
"Pak Dokter,"
"Ya!"
"Kenapa kelinci itu memakai sepatu besar sekali?" Gretha tertawa kecil saat perlahan kesadaran istri Sakya itu mulai menurun.
Sakya mengusap lembut kepala Gretha sambil sesekali menatap pada alat-alat medis yang saat ini tersambung ke tubuh Gretha.
Tiga puluh enam minggu usia kandungan Gretha sekarang dan kedua bayi Sakya dan Gretha yang berdasarkan hasil USG berjenis kelamin perempuan tersebut harus segera dilahirkan melalui operasi cesar karena ada sedikit masalah.
"Pak Dokter," panggil Gretha lagi lirih saat Caleb dan beberapa tenaga medus mulai melakukan operasi pada Gretha.
"Iya!"
"Adiknya Crystal kan perempuan semua."
"Heem," Sakya mengusap wajah Gretha.
"Nanti namanya siapa?" Suara Gretha semakin terdengar lirih.
"Entahlah! Nanti kita pikirkan dulu, bagaimana?" Jawab Sakya seraya mengendikkan bahu.
Sakya lalu mengangkat wajahnya saat terdengar suara dari bayi pertama.
"Itu Crystal nangis?" Tanya Gretha yang nyaris tak terdengar.
"Bukan! Itu adiknya Crystal!" Sakya mencium kening Gretha saat akhirnya tangisan bayi kedua sudah terdengar juga. Sakya tak berhenti mengucak syukur sekaligus berterima kasih pada Gretha yang sudah berjuang melahirkan anak-anak Sakya.
Gretha yang hebat.
"Lihat, Gre! Putri kedua dan ketiga kita," ucap Sakya saat perawat meletakkan dua bayi mungil Gretha di dada ibu muda tersebut. Gretha langsung tersenyum lebar.
"Anaknya Gretha udah tiga," celetuk Gretha lirih.
"Anak kita berdua," Sakya mengoreksi sekaligus mengecup kening Gretha.
"Gretha sudah tahu nama yang cocok untuk mereka berdua, Pak Dokter," ucap Gretha tiba-tiba yang langsung membuat Sakya menatap pada istrinya tersebut.
"Siapa?"
"Kathrine dan Kathlyne," jawab Gretha sedikit bergumam.
"Pasti panggilannya Rine dan Lyne," tebak Sakya yang langsung membuat Gretha tersenyum sekaligus mengangguk.
__ADS_1
"Crystal, Kathrine, Kathlyne."
"Baiklah!" Ucap Sakya yang aku setuju dengan usulan nama yang diberikan oleh Gretha. Sekarang Sakya dan Gretha sudah resmi menjadi orang tua dari tiga putri yang cantik.
****
Lima tahun kemudian....
"Seharusnya kalian menambah satu lagi agar Dad punya cucu laki-laki!" Celetuk Dad Matthew saat sesi pemotretan keluarga kecil Sakya dan Gretha di kediaman Orlando.
"Pak Dokter udah nggak mau, Dad! Padahal Gretha sama sekali nggak keberatan lho misalnya harus hamil lagi," jawab Gretha seraya melirik ke arah Sakya yang hanya mengulas senyum.
"Jangan hanya senyum-senyum, Sak! Bisa tidak kamu memberikan cucu lagi untuk Dad?" Tanya Dad Matthew menantang.
"Nanti Dad minta sama Noah saja, ya!" Jawab Sakya enteng.
Sakya bukannya tak mau menghamili Gretha lagi. Hanya saja mengingat bagaimana perut Gretha dibelah saat Gretha melahirkan si kembar lima tahun silam, ternyata meninggalkan trauma tersendiri bagi Sakya.
Sakya tak mau hal itu terulang lagi. Jadi Sakya rasa, tiga anak sudah cukup. Toh nanti setelah ketiga putri Sakya menikah, Sakya juga pasti akan merasakan punya anak lelaki meskipun itu hanya menantu.
"Payah kamu!" Cibir Dad Matthew yang hanya ditanggapi Sakya dengan senyuman.
"Kathrine, Kathlyne! Kesini, Anak-anak! Foto belum selesai." Gretha memanggil dua putri kembarnya yang baru keluar dari rumah seraya digandeng oleh Mom Melody.
"Opa nggak ikut foto?" Tanya Crystal seraya menghampiri Dad Matthew. Di antara ketiga putri Sakya, memang hanya Crystal yang kalem. Kathrine dan Kathlyne sendiri pecicilannya sama persis seperti Gretha dan sepertinya tak tertolong lagi sekarang.
Yang penting nanti saat besar mereka jangan sepolos Gretha dulu saja.
Sakya tidak mau menjelma menjadi Dad Matthew jilid kedua!
"Nanti Opa foto sama Oma saja, ya!" Jawab Dad Matthew seraya merangkul Mom Melody yang tampak ngos-ngosan padahal hanya menggandeng si kembar rusuh.
"Diam, Kalian berdua!" Sudah terdengar teriakan Gretha yang tampak kewalahan mengatur dan mengarahkan dua putri kembarnya yang tak mau diam. Sejak lepas dari gandengan Mom Melody, mereka langsung kejar-kejaran berdua kesana dan kemari.
Astaga!!
"Kathrine! Kathlyne! Berhenti kejar-kejaran!" Sakya akhirnya buka suara sekaligus menangkap si kembar,lalu membawanya untuk duduk manis di depan booth foto yang berada di halaman belakang.
"Lyne mau main, Dad!" Rengek Kathlyne saat Sakya menyuruhnya untuk berpose.
"Senyum dulu sebentar, nanti selesai di foto boleh main!" ujar Sakya membuat kesepakatan dengan sang putri. Kathlyne akhirnya tak protes lagi dan mau berpose juga di depan kamera.
"Kalau diperhatikan dari jauh, ketiga cucu kita kenapa mirip Sakya semua, ya?" Dad Matthew berbisik-bisik pada Mom Melody.
__ADS_1
"Iya wajar, Matt! Kan mereka anak-anaknya Sakya!" Jawab Mom Melody santai.
"Iya, tapi mereka kan perempuan semua. Harusnya ada satu yang mirip Gretha atau mirip aku sebagai opanya," ujar Dad Matthew mengeluarkan pendapatnya.
"Ck! Sudahlah!" Mom Melody sudah berbalik dan hendak masuk ke rumah, saat wanita paruh baya itu dibuat terkejut oleh kedatangan seseorang.
"Sore semua!" Sapa Noah pada semua anggota keluarga Orlando. Putra mahkota di keluarga Orlando itu terlihat menggandeng seorang gadis muda.
"Wah wah! Itu siapa, ya?"
"Baru kemarin wisuda dan sekarang sudah berani membawa seorang gadis ke rumah!" Celetuk Gretha seraya menghampiri sang adik yang hanya senyum-senyum tanpa dosa.
"Dia siapa, Noah?" Gantian Mom Melody yang melontarkan pertanyaan.
"Teman Noah, Mom!" Jawab Noah seraya meringis.
"Teman atau teman? Mencurigakan sekali!" Timpal Gretha penasaran.
"Teman, Kak!" Tukas Noah bersungguh-sungguh.
"Siapa namanya? Kok nggak dikenalin?" Sakya ikut menimpali dan hanya Dad Matthew yang diam memperhatikan.
"Eh, iya!" Noah meringis dan segera memperkenalkan gadis yang dibawanya tadi pada semua anggota keluarga Orlando.
"Perkenalkan semuanya, ini Agatha. Pacar-" Noah buru-buru membungkam mulutnya sendiri dan gadis yang diperkenalkan Noah sebagai Agatha tadi langsung menyikut perut pemuda tersebut.
"Agatha teman Noah maksudnya!" Ujar Noah selanjutnya seraya cengengesan yang langsung membuat semua keluarga Orlando berdecak dan kompak berceletuk,
"Bilang saja pacar!!"
****************TAMAT****************
Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua reader yang sudah membaca kisah Sakya dan Gretha sampai tamat.
Mohon maaf jika di pertengahan jalan kemarin karya ini sempat hiatus sebulan lamanya.
Terima kasih juga untuk yang sudah memberikan dukungan, like, vote, hadiah, serta komentar di karya ini. Mohon maaf jika masih banyak typo bertebaran atau kata-kata yang kurang pantas.
Semoga bulan ini bisa menamatkan juga tiga karya yang kemarin hiatus juga. (Bintang, Elang, dan Queena)
Sampai jumpa lagi di judul baru yang insya allah akan othor rilis tahun depan.
Bye💜💜
__ADS_1