
"Sakya, bangun!"
Sakya mengucek kedua matanya sekali lagi untuk memastikan apa yang di depannya itu adalah benar-benar Mami Thalita atau Gretha yang wajahnya sedang bersemu merah.
Kedua mata Sakya memicing saat kemudian terdengar decakan dari sang Mami.
"Kamu kenapa? Lihatin mami kayak lihatin apa saja!" Tegur Mami Thalita merasa geram.
"Sakya dimana, Mi?" Tanya Sakya tiba-tiba yang tentu saja langsung membuat Mami Thalita mengernyit heran.
Apa putranya ini sedang mabuk?
"Di kamar!".
"Memangnya kamu pikir, kamu sedang di mana? Di atas panggung pelaminan?" Jawab Mami Thalita sedikit menyindir Sakya.
"Iya!" Ujar Sakya yang langsung membuat Mami Thalita geleng-geleng kepala.
"Sakya nikahnya masih lusa-"
"Besok, Sak!" Mami Thalita menyela dengan cepat sekaligus mengoreksi.
"Eh, iya! Besok!" Sakya meringis seraya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal sama sekali.
"Bangun dan mandi sana! Kau ada jadwal praktek pagi, kan?" Titah Mami Thalita selanjutnya seraya mengingatkan Sakya.
"Kok mami tahu?" Tanya Sakya bingung. Mami Thalita kembali harus menepuk keningnya sendiri.
"Iya karena Mami hafal dengan jadwal praktek kamu!" Jawab Mami Thalita seraya geleng-geleng kepala. Padahal sudah menjadi rutinitas kalau Mami Thalita yang akan membangunkan Sakya jika pria itu terlampau bangun.
"Cepat mandi sana, Sak! Kok malah garuk-garuk kepala lagi!" Perintah Mami Thalita lebih tegas karena Sakya yang nemang masih berada di atas rltempat tidur dan kembali menggaruk kepalanya.
"Iya, Mi! Sakya mandi." Tukas Sakya seraya bangkit berdiri, lalu berjalan ke arah kamar mandi di dalam kamarnya.
"Nanti pulang dari rumah sakit, langsung ke butik untuk fitting baju pengantin!" pesan Mami Thalita sesaat sebelum Sakya menutup pintu kamar mandi.
"Iya, Mi! Iya!"
****
Gretha dan Mom Melody masuk ke sebuah butik yang ada di pusat kota. Mami Thalita yang rupanya sudah datang duluan segera menyambut calon menantu dan calon besannya tersebut. Ada juga wanita paruh baya seusia Mami Thalita yang mungkin adalah teman Mami Thalita.
"Siang, Aunty!" Sapa Gretha mendahului Mom Melody. Gadis itu langsung memeluk Mami Thalita denfan hangat.
"Siang, Gretha! Sehat, kan?" Mami Thalita sedikit berbasa-basi pada Gretha.
"Sehat, Aunty!" Jawab Gretha seraya mengangguk-angguk yakin.
__ADS_1
Mami Thalita ganti menyapa Mom Melody yang siang ini sudah busa tersenyum meskipun hanya senyum tipis. Tak lupa, Mami Thalita juga memperkenalkan wanita paruh baya yang bersamanya.
"Ini Audrey, Mel! Adiknya Zayn. Dia pemilik wedding organizer yang akan mengurus acara pernikahan Gretha dan Sakya," terang Mami Thalita pada Mom Melody.
"Halo!" Sapa Aunty Audrey ramah.
"Aku pikir acaranya hanya sederhana-"
"Konsep acaranya lebih pada tema kekeluargaan, Mel!" Sela Mami Thalita cepat.
"Undangan juga hanya keluarga, kerabat, dan teman dekat."
"Atau mungkin kau punya konsep acara yang lain?" Tanya Mami Thalita meminta pendapat Mom Melody.
"Waktunya tak akan cukup, Kak!" Bisik Aunty Aunty mengingatkan Mami Thalita.
"Iya, kau benar!" Dua wanita paruh baya itu tertawa bersama.
"Aku ikut saja dengan konsep yang sudah kau siapkan, Thalita! Bukankah yang terpenting sah?" Tutur Mom Melody yang akhirnya mengungkapkan pendapatnya.
"Benar itu!" Mami Thalita mengangguk-angguk.
"Ngomong-ngomong, ini calon istrinya Sakya, ya?" Aunty Audrey sudah ganti merangkul Gretha yang hanya senyam-senyum sejak tadi.
"Iya, Aunty! Gretha mau nikah sama Pak Dokter besok," jawab Gretha dengan raut polos khas Gretha.
"Pak Dokter?" Aunty Audrey tertawa kecil mendengar panggilan kesayangan Gretha pada Sakya.
"Belum kuliah, Aunty! Kan baru lulus SMA beberapa bulan lalu," jawab Gretha yang langsung membuat Aunty Audrey melongo.
"Masih remaja, Kak?" Bisik Aunty Audrey pada Mami Thalita yang hanya mengangguk.
"Gretha ini sebenarnya memang masih kecil, Audrey!" Ujar Mom Melody seolah membantu menjelaskan pada Aunty Audrey.
"Gretha udah gede, Mom! Kan udah jadi kakak juga!" Sergah Gretha yang ternyata tak mau disebut masih kecil. Meskipun sebenarnya, kelakuan Gretha masih mirip bocah.
"Iya!" Mom Melody mengusap puncak kepala sang putri.
"Jadi, ayo kita coba gaun pengantinnya!" Ujar Aunty Audrey akhirnya memecah kebisuan di antara para wanita tersebut.
"Pak Dokter nggak ikut nyobain baju buat nikah besok, Aunty?" Tanya Gretha pada Mami Thalita.
"Nanti Sakya kesini. Dia masih praktek tadi di rumah sakit dan belum pulang," terang Mami Thalita pada sang calon menantu.
"Sakya tidak ambil cuti, Thalita?" Tanya Mom Melody berbasa-basi.
"Tidak sempat, Mel! Karena kan acaranya dadakan. Tapi besok dan lusa, Sakya sudah bisa cuti," ujar Mami Thalita lagi menerangkan.
__ADS_1
"Dokter apa memang? Dokter umum, ya?" Tanya Mom Melody lagi menerka-nerka.
"Dokter orthopedi," jawab Mami Thalita.
"Keren memang si Sakya! Tidak terpengaruh dengan Papi dan Kakaknya yang berkecimpung di dunia bisnis. Dia memilih pekerjaan jalur lain," timpal Aunty Audrey dengan nada kagum.
"Pak Dokter punya kakak memang, Aunty? Cowok apa cewek kakaknya Pak Dokter?" Tanya Gretha menatap bergantian pada Aunty Audrey dan Mami Thalita. Gadis itu terlihat penasaran sekali.
"Loh, memangnya Gretha belum bertemu Zeline, Thal?" Tanya Aunty Audrey heran.
"Zeline itu siapa, Aunty?" Mami Thalita belum jadi menjawab pertanyaan Gretha, saat tiba-tiba Gretha malah sudah mengajukan pertanyaan lain.
"Kakaknya Sakya! Memang Gretha belum dikenalkan?" Tanya Aunty Audrey bingung.
"Belum!' Jawab Gretha cepat.
"Sudah," Sergah Mami Thalita dan Mom Melody berbarengan. Kedua calon besan tersebut sepertinya sudah kompak dan akrab.
"Sudah? Kapan, Mom?" Cecar Gretha pada sang Mom.
"Yang kemarin datang ke rumah, yang badannya plus size," jelas Mom Melody pada Gretha.
"Oh, yang Gretha kira Aunty-nya Pak Dokter itu, ya?" Celetuk Gretha akhirnya yang teenyata sudah tamat.
"Aunty-nya Sakya?" Aunty Audrey terlihat menahan tawa.
"Bajunya mirip Aunty- aunty kantoran, Aunty!" Ujar Gretha beralasan dan Aunty Audrey semakin tertawa renyah. Polos sekali ternyata calon istri Sakya ini.
"Jadi siapa tadi namanya, Mom?" Tanya Gretha selanjutnya pada sang Mom.
"Nama siapa?"
"Kakaknya Pak Dokter," Gretha berbisik pada sang Mom.
"Zeline," jawab Mom Melody cepat.
"Oooh, Aunty-" Gretha menutup mulutnya dengan cepat memakai telapak tangan.
"Kak Zeline," Gumam Gretha akhirnya, sebelum gadis itu diajak Aunty Audrey masuk ke kamar pas, untuk mencoba gaun pengantin yang akan gadis itu kenakan esok hari.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir .
Jangan lupa like biar othornya bahagia.