
"Hoaaam!" Gretha menguap lebar, tepat saat mobil Sakya tiba di kediaman Orlando. Jam di arloji Sakya sudah menunjukkan pukul lima sore sekarang.
"Gretha melepaskan sabuk pengaman,dan langsung turun dari mobil mendahului Sakya. Istri Sakya itu terlihat berlari-lari kecil masuk kedalam rumah.
"Ck! Tidak ada basa-basi apa, kek!"
"Dasar Gretha!" Gerutu Sakya yang akhirnya menyusul turun. Namun Sakya baru saja melangkahkqn kakinya masuk ke dalam kediaman Orlando, saat tiba-tiba terdengar suara nyaring Gretha menyebut nama seorang pria.
"Barley!"
"Halo, Sayang!"
Barley?
Siapa Barley?
Sakya bergegas masuk untuk mencari tahu, dan dua orang yang menjadi tamu Mom Melody sore ini, langsung membuat Sakya menarik nafas lega. Sakya lupa, kalau Barley yang merupakan anak dari Om Bagus adalah sepupu Gretha.
"Sore, Om!" Sapa Sakya seraya menganggukkan kepala pada Om dari Gretha yang tempo hari menggrebek Sakya dan Gretha atas insiden mobil goyang itu!
Yeah, Om Bagus juga yang melapor pada Mom Melody dan Dad Matthew hingga akhirnya terjadi kesalahpahaman yang berbuntut panjang.
Ah, sudahlah!
Kalau dipikirkan memang membuat pusing kepala.
Jadi Sakya akan menikmati sisi positifnya saja!
Setidaknya Sakya sudah tak berstatus jomblo lagi sekarang, dan dia sidah punya istri kecil, mungil, nan menggemaskan bernama Gretha!
"Sore, Sakya!"
"Sore, Barley!" Sakya ganti menyapa Barley yang usianya baru genap empat tahun. Balita itu sedang dipangku oleh Mom Melody yang sepertinya begitu menyayangi Barley.
Hanya saja, satu hal yang membuat Sakya bertanya-tanya sejak hari pernikahannya kemarin adalah, kenapa mama dari Barley tak terlihat hingga detik ini?
Kemana gerangan Mama kandung Barley?
"Mamanya Barley tidak ikut, Om?" Tanya Sakya berbasa-basi pada Om Bagus yang raut wajahnya langsung berubah muram.
"Pak Dokter! Kenapa pertanyaannya itu?" Tegur Gretha cepat yang langsung membuat Sakya mengernyit bingung.
Lah, Sakya salah memberikan pertanyaan atau bagaimana?
"Tidak apa-apa, Gretha!" Ujar Om Bagus cepat yang berusaha menutupi raut muram-nya.
"Mamanya Barley sudah meninggal satu tahun lalu, Sakya!" Mom Melody yang akhir menjawab pertanyaan Sakya. Wanita parih baya itu mengecup puncak kepala Barley berulang-ulang seraya mendekap sang keponakan yang sibuk memakan biskuit di tangannya.
"Oh."
"Maaf, jika pertanyaan Sakya tadi menyinggung hati Om Bagus. Dan Sakya turut berduka," ucap Sakya akhirnya menatap prihatin pada Om Bagus dan juga Barley.
Kasihan juga Barley.
Usianya masih sangat belia dan ia sudah harus kehilangan sosok seorang Mama.
"Tidak apa-apa, Sakya! Kau kan tidak tahu," jawab Om Bagian berusaha mencairkan suasana.
"Barley jadinya mau nginap disini, Om Bagus?" Tanya Gretha seraya menghida sang keponakan dengan pura-pura menyodorkan susu kotak, namun menariknya kembali, lalu menyodorkannya kembali.
"Iya, Gre! Om ada urusan di luar kota," jelas Om Bagus.
"Lalu wanita yang kau bicarakan waktu itu, masih suka mengganggu Barley?" Tanya Mom Melody yang raut wajahnya terlihat serius.
"Sudah tidak belakangan ini, Mbak!" Jawab Om Bagus dan Mom Melody langsung terlihat menarik nafas lega.
"Nanti malam bobok sama Kak Gretha, ya!" Ucap Gretha yang masih saja menggoda Barley.
"Loh! Memangnya kamu tidak tidur bareng Sakya, Gre? Kok mau mengajak Barley?" Tanya Om Bagus terheran-heran.
__ADS_1
"Iya kan bisa bobok bertiga, Om! Kasurnya kan lebar! Pak Dokter juga nggak keberatan, kok!" Tukas Gretha seraya menatap pada Sakya yang langsung salah tingkah karena mendadak semua tatapan tertuju kepadanya.
"Ee....nggak!" Jawab Sakya akhirnya seraya menggaruk tengkuknya.
"Barley biar tidur sama Mom malam ini, Gre!" Tukas Mom Melody akhirnya menengahi.
Ya, ya, ya!
Mom mertua Sakya ini meskipun tadi siang sempat berkata pedas pada Sakya, tapi ternyata selalu bisa menjadi penengah yang bijak untuk semua kekonyolan yang dibuat Gretha.
"Aku langsung berangkat, Mbak!" Pamit Om Bagus akhirnya seraya bangkit berdiri. Om dari Gretha itu lalu berpamitan pada sang putra, dan bisa Sakya lihat, kalau Om Bagus berulang kali menciumi wajah Barley seolah enggan meninggalkan balita empat tahun tersebut.
"Hati-hati, Gus!" Pesan Mom Melody sebelum Om Bagus keluar dari kediaman Orlando.
"Tadi katanya ngantuk, Gre?" Bisik Sakya pada Gretha yang sudah kembali asyik bermain-main bersama Barley.
"Siapa?" Tanya Gretha bingung.
"Kamu. Tadi kan udah menguap di dalam mobil," ujar Sakya mengingatkan dan sedikit modus sebenarnya. Tapi kalau Gretha cepat masuk kamar, berarti Sakya juga cepat menjalankan misinya, kan?
Misi membuat istrinya ini tak perawan lagi!
"Sekarang nggak jadi ngantuk, Pak Dokter! Gretha mau main dulu sama Barley!" Tukas Gretha yang sekarang malah naik mobil-mobilan yang baru saja dikeluarkan oleh Mom Melody dari tempat penyimpanan.
Sakya baru tahu kalau ada banyak mainan bocah di rumah Gretha.
"Ngeeng! Ngeeng! Naik kesini, Barley!" Ajak Gretha pada Barley yang sedang asyik membongkar mobil-mobilan.
"Ini mobilnya nggak patah kamu naiki begini?" Tanya Sakya terheran-heran pada tingkah polah Gretha.
"Enggaklah! Kan kuat!"
"Biasa juga Barley ikut naik ke atas sini," jawab Gretha santai, seraya menjalankan mobil tadi mondar-mandir di depan Barley.
Benar-benar Gretha bocah!
"Tadi sudah makan, Gre?" Tanya Mom Melody yang sudah kembali dari dapur. Rupanya Mom kandung Gretha itu mengambil camilan untuk Barley.
Apa tidak ada pertanyaan lain?
"Belun lapar, Mom!" Jawab Gretha yang masih asyik menaiki mobil-mobilan Barley.
Hadeeh!
Istri Sakya kok begitu, sih!
Kapan masuk kamarnya?
Kapan belah durennya?
Dad Matthew keburu pulang nanti!
"Ngomong-ngomong, Om Bagus tadi adiknya Mom, ya?" Tanya Sakya sedikit berbasa-basi pada Mom Melody tang sedang menyuapi Barley. Mom kandung Gretha itu terlihat telaten sekali memperlakukan balita. Sudah cocok diberikan cucu berarti, ya?
"Adik sepupu," jawab Mom Melody yang hanya membuat Sakya membulatkan bibirnya.
"Ngeeng ngeeng! Pak Dokter mau ikut naik?" Tawar Gretha yang masih asyik bermain dengan mobil Barley.
Astaga!
"Tidak, terima kasih, Gre!" Tolak Sakya seraya tersenyum garing.
"Nanti kalau aku naik, mobilnya patah, Barley menangis," lanjut Sakya lagi beralasan.
"Kamu lihat sendiri, kan? Gretha itu masih suka bermain-main!"
"Belum saatnya menjadi istri dan melayani kamu sebagai suaminya!" Ujar Mom Melody lagi sedikit bergumam pada Sakya, mungkin agar Gretha tak mendengar.
"Sakya akan sanlbar membimbing Gretha, Mom! Dan Sakya tak akan memaksa Gretha-"
__ADS_1
"Sudah terlambat!" Sergah Mom Melody memotong kalimat Sakya.
"Kau sudah melakukannya! Semuanya sudah terlanjur!" Mom Melody lanjut mengungkapkan uneg-unegnya.
"Tapi Sakya-"
"Ayo mandi lalu tidur, Barley!" Mom Melody seolah tak mau lagi mendengarkan penjelasan Sakya, dan wanita paruh baya tersebut sudah bangkit, lalu menggendong Barley yang sejak tadi hanya diam.
Sedikit aneh!
Balita seusia Barley harusnya kan sudah cerewet dan bertanya ini itu?
"Bye, Barley!" Gretha melambaikan tangannya pada Barley dan Sakya hanya garuk-garuk kepala. Sakya lalu mendekati Gretha yangasoh asyik naik mobil Barley.
"Gre, nggak mandi juga?" Tanya Sakya berusaha untuk kembali merayu Gretha agar mau diajak masuk kamar.
Atau langsung Sakya bopong saja istrinya ini ke kamar, ya?
Daripada repot-repot merayu sejak tadi?
"Kan tadi udah mandi sebelum pergi, Pak Dokter! Gimana sih?" Jawab Gretha yang hanya membuat Sakya berdecak.
"Belum ngantuk? Nggak mau istirahat, gitu?" Tanya Sakya lagi mencari-cari kesempatan.
"Enggak! Gretha masih mau main!" Jawab Gretha yang sudah kembali menjalankan mobil-mobilan yang ia naiki sejak tadi.
Ya ampun!
Sakya gotong ke kamar juga istri bocahnya ini nanti kalau dibujuk baik-baik tidak mau!
"Diih! Ada bayi tua naik mobil-mobilannya Barley!" Cibir Noah yang baru tiba di rumah. Adik kandung Gretha itu masih mengenakan seragam SMA seraya menenteng tas di pundak kanannya.
"Berisik!" Sahut Gretha berekspresi ketis pada Noah.
"Udah nikah juga! Masa masih naik mobil-mobilan, Kak? Nggak malu itu sama Abang Sakya?" Ledek Noah lagi yang hanya diabaikan oleh Gretha.
"Baru pulang, Noah?" Sakya memilih untuk berbasa-basi pada sang adik ipar.
"Iya, Bang! Ada ekskul tadi," jawab Noah sebelum kemudian adik Gretha itu masuk ke kamar, meninggalkan Sakya dan juga Gretha.
Suara air hujan kembali terdengar dari luar rumah karena Noah yang tadi tak menutup pintu depan.
"Gre!" Sakya akhirnya menghampiri Gretha dan hendak membujuk Gretha sekali lagi. Kalau yang ini gagal lagi, maka Sakya akan dengan terpaksa membopong Gretha ke kamar,tak.peduli setelahnya Sakya akan diomeli oleh Mom Melody!
"Pak Dokter mau naik mobil bareng Gretha?" Tanya Gretha dengan raut wajah imut yang membuat Sakya sedikit gwmas dan lebih banyak geregetan.
Geregetan untuk segera menerjang Gretha, dan menciumi wajah imut menggemaskannya tersebut!
"Kita main kuda-kudaan di kamar, yuk!" Ajak Sakya seraya berbisik pada Gretha.
"Yang jadi kudanya siapa?" Tanya Gretha polos.
"Aku. Nanti kamu yang naik di atasku," jawab Sakya yang langsung membuat Gretha bersorak dan mengangguk setuju.
"Gretha mau!" Gretha sudah turun dari mobil Barley, lalu secepat kilat menarik tangan Sakya agar bangkit berdiri.
"Ayo, Pak Dokter!" Gretha menarik tangan Sakya, lalu mengajaknya naik tangga dengan cepat.
Yes! Yes! Yes!
Sakya akhirnya bisa bersorak dalam hati!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.