Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
TAK SENGAJA BERTEMU


__ADS_3

Zeline segera meletakkan punggung tangannya di kening Gretha, setelah pernyataan kontroversial Gretha perihal Sakya yang katanya mau punya adik.


Sakya mau punya adik?


Adik dari mana?


"Apa, sih, Kak Zel? Gretha nggak demam, kok!" Protes Gretha dengan bibir yang sudah merengut.


"Demammu sepertinya bukan demam biasa, Get!"


"Demam mabuk!" Tukas Zeline yang langsung membuat Gretha mengernyit bingung.


"Mabuk? Gretha nggak pernah mabuk!" Gretha sudah geleng-geleng kepala sekarang, mirip ayam habis ditempeleng.


"Siapa yang mabuk, Kak?" Tanya Sakya yang sudah kembali ke kamar Mami Thalita.


"Istri kamu ini!" Jawab Zeline seraya menunjuk pada Gretha.


"Enggak, Pak Dokter!"


"Gretha nggak mabuk! Kak Zeline bohong!" Adu Gretha yang sudah buru-buru menghampiri Sakya dan berusaha meyakinkan suaminya tersebut.


"Pak Dokter, Pak Dokter! Panggil Sakya saja bisa, nggak?" Komentar Zeline yang terus saja sinis pada Gretha dan membuat istri Sakya itu merengut.


Sepertinya Zeline ada dendam pribadi pada Gretha!


"Kan panggilan kesayangan." Cicit Gretha mencari pembenaran atas komentar Zeline barusan.


"Lagipula, Pak Dokter kan lebih tua dari Gretha. Nggak sopan kalau panggil nama," imbuh Gretha lagi seolah sedang mengajari Zeline.


"Betul itu!" Timpal Sakya yang sudah mengusap lengan Gretha yang tadi menggamitnya. Sementara Zeline hanya memutar bola mata dengan malas.


"Tadi katanya ada meeting, Zel?" Sela Mami Thalita mengingatkan Zeline yang malah sibuk berdebat dengan Sakya dan Gretha. Mami Thalita sudah menyibak selimut dan hendak bangun dari atas tempat tidur.


"Meetingnya masih nanti jam dua, Mi!" Jawab Zeline seraya mengibaskan rambutnya.


"Mami sudah sehat? Kok sudah bangun?" Sakya yang melihat Mami Thalita yang hendak bangun, buru-buru menghampiri mami kandungnya tersebut dan membantu bangun.


"Sudah sehat, Sakya! Mami mau ke salon sama Gretha!"


"Kamu tidak praktek hari ini?" Mami Thalita balik bertanya pada Sakya.


"Masih cuti, Mi!" Jelas Sakya cepat.


"Yaudah, Pak Dokter ikut ke salon, ayo!" Ajak Gretha yang sudah ikut-ikutan menghampiri Mami Thalita juga.


"Emmmm, aku anterin kamu dan mami saja, ya, Gre!"


"Nanti aku jemput lagi kalau sudah selesai," ujar Sakya memberikan ide dan usulan.


"Hahahaha!" Terdengar gelak tawa Zeline sebelum kakak Sakya itu meninggalkan kamar Mami Thalita. Entah apa maksud dari tawa Zeline tadi. Apa Zeline sedang menertawakan Sakya? Dasar aneh!


"Yah! Pak Dokter nggak nungguin Gretha dan Mami di salon, begitu?" Cebik Gretha sedikit keberatan dengan usulan Sakya.


"Udah, nggak apa-apa, Gretha! Kan nanti ada Mami," tukas Mami Thalita yang sudah merangkul sang menantu.


"Baiklah!"


"Ayo kita ke salon!" Seru Gretha penuh semangat.

__ADS_1


****


"Jadi Gretha menginap di rumah mertuanya malam ini?" Tanya Mom Melody pada Dad Matthew yang sedang menurunkan Barley dari mobil.


"Ya!"


"Aku rasa, Sakya yang sudah mempengaruhi Gretha dan memaksanya untuk menginap di rumah keluarga Abraham.


"Benar-benar si Sakya-"


"Matt!" Sergah Mom Melody cepat memotong kalimat sinis sang suami.


"Bisakah kau itu berhenti menyalahkan Sakya terus-terusan? Bagaimanapun juga, Sakya itu kan suami Gretha sekarang! Menantu kamu!" Omel Mom Melody sebelum kemudian wanita paruh baya itu menggandeng Barley dan mengajaknya masuk ke sebuah pusat perbelanjaan, meninggalkan Dad Matthew yang buru-buru mengejar.


"Mel! Tunggu aku!"


Dad Matthew akhirnya berhasil menyusul langkah Mom Melody dan Barley, namun masih belum ada obrolan di anatar kedua orang tua Gretha tersebut.


"Kita langsung ke lantai atas saja." Mom Melody akhirnya buka suara.


"Bukankah kau tadi mau ke salon?" Sergah Dad Matthew mengingatkan.


"Tidak jadi!" Ucap Mom Melody ragu.


"Aku akan menemani Barley saja-"


"Barley biar aku yang menemani, dan kau silahkan ke salon!" Ucap Dad Matthew tegas.


"Ck! Tapi tidak ada Gretha-"


"Mom!" Sebuah panggilan yang mirip dengan suara Gretha, langsung membuat Mom Melody dan Dad Matthew menoleh bersamaan.


"Gretha!"


"Gre, jangan lari-lari!"


"Gretha tidak sedang hamil, Mel!" Sergah Dad Matthew mengingatkan Mom Melody yang masih saja menganggap Gretha sedang hamil akibat insiden mobil goyang bersama Sakya kala itu!


Padahal juga tak terjadi apa-apa di dalam mobil dan Gretha masih perawan sampai putri sulung di keluarga Orlando itu menikah!


"Aku hanya tak mau Gretha jatuh atau terpeleset!" Sergah Mom Melody mendelik pada Dad Matthew yang langsung diam.


"Mom!" Gretha sudah memeluk Mom Melody sekarang. Sementara Mami Thalita langsung berbasa-basi pada Dad Matthew dan sedikit menyapa Barley juga yang kini digendong Dad Matthew.


"Kata Sakya kau sakit, Thalita? Lalu kenapa malah jalan-jalan bersama Gretha?" Tanya Dad Matthew penuh selidik.


"Dan Sakya mana?" Tanya Dad Matthew lagi sebelum pertanyaannya yang oertama dijawab Mami Thalita.


"Pak Dokter tidak ikut, Dad!" Bukan Mami Thalita, melainkan Gretha yang menjawab pertanyaan Dad Matthew.


"Mertuamu Sehat-sehat saja, Gre! Berarti nanti malam kau tidak usah menginap, kan?" Ujar Dad Matthew lagi yang langsung membuat Gretha merengut.


"Nggak bisa gitu dong, Dad!"


"Mami sehat itu karena Gretha tinggal di rumahnya. Nanti kalau Gretha pulang, trus Mami sakit lagi bagaimana?" Cerocos Gretha bersungut-sungut pada Dad Matthew.


"Biarkan mereka menginap di rumah Zayn dan Thalita malam ini, Matt!"


"Toh tidak setiap hari juga mereka menginap di rumah keluarga Abraham!" Desis Mom Melody merasa geram.pada sang suami.

__ADS_1


"Tapi masalahnya, Sakya sudah-"


"Sakya tidak bohong perihal sakitku, Matt!" Sela Mami Thalita akhirnya mencoba menjelaskan pada Dad Matthew.


"Tadi pagi aku memamg masih sakit dan tak enak badan. Lalu setelah Sakya dan Gretha datang, aku langsung merasa lebih baik!" Cerita Mami Thalita bersungguh-sungguh.


"Kau bisa tanya langsung pada Zayn, jika memang kau merasa ragu," sambung Mami Thalita lagi yang hanya membiat Dad Matthew mendengus.


"Lalu ini kau dan Gretha mau kemana, Thalita?" Tany Mom Melody pada sang besan.


"Kami mau pergi le salon untuk sedikit merilekskan tubuh," jawab Mami Thalita.


"Oh, kebetulan sekali! Ayo kita pergi bertiga!" Ajak Mom Melody bersemangat.


"Lalu ini?" Mami Thalita menunjuk pada Barley yang kini digendong Dad Matthew.


"Daddy-nya Gretha yang akan menjaga dan membawa Barley ke playground," jawab Mom Melody santai.


"Oh, namanya Barley! Dia adiknya Gretha?" Tanya Mami Thalita lagi penasaran yang malah membuat Mom Melody terkekeh.


"Dia keponakanku, Thalita!" Jelas Mom Melody yang langsung membuat Mami Thalita membulatkan bibir.


"Adiknya Gretha kan cuma Noah, Mi! Dia sudah besar dan sudah SMA," timpal Gretha ikut-ikutan menjelaskan pada Mami Thalita.


"Iya!" Mami Thalita mengusap kepala Gretha.


"Eh, tapi nanti sebentar lagi Gretha kan mau punya adik, Mi!" Celetuk Gretha tiba-tiba yang tentu saja langsung membuat Mami Thalita mengernyit.


"Maksudnya punya adik?" Tanya Mom Melody cepat merasa penasaran. Pun dengan Dad Matthew yang juga langsung ikut antusias menyimak karena penasaran juga.


"Pak Dokter mau punya adik sebentar lagi!" Jawab Gretha penuh semangat yang langsung membuat Mami Thalita menganga shock.


"Hah? Sakya mau punya adik?"


"Maksudnya, kamu hamil, Thalita?" Tanya Mom Melody pada Mami Thalita yang langsung menggeleng.


"Enggak!" Sanggah Mami Thalita cepat.


"Kamu ngomong apa, sih, Gre? Mami tidak sedang hamil!" Desis Mami Thalita yang mendadak malah geregetan pada Gretha.


"Tapi tadi kata Pak Dokter kan-"


"Sakya tadi hanya bergurau!" Sergah Mami Thalita cepat sebelum Gretha kembali mengarang indah.


"Ayo masuk ke salon!" Ajak Mami Thalita selanjutnya pada besan dan menantunya.


"Bye, Dad! Bye, Barley!" Pamit Gretha lebay, sebelum wanita itu masuk ke dalam salon bersama Mami Thalita dan Mom Melody.


Dad Matthew yang kini ditinggal bersama Barley hanya mampu mendengus. Pria paruh baya itu kemudian mendapatkan sebuah ide licik.


"Baiklah! Dad tak akan membiarkanmu santai-santai di rumah, Sakya!" Geram Dad Matthew seraya mengeluarkan ponselnya. Dad Matthew lalu menghubungi nomor Sakya, dan tepat di dering pertama telepon sudah diangkat.


Kau harus ikut menjaga Barley disini, Sakya!


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2