Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
KARMA?


__ADS_3

Ting tong!


Dad Matthew menekan bel di samping pintu utama kediaman Abraham. Tak berselang lama, pintu kayu nan kokoh tersebut sudah dibuka dari dalamoleh seeeorang....


Atau Mami Thalita lebih tepatnya.


"Siang, Thalita!" Sapa Dad Matthew pada Mami Thalita yang langsung tersenyum ramah.


"Siang, Matt!"


"Mari silahkan masuk," titah Mami Thalita seraya membuka lebar daun pintu, lalu mempersilahkan Dad Matthew untuk masuk ke dalam.


"Sendirian saja? Melody tidak ikut?" Tanya Mami Thalita selanjutnya berbasa-basi.


"Tidak! Aku tadi dari kantor langsung kemari," jelas Dad Matthew cepat yang sepertinya enggan berbasa-basi.


"Ngomong-ngomong, Gretha mana?" Tanya Dad Matthew selanjutnya to the point.


"Gretha di kamar sepertinya," tukas Mami Thalita seraya mengarahkan pandangannya ke tangga yang menuju ke lantai dua, dimana ada kamar Sakya dan kamar Zeline juga di lantai dua kediaman Abraham.


"Di kamar?" Dada Matthew mengernyit.


"Iya, tadi Gretha bermain bilyardnersama Zayn setelah sarapan. Lalj Zayn mendadak harus ke kantor karena ada satu hal.penting, dan Gretha langsing pergi ke kamar." Jelas Mami Thalita panjang lebar.


"Akan aku panggilkan," Mami Thalita sudah bangkit berdiri dan Dad Matthew kuga ikut bangkit berdiri.


"Boleh aku yang ke kamar dan bicara pada Gretha?"


"Sebenarnya aku datang kesini karena ingin menjemput Gretha. Waktunya menginap disini sudah hanis," ujar Dad Matthew yang akhirnya menyampaikan tujuannya.


"Sudah habis?" Mami Thalita tertawa sumbang.


"Memang ada rentang waktu berapa lama Gretha bisa tinggal disini, begitu? Bukankah Gretha istri Sakya dan Gretha juga menantu di rumah ini, Matt?"


"Lalu kenapa kau harus sekaku itu denganemberikan batasan-batasan tentang Gretha yang hanya bileh menginap disini dan tak boleh tinggal disini. Lalu saat Gretha sidah menginap pun, kau masih saja mengatur-atur Gretha harus pulang jam segini, hari ini!"


"Sebenarnya masalahmu apa? Kau takut putrimu kelaparan saat tinggal di rumahku, atau mungkin kau takut putrimu digigit nyamuk saat dia menginap disini?"


"Banyak makanan dan tidak ada nyamuk disini, Matt! Dan Gretha aman disini, dia betah disini! Jadi tak perlulah kau itu memaksa-maksa Gretha harus pulang sekarang atau besok atau lusa!"


"Gretha pasti akan pulang ke rumahmu nanti!" Cerocos Mami Thalita panjang lebar seraya bersedekap pada Dad Matthew yang langsung bungkam dan membisu.


Namun bukan Dad Matthew namanya jika menyerah begitu saja dan tak membalas cerocosan Mami Thalita tadi.


"Aku kemari untuk menjemput Gretha dan bukan untuk berdebat denganmu, Thalita!"


"Lagipula, sejak awal pernikahan, sudah menjadi keputusan bersama kalau Gretha dan Sakya akan tinggal di kediaman Orlando!"

__ADS_1


"Kau juga sudah setuju waktu itu!" Ujar Dad Matthew seolah sedang membalikkan kata-kata Mami Thalita.


"Aku tidak setuju waktu itu!" Sergah Mami Thalita cepat.


"Lalu kenapa.kau tak protes waktu itu kalau memang kau tidak setuju? Kau hanya diam saja jadi aku anggap kau juga setuju!" Sergah Dad Matthew yang langsung membuat Mami Thalita mendengus.


"Aku hendak protes, lalu kata Zayn biarkan saja dulu toh nanti kedepannya Gretha juga pasti akan pulang ke rumah ini dan tinggal disini," tukas Mami Thalita sinis.


"Sudahlah! Aku mau menjemput putriku sekarang!" Dad Matthew sudah naik ke tangga mendahului Mami Thalita yang lagi-lagi harus mendengus kesal. Namun kemudian Mami Thalita tetap menyusul naik tangga juga dan langsung menuju ke kamar Sakya.


"Gretha nggak mau pulang, Dad!" Langsung terdengar rengekan dari Gretha, saat Mami Thalita tiba di ambang pintu kamar Sakya yang kini sudah jadi kamar Gretha dan Sakya.


"Tapi Mom merindukanmu, Gretha!"


"Gretha akan menelepon Mom via video call kalau begitu!" Gretha sudah meraih ponselnya di atas nakas, saat kemudian Dad Matthew dengan cepat mencegah.


"Ayo langsung pulang saja!" Paksa Dad Matthew sekali lagi.


"Enggak!" Jawab Gretha tegas.


"Gretha mau nungguin Pak Dokter pulang dulu, nanti Gretha baru pulang ke rumah Dad dan Mom bareng Pak Dokter!" Sambung Gretha lagi beralasan.


"Ck! Nanti biar Sakya menyusul kalau dia sudah pulang kerja, Gre!"


"Lagipula, apa kau tidak bosan di rumah sepi begini?" Sergah Dad Matthew mencari-cari.


"Nanti Dad akan membelikanmu meja bilyard baru!" Sergah Dad Matthew memotong.


"Nggak mau!"


"Gretha masih mau disini." Ucap Gretha tetap keras kepala, hingga membuat Dad Matthew mulai frustasi.


Ini semua gara-gara Sakya yang mengajak Gretha untuk menginap di rumah kedua orang tuanya.


Sekarang Gretha jadi tidak mau pulang ke rumah!


"Lagipula, Gretha maih ada pertandingan bilyard melawan Kak Zeline malam ini, Dad! Jadi besok saja Gretha pulang ke rumah Dad!" Tukas Gretha lagi kembali beralasan. Putri Dad Matthitu menarik selimut hingga menutupi kepalanya, lalu pura-pura tidur.


"Gretha!"


"Udah, Dad! Gretha mau bobok! Pangkal paha Gretha masih perih sekarang! Dad jangan berisik-"


Dad Matthew tiba-tiba sudah menyibak selimut Gretha.


"Sakya melakukan apa lagi tadi malam?" Tanya Dad Matthew tegas.


"Melakukan apa? Kami hanya mencoba gaya baru," jawab Gretha antara polos dan jujur.

__ADS_1


"Meskipun kaki Gretha sempat kram tadi malam, tapi gaya baru yang diajari Pak Dokter mantap, Dad!" Cerita Gretha pada Dad Matthew dengan sangat antusias.


"Gretha mau praktek lagi sama Pak Dokter malam ini," gumam Greta selanjutnya seraya manggut-manggut yang tentu saja membuat Mami Thalita yang masih berdiri di ambang pintu sontak menahan tawa.


"Gaya baru apa maksudnya?" Tanya Dad Matthew dengan nada suara meninggi.


"Gaya baru Pak Dokter jadi kuda, Gretha yang naik kuda!" Jawab Gretha polos yang langsung membuat Mami Thalita tak kuasa lagi menahan tawanya.


"Udahlah! Kalau Dad penasaran dan mau praktek sama Mom, Dad tanya langsung saja caranya ke Pak Dokter!" Saran Gretha selanjutnya yang langsung membuat Dad Matthew berdecak berulang-ulang. Pria paruh baya itu lalu menatap pada Mami Thalita yang masih tertawa di ambang pintu.


"Lihat kelakuan anakmu! Mengkontaminasi pikiran Gretha dengan hal-hal mesum!" Omel Dad Matthew pada Mami Thalita.


"Mereka kan sudah menikah, Matt! Jadi itu bukan mengkontaminasi! Sakya hanya sedang membimbing Gretha!" Terang Mami Thalita mencari pembenaran dan kembali berkata sinis pada Dad Matthew.


Dad Matthew yang kalah debat dengan Mami Thalita hanya berdecak lalu kembali menyibak selimut Gretha.


"Gretha, ayo pulang!" Ajak Dad Matthew pada Gretha yang sudah memejamkan mata.


"Gretha udah bobok, Dad! Jangan ganggu Gretha!" Gumam Gretha tetap dengan kedua mata yang terpejam.


"Nnati bisa lanjut bobok di rumah!" Dad Matthew masih bersikeras.


"Nggak mau! Gretha suka bobok disini!"


"Gretha nanti pulang bareng Pak Dokter pokoknya. Bye, Dad!" Gretha melambaikan tangan pada Dad Matthew terap dengan kedua mata yang terpejam.


"Gretha!!!!!" Dad Matthew sudah benar-benar geregetan sekarang. Dad kandung Gretha itu langsung mengambil ancang-ancang dan bersiap untuk membopong tubuh Gretha saat tiba-tiba Dad Matthew menjerit keras seraya memegangi pinggangnya.


"Aaaarrrgggghhh!"


Gretha buru-buru membuka kedua mata dan menatap heran pada sang Dad yang masih di posisi yang sama dan masih memegangi pinggangnya.


"Dad kenapa?" Tanya Gretha heran.


"Pinggang Dad!"


"Sepertinya terkilir," ringis Dad Matthew yang langsung membuat kedua mata Gretha membulat sempurna dan Mami Thalita yang sontak langsung menahan tawa.


Kena karma, kan!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2