Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
UNDANGAN


__ADS_3

"Coba lihat!" Zeline merebut testpack yang tadi dipamerkan Gretha pada Mami Thalita dan Papi Zayn.


"Anak kecil bisa hamil juga ternyata," ledek Zeline selanjutnya pada sang adik ipar.


"Ck! Gretha udah besar, Kak Zel!" Rengut Gretha yang tak mau dipanggil anak kecil.


"Apanya yang besar! Masih seperti anak SMP begini!" Zeline mengacak gemas rambut Gretha yang tentu saja sukses membuat Gretha semakin merengut.


"Jadi sebenarnya, Gretha belum hamil dan kau belum melakukan apapun pada Gretha saat kalian menikah itu?" Tanya Papi Zayn sekali lagi, meluruskan kesalahpahaman yang membuat Sakya terpaksa menikahi Gretha.


"Iya, Pi!"


"Sakya kan bukan pria brengsek. Dan Papi sendiri juga yang selalu menasehati Sakya agar tak menyentuh seorang gadis sebelum ada kata sah," terang Sakya panjang lebar yang hanya membuat Papi Zayn memijit pelipisnya.


"Pak Dokter baru saja mengumpat kata terlarang, ya?" Celetuk Gretha tiba-tiba memecah keseriusan siantara Sakya dan Papi Zayn.


"Kata terlarang?" Zeline dan Mami Thalita mengernyit bersamaan.


"Tadi, satu kata berawalan huruf B," jelas Gretha seeaya menatap bergantian pada sang kakak ipar dan Mami mertua.


"Brengsek?" Tanya Zeline memastikan.


"Iih! Kak Zeline ikut-ikutan!" Gretha menuding ke arah Zeline.


"Kenapa memang?" Tanya Zeline tak paham. Hanya mengucapkan kata brengsek dan ekspresi Gretha lebay sekali.


"Nanti dapat hukuman," jawab Gretha menakut-nakuti.


"Siapa yang menghukum? Dasar aneh!" Cibir Zeline seraya berdecak. Gretha sontak merengut dengan decakan Zeline barusan.


"Di keluarga Gretha, memang dilarang mengumpat atau bicara kasar, Mi!" Ucap Sakya membantu menjelaskan pada keluarganya.


"Bagus itu!" Sergah Mami Thalita mengangguk-angguk.


"Mungkin karena Gretha dan Norak masih bocah, Mi! Makanya Uncle Matt dan Aunty Melody menerapkan peraturan itu!" Timpal Zeline berpendapat.


"Norak siapa, Kak?" Tanya Gretha bingung karena Zeline menyebut-nyebut nama Norak barusan.


"Adik kamu. Namanya Norak, kan?"


"Noah, Kak!" Sembur Gretha dan Sakya berbarengan.


"Iya, iya! Sampai paduan suara begitu!" Cibir Zeline seraya menggosok-gosok telinganya.


"Kak Zeline hobi sekali ganti-ganti nama orang!" Komentar Gretha selanjutnya yang langsung membuat Zeline kembali mencibir.


"Kau juga sama! Pacarku Armando aku panggil Aliando!" Sergah Zeline membalikkan kata-kata Gretha.


"Hehe, kan cuma satu kali." Gretha memainkan kedua telunjuknya.


"Lagipula, Aliando lebih keren daripada Armando, Kak!" Pendapat Gretha lagi.


"Ck! Namanya itu Armando ya Armando! Bukan Aliando!" Omel Zeline galak yang langsung membuat Gretha merengut.


"Ngomong-ngomong soal Armando, apa sudah ada kepastian kapan dia akan melamarmu, Zel?" Tanya Papi Zayn menyela perdebatan Gretha dan Zeline.

__ADS_1


"Yeay! Kak Zeline mau lamaran!" Gretha tiba-tiba sudah bersorak senang dan Zeline tentu saja langsung geregetan pada adik iparnya tersebut.


"Belum!"


"Aliando-"


"Eh, maksud Zeline Armando masih sibuk, Pi!" Ujar Zeline menjawab pertanyaan Papi Zayn perihal lamaran.


"Aliando," Sakya menahan tawa karena sang kakak yang bisa-bisanya salah menyebut nama pacarnya.


"Gara-gara Greget itu!" Gerutu Zeline seraya menatap geram pada Gretha yang raut wajahnya terlihat tanpa dosa.


"Nggak jadi lamaran, Kak? Kan udah mau tiga puluh-"


"Nggak usah bawa-bawa umur!" Zeline menyalak pada Gretha yang tentu saja langsung membuat Gretha ketakutan dan sembunyi di balik punggung Sakya.


"Takut, Pak Dokter! Kak Zeline berubah jadi singa," cicit Gretha yang benar-benar membuat Sakya harus kembali menahan tawa.


"Jadinya Armando itu serius sama kamu atau tidak, Zel? Lima tahun kalian pacaran-"


"Kami masih penjajakan, Mi!" Sergah Zeline mengoreksi.


"Penjajakan sampai lima tahun lebih, Kak!" Sakya ikut berkomentar.


"Sudah diam! Mentang-mentang kamu udah nikah duluan sama Greget pakai jalur kebohongan, lalu sok-sokan berkomentar tentang hubunganku bersama Armand!" Zeline mendelik-delik pada Sakya.


"Iya, maaf!" Ringis Sakya seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Besok ada pertemuan keluarga Abraham kamu ikut ya, Zel! Jangan mangkir!" Pesan Mami Thalita selanjutnya pada Zeline.


"Kebiasaan," gumam Sakya yang sudah paham dengan gelagat sang kakak setiap diajak pergi ke pertemuan keluarga.


"Zel, Papi lupa mau tanya sesuatu padamu." Ucap Papi Zayn yang langsung membuat Zeline menghentikan langkah.


"Tanya apa, Pi?"


"Kau menjalin kerjasama dengan Peyton Group?" Tanya Papi Zayn yang langsung membuat Zeline mengernyit.


Sakya pun ikut mengernyit, bersamaan dengan Celetuk Gretha yang menaruk perhatian semua orang.


"Itu bukannya nama perusahaan keluarganya Mbak Jill, Pak Dokter?"


"Pak Dokter mau balikan sama Mbak Jill?" Cecar Gretha yang tiba-tiba sudah menuduh Sakya.


"Enggak, Gre!" Sanggah Sakya cepat.


"Jill siapa?" Gantian Papi Zayn dan Mami Thalita yang bertanya kompak pada Gretha dan Sakya.


"Mantan pacarnya Sakya, Mi!"


Sakya baru saja akan menjawab, malah sudah keduluan Kak Zeline.


Dasar!


"Jadi, Peyton Group menawarkan kerjasama atau bagaimana, Pi?" Tanya Zeline kepo yang entah sedang memancing sesuatu atau entahlah.

__ADS_1


"Mereka mengirimkan undangan untuk keluarga kita di acara anniversary pernikahan Tuan dan Nyona Peyton," jawab Papi Zayn seraya menunjukkan sebuah undangan mengkilat.


"Tidak usah datang, Pi!" Sergah Sakya cepat dan tegas. Sakya yakin kalau Jill dan Jack mungkin sudah merencanakan sesuatu, seperti kejadian kemarin saat Sakya dan Gretha menghadiri acara peresmian hotel.


"Kenapa tidak mau datang, Sak? Takut ada CLBK?" Goda Zeline yang langsung membuat Sakya berdecak.


"Zeline! Tidak usah memancing-mancing!" Nasehat Mami Thalita pada sang putri.


"Kau bisa datang mewakili keluarga kita, Zel?" Tanya Papi Zayn selanjutnya pada Zeline.


"Kenapa bukan Papi dan Mami saja?"


"Papi ada acara di waktu yang sama dan Mami harus mendampingi Papi." Bukan Papi Zayn, melainkan Mami Thalita yang menjelaskan pada Zeline.


"Suruh Sakya dan Greget yang datang kalau begitu! Itu kan acara anniversary jadi pasti semuanya membawa pasangan," ujar Zeline panjang lebar sekalian beralasan.


"Kakak ajak Abang Armand, dong!" Sergah Sakya memberikan saran.


"Armando sibuk dan masih di luar kota!" Jawab Zeline ketus.


"Sibuk terus!" Cibir Sakya yang hanya membuat Zeline mendengus.


Disaat bersamaan, ada sebuah pesan yang masuk ke ponsel Sakya. Pesan dari Dad Matthew!


Ada apa lagi?


Punggung Dad Matthew keseleo lagi?


[Sakya!!!! Jelaskan ini!!!] -Dad Matthew-


Sakya tak menghitung berapa banyak tanda seru di pesan Dad Matthew karena sekarang dokter muda itu sesang menunggu foto yang dikirim oleh Dad Matthew terbuka.


Dan alangkah kagetnya Sakya, saat foto tersebut ternyata berisi undangan dari Peyton Group juga.


Bukan!


Bukan undangannya yang membuat Sakya shock.


Tapi nama penerima undangan yang benar-benar membuat Sakya ingin meledak sekarang.


Untuk: dr. Sakya Abraham (Mantan dari Jill Peyton)


Dan Gretha Orlando.


Jill benar-benar sudah gila!


"Pi! Sakya dan Gretha yang akan datang ke acara Tuan Peyton!" Putus Sakya akhirnya membulatkan tekad.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2