
"Geli, Pak Dokter!" Racau Gretha saat Sakya menangkup kedua gundukan di dadanya.
"Ck! Kok Pak Dokter lagi?" Protes Sakya seraya mencium gemas puncak kepala Gretha.
Tadi sebelum mulai, Sakya dan Gretha memang sudah membuat kesepakatan agar Gretha tak memanggil Sakya dengan panggilan Pak Dokter selama mereka bercinta, dan menggantinya dengan panggilan sayang. Namun sepertinya Gretha sudah lupa lagi,
"Eh, iya!" Gretha terkikik, lalu kembali menggeliat saat Sakya memainkan puncak dari gundukan kenyal Gretha. Sakya lalu menciumi leher serta tengkuk istri kecilnya tersebut, sambil tangannya bergerilya menyentuh titik-titik sensitif di tubuh Gretha.
"Pak Dokter!" Celetuk Gretha tiba-tiba saat Sakya masih berkonsentrasi melakukan pemanasan.
Ya ampun!
Membuyarkan kobsentrasi Sakya saja!
"Pak Dokter lagi!" Decak Sakya menatap tak senang pad Gretha yang langsung meringis.
"Udah biasa panggil Pak Dokter soalnya. Mau panggil Sayang jadi lupa-lupa terus," ujar Gretha beralasan, seraya memainkan tangannya di dada Sakya yang sudah tak tertutupi sehelai kainpun.
Ya, Sakya kini memang hanya menngenakan handuk yang membalut bagian bawah tubuhnya. Sementara Gretya juga hanya mengenakan bathrobe yang talinya sudah sedikit kendor karena ulah Sakya.
"Tapi kan tetap aneh kalau kita sedang itu dan kau memanggilku Pak Dokter, Pak Dokter."
"Kesannya aku malah seperti Pak Dokter mesum," ujar Sakya mengungkapkan alasannya tak mau dipanggil Pak Dokter saat sedang bercinta bersama Gretha.
"Hihihi. Pak Dokter ganteng. Bukan Pak Dokter mesum," Gretha masih memutar-mutar jarinya di dada Sakya, sebelum kemudian jari Gretha berhenti di tonjolan coklat yang berada di dada Sakya.
"Pak Dokter udah punya sendiri padahal. Tapi kok masih suka pegang-pegang punya Gretha?" Tanya Gretha seraya jarinya memainkan p*ting Sakya.
"Kan beda bentuknya, Gre! Punyaku datar, sementara punyamu ada gunungnya," jelas Sakya sambil kembali menyusupkan tangannya ke dalam bathrobe Grerha, lalu menangkup salah satu gundukan kenyal milik Gretha yang besarnya tak seberapa sebenarnya. Tapi saat Sakya memegangnya begini, tetap saja rasanya bisa membuat milik Sakya menggeliat dengan resah di bawah sana.
Ck!
Karena merasa tanggung, Sakya akhirnya menarik leoas tali bathrobe Gretha sekalian, lalu membukanya dan membuat Gretha memekik kecil.
"Aaaaaa!"
Lebay!
"Apa, sih? Aku udah lihat juga kemarin," kekeh Sakya seraya melepaskan perlahan bathrobe warna putih tadi dari tubuh Gretha.
"Jadi ngajarin gaya baru, kan, Pak Dokter?" tagih Gretha saat Sakya menggendong tubuh naked Gretha ke atas tempat tidur, lalu membaringkannya perlahan.
"Jadi!" Jawab Sakya seraya menatap lekat wajah Gretha. Sakya kemudian membungkukkan tubuhnya ke arah Gretha yang sudah terbaring pasrah. Kedua tangan Sakya sudah berada di sisi kanan dan kiri tubuh Gretha, dan hanya dalam satu gerakan, bibir Sakya sudah mendarat dengan lembut di atas bibir Gretha. Sakya mencecap setiap senti dari bibir istrinya itu tanpa terlewat sedikitpun. Pun dengan Gretha yang kini sudah pandai membalas ciuman Sakya, dan menggerakkan lidahnya untuk membelai bibir Sakya.
Sakya tersenyum, saat getaran yang ia rasakan dari setiap sentuhan lidah Gretha, terasa hingga ke dalam jiwanya. Menyenangkan sekali!
Tangan Gretha kembali merambati dada Sakya yang kini masih menindihnya. Mengusap otot bisep sempurna milik Sakya, seiring tatapan mata Gretha yang juga ikut menelusur kekahapun jarinya bergerak.
Jantung Sakya berdegup semakin kencang, saat tangan Gretha yang seolah tak mau berhenti merambati setiap senti dari tubuhnya. Nafas Sakya mendadak terasa sesak seiring dengan miliknya di bawah sana yang juga sudah kembali mengeras dengan sempurna.
Yeah!
Sakya akhirnya melepaskan miliknya dari kurungan seetya bebatan handuk yang menghalangi sejak tadi. Sakya lalu sedikit menurunkan bokongnya, dan menggesekkan perlahan mioiknya dengan milik Gretha yang tak lagi tertutupi apapun. Tubuh mungil di bawah Sakya itu seketika langsung menggeliat.
Nafas Sakya terasa semakin memburu, saat gelenyar penuh nafs* mulai merambati tubuh Sakya, lalu peeoahan naik ke wajahnya.
Ya ampun!
Sakya tak tahan lagi.
"Pak Dokter," panggil Gretha lirih seraya tangannya bergerak ke bawah, lalu dengan cepat menggenggam milik Sakya yang sudah mengeras sempurna.
"Masukin!" Ucap Gretha lagi yang kini sudah menekuk kedua kakinya, lau membuka kedua pangkal paha juga seolah sedang memberikana akses penuh untuk Sakya.
__ADS_1
Sakya menelan salivanya, lalu mencium sekilas bibir Gretha. Pria itu kemudian mengarahkan miliknya ke depan milik Gretha yang selalu terlihat menggiurkan sejak pertama kali Sakya menyentuh istrinya ini.
Sakya mendorong perlahan miliknya ke dalam milik Gretha, hingga terbenam sepenuhnya. Gretha memejamkan kedua matanya, seolah sedang menikmati penyatuan dirinya dan Sakya. Sementara Sakya hanya tersenyum mepihat wajah lucu Gretha saat merem seperti ini.
"Pak Dokter," Gretha sudah kembali membuka matanya, saat Sakya mulai bergerak.
"Sakya!" Ujar Sakya cepat mengajari Gretha agar tak memanggilnya Pak Dokter terus. Rasanya aneh sekali bercinta sambil dipanggil Pak Dokter.
"Sayangkya-"
"Eh!" Gretha membungkam mulutnya sendiri.
"Apa?" Sakya terkekeh dengan panggilan Gretha barusan kepadanya.
"Pak Dokter Sayang!" Gretha mengulangi panggilannya pada Sakya dan kali ini malah membuat Sakya berdecak.
"Sayang saja, Sayang! Nggak usah pakai Pak Dokter," Sakya menangkup gemas wajah Gretha.
"Mmmmm, Gretha cuma mau tanya, Pak Dokter!"
Sakya benar-benar harus menghela nafas karena Gretha yang tetap keukeuh memanggiohya Pak Dokter. Baiklah, terserah!
"Tanya apa?" Ujar Sakya akhirnya.
"Gaya barunya mana? Yang ini tadi kan gerakannya sama juga dengan gerakan yang kemarin di rumah Dad."
"Pak Dokter ingkar janji, ya?" Gretha menuding pada Sakya semvari merengut.
"Enggak!" Kilah sakya cepat.
"Ini kan baru pembukaan, Gre! Nanti ronde kedua dan seterusnya kita coba gaya barunya, oke!" Sakya mengerling pada Gretha.
"Gaya apa?" Tanya Gretha penasaran.
"Gaya menunggang kuda. Aku yang jadi kudanya, kamu yang diatas," cetus Sakya setelah berpikir beberapa saat.
"Ayo dicoba sekarang!" Ajak Gretha girang seraya memukul-mukul dada Sakya.
"Sebentar! Aku belum keluar." Ujar Sakya beralasan.
"Eeeeee! Tapi Gretha mau gaya menunggang kuda!"
"Ayo, pak Dokter! Ayo! Cepat!" Rengek Gretha manja dan membuat gemas.
Hhhhh!
Jadi ingin Sakya gigit saja istrinya yang menggemaskan ini!
"Ayo, Pak Dokter!" Bujuk Gretha lagi memaksa.
"Iya, iya!" Sakya akhirnya berhenti bergerak, lalu pria itu mendekap tubuh Gretha yang masih berada di bawahnya.
"Pak Dokter! Kenapa Gretha ditindih begini?" Jerit Gretha lebay yang hanya membuat Sakya berdecak.
"Mau aku ajak berguling!" Sergah Sakya beralasan. Dan benar saja. Hanya dalam satu sentakan, Gretha dan Sakya sudah bertukar posisi sekarang, dengan milik keduanya yang tetap menyatu.
Yess!
Sakya bisa ternyata!
"Gretha di atas?" Gretha mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, sebelum kemudian istri Sakya itu ganti bersorak.
"Yeay! Gretha di atas!"
__ADS_1
"Ssssttttt!" Sakya cepat-cepat membungkam mulut Gretha.
"Trus sekarang gimana?" Tanya Gretha yang sudah sangat antusias.
"Kamu duduk, lalu bergerak turin naik seperti sedang naik kuda," jelas Sakya yang langsung membuat Gretha diam sesaat dan sepertinya sedang mencerna arahan Sakya. Wanita itu lalu mempraktekkannya sesuai kata-kata Sakya tadi.
"Begini?" Tanya Gretha memastikan.
"Iya!"
"Trus Pak Dokter ngapain?" Tanya Gretha penasaran.
"Aku diam saja! Kan aku jadi kudanya!" Jawab Sakya santai seraya menikmati gerakan Gretha yang mulai intens. Cepat juga Gretha belajar.
"Seperti ini, Pak Dokter?" Gretha masih bergerak turun dan naik.
"Iya, seperti itu!" Sakya memejamkan matanya karena miliknya yang terasa menusuk semakin dalam ke dalam milik Gretha di posisi ini.
"Terus, Sayang! Enak sekali!" Sakya mulai meracau saat gerakan Gretha terasa semakin cepat.
"Iya, enak, Pak Dokter!" Celetuk Gretha mulai bersemangat. Gerakan istri Sakya itu juga sudah mulai intens dan cepat, saat tiba-tiba Gretha mulai meringis.
"Tapi tapi....."
"Aduh!" Gretha mengaduh dan sudah berhenti bergerak sekarang. Istri Sakya itu terlihat kesakitan.
"Ada apa, Gre?" Tanya Sakya bingung
"Aduuuh! Pak Dokter, kaki Gretha!" Gretha mulai mencebik dan menangis.
"Pak Dokter! Kaki Gretha...."
Sakya buru-buru bangun untuk memeriksa kaki Gretha.
"Pak Dokter!!!!!"
"Sakit! Kaki Gretha nggak bisa digerakin!" Jerit Gretha lebay yang langsung membuat Sakya berdecak.
"Ini hanya kram, Gretha!" Ujar Sakya yang langsung paham.
Jangan tanya!
Sakya juga ahli di bidang ini!
Sakya mengusap lembut kaki Gretha, lalu hendak meluruskannya, saat tiba-tiba Gretha kembali menjerit.
"Pak Dokter! Kaki gretha patah!"
"Toool-"
Cup!
Sakya yang geregetan segera mel*mat bibir Gretha agar istri lebay-nya itu berhenti berteriak. Kedua mata Gretha hanya membelalak, namun sedetik kemudian, Gretha sudah membalas kecupan Sakya. Gretha tak lagi berontak saat sakya meluruskan kaki wanita tersebut dan melakukan sedikit pijatan agar kaki Gretha membaik.
Ya, ya, ya!
Semua gara-gara gaya baru dalam bercinta!
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan