
...☘Seuntai rasa mengikat perasaan,...
...dari cinta dan kasih sayang ibunda☘...
Masih dengan kelanjutan bab sebelumnya. Tolong cermati setiap kalimatnya, pasti ada drama yang menyentuh perasaan pembaca setia Mas Pras.
Dengan senyuman manis melekat pada wajah tampannya. Pras yang telah tiba di sambut oleh istrinya. Britney yang baru selesai sholat maghrib, dan masih mengenakan mukena santung warna warna putih, bermotif batik ada sisi rendanya.
"Assalamu'alaikum... Sayang."
"Wa'alaikumsalam, Mas."
Britney mencium tangan suaminya, dan Pras membalas dengan mencium kening istrinya.
"Mana Alishba?"
Saat masuk ke dalam rumah.
"Mas, Alishba di kamarnya. Dari tadi diam, Alishba masih ngambek."
"Ya udah, aku mau mandi dulu. Keburu telat sholat maghribnya."
Britney hanya mengangguk, dan mengambil sepatu suaminya, lalu meletakan di rak sepatu.
Pras yang menenteng jasnya, dan meletakan tas laptop di kamar, lalu dengan segera menuju kamar mandi.
Sudah jam 18.10 WIB. Britney melepas mukena yang dia pakai, lalu meletakan di rak lemari khusus mukena dan sajadah.
Alishba dari tadi hanya diam dan bermain tablet, belum mau makan. Padahal tadi sewaktu pulang sekolah. Sangat menginginkan makan, lauk ayam goreng bacem buatan sang Mama.
"Sayang, Papa sudah pulang."
Britney yang ke kamarnya, dan Alishba hanya diam.
"Alishba nggak mau sholat?"
Alishba menatap sang Mama dan bertanya "Apa Papa juga sholat? Kata bu guru, kalau Papa rajin sholat, Papa nggak boleh bohong."
"Sayang, Papa nggak bohong. Mama yang sudah salah. Tadi Papa udah pulang, terus Papa mampir dulu beli durian. Alishba tidak suka bau durian, makanya Papa makan di tempat yang jualan durian itu sayang."
Britney yang mengelus rambut putri kecilnya, dan Alishba beralih ke atas pangkuannya. "Kata Kak Giel, Alishba mau punya adik? Apa anak aunty Vava juga adiknya Alishba?"
Britney mencium kening anaknya, dan berkata "Iya sayang, anaknya aunty Vava juga adiknya Alishba. Mama sama Papa, juga akan kasih Alishba adik kecil. Disini sayang, di dalam perut Mama."
Tangan kecil Alishba, sudah diletakan Britney pada perutnya.
"Adik kecil? Adik Bayi? Seperti Kakak bayi Arvez?"
"Iya, adik kecil. Seperti Kakak Arvez. Masih kecil sekali. Makanya Alishba harus sayang sama adik, soalnya masih kecil banget."
Alishba yang masih bingung, lalu bertanya "Sekecil apa? Sama barbienya Alishba? Diory?"
"Emms, lebih kecil dari Diory sayang. Tapi nanti akan jadi besar, seperti Kakak bayi Arvez, anaknya Mammi Maeva."
Alishba memikirkan akan seperti apa adiknya nanti, dan melihat ke arah barbie kesayangannya, yang bernama Diory.
"Apa akan cantik seperti Diory?"
"Mama belum tahu sayang, bisa jadi akan cantik seperti Diory. Alishba sholat dulu, terus berdo'a. Minta sama Allah, kalau adiknya lahir akan cantik seperti Diory, atau tampan seperti Marlo."
"Marlo? Iya Mama, Alishba suka Marlo. Apa nanti akan tampan seperti Marlo?"
"Emms, bisa seperti itu sayang. Alishba, ayo sana sholat dulu sama Papa. Terus berdo'a, minta sama Allah. Kalau Kakak Alishba mau adik yang tampan seperti Marlo."
Marlo juga boneka kesayangan Alishba. Barbie boy pasangan Diory, sangat tampan dan itu menurut Alishba yang menyukai boneka barbie.
Memberi penjelasan kepada anak usia Alishba memang harus diberi contoh, tidak bisa diberi penjelasan hanya dengan perkataan saja. Karena dia akan terus bertanya, bila jawaban sang Mama belum memuaskan, pasti akan bertanya lagi dan lagi. Apalagi, Alishba termasuk anak yang sangat penasaran, dan rasa ingin tahunya sangat tinggi.
"Alishba, mau sholat dulu sama Papa."
Alishba beranjak dari tempat tidurnya, dan sang memperhatikannya dengan senyuman manis.
"Sayang, kamu sekarang sudah besar."
Britney mengikuti anaknya ke lantai dua dan hendak berwudhu. Ada tempat untuk ibadah, khusus untuk sholat, ruangan seperti kamar, sebelahnya ada tempat wudhu.
Rumah Pras dan Britney tidak terlalu besar, tapi cukup untuk keluarga kecil itu. Suasana yang nyaman tidak perlu mewah, asalkan mereka hidup rukun dan bahagia. Tapi tetap saja, yang namanya rumah tangga, pasti ada saja masalah kecil atau besar yang hadir silih berganti. Pras dan Britney cukup bijak dalam menghadapi masalah mereka.
"Mas, Alishba mau sholat."
Pras tersenyum manis, dan segera mengambil wudhu, setelah masuk ke kamar itu, melihat sang putri kecil sudah memakai mukena. Pras jadi sangat bahagia. Ternyata anaknya sudah besar, bahkan akan memiliki adik.
"Sayang, ayo kita sholat. Alishba jangan lupa baca niat sholat maghrib ya."
Alishba mengangguk dan Britney bergegas pergi, menuruni tangga dengan senyuman manis.
Hal yang tadinya dipikirkan, apakah Alishba tidak bisa menerima adiknya? Atau tidak mau memiliki adik dulu? Ternyata Alishba tidak keberatan, bahkan Alishba cukup mengerti dan ingin adik yang cantik, atau tampan seperti bonekanya.
Setelah selesai sholat maghrib, Alishba mencium tangan sang Papa.
"Papa, Alishba sudah berdo'a. Nanti adik Alishba bisa cantik Diory, atau tampan sama kayak Marlo."
"Cantik Diory?" Pras dengan wajah tersenyum, dan mengusap kepala Alishba.
"Iya Papa. Jadi cantik seperti Diory."
Pras mengangkat anaknya, dan memangku sang putri kecil.
"Alishba sayang sama adik?"
"Iya Papa.".
"Terus nanti mau dipanggil apa? Mbak Alishba, Kakak Alishba atau Teteh?"
Karena lingkungan Pras kebanyakan orang sunda, jadi ada yang memanggil Alishba Neng. Lalu anak tetangga masih balita dan memanggilnya dengan sebutan Teteh Alishba.
"Kakak Alishba, Papa. Alishba kan Kakak."
"Oke, Kakak Alishba. Nanti adiknya akan panggil, Kakak Alishba."
Lalu Pras mencium pipi anaknya, dan mengajak putri kecilnya, untuk mengahafal surat-surat pendek.
Suara Alishba cukup nyaring saat membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas, dan masih banyak lagi. Pras sangat gemas saat melihat sang putri kecilnya, sudah sangat pandai. Pras menyimak apa saja yang sudah Alishba hafalkan, selama ada di sekolah.
"Anak Papa hebat."
"Papa tadi kenapa bohong? Kata Bu guru, kita nggak boleh bohong."
"Papa bohong?"
__ADS_1
"Papa tadi makan durian, terus kenapa bilang menikmati senja?"
"Hemms, iya sayang. Maafin Papa, tadi Papa mampir dulu beli durian. Tapi Papa juga melihat senja."
Alihsba menatap sang Papa, dan Pras masih tersenyum gemas.
"Papa, Alishba lapar. Tapi suapin Papa."
"Iya sayang, Alishba lepas dulu mukenanya, dilipat yang rapi. Terus nanti makan, Papa akan suapin Alishba."
"Yeyeye..."
Keseruan Alishba dan buru-buru melepas mukena, dan Pras masih gemas dengan tingkah laku sang anak. Alishba memang sosok yang ceria, tapi dia juga bisa sendu, bila bersedih karena ulah sang Papa.
"Papa, gendong."
"Ayo..."
Pras yang berjongkok, dan Alishba mulai ke arah punggung sang Papa. Alishba sangat suka, bila di gendong punggung.
"Let's go Papa."
"Ayo kita cari Mama. Mama dimana ya?"
"Mama pasti ada di ruang makan."
Alishba yang senang dan Pras juga sangat gemas. Papa muda itu juga sangat tengil maksimal. Mereka berdua menuju ruang makan.
Sudah berganti hari dan hari ini ada yang special.
...Selamat hari ibu...
Ibu satu kata bejuta makna. Sebuah tulisan, yang tercoret hanya untuk para perempuan yang bergelar istimewa, yaitu ibu.
Ibu, ibu dan ibu.
"Bu'e. Selamat hari ibu."
Pras memeluk Bu'e dengan perasaan bahagia. Begitu juga Bu'e yang sangat bahagia atas apa yang ada saat ini. Britney yang melihatnya, juga sangat bahagia. Seorang yang disebutnya dengan panggilan Bu'e, sangat berarti untuk sang anak yang bernama Prasetya Wardana.
"Cah bagus. Bu'e seneng."
(Anak tampan. Ibu bahagia.)
Bu'e dengan air mata yang bahagia saat mendapat kejutan yang cukup istimewa.
Tadi pagi Pras menjemput Bu'e ke rumah Pandu. Mengajak Bu'e, untuk berjalan-jalan ke sebuah mall elit yang ada di Jakarta Selatan.
"Alishba sayang Eyang Uti." Alishba yang ada dalam pangkuan sang eyang, memeluknya dengan ceria.
Pras memang tidak mudah mengungkapkan rasa yang ada dalam hatinya, tapi Pras juga bisa merasakan cinta, untuk sang ibunda tercinta.
"Bu'e, selamat hari ibu."
Britney memeluk sang mertua yang dia sayang. Bu'e juga sangat menyayangi menantunya. Bu'e juga memiliki rasa yang sama, tidak membedakan anak dan juga menantunya.
"Cah ayu."
(Anak cantik)
Bu'e mengelus rambut menantunya dan Britney dalam perasaan begitu bahagia.
"Bu'e, Britney sangat bahagia."
Mengingat dirinya tidak pernah merayakan hari ibu, karena saat ini Bu'e ada di Jakarta jadi sangat special untuk Britney.
Britney yang memiliki ide untuk memberikan kejutan kepada mertuanya. Pras biasanya hanya memberikan kejutan di moment ulang tahun Bu'e. Pras juga tidak terlalu mengingat hari ibu, dan kali ini, mereka berkumpul di sebuah restoran dalam mall mewah yang ada di Jakarta Selatan.
Britney mulai menyajikan cake yang tadi dia potong dan Pras menyuapi Bu'e. Cake blackforest yang bertuliskan Selamat Hari Ibu.
Alishba yang begitu ceria, ternyata juga sangat tidak sabaran.
"Papa, Alishba juga mau disuapi."
Pras dengan tengil menggoda sang putri kecilnya. Memutar sendok seperi pesawat yang sedang terbang.
"Mama, Papa nakal."
"Pras!" Tegur Bu'e yang gemas melihat anaknya, ternyata sangat jahil terhadap cucunya.
"Eyang, Papa tadi nakal."
"Iya, Papa kamu itu jahil. Sini sama Eyang."
Bu Ningsih sangat menyayangi Alishba, dan mulai menyuapi cucunya.
"Eyang, Alishba mau cerry." Ucapnya dan sang Eyang menyubit pipi gemas Alishba.
Bu Ningsih dan Pak Heru sudah memiliki lima cucu. Cucu pertamanya Alishba karena lahir lebih dulu. Lalu ada anaknya Putri dan Candra yang berusia 5 tahun, anak laki-laki yang bermana Rangga Wisanggeni dan anak nomor dua berusia 2 tahun, anak perempuan yang bernama Ajeng Saraswati.
Lalu ada Pandu yang memiliki anak kembar, yang baru lahir bulan lalu, yang diberi nama Nakula Pradipta dan Sadewa Pradipta, seperti nama tokoh pewayangan. Sang kembar yang tampan dan berkarakter istimewa.
Sebentar lagi, juga akan bertambah cucu dari Pras dan Britney.
Kalau Pamela, dia masih kuliah. Bahkan, sampai saat ini, dia belum memiliki pacar, karena Pras selalu memantau dari jauh. Setiap hari sang kakak menyempatkan untuk video call adiknya, yang beranjak dewasa itu.
"Aku juga punya hadiah untukmu."
"Mas, apa yang mau kamu berikan untukku?"
"Nanti kalau sudah di rumah, kamu juga akan tahu."
Suami istri ini duduk berdekatan, dan saling berbisik.
Alishba sangat menikmati cake itu, dan tidak lama dua orang pelayan telah menyajikan beberapa menu makanan.
"Eyang, Alishba mau makan."
"Iya, sayang. Alishba mau yang mana?"
"Eyang, Alishba mau yang itu."
Alihsba menunjuk cumi goreng berbalut tepung, terlihat sangat krispy.
"Mas, kamu mau yang mana?"
"Kamu makan dulu saja, aku mau ke toilet dulu."
Kejutan di hari ibu, dengan perasaan cinta untuk sang ibu. Britney dan Alishba juga sangat bahagia, saat merayakan moment istimewa ini.
__ADS_1
Apalagi Britney, yang merasakan cinta untuk ibu kandungnya, hanya dalam hati dan perasaannya, serta do'a yang bisa dia panjatkan.
"Bu'e, mari makan dulu. Alishba biar makan sendiri."
"Sudah, tidak apa-apa. Eyang juga senang menyuapi cucu Eyang."
Mengingat Alishba yang jarang bertemu Eyang Uti. Tapi setiap bertemu, begitu dekat dan penuh kasih sayang.
Pras sudah kembali ke meja itu, dan mulai mengambil makanan, lalu duduk di sebelah Bu'e.
"Cah bagus, maem sing akeh."
(Anak tampan, makan yang banyak.)
"Bu'e dahar rumiyin. Alishba saget maem piyambak.".
(Ibu makan dulu. Alishba bisa makan sendiri)
Bu'e dengan senang mengelus rambut sang putra, yang tampan itu. Pras dengan tersenyum, dan mulai menikmati makanannya.
"Anak tampan Bu'e, sekarang yang ngidam."
Bu'e menoleh ke arah Britney dengan wajah tersenyum, lalu bertanya "Pras ngidamnya apa? Kenapa nggak bilang sama Bu'e? Jadi bisa Bu'e masakin."
Britney yang tersenyum, dan Pras tampak cuek, dirinya asyik menikmati makanannya.
"Bukan makanan Bu'e. Tapi mainan, setiap hari ada saja yang dibeli Mas Pras."
"Mainan?" Dengan wajah penasaran, Bu'e menatap Pras yang sibuk makan.
"Iya Bu'e, mainan. Beli mobil-mobilan, tembak-tembakan. Katanya suka, Britney merasa aja, kalau Mas Pras yang ngidam."
Bu'e mencubit pipi putra tampannya "Pras, kui ngidam opo pengenanmu tok?!"
(Pras, itu ngidam atau keinginanmu saja?!)
Pras tersenyum tengil, dan berkata "Bu'e Pras nembe pengen niku, nopo Pras salah?!"
(Ibu Pras baru ingin itu, apa Pras salah?!)
Bu'e melihat anaknya yang berekspresi seperti anak kecil, bibirnya yang unyu dan berkerucut. Bu'e juga jadi gemas melihat Pras, lalu mencium gemas pipi sang putra.
"Eyang, Alishba juga mau cium Papa."
Britney tidak lupa mengabadikan moment itu dalam ponsel canggihnya, dan mengirim ke grup keluarga besar Pak Heru dan para saudara Pras sangat gemas melihatnya.
Bapaknya juga langsung merespon dan mengakatan kepada Britney, agar menjewer Pras bila suaminya itu berulah dan bandel.
____________________________
Anak-anak Bu'e
Kalian yang sangat berharga.
Dengan cinta dan segenap kasih yang Bu'e punya, hanya untuk kalian anak-anakku.
Bu'e yang masih banyak kekurangan,
Dalam membesarkan dan mendidik kalian.
Putri Maharani
Prasetya Wardana
Pandu Pradipta
Pamela Hapsari
Bu'e sangat menyayangi kalian semua.
Hanya do'a dan harapan yang bisa Bu'e berikan untuk kalian.
Semoga kalian semua selalu akur.
Menjadi saudara yang saling menyayangi.
Bu'e bangga memiliki kalian semua.
Anak-anakku,
semoga kalian bahagia dan selalu harmonis dalam rumah tangga yang kalian bina.
Anak-anakku,
kelak setelah Bu'e tiada.
Tetaplah menjadi satu keluarga yang rukun, dan menyayangi satu sama lainnya.
____________________
"Sing dipengen opo meneh? Engko tak tukokke."
Ucap Pak Heru.
(Yang diinginkan apa lagi? Nanti akan dibelikan."
Keluarga yang sangat antusias dan para saudara, serta bapaknya video call melihat Papa muda yang ngidam itu begitu tengil.
Pras sudah selesai makan, dia mengambil minum dan setelah itu baru dia berkata "Bapak, tumbaske Yoyo. Teng mriki mboten enten Yoyo."
(Bapak, beliin Yoyo. Disini tidak ada Yoyo.)
Pandu, Putri dan Pamela, lalu mencari info dan sang Bapak yang di video call berkata "Sesok tak golekke. Kapan-kapan Bapak tak ndang rono."
(Besok tak cariin. Kapan-kapan Bapak akan segera kesitu.)
Baru kali ini Pras meminta sang Bapak dengan rasa istimewa. Biasanya Pras selalu menolak apa saja, yang Bapak ingin berikan kepadanya.
"Cah bagus. Kok yo eneng- eneng wae."
(Anak tampan. Kok ya ada-ada saja.)
Britney tampak tersenyum, dan mengelus perutnya, lalu membantin "Sayang, kali ini Papa kamu sangat manja. Tapi Mama suka melihat Papa kamu, yang begitu manja dengan Eyang kamu.)
Selamat hari ibu.
Maaf, semuanya...baru update.
Nanti kalau ada typo maafken yak.
__ADS_1
Dari tadi edit tulisan nggak ke simpan, dan ilang terus. 😌
Sudah dua kali nulis, dan dari siang begini terus. Lalu ngulang nulis di memo dulu, di edit baru ditinggal sebentar, eh..nggak ke simpan lagi. 😂