
"Pak Dokter, nanti malam Pak Dokter mau bobok sama Gretha dan Mom juga nggak?" Tanya Gretha dengan raut polos khas-nya yang benar-benar membuat Sakya ingin garuk-garuk tembok sekarang.
Padahal tadi Sakya sudah semangat empat lima, saat Gretha minta izin pada Dad Matthew untuk tidur bersama Sakya. Dan Dad Matthew juga sudah memberikan izin meskipun terlihat setengah hati. Lalu kenapa sekarang Gretha malah kambuh lagi dan mau tidur berasama Mommy-nya?
Dasar anak mommy!
"Kok masih mau bobok sama Mom terus, Gre? Kan sekarang Gretha sudah menikah dengan Sakya." Mom Melody akhirnya buka suara dan membuat Sakya sedikit bernafas lega.
Terima kasih Mom Melody yang pengertian dan ternyata tak sebelas dua belas dengan Dad Matthew menyebalkan!
"Hehe." Gretha tertawa garing dan memainkan kedua telunjuknya.
"Memang kalau sudah menikah boboknya harus bareng terus, Mom?" Tanya Gretha polos.
"Iya," jawab Mom Melody lirih seraya mengangguk. Ada raut kesedihan di wajah Mom Melody saat wanita paruh baya itu mengusap kepala Gretha.
Mendadak Sakya jadi merasa bersalah karena sudah menikahi Gretha di usia gadis itu yang masih belia. Sakya seolah sudah menjadi penjahat yang merenggut masa remaja Gretha, meskipun semua ini juga bukan kemauan Sakya.
Semua ini harus terjadi karena karangan Gretha perihal adegan sentuh menyentuh yang sebenarnya sama sekali belum terjadi di antara Gretha dan Sakya.
"Pak Dokter Gretha nanti malam bobok sama Pak Dokter, ya! Kan tadi Dad juga udah kasih ijin," ucap Gretha yang akhirnya sudah kembali lagi kesadarannya.
Sakya bisa sedikit bernafas lega sekarang, meskipun masih ada sedikit ganjalan di hati Sakya sekarang perihal kesedihan Mom Melody.
"Tadi kalian sudah makan?" Tanya Mom Melody selanjutnya pada Gretha dan Sakya.
"Sudah, Mom!" Jawab Gretha cepat.
"Trus sekarang mah jalan-jalan!" Lanjut Gretha lagi memberitahu Mom Melody.
"Jalan-jalan kemana?" Tanya Mom Melody.
"Kemana, Pak Dokter?" Gretha ganti bertanya pada Sakya yang langsung garuk-garuk kepala.
"Mmmm, nonton mungkin, Mom!" Jawab Sakya setelah berpikir lumayan keras.
"Nonton apa, Pak Dokter?" Tanya Gretha lagi antusias.
"Terserah kamu saja! Nanti kamu yang pilih filmnya," jawab Sakya seraya tersenyum pada Gretha.
Gretha diajak nonton film dewasa sudah boleh belum, ya?
Eh, tapi belum legal age!
Loh, tapi statusnya kan sudah istri sah Sakya! Anggap saja boleh!
"Yeay! Gretha bisa pilih film!"
"Biasanya kalau nonton sama Dad dan Mom yang pilihin filmnya kan Dad atau Mom! Nggak asyik," curhat Gretha yang langsung membuat Sakya terheran-heran.
"Iya, kan Mom sama Dad milihnya yang sesuai dengan umurmu dan umur Noah, Gretha!" Sergah Mom Melody mencari alasan dan pembenaran.
__ADS_1
Sakya masih terheran-heran dengan alasan Mom Melody tersebut. Apa segitu protektif-nya Dad Matthew san Mom Melody pada Gretha, hingga gadis ini begitu polos dan cenderung tidak tahu malahan perihal pergaulan bebas.
Lalu bagaimana dengan pendidikan *** di usia dini?
Sepertinya itu juga dihindari oleh Mom Melody dan Dad Matthew! Makanya Gretha sampai datang ke Caleb kemarin saat mantan pacar brengseknya minta agar Gretha tak perawan lagi saat berkencan.
Konyol!
"Nanti nontonnya film krluarga saja, Sakya! Jangan nonton yang aneh-aneh!" Pesan Mom Melody pada Sakya yang langsung mengangguk patuh.
Diiyakan saja dulu, meskipun prakteknya melenceng. Senakal-nakalnya Sakya, toh nakalnya pada gadis remaja yang sudah berstatus sebagai istri sah!
Jadi apa masalahnya?
"Kita pergi jam berapa, Pak Dokter?"tanya Gretha yang sudah menggamit lengan Sakya.
"Sekarang saja bagaimana? Mumpung sudah tidak hujan," usul Sakya yang langsung diiyakan oleh Gretha.
"Gretha siap-siap dulu!" Gretha melesat cepat, lalu menaiki tangga sambil berlari, saat kemudian terdengar teriakan Mom Melody.
"Gretha!"
"Apa, Mom?" Gretha menghentikan langkahnya tepat di undakan keempat, lalu menoleh pada Mom Melody.
"Naik tangga pelan-pelan dan jangan berlari!" Pesan Mom Melody tegas yang langsung membuat Gretha meringis.
"Kan biasanya Gretha juga lari-lari nggak pernah kepeleset atau jatuh, Mom!" Jawab Gretha takabur.
"Jangan sampai-" Mom Melody tak melanjutkan kalimatnya dan mendadak raut wajah wanita paruh baya itu terlihat sendu.
"Jangan sampai apa, Mom?" Tanya Gretha penasaran.
"Tidak ada! Hati-hati naik tangganya dan jangan lari-lari mulai sekarang!" Pesan Mom Melody sekali lagi yang hanya membuat Gretha merengut.
"Iya, Mom!" Gretha akhirnya lanjut naik ke lantai dua dan gadis itu tak lagi berlari, melainkan menapaki satu persatu anak tangga yang sepertinya berjumlah hampir 20 anak tangga tersebut.
"Nanti malam pelan-pelan jika mau melakukannya bersama Gretha!" Ucap Mom Melody selanjutnya pada Sakya dengan nada sedikit ketus.
"Iya, Mom!" Jawab Sakya seraya menundukkan wajahnya.
"Gretha itu masih kecil, belum tahu apa-apa, seharusnya masih kuliah tahun ini. Tapi kau malah sudah merusaknya!" Omel Mom Melody lagi pada Sakya.
"Tidak bisakah kau itu mencari wanita yang seumuran denganmu?"
"Egois!" Ujar Mom Melody lagi sebelum kemudian wanita paruh baya itu berlalu meninggalkan Sakya yang hanya merengut dan merasa sudah jadi orang jahat.
Padahal Sakya juga belum melakukan apapun pada Gretha!
Ck!
Benar-benar keluarga yang rumit!
__ADS_1
****
"Filmnya yang mana, Pak Dokter?" Tanya Gretha yang masih memilih-milih film yang hendak ia tonton bersama Sakya.
"Ini!" Sakya menunjuk ke film dewasa dengan rate usia 21+.
"Gretha masih delapan belas tah-"
"Ssstttt!" Sakya membungkam mulut Gretha dengan cepat.
"Tapi kan kamu sudah menikah, sudah jadi istri aku! Jadi anggap saja kamu sudah 21 tahun sekarang!" Jawab Sakya santai.
Saatnya meracuni pikiran bocah polos ini! Nanti dirumah tinggal praktek, mumpung Dad Matthew masih ada urusan sampai besok pagi.
Hahaha!
Sering-sering saja begini!
"Jadi kalau sudah menikah, umurnya jadi nambah tua, ya, Pak Dokter?" Tanya Gretha polos yang langsung membiag Sakya menahan tawa.
"Anggap saja begitu!" Jawab Sakya asal.
Gretha manggut-manggut seolah paham.
"Pantas saja Aunty Zeline nggak nikah-nikah. Takut semakin tua berarti," gumam Gretha lagi yang membuat Sakya tak kuasa lagi untuk tak tertawa.
"Sekarang saja udah dua sembilan, misalnya Aunty Zeline nikah sekarang, umurnya jadi tiga puluh lima, dong," gumam Gretha lagi sambil menghitung-hitung. Sementara Sakya sudah tertawa tak terkendali di sebelah Gretha.
"Kenapa malah tertawa, Pak Dokter?" Tanya Gretha heran.
"Kamu lucu sekali!" Ucap Sakya di sela-sela tawanya.
"Terima kasih! Teman-teman juga seting bilang begitu dulu," jawab Gretha sok imut yang semakin membuat Sakya gemas dan geregetan pada istri remajanya ini.
Sakya gigit juga malam ini!
"Sudah, ayo beli tiketnya!" Ajak Sakya selanjutnya seraya menarik tangan Gretha ke loket. Namun tepat di depan loket, Sakya malah tak sengaja menabrak seorang wanita.
"Sakya!"
Oh, ya ampun!
Setelah hampir enam tahun berlalu, kenapa Sakya malah bertemu dengan wanita ini lagi!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.