
[Gre, sudah dapat tamu bulanan? Crystal kan sudah tiga bulan. Nanti Mami antar ke dokter untuk pasang kontrasepsi, ya!] -Mom Melody-
Gretha berpikir sejenak sebelum kemudian ibu muda itu menghampiri Sakya yang baru selesai mandi.
"Pak Dokter!"
"Lihat ini!" Gretha menunjukan pesan Mom Melody tadi pada Sakya.
"Loh! Bukannya kemarin pas kamu lahiran sudah dipasang alat kontrasepsinya?" Tanya Sakya yang wajahnya terlihat panik.
"Emang. Tapi pas mau pulang dari rumah sakit itu copot sendiri dan kata Dokter Caleb pasangnya nanti saja pas Gretha mau selesai nifas."
"Tapi Gretha lupa bilang ke Pak Dokter." Gretha meringis pada Sakya yang langsung menepuk keningnya sendiri.
"Kenapa, Pak Dokter?" Tanya Gretha bingung.
"Trus setelah selesai nifas kemarin, kamu sudah dapat tamu bulanan?" Tanya Sakya harap-harap cemas.
Secara, seminggu setelah Gretha selesai nifas, Sakya memang langsung mencobanya bersama Gretha. Dan sialnya, Sakya tidak memakai pengaman karena Sakya pikir Gretha sudah pakai alat kontrasepsi.
Lalu setelah itu Sakya juga tak pernah pakai pengaman.
Mati kau, Sakya!
"Belum, Pak Dokter! Sampai sekarang Gretha masih belum haid."
"Tu, pembalut Gretha masih utuh," jawan Gretha yang langsung membuat Sakya kembali menepuk keningnya.
"Kenapa, sih, Pak Dokter?" Tanya Gretha bingung.
"Aku pakai baju dulu," jawab Sakya akhirnya seraya membuka almari dan mengambil baju dengan asal. Sakya akan pergi ke apotik dan membeli testpack setelah ini.
Semoga Gretha tidak hamil!
Toh juga Gretha tak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
****
__ADS_1
"Sudah lima minggu dan bayinya kembar," ucap Caleb setelah selesai melakukan USG pada Gretha.
"Yeay! Kembar!" Gretha langsung bersorak senang, sementara Sakya malah meringis dan wajahnya terlihat menanggung beban.
Kemarin setelah Sakya dan Gretha melakukan test, ternyata langsung garis dua. Jadilah pagi ini Sakya membawa Gretha periksa untuk memastikan.
"Selamat, Dokter Sakya! Benar-benar kejar tayang, hah?" Kekeh Dokter Caleb yang langsung membuat Sakya berdecak.
"Apanya yang kejar tayang! Kebobolan namanya!" Gumam Sakya sedikit kesal. Masih terngiang omelan Dad Matthew di telepon tadi malam setelah Gretha mengabarkan pada kedua orang tuanya kalau ia hamil lagi. Dad Matthew langsung menceramahi Sakya panjang kali lebar semalaman.
Ck!
Padahal kan Gretha hamil ada suaminya .
Kenapa Dad Matthew harus mengomel panjang?
"Kira-kira kedua calon adiknya Crystal laki-laki atau perempuan, Dok?" Tanya Gretha seraya mengusap-usap perutnya.
Gretha sepertinya lumayan girang dengan kehamilannya yang kedua ini dan tak seperti Sakya yang masih shock.
"Masih belum bisa dipastikan, Gre! Nanti pas usia enam belas atau dua puluh minggu baru kelihatan. Seperti Crystal dulu," jelas Dokter Caleb.
"Dan semoga mirip kamu yang kedua ini. Biar lucu dan menggemaskan," timpal Sakya ikut-ikutan berharap.
"Aamiin!" Dokter Caleb langsung mengaminkan dengan lantang.
"Untuk sementara stop menyusui, ya, Gre! Ahar kedua calon adiknya Crystal tidak malnutrisi," pesan Dokter Caleb seraya menuliskan beberapa resep obat dan vitamin untuk Gretha.
"Siap, Dok!"
Setelah sedikit berkonsultasi, Gretha dan Sakya akhirnya pamit pulang.
"Pak Dokter, nanti ke rumah Mom, ya!" Ajak Gretha saat Sakya memasangkan sabuk pengaman istrinya tersebut.
"Aku mendadak kangen sama masakan Mom," sambung Gretha lagi.
"Iya!"
__ADS_1
"Kita jemput Crystal dulu, lalu nanti baru ke rumah Mom," jawab Sakya sebelum pria itu melajukan mobilnya dan meninggalkan halaman parkir rumah sakit.
Ke rumah Mom dan Dad?
Siap-siap kuping Sakya panas dapat ceramah dari Dad Matthew!
****
"Niat sekali kejar tayangnya, hah?" Cibir Dad Matthew yang hanya membuat Sakya meringis. Dua pria itu sedang bermain catur di halaman belakang sambil Dad Matthew memceramahi Sakya tentu saja!
"Rezeki, Dad! Tidak boleh ditolak."
"Langsung dapat dia juga," ujar Sakya beralasan sok bijak.
"Iya rezeki! Tapi seharusnya kau itu menunggu minimal sampai Crystal lulus ASI Eksklusif!"
"Dasar egois!" Omel Dad Matthew selanjutnya.
"Iya sudah terlanjur mau diapain lagi, Dad!" Sakya kembali beralasan.
"Berarti nanti Gretha dan Crystal akqn tinggal disini mulai sekarang-"
"Tapi Mami sudah mencarikan babysitter untuk Crystal, Dad! Gretha tetap mau tinggal di rumah Mami!" Sahut Gretha yang rupanya mendengar sekilas perintah Dad Matthew barusan.
Tentu saja Sakya langsung bersorak senang karena Gretha yang tetap betah tinggal di rumah kedua orangtuanya.
"Dad akan mencarikan lima babysitter juga untuk Crystal, Gre! Jadi tinggal disini saja!" Dad Matthew balik berseru pada Gretha.
"Mmmmm, baiklah! Nanti Gretha pikir-pikir lagi!" Putus Gretha yang sudah menghampiri Dad Matthew lalu mencium pipi Dad kandungnya tersebut. Sementara Sakya hanya menghela nafas dan memilih fokus pada pion caturnya.
Eh, tapi kok Sakya bisa kalah dari Dad Matthew lagi, ya?
Payah!
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih yang sudah mampir.