Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
ENAK, LHO!


__ADS_3

"Pak Dokter, kok nafasnya udah nggak bau mint?" Celetuk Gretha yang sesaat langsung membuat konsentrasi Sakya untuk mencium Gretha ambyar sesaat.


Sakya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dan berusaha mengumpulkan konsentrasinya yang mendadak berceceran.


"Apa katamu barusan?" Tanya Sakya menatap serius pada Gretha.


"Nafasnya Pak Dokter udah nggak bau mint. Pak Dokter belum gosok gigi juga, ya?" Kikik Gretha yang langsung membuat Sakya mendengus. Sakya menatap tajam pada Gretha yang kembali terkikik.


"Kenapa melihat Gretha seperti i-" Kalimat Gretha belum selesai, saat tiba-tiba Sakya sudah membungkam bibir istri kecilnya tersebut dengan bibirnya.


"Mmmpphh!" Gretha sempat berontak di awal, dan tangannya memukul kecil dada Sakya. Namun begitu lidah Sakya membelai lembutnya bibir wanita itu, Gretha mendadak diam dan tak meronta lagi.


Gretha masih bingung dan mengatupkan kedua bibirnya, saat lidah Sakya terus saja menggelitiki bibir Gretha bagian atas dan bawah. Wajah Gretha juga sudah semerah tomat, karena Gretha mendadak merasa malu sekaligus grogi. Wanita itu memejamkan matanya sembari menikmati belaian lidah Sakya yang sepertinya begitu ahli mencecap.


Selang beberapa menit, Gretha akhirnya berani merenggangkan kedua bibirnya, dan saat itulah, lidah Sakya tiba-tiba sudah menyusup masuk dan ganti membelai setiap inchi dari mulut Gretha, hingga membuat Gretha tersedak dan batuk-batuk.


"Uhuk! Uhuk!"


"Uhuk!"


"Pak Dokter ngapain, sih?" Omel Gretha di sela-sela batuknya yang hanya membuat Sakya menahan tawa.


"Coba aku lihat!" Sakya kembali meraih dagu Gretha, lalu mengecup lagi bibir mungil istrinya tersebut hingga membuat Gretha tersentak kaget.


"Pak Dokter!" Gretha mendorong dada Sakya yang langsung tergelak.


"Dicium suaminya sendiri kok malu-malu begitu!" Goda Sakya pada Gretha yang kini tersipu tapi merengut juga.


"Enak, kan?" Tanya Sakya lagi dengan nada genit menggoda.


"Apanya yang enak? Bibir Gretha jadi geli gara-gara Pak Dokter jilatin tadi!" Ungkap Gretha blak-blakan yang sontak membuat Sakya kembali tergelak.


"Mana yang geli?" Sakya meraih dagu Gretha lagi, lalu pura-pura memeriksa bibir istrinya tersebut. Namun tentu saja, Sakya yang usil juga kembali mengecup bibir Gretha dan sedikit mel*matnya.


"Mmmph!" Gretha berontak sekali lagi sembari tangannya memukul-mukul dada Sakya.


"Apa, sih?" Goda Sakya lagi setelah pria itu melepaskan lum*tannya pada bibir Gretha.


"Pak Dokter itu! Kenapa maemin bibir Gretha terus? Kan geli!" Rengut Gretha seraya mengerucutkan bibirnya.


"Bibir kamu manis, Sayang!" Ujar Sakya yang tangannya sudah terulur untuk mengusap bibir Gretha yang terlihat merah alami. Selain itu, bibir Gretha juga terasa begitu lembut dan menjadi candu baru untuk Sakya.


Ya ampun!

__ADS_1


Sakya benar-benar tak keberatan jika harus mencium bibir Gretha semalaman!


"Tadi katanya mau pemanasan trus main kuda-kudaan, Pak Dokter?" Tanya Gretha mengalihkan pembicaraan serta mengingatkan Sakya perihal main kuda-kudaan.


"Ini tadi pemanasan. Tapi kamu berontak terus!" Jawab Sakya blak-blakan sekaligus mengomentari sikap Gretha. Terang saja, pernyataan blak-blakan Sakya tersebut malah membuat Gretha membulatkan kedua bola matanya dengan lucu.


"Pemanasan apanya? Kan Pak Dokter maemin bibir Gretha barusan! Masa seperti itu pemanasan?" Cerocos Gretha yang langsung membuat Sakya mengul*m senyum.


"Aku maem lagi bibir kamu sini!" Ucap Sakya usil sambil kemabli meraup bibir Gretha.


"Pak Dok-" Kalimat Gretha lagi-lagi harus terbungkam oleh kecupan Sakya. Gretha seketika langsung mematung, saat Sakya mulai mel*mat bibirnya lagi, lalu lodah Sakya menyusup ke dalam mulut Gretha setelah istrinya itu merenggangkan kedua bibirnya.


Gretha terap mematung saat lidah Sakya sudah aktif meng-eksplore setiap bagian dari bibit dan mulut Gretha. Mendadak, ada sensasi aneh yang menjalari tubuh Gretha dan terasa seperti sebuah sengatan, saat tiba-tiba tangan Sakya sudah mer*mas dada Gretha.


"Aaaaakh!" Gretha memekik dan refleks menggigit lidah Sakya yang otomatis langsung membuat Sakya kaget.


"Kenapa kamu gigit, Gre?" Protes Sakya yang malah membuat Gretha merengut dan menatap marah pada Sakya.


"Pak Dokter kenapa gr*pe-grep* dada Gretha?" Gretha balik menyalak pada Sakya yang langsung garuk-garuk kepala.


"Nanti Gretha laporin ke Mom-"


"Hei, hei, hei!" Sakya sudah dengan cepat menangkup wajah imut menggemaskan Gretha.


"Nanti, kalau kamu lapor Mom,yang ada malah kamu diketawain," jelas Sakya yang langsung membuat Gretha membelalak tak percaya.


"Masa?"


"Iya!" Sakya memasang wajah sok serius.


"Yang namanya pasangan suami istri itu sudah bebas, Gre! Mau pegang apa saja, bebas! Tidak ada yang melarang!" Jelas Sakya lagi panjang lebar pada Gretha yang masih merengut.


"Tapi Gretha kan malu, Pak Dokter!" Cicit Gretha kemudian seraya menutupi wajahnya dengan telapak tangan.


"Malu kenapa?" Tanya Sakya usil.


"Iya malu sama Pak Dokter pokoknya!"


"Bagian yang bikin malu yang mana maksudnya? Apa mau lampunya dimatikan saja?" Tawar Sakya memberikan solusi.


"Gelap, dong! Gretha takut gelap," cicit Gretha lagi masih menutup wajahnya.


"Kan ada aku!" Ucap Sakya yang sudah merangkul pundak Gretha. Sakya sedikit menggeser posisi ke belakang Gretha, lalu pria itu menjilat dan menggigit kecil cuping telinga Gretha yang tentu saja langsung membuat Gretha kaget dan menggelinjang.

__ADS_1


"Pak Dokter!" Pekik Gretha seraya menyikut perut Sakya.


"Auuuw!" Sakya mengaduh, namun pria itu masih bisa tergelak dengan gerakan refleks Gretha.


"Kenapa telinga Gretha digigit? Pak Dokter mau jadi drakula?" Omel Gretha lagi ya g semakin membuat Sakya tergelak.


"Iya! Drakula yang gigitan kamu!" Jawab Sakya di sela-sela gelak tawanya.


"Ish!" Gretha menghentakkan satu kakinya karena kesal.


"Baiklah, maaf!" Sakya akhirnya berhenti tertawa dan sudah ganti merangkul Gretha, lalu mencium puncak kepala istrinya tersebut.


"Kenapa Pak Dokter suka ciuman ubun-ubun Gretha, sih?" Tanya Gretha kepo.


"Iya, suka aja! Karena kamu imut, kecil,menggemaskan," jawab Sakya asal.


"Atau kamu mau aku cium di bagian lain?" Lanjut Sakya lagu bertanya pada Gretha.


"Maksudnya di bagian lain? Kan tadi udah di bibir, sampai bibir Gretha gatal ini!" Gretha memonyong-monyongkan bibirnya ke arah Sakya yang tentu saja tak melewatkan kesempatan. Sakya langsung meraup bibir manis Gretha, lalu memagutnya dengan dalam kali ini hingga membuat Gretha gelagapan.


Gretha berontak dan memukul-mukul dada Sakya, namun Sakya tak menyerah begitu saja dan terus melancarkan pagutannya pada bibir Gretha. Setiap bagian dan setiap inchi dari bibir Gretha, tak luput dari cecapan Sakya hingga akhirnya Gretha tak lagi berontak dan perlahan mulai menikmati pagutan Sakya.


Sakya diam sebentar, lalu melepaskan tautan bibirnya di bibir Gretha, saat kemudian Sakya mendapati wajah Gretha yang sudah semerah tomat. Kedua mata istrinya itu juga terpejam seolah menikmati apa yang baru saja dilakukan oleh Sakya.


Gretha membuka matanya perlahan, lalu menatap pada wajah Sakya yang hanay berjarak beberapa centi dari wajahnya sendiri. Istri Sakya itu mengedip-ngedipkan matanya dengan lucu, dan tangannya tiba-tiba sudah menangkup wajah Sakya.


"Pak Dokter kenapa berhenti? Ciumannya enak, lho!" Ucap Gretha polos yang benar-benar membuat Sakya ingin melompat kegirangan sekarang. Degup jantung Sakya terasa berdendang riang sekarang dan dadanya seolah mengembang karena dipenuhi kebahagiaan.


"Cium lagi!" Pinta Gretha seraya memonyongkan bibirnya ke arah Sakya yang tentu saja langsung mengiyakan dan tak menolak sama sekali!


Ah, iya!


Pemanasan sudah dimulai!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2