
...☘Membaur dengan perasaan bahagia,...
...mencintai dengan rasa yang apa adanya☘...
Senin pagi di awal tahun yang baru, dengan cuaca cerah, mentari pagi yang menyinari kota Jakarta begitu hangat. Pras yang mengantarkan anaknya ke sekolah, dan Britney juga sudah berangkat ke kantornya.
Suasana bahagia dalam hatinya, membuat Britney tampak bersemangat dan terpancar aura positif dari wajah cantiknya. Semua berkat cinta dari sang suami tercinta. Pras tetap saja, jadi vitamin penting dikala jenuh melanda perasaannya.
Begitu juga sang suami dikala gelisah hati, ada pendamping hidupnya yang terus memberikan semangat untuknya, dengan perasaan cinta dan kasih sayang dari istrinya tercinta.
"Mas Pras, kita baru berpisah sebentar. Aku sudah merindukanmu."
Batin Britney saat melangkahkan kakinya, masuk ke lobby RM dengan penampilan yang sangat menawan, dengan senyuman secerah mentari pagi ini.
"Selamat pagi Bu Britney."
"Selamat pagi Pak Miko."
Pak Miko yang baru tiba dengan penampilannya menawan. Pak Miko masih di divisi akunting, dia adalah sesepuh ruangan itu, dan menjadi ketua para staff akunting. Pak Surya menggantikan Bu Nia, karena setahun lalu Bu Nia sudah pensiun. Akhirnya Pak Surya yang terpilih, menjadi kepala bagian dari divisi akunting.
"Gimana kabarnya Pras? Saya sudah sebulan tidak bertemu."
"Alhamdulilah, kabarnya Mas Pras baik Pak Miko. Benar, kita sudah lama tidak berkunjung ke rumah Pak Miko. Sekarang Mas Pras semakin sibuk. Apalagi semenjak ngidam, Mas Pras ya gitulah Pak Miko. Ada saja yang membuat dirinya sibuk. Sekarang hobby ke tempat Gym."
Pak Miko tampak tersenyum saja mendengar hal itu. Tadi dia masih penasaran, tentang sosok sang kawan yang sedang mengidam itu. Pasti dia lebih tengil dan banyak gaya. Itulah yang ada dalam benak Pak Miko, yang sudah menganggap Pras sepertinya adiknya sendiri.
Kedua orang itu masuk ke dalam lift, ada staff HRD yang ada di dalam, dan Britney tersenyum manis saat staff itu menyapanya dengan malu.
"Selamat pagi Bu Britney."
"Iya, selamat pagi."
Seorang wanita muda dengan penampilan sopan, tangan kirinya memegang sebuah map zipper, dan tangan kanannya memegangi tali tas yang masih terselempang di pundak kanannya.
"Pras ngidam?" Tanya Pak Miko yang tampak penasaran.
"Iya Pak Miko, saya sudah mengandung lagi. Sudah mau 3 bulan Pak." Jawab Britney dengan santai.
Britney tersenyum manis, dan pintu lift mulai tertutup. Ada 3 orang dalam lift itu, lift yang pernah menguak hubungan bos cantik dengan seorang karyawan tampan, sekitar 7 tahun yang lalu. Sekarang sudah tampak berbeda, tidak sama seperti dulu lagi, hanya saja kenangan itu masih teringat dalam benak Britney dan Prasetya Wardana.
Tidak lama pintu lift terbuka, Pak Miko dan Britney keluar dari lift itu. Tapi seorang staff muda itu, masih ada dalam lift itu untuk naik lantai atas, dan dia tampak menunduk malu, dengan senyuman manis.
"Selamat Bu Britney, saya ikut bahagia. Nanti saya ajak Mamahnya Sherryl ke rumah Bu Britney."
"Pak Miko, masih saja kaku." Batin Britney.
Sudah beberapa tahun kenal, tapi Pak Miko selalu canggung bila bertemu Britney di kantor. Padahal kalau di rumah dengan Pras bersama keluarganya, Pak Miko sosok yang humoris.
"Terima kasih Pak Miko. Saya mau ke ruangan saya dulu Pak. Selamat bekerja Pak Miko." Ucap Britney dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"Iya Bu Britney. Silahkan." Balas Pak Miko dengan semangat.
Pak Miko bukan hanya rekan Pras semasa masih satu divisi dulu. Tapi sudah seperti Kakak untuk Pras, yang bisa ajak berbagi cerita. Pak Miko, juga sudah memiliki dua anak, anak yang pertama sudah mau lulus Sekolah Dasar, dan yang kecil seusia Alishba tapi cowok. Sangat manis dan suka mengikuti kegiatan ektra sepak bola.
"Pras, Pras, saiki wis top markotop." Ucap Pak Miko dengan perasaan senang.
Pak Miko masuk ke ruangannya setelah menatap Britney yang berjalan ke arah ruangannya. Pras juga tidak lupa dengan Pak Miko, tapi akhir-akhir ini Pras begitu sibuk, apalagi semenjak ngidam. Pras lebih suka ke tempat Gym, jalan-jalan dan mengumpulkan mainan yang digemari anak laki-laki.
"Tania, selamat pagi."
"Pagi Bu Britney."
Tania yang merapikan meja kerja Britney dengan rapi. Tumpukan file sudah tertata di sebuah map.
"Bu Britney, tadi Aksa bilang, kalau nanti dia ke kantor cabang dulu, mengambil berkas proyek yang di sentra utara."
"Iya, tadi juga chat. Tapi belum saya balas."
Britney meletakan tasnya diatas meja, dan mengambil ponselnya. Ada beberapa pesan, panggilan tak terjawab dari sang suami.
"Mas Pras, telfon." Gumam Britney dan Tania mulai keluar dari ruangan Britney.
Suasana kantor RM pagi ini cukup santai, belum ada pekerjaan yang padat menyapa Britney.
"Assalamu'alaikum, bojoku."
"Waalaikumsalam....sayangku, cintaku."
"Mas, tadi telfon kenapa?"
"Ems, aku cuma mau bilang. Siang nanti aku ketemuan sama Limar, dia mau melihat rumah yang ada di Mansion City Garden."
Mansion City Garden adalah proyek baru dari RM Property yang ada di kawasan Tangerang Selatan.
"Iya Mas, aku titip salam buat Limar. Kemarin dia juga udah chat aku, tanya mana Mansion yang bagus, antara Golden sama City Garden. Terus aku bilang City Garden lebih nyaman untuk orang suka bercocok tanam. Soalnya halamannya lebih luas."
"Iya, barusan telfon aku. Aku masih di jalan sayang, ini macet banget."
"Ya udah kalau gitu. Mas, kamu hati-hati ya, awas kalau ngebut."
"Mana bisa ngebut sayang, macet begini. Aku fotoin ya."
Britney melihat foto yang langsung dikirim oleh sang suami, dan suaminya benar-benar terjebak kemacetan saat berangkat ke kantornya. Tapi bukan hanya foto kemacetan, tapi kenarsisan dirinya juga dikirimkan.
"Gimana? Sudah lihat?"
"Mms, yu udah... Tapi kamu yang narsis Mas."
"Aku narsis?!"
__ADS_1
"Iya, sekarang bojoku semakin narsis."
"Itu cuma buat kamu sayang. Mana ada file galery ponselnya ada fotoku, sudah aku hapus."
Memang benar, yang ada hanya para perempuan hebat serta foto keluarga besar Pras yang ada dalam galery ponselnya. Perempuan hebat versi Pras itu hanya Bu'e, Britney dan Alishba. Tidak lebih dari itu, kalau foto keluarga itu hanya kiriman dari grup keluarganya. Terutama grup keluarga Pak Heru.
"Mas, nanti aku telfon lagi."
"Iya, kamu juga hati-hati. Ingat! Kamu lagi hamil."
"Iya bojoku sayang, aku akan ingat. Memang kadang aku masih lupa."
Mobil-mobil yang ada di depan mobil Pras sudah bergerak maju, terlihat sudah mulai lancar.
"Hems, aku jalan lagi sayang."
"Iya Mas, love you."
"Love you too,"
Setelah salam, Britney menutup panggilan itu. Britney mulai mengelus perutnya. Tidak lupa, Britney berdo'a untuk kesahatan bayi yang ada dalam kandungannya.
Selama kehamilan kedua ini, Britney tampak santai, dan tidak merasakan mual ataupun pusing.
"Sayangnya Mama, kamu lagi apa? Maafin Mama kurang memperhatikan kamu."
Britney cukup terharu dan tersenyum gemas, saat mengelus perutnya. Britney sangat kuat, tidak manja, tapi suaminya tetap saja memanjakannya.
"Kamu hebat sayang. Mama kerja dulu ya sayang."
Kembali menatap meja kerjanya, ada foto Pras dan Alishba yang sangat menguatkan dirinya. Semangatnya ada di depan matanya. Setiap lelah dan kurang bersamangat, sosok yang ada dalam bingkai foto itu adalah semangat dirinya. Begitu juga dengan Pras. Bahkan foto istri dan anaknya, selalu ada dalam dompet pribadinya.
Hal kuno, tapi memang itu adanya. Pras tetap sosok pria yang unik, tidak kenal itu kuno atau modern, yang jelas istri dan anaknya selalu ada dalam hatinya, selain Bu'e. Tetap sosok Bu'e adalah idola Pras dari kecil sampai sekarang. Mulai dari mengatakan aku anakke Bu'e. Itulah yang selalu mengena di hati, dan pikiran seorang Prasetya Wardana.
"Britney, aku semakin mencintaimu sayang. Kamu harus menjaga anak kita dengan baik." Ucap Pras yang sedang mengendarai mobil kebanggaannya.
Cinta yang ada diantara kedua insan, semakin erat bila terus bersama. Menjaga, memberi, dan saling menguatkan satu sama lainnya, dalam suka duka bersama dan mengarungi rumah tangga penuh lika liku, pasti ada saja yang menghadangnya.
Tapi cinta Pras apa adanya, tidak dibuat-buat, tidak dipaksakan, dan bukan hanya dengan ucapan serta persaannya saja.
Tidak dapat dijelaskan dengan perkataan, dan Pras memang memiliki cinta yang begitu murni, untuk istrinya tercinta.
Haii semuanya,
Emms, semoga kalian suka ya.
Upss, dari sore hujan deras, othornya hanya bisa menghalu saja. 🤭
Loppe loppe seabrek pembaca setia Mas Pras.
__ADS_1
Nantikan kelanjutannya ya.
Ingat! Jangan baper yak 🤭🤫