dan Gretha langsung kembali mengangkat sendok berisi makanan tadi dari piring, lalu menyuapkannya perlahan pada Mami Thalita.


"Aaaaak!" Mami Thalita membuka mulut sambil menirukan suara Gretha tadi yang sontak langsung membuat Gretha terkikik.


Mami Thalita hanya mengangguk karena mulutnya masih penuh makanan.


"Yeay! Gretha bisa nyuapin Mami!" Gretha bersorak dan bertepuk tangan, sebelum kemudian wanita itu mennyendok nasi lagi dari piring untuk suapan selanjutnya.


"Pakai lauknya juga, Gre!" Ujar Sakya mengarahkan dan Gretha hanya manggut-manggut, lalu melengkapi nasi di. atas sendok dengan lauk pauk. Gretha lalu menyuapi Mami Thalita lagi, dan hanya dalam hitungan menit, mertua dan menantu itu sudah langsung akrab.


Mami Thalita bahkan juga menghabiskan semua makanan yang disuapkan oleh Gretha.


"Yeayy!" Gretha kembali bersorak dan bertepuk tangan setelah wanita itu selesai menyuapi Mami Thalita.


"Enak ya, Mi! Disuapi sama menantu," ledek Sakya seraya mengangkat nampan dari atas nakas, lalu membawanya keluar dari kamar.


"Enak sekali!" Jawab Mami Thalita cepat. Sementara Papi Zayn malah sudah keluar dari kamar sejak tadi, saat Gretha mulai menyuapi Mami Thalita.


"Mami sudah sehat?" Tanya Gretha yang sudah ganti duduk di tepi ranjang, tepat di samping Mami Thalita.


"Sudah!"


"Nanti malam kamu dan Sakya jadi menginap, kan?" Tanya Mami Thalita memastikan lagi, meskipun tadi Sakya sudah mengatakannya dengan yakin pada Mami Thalita.


"Iya, Mi!" Jawab Gretha seraya mengangguk.


"Kan Pak Dokter juga udah janji mau ngajak Gretha main kuda-kudaan gaya baru nanti malam," sambung Gretha lagi bercerita pada Mami Thalita yang langsung menganga.

__ADS_1


"Kuda-kudaan gaya baru?" Gumam Mami Thalita bertanya-tanya.


"Hehe." Wajah Gretha tiba-tiba sudah bersemu merah.


"Eheem! Sudah akrab dengan Greget, Mi?" Deheman dari Zeline membuat Mami Thalita mengalihkan pandangannya ke pintu kamar.


"Greget siapa?" Tanya Mami Thalita bingung.


"Itu.... Menantu Mami." Zeline mengendikkan dagunya ke arah Gretha yang kini merengut.


"Gretha! Kok jadi Greget, Zel?" Mami Thalita geleng-geleng kepala.


"Kelakuannya bikin geregetan. Makanya Zeline lebih suka panggil Greget!"


"Iya, kan, Get?" Zeline yang sudah menghampiri Gretha dan Mami Thalita, mengacak gemas rambut Gretha.


Antara gemas dan geregetan juga sepertinya.


"Ish! Kak Zeline ini!"


"Rambut Gretha kan jadi kusut!" Omel Gretha seraya merengut pada Zeline. Istri Sakya itu lalu menyisir rambutnya dengan tangan.


"Tinggal ke salon!" Jawab Zeline enteng.


"Sama Kak Zeline!" Gretha tiba-tiba sudah bangkit berdiri dan menggamit lengan Zeline dengan penuh semangat.


"Diih! Malas!" Tolak Zeline cepat.


"Aku ada meeting penting!" Lanjut Zeline lagi beralasan.


"Ck! Meeting apa, Kak? Memang Kak Zeline kerja apa?" Tanya Gretha kepo.


"Nona direktur lah!" Jawab Zeline sombong.


"Nanti ke salon sama mami mau, Gre?" Tawar Mami Thalita yang langsung membuat Gretha mengangguk penuh semangat. Wanita itu kalu ganti menghampirinya Mami Thalita dan menggamit lengan mami Thalita.


"Mau, Mi!"


"Memang Mami sudah sehat?" Tanya Zeline ragu.


"Sudah!" Ujar Mami Thalita bersungguh-sungguh.


"Mami juga sudah bikin adik buat Pak Dokter tadi, Kak!" Timpal Gretha melapor pada Zeline yang langsung menganga dan Mami Thalita yang ikut menganga juga.


"Iya, kan, Mi?"


"Nanti Gretha jadi kakak lagi berarti, kalau adiknya Pak Dokter lahir," gumam Gretha selanjutnya yang langsung membuat Zeline dan Mami Thalita saling bertukar pandang serta bertanya-tanya.


Gretha sedang mabuk, ya?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2