
"Sudah!" Lapor Sakya yang sudah selesai menaikkan ritsleting gaun Gretha. Sakya lalu memindai penampilan istrinya itu yang perutnya sudah membulat sempurna.
Ya, kandungan Gretha memang sudah masuk usia tujuh bulan.
Sungguh tak terasa!
"Gretha sudah tak sabar mau melihat Kak Zeline!"
"Ayo Pak Dokter!" Gretha sudah menarik tangan Sakya yang masih larut dalam lamunannya.
Sore ini, Kak Zeline akhirnya menikah dan melepas masa lajang. Dan lucunya, celetukan Gretha beberapa bulan lalu tentang Kak Zeline yang mungkin saja tersesat di pulau kosong bersama tour guide-nya, lalu terjadi cinlok benar-benar menjadi kenyataan.
Ya!
Siapa menyangka, kalau Kak Zeline benar cinlok dengan tour guide-nya yang ternyata juga adalah sepupu jauh Sakya dan Zeline dari keluarga Diba.
Gavin Rainer Diba!
"Gre! Jangan lari-lari!" Sakya berusaha menahan langkah Gretha yang seolah lupa dengan perutnya yang sudah membola.
Gretha! Gretha!
Sudah hamil tua tapi kelakuan masih saja pecicilan!
"Pak Dokter cepat sedikit makanya! Nanti telat lihat Kak Zeline!" Ujar Gretha yang masih terus menarik tangan Sakya.
"Acara belum dimulai!"
"Kak Zeline juga paling masih dirias!" Jawab Sakya santai.
Suami istri itu sudah tiba di lokasi acara. Gretha langsung menarik Sakya dan mengajak suaminya itu untuk duduk di kursi paling depan.
"Semoga nggak mati lampu!" Seloroh Gretha yang langsung membuat Sakya mengernyit.
"Kenapa memang?"
"Takutnya Abang Gavin nggak kelihatan nanti kalau mati lampu," ujar Gretha yang langsung membuat Sakya tergelak. Calon abang ipar Sakya itu kebetulan memang berkulit eksotis karena tinggal di pesisir pantai dan sebelumnya berprofesi sebagai instruktur selancar. Tapi kalau sekarang, Abang Gavin sudah naik tahta menjadi sekretaris pribadi Kak Zeline.
Tak berselang lama, acara sudah dimulai. Gavin dan Zeline juga sudah tiba di lokasi, dan Gretha tak berhenti memuji kakak iparnya yang sore ini terlihat begitu anggun.
Sepertinya sedikit berbanding terbalik dengan Abang Gavin yang beberapa kali bersin-bersin saat tadi duduk di samping Kak Zeline.
Abang Gavin mendadak alergi pada Kak Zeline?
"Dulu kita nggak sempat bikin janji pernikahan seperti itu," ucap Sakya seraya menggenggam tangan Gretha.
Saat ini, Zeline dan Gavin sedang berdiri berhadapan dan hebdak membaca serta mengucapkan janji pernikahan mereka, setelah tadi keduanya dinyatakan sah sebagai suami istri.
"Kan kita dulu nikahnya dadakan, Pak Dokter," ujar Gretha mengingatkan.
"Iya!" Sakya sudah ganti merangkul Gretha saat tiba-tiba terdengar bersin yang lumayan keras dari Abang Gavin disela-sela Kak Zeline membaca janji pernikahannya.
"Abang Gavin alergi pada Kak Zeline?" Bisik Gretha pada Sakya.
"Nggak tahu!" Sakya hanya mengendikkan bahu dan masih lanjut menyimak pembacaan janji Kak Zeline yang ternyata sudah selesai. Sekarang gantian Abang Gavin yang akan membaca janji pernikahannya.
"Aku, Gavin Rainer Diba berjanji untuk selalu mencintaimu, Zeline Abraham! Di kala sehat maupun sakit, maupun saat kau menularkan flu kepadaku."
__ADS_1
Sakya menahan tawa mendengar kalimat konyol yang diucapkan oleh Abang Gavin. Tak berselang lama, terjadi perdebatan kecil antara Abang Gavin dan Kak Zeline dibatas panggung pelaminan.
"Kenapa Abang Gavin dan Kak Zeline malah bertengkar, Pak Dokter?" Gretha berbisik-bisik pada Sakya.
"Mereka kan memang hobi bertengkar," jawab Sakya asal.
Tapi sejak awal menjalin hubungan, pasangan itu memang hobi bertengkar, berdebat, hingga main smack down bersama. Tidak tahu bagaimana nanti malam pertama mereka.
"Ehemm!!" Deheman dari Abang Gavin membuat Sakya dan Gretha kembali fokus pada acara.
"Jadi, aku berjanji untuk selalu mencintaimu dan menyayangimu apa adanya, Zeline Abraham! Termasuk mencintai kebiasaan jujurmu yang hobi ken-"
Abang Gavin belum menyelesaikan kalimatnya saat tiba-tiba pria itu sudah diterjang oleh ciuman barbar Kak Zeline.
"Wow!" Gretha yang duduk di samping Sakya refleks melongo, saat melihat pagutan antara Kak Zeline dan Abang Gavin.
Seperti bocah kemarin sore saja!
Padahal setiap hari juga sudah Sakya ajak praktek.
"Udah! Jangan bengong!" Sakya akhirnya menutup kedua mata Gretha dengan tangannya.
"Iiiih! Pak Dokter, Gretha mau lihat!" Protes Gretha seraya menyingkirkan tangan Sakya.
"Tiap malam sudah praktek padahal!" Kekeh Sakya yang hendak menutup kedua mata Gretha. Disaat bersamaan, terdengar suara Papi Zayn yang meminta semua hadirin untuk bertepuk tangan.
"Konyol sekali!" Gumam Sakya seraya bangkit berdiri dan bertepuk tangan juga seperti tamu undangan yang lain.
"Aduh...aduh!" Gretha yang berdiri di samping Sakya tiba-tiba meringis sembari memegangi perutnya.
"Ada apa, Gre? Mau melahirkan?" Tanya Sakya refleks.
"Nggak tahu! Sakit," ringis Gretha yang sudah dibimbing oleh Sakya agar duduk perlahan.
"Tarik nafas panjang dulu!" Sakya memberikan instruksi yang sering diajarkan oleh Dokter Caleb sebagai pertolongan pertama saat Gretha mengalami kontraksi palsu seperti ini.
Ya, ya, ya!
Rekan dokter Sakya itu juga yang akhirnya menjadi dokter kandungan Gretha sekarang. Bukankah dulu Caleb juga yang membuat Sakya terjebak di situasi rumit bersama Gretha yang akhirnya berakhir dengan insiden mobil goyang, lalu membuat Sakya harus menikah dadakan dengan Gretha?
Kalau dipikir-pikir memang konyol!
Tapi itulah jodoh, kadang tidak bisa ditebak bagaimana datangnya.
"Gretha kenapa, Sakya? Kok wajahnya pucat?" Tanya Dad Matthew yang entah sejak kapan sudah berada di dekat Sakya dan Gretha. Perasaan tadi belum ada dan sempat berpesan kalau ia datang sedikit terlambat ke pernikahan Kak Zeline ini.
Oh, kalau ini bukan sedikit terlambat lagi tapi sudah sangat amat terlambat karena acara inti juga sudah selesai!
Kak Zeline dan Abang Gavin juga sudah tidak terlihat sekarang!
"Kontraksi palsu, Dad!" Jelas Sakya sebelum kemudian pria itu memastikan lagi kondisi Gretha.
"Kita ke rumah sakit, ya!" Usul Mom Melody yang khawatir sekali pada kondisi sang putri.
"Kau mau ke rumah sakit?" Sakya meminta persetujuan Gretha yang sepertinya sudah tak lagi kesakitan.
"Sudah sembuh."
__ADS_1
"Gretha mau ambil makanan," tukas Gretha yang langsung melenggang santai meninggalkan Sakya, Dad Matthew serta Mom Melody yang kini terbengong-bengong.
Dasar Gretha!!
****
Bugh!
Gedebug!
Sakya sejenak mengernyit saat dirinya lagi-lagi mendengar suara yang tak asing, setiap kali Sakya ke kamar lamanya ini. Kebetulan kamar lama Sakya ini memang bersebelahan dengan kamar Kak Zeline yang notabene masih masuk kategori pengantin baru.
Baru sebulan menikah!
Sakya geleng-geleng kepala dan lanjut memindai isi lemarinya sembari mengingat-ingat dirinya tadi mau mencari apa.
Kenapa Sakya mendadak lupa?
"Pak Dokter cari apa?" Pertanyaan Gretha yang entah sejak kapan sudah di belakang Sakya, membuat Sakya kaget bukan kepalang.
"Kok kamu naik ke sini, Gre?" Sakya langsung menutup lemari dan bergegas memeriksa kondisi Gretha yang kata Kak Zeline mirip anak busung lapar.
Badannya kecil, tapi perutnya membuncit ke depan.
Ada-ada saja memang Kak Zeline itu!
"Kenapa memang?" Gretha menampilkan raut wajah tanpa dosa dan wanita itu langsung duduk di tepi ranjang di dalam kamar lama Sakya.
Dulu saat pertama menikah hingga kandungan Gretha berusia dua bulan, Sakya dan Gretha memang masih menempati kamar ini. Barulah setelah Gretha sering lari-larian naik tangga, Sakya pindah ke kamar bawah demi menghindari hal buruk yang bisa saja terjadi pada Gretha.
"Kamu kan hamil besar, Gre!" Sakya sudah ikut duduk,lalu mengusap-usap perut Gretha. Pria itu kemudian menempelkan kepalanya di perut Gretha dan mulai mendengarkan pergerakan sang calon buah hati. Namun yang terdengar bukannya suara dari calon anak Sakya, melainkan suara debuman dari kamar sebelah.
Bugh!
"Apa itu, Pak Dokter?" Tanya Gretha bingung seraya memegangi tangan Sakya.
"Entahlah!" Sakya mengendikkan bahu lalu sedikit menggerutu dalam hati atas ulah lebay Kak Zeline dan Abang Gavin di kamar sebelah.
Memangnya mereka kuda-kudaan pakai gaya apa?
Kenapa sepertinya rusuh dan berisik sekali.
Sakya dulu perasaan selow saja saat bersama Gretha dan tidak sampai gedebag gedebug begitu!
"Ayo turun!" Ajak Sakya selanjutpada Gretha yang langsung menggeleng.
"Bobok disini saja!"
"Kan udah lama nggak bobok disini," pinta Gretha sedikit merengek.
"Hmmmmm, baiklah!"
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.