Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
FILM APA?


__ADS_3

Setelah adegan jewer-menjewer, serta bungkam-membungkan di dalam bioskop yang nyaris membuat Gretha dan Sakya diusir keluar, pasutri itu akhirnya sudah saling diam dan berhenti berdebat. Gretha dan Sakya lanjut menikmati film yang sudah diputar sejak lima belas menit lalu.


Ketinggalan lumayan banyak berarti!


Gretha meraup popcorn ukuran besar yang tadi dibelikan oleh Sakya. Namun baru saja Gretha akan melahapnya, tiba-tiba gadis itu malah melongo menyaksikan adegan di film yang ia tonton bersama Sakya.


Gretha mengedip-ngedipkan matanya sembari mulutnya setengah terbuka.


"Sssttt!" Sakya menyenggol pundak Gretha yang bengong, hingga membuat hadus itu tersentak dan tak jadi makan popcorn.


"Mereka mau ngapain, Pak Dokter?" Tanya Gretha berbisik-bisik pada Sakya.


"Mau main kuda-kudaan," jawab Sakya seraya terkikik.


"Kudanya mana?" Tanya Gretha lagi dengan raut polos.


"Iya nanti yang di bawah jadi kudanya," jawab Sakya yang kembali terkikik.


"Loh!" Gretha melongo, saat melihat aktor dan aktris di film yang kini sudah saling berciuman dan 'memakan' satu sama lain.


"Kenapa melongo, Gre?" Bisik Sakya di telinga Gretha yang masih melongo. Namun sedetik kemudian, Gretha malah menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Lah!


Ini bocah kenapa lagi?


"Itu mereka lagi ngapain, Pak Dokter?" Tanya Gretha masih sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan.


"Lagi ciuman," jawab Sakya.


"Kok ciumannya begitu?" Tanya Gretha lagi yang kini sudah ganti mengintip lewat sela-sela jari tangannya.


"Begitu bagaimana? Memang kamu belum pernah dicium di bibir?" Tanya Sakya blak-blakan sembari berbisik di telinga Gretha.


"Belum!" Jawab Gretha polos yang langsung membuat Sakya tersenyum penuh kemenangan.


"Nanti aku cium di bibir, ya!" Bisik Sakya dengan nada nakal.


"Tapi nanti jangan dadakan kayak di film itu tadi!" Pesan Gretha berbisik pada Sakya .


"Kenapa tak boleh dadakan?" Tanya Sakya bingung.


"Iya biar Gretha bisa gosok gigi dulu."


"Meskipun teman-teman dulu nggak ada yang bilang nafas Gretha bau, tapi kan Gretha tetap merasa tidak pede."


Gretha tiba-tiba sudah meraih tangan Sakya, lalu membalik telapak tangan tersebut dan menghembuskan nafas dari mulutnya ke telapak tangan Sakya.


"Coba Pak Dokter cium! Nafas Gretha bau, nggak?" Gretha menyodorkan telapak tangan Sakya yang baru saja ia berikan nafas naga pada Sakya.

__ADS_1


"Enggak!" Jawab Sakya setelah mengendus aroma telapak tangannya sendiri. Dalam hati Sakya sedikit menggerutu, sebenarnya ia dan Gretha sedang apa ini?


"Nafas Pak Dokter juga bau mint." Ucap Gretha setelah mencium-cium aroma nafas Sakya.


Yaiyalah bau mint!


Sakya makan permen karet mint tadi sebelum masuk bioskop!


Gretha saja yang tidak tahu!


"Jadi sudah bisa praktek sekarang?" Tanya Sakya melirik genit pada Gretha.


"Disini?" Tanya Gretha dengan bola mata yang sudah membulat sempurna.


"Di kamar, di rumah." Jawab Sakya mulai bersemangat.


"Tapi ini kan kita masih di bioskop, Pak Dokter!" Sergah Gretha beralasan.


"Iya ayo pulang! Nanti lanjut nonton film di kamarmu saja," ajak Sakya mulai memancing.


"Atau mau pulang kerumah Mami saja?" Tawar Sakya mencari-cari kesempatan. Masih mumpung Dad Matthew tak ada di rumah.


Gretha langsung menggeleng.


"Takut," cicit Gretha seraya meringis pada Sakya.


"Takut pada?" Sakya mengerutkan kedua alisnya.


"Kak Zeline!" Sakya mengoreksi panggilan Gretha pada Zeline yang masih saja keliru.


"Eh, iya! Udah kebiasaan, Pak Dokter," ujar Gretha beralasan.


"Jadi, mau pulang ke mana?" Tanya Sakya sekali lagi pada Gretha.


"Ke rumah Mom dan Dad!" jawab Gretha cepat. Sakya lanjut mengangguk dan menggandeng tangan Gretha untuk keluar dari studio bioskop.


****


Sakya membukakan pintu mobil untuk Gretha yang masih sibuk menjilat-jilat es krimnya.


Ya, tadi setelah keluar dari bioskop, Gretha memang menagih es krim yang Sakya janjikan saat membujuk Gretha agar tak menangis di dalam bioskop tadi.


"Masuk, Gre!" Titah Sakya dan Gretha langsung masuk ke dalam mobil.


Setelah menutup pintu mobil, Sakya mengitari kendaraannya tersebut, lalu menyusul masuk dan duduk di belakang kemudi.


"Pakai sabuk pengamannya!" Titah Sakya selanjutnya pada Gretha yang tetap sibuk dengan es krim nya.


"Pakaikan, Pak Dokter! Gretha kan sedang makan es krim!" Gretha balik memerintah Sakya sembari menunjukkan es krim cone di tangannya pada Sakya.

__ADS_1


"Manja!" Gumam Sakya yang akhirnya memakaikan sabuk pengaman Gretha. Tak lupa, Sakya juga menyambar tisu di atas dashboard mobiil, untuk membersihkan es krim ya g belepotan di bibir Gretha.


"Es krimnya enak," puji Gretha masih sambil menjilat-jilat es krimnya. Gerakan lidah Gretha, mendadak membuat pikiran Sakya malah melayang ke mana-mana.


"Kenapa Pak Dokter tadi tidak beli?" Tanya Gretha lagi pada Sakya.


"Aku minta es krimmu saja boleh," jawab Sakya sedikit mengerling nakal pada Gretha yang langsung merengut.


"No! Ini es krim Gretha!" Jawab Gretha tegas seraya menjauhkan es krimnya dari Sakya. Namun di luar dugaan, Sakyamalah mendekatkan wajahnya ke wajah Gretha. Dan hanya dengan satu gerakan, Sakya tiba-tiba sudah mencium singkat bibir Gretha yang masih belepotan es krim, hingga membuat sang empunya bibir kaget, membelalak dan mematung.


"Stroberi!" Gumam Sakya seraya menjilat sisa es krim dari bibir Gretha yang sedikit menempel di bibirnya akibat ciuman singkatnya pada bibir Gretha tadi.


"Pak Dokter kenapa mencium bibir Gretha?" Tanya Gretha setelah gadis itu terdiam beberapa saat karena sepertinya kaget dengan ciuman tak terduga Sakya.


"Iya, memangnya kenapa? Kan kamu istriku, jadi boleh dong aku cium-ciun bibir kamu," jawab Sakya santai, seraya merapikan rambut Gretha, dan menyelipkannya ke belakang telinga.


"Tapi kan bibir Gretha masih belepotan es krim," rengut Gretha seraya meraih tisu dari atas dashboard, lalu menyeka bibirnya dari sisa-sisa es krim.


"Tidak masalah!" Jawab Sakya tetap santai. Pria itu membantu menyeka sisa-sisa es krim di bibir Gretha, lalu membuang tisu ke tempat sampah mini di dalam mobil.


"Hah!" Gretha menghembuskan nafasnya ke telapak tangan, lalu mengendus aroma telapak tangannya. Tentu saja Sakya langsung mengernyit dan bertanya-tanya dengan apa yang dilakukan Gretha tersebut.


"Nafas Gretha baunya kok aneh, ya?" Gumam Gretha selanjutnya yang ganti membuat Sakya garuk-garuk kepala.


"Aroma stroberi tadi," Celetuk Sakya menjawab kekhawatiran Gretha.


"Masa?"


"Hah! Hah!" Gretha kembali mengendus bau mulutnya sendiri.


"Sudah, Gre! Kamu ngapain, sih?" Sakya yang mulai gemas dengan tingkah lagu Gretha langsung menarik tangan Gretha, menyemprotkan hand sanitizer, lalu mengusapkannya ke seluruh telapak tangan Gretha.


"Dingin!" Kikik Gretha, saat Sakya mengusapkan hand sanitizer tadi ke seluruh telapak tangan Gretha.


"Langsung pulang, ya!" Ucap Sakya setelah memeriksa sabuk pengamannya dan sabuk pengaman Gretha.


"Iya, Pak Dokter!" Jawab Gretha dengan nada manja yang langsung membuat Sakya terkekeh. Setelah memastikan semuanya beres, Sakya segera melajukan mobilnya keluar dari area parkir mall, lalu menuju ke rumah Dad Matthew.


Saatnya memberikan pelajaran kedua pada Gretha setelah sampai di rumah nanti.


Pelajaran apa?


Main kuda-kudaan!


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2