PANGGIL AKU MAS! SEASON 2

PANGGIL AKU MAS! SEASON 2
Hanya Sedikit Cerita Yang Ada


__ADS_3

...☘**Malam dengan pesona rembulan,...


...sebuah cerita manis akan menghiasi☘**...


Selamat membaca ya, pembaca setia Mas Pras. Maaf, tidak ada drama dalam cerita bab ini. Hanya cerita dengan pesona Mas Pras.


Langit malam yang terlihat biru gelap, sang bulan menampakan diri dengan sempurna. Sosok cantik, dan berdiri diatas balkon kamarnya. Seolah rasa cinta itu tak pernah ada, tapi dia juga manusia.


Manusia yang hanya menolak, untuk sebuah kenyataan pahit, tapi dia tidak bisa mencegah perasaan itu.


"Dia?"


Limar dengan menatap jauh ke sebuah gedung, mereka tinggal di kawasan kota, dan melihat jauh bangunan tinggi. Gedung pencakar langit, yang terlihat menjulang tinggi.


"Heh, apa aku jatuh cinta? Mana mungkin!" Desisnya, dan memegang sebuah minuman dalam gelasnya. Minuman yang beralkohol, dan menjadi teman malam ini.


Suara ketukan pintu kamar, membuat Limar menoleh dan bergegas untuk membukanya.


"Bunda..."


"Limar, kamu seharian mengurung diri di kamar!"


"Bunda bisa saja."


Limar yang bersandar pada daun pintu, perlahan sang Bunda masuk ke kamarnya.


"Kamu sedang berpesta?"


Tatapan mata Hesti sangat tajam, dan Limar cukup tersenyum dengan manis, sambil jari tangan kirinya mengusap rambutnya, lalu mendekat ke arah sang Bunda.


Sang Bunda berdiri di balkon, dan menatap malam kota metropolitan.


"Kamu punya pacar?"


Limar menoleh ke arah sang Bunda, dan berkata "Ems, tidak Bunda. Limar tidak punya pacar."


Sang Bunda yang berdiri disebalah kiri, dan akhirnya menoleh ke kanan, tepat pada wajah Limar.


"Iya, Bunda mengerti. Kalau kamu tidak punya pacar. Tapi, pasti ada yang menghiasi perasaan kamu."


Limar yang menunduk dan senyuman malu masih terlihat jelas, tidak tahu kenapa perasaannya ada dan untuk dia.


"Siapa?"


"Bukan siapa-siapa. Tidak penting."


Bunda mendekat dan meraih Limar dalam pelukannya. Limar yang masih memegang minuman yang beralkohol itu, dan masih saja tersenyum.


"Bunda harus mengenalnya. Jangan sampai kamu seperti Lingga."


Limar menggigit kuku ibu jari kanannya, dan sangat ada rasa berbeda.


"Sudahlah Bunda, itu tidak penting. Limar juga sangat senang hidup sendiri, dan bisa menemani Bunda. Kalau Limar menikah, pasti tidak ada menemani Bunda nantinya."


"Buat apa kamu menemani Bunda? Bunda sudah tua, sayang. Kamu yang masih muda dan itu lebih penting untuk kebahagiaan kamu. Yang jelas, Bunda harus mengenalnya."


"Bunda sudah mengenalnya."


Hesti yang masih memeluk putrinya, dan menjadi lebih penasaran. Melepas pelukannya, menatap wajah Limar. Kedua tangannya ada di kedua bahu Limar. Tapi, lagi-lagi Limar hanya menunduk malu.


Jakarta, waktu sudah jam 10 malam.


...Di rumah Pras dan Britney....


Malam ini Alishba tidak ada di rumah, dia diajak Ghea ke rumah Abah Ferdi.


Pras dan Britney di ruang tengah, tampak sedang menonton film action bersama. Britney saat ini besandar di dada sisi kanan suaminya. Kedua tangannya memegang batal sofa. Pras cukup menikmati film dengan aktor yang terkenal dengan nama The Rock.


"Sayang, kalau aku kekar begitu gimana?"


"Mmh, aku nggak suka Mas!"

__ADS_1


"Serius kamu nggak suka?"


"Mas Pras yang aku tahu cuma begini, mana suka aku yang berlebihan begitu."


"Tapi itu keren sayang."


Britney memandangi suaminya, dan memegang dagu Pras yang sedikit tumbuh bulu jenggotnya.


"Aku suka yang begini. Tidak terlalu macho, tapi cukup berbulu tipis."


Pras dengan tengil, lalu berkata "Kalau aku jadi brewokan gimana?"


"Tapi aku sukanya Mas Pras yang begini. Udah titik!!" Memalingkan wajahnya, dan Britney berdesis "Semakin hari Mas Pras jadi aneh."


Pras yang tadinya masih merangkulkan tangan kanannya, tapi Britney tidak bersandar lagi, kedua mata itu saling menatap tajam.


"Aku juga bingung. Akhir-akhir ini, aku selalu ingin fitness dan ketempat olahraga. Memang dulu aku juga suka, tapi aneh aja sayang. Kemarin aku habis dari tempat gym. Tadi sore pulang kerja aku ke tempat gym lagi."


Britney meremas tangan suaminya dan berkata "Karena kamu kepengen anak kita laki-laki, kamu jadi berhalu Mas. Mungkin kamu aja kali Mas, yang terlalu berfikir, membuat diri kamu jadi macho. Ingat Mas, aku nggak mau kamu jadi kekar yang kayak begitu itu."


Perlahan Britney melihat ponselnya, dan ternyata sudah jam 22.20 WIB. Britney melihat gambar pada layar ponselnya. Lalu dia memikirkan sang putri kecilnya.


Alishba apa sudah tidur? Apa dia rewel? Bersama siapa Alishba tidur malam ini? Pikiran sang Mama yang merindukan sang anak.


Walaupun Britney sudah pernah pergi ke luar negeri, dan meninggalkan Alishba, tapi masih bersama sang Papa. Tapi kali ini, tidak ada Mama dan Papa. Apa jadinya kalau nanti tengah malam rewel.


"Mas, aku kepikiran Alishba."


"Alishba sudah besar. Ghea tadi bilang, kalau Alishba rewel akan telfon. Lagian disana, ada Abah Ferdi dan Mamah Sarah, biarkan saja sama Opa dan Omanya, sayang."


"Tapi Mas."


Pras menoleh ke arah istrinya dan berkata "Kamu harus terbiasa, percaya saja. Alishba sudah besar, ini waktunya dia menyesuaikan diri, apalagi mau punya adik."


Pras mengelus perut istrinya, dan Britney yang gemas melihat wajah tengil suaminya.


"Emmss, aku tahu Mas. Tapi Papanya Alishba ini nakal, aku juga takut dinakalin." Kedua pipi Pras tampak ditarik Britney dengan gemas.


Pras meraih wajah istrinya dan menatapnya penuh pesona pria, lalu bertanya "Aku? Apa aku pernah nakalin kamu?"


Pras berdiri dengan tengilnya dan bergegas pergi, lalu menoleh ke arah istrinya yang masih memeluk bantal sofa.


"Istriku, aku akan menunggumu." Dengan gaya tengilnya, dan tidak henti menebar senyuman mautnya.


Britney meremas bantal sofa itu, melempar bantalnya ke sofa, dan bergegas mengikuti suaminya.


"Dasar, Papa tengil." Desisnya dengan tersenyum manis.


Senyuman Pras benar-benar sangat memikat, sang istri saja selalu tak berdaya. Bagaimana bisa menolak, kalau sudah terpesona akan rayuan maut suaminya.


Mantra malam bersadur rembulan, dengan rasa cinta dan asmara. Berselimut rajutan kehangatan, yang bisa membuatnya berkeringat, dan semakin bergairah.


Skip!


...Di Golden Mansion....


Gadis bermata sipit belum juga menutup mata. Rasanya sangat aneh, entah kenapa malamnya terasa dingin. Setelah 3 hari dalam perawatan di rumah, dan dia sudah kembali sehat.


"Aku tidak bisa tidur."


Menoleh ke arah sang suami yang sudah lelap. Seharian Lingga bekerja di pabrik, untuk mengontrol semua pekerjaan karyawannya, dan melihat mesin-mesin pencetak botol yang baru datang.


Pabrik produk herbal yang dikelola Mahatma Corporation, terletak di daerah Jawa Barat.


Pabrik yang berdiri, di tanah yang sangat luas, bahkan lebih dari ribuan hektar. Dan itu, milik Lingga Mahatma.


"Mas Lingga."


Panggilnya dengan suara pelan, dan Vava tidur menyamping menghadap ke suaminya. Kedua tangannya memeluk guling, dan matanya tetap saja tidak bisa terpajam.


"Mas Lingga."

__ADS_1


Suara Vava perlahan membangunkan sang suami.


Lingga dengan rasa kantuknya, menghadap ke wajah sang istri, lalu mengelus rambutnya.


"Vava, ada apa?"


Dengan matanya yang redup, karena semalam dia juga kurang tidur, sang istri setiap malam gelisah dan tidak tenang tidurnya.


"Mas Lingga. Aku susah merem."


Vava dengan manyun dan Lingga membuka lebar matanya, tangannya dengan lembut mengelus rambut sang istri.


"Aku elus-elus. Cepat merem."


"Susah!"


Perlahan Lingga meraih wajah istrinya, dan memeluknya.


"Ayo bobok. Aku sangat mengantuk."


"Iya, aku juga ingin tidur. Tapi susah rasanya."


Lingga mendekap istrinya dengan hangat, dan Vava merasakan kasih sayang suaminya.


3 hari setelah kejadian pingsan, dan dirinya masih harus mendapat penangan dokter.


"Kamu mau hadiah Natal apa dari aku?" Tanya Lingga yang masih memeluk istrinya.


"Iya, sebentar lagi Natal." Jawab Vava dengan suara pelan.


"Kamu mau apa?" Tanya Lingga, dan mencium rambut istrinya.


"Aku, nggak tahu." Jawabnya.


"Besok kita akan ke rumah Kakek, lalu kita merayakan Natal di rumah Ayah."


"Ems, aku tahu. Nat sudah cerita. Dia sudah bilang, dia juga yang mengatur semua jadwalku."


"Baguslah, kalau kamu sudah membiasakan diri."


Perlahan tangan Vava menyetuh punggung suaminya dan memeluknya erat. Perlahan memejam matanya, dan Lingga tampak tersenyum manis, mereka akhirnya tidur.



Hallo semuanya, karena liburan telah tiba.


Mas Pras liburan dulu.


Selama liburan natal dan menjelang tahun baru, othornya Mas Pras juga mau liburan di rumah mertua. Jadi, untuk kalian para pembaca setia, kalian harus sabar ya. πŸ€—πŸ˜˜


Nanti setelah liburan, akan ada kelanjutan cerita dari "PANGGIL AKU MAS! Season 2."


Buat kalian yang sedang merayakan Natal, selamat Natal ya, selamat berkumpul keluarga, dan merayakan Natal πŸ™πŸ₯°πŸ˜˜


Buat kalian yang sedang liburan,


selamat liburan akhir tahun dan selamat merayakan tahun baru.


Salam sejahtera untuk kalian semuanya.


Loppe loppe seabrek ya πŸ₯°πŸ˜˜


______________________πŸ₯°πŸ˜˜


"Buat para pembaca setia Mas Pras. Mas Pras mau liburan dulu. Mas Pras pamit dulu ya teman-teman. Sampai jumpa lagi dilain waktu. Bye bye." Ucap Mas Pras dengan gaya tengilnya ✌😎


"Britney pamit juga ya teman-teman. Selamat Natal dan Tahun Baru buat kalian yang merayakan. Mohon maaf, sementara kita tinggal dulu ya." Ucap Britney dengan senyuman khas di wajahnya.


"Om, Tante, Pakde, Budhe dan teman-teman. Alishba mau ikut Papa dan Mama liburan. Alishba akan kembali lagi nanti, bye bye." Ucap Alishba dengan ceria dan menggemaskan.


"Vava dan Lingga, juga mau mengucapkan terima kasih. Selamat merayakan Natal dan Tahun Baru. Semoga kita semua mendapat berkah Tuhan." Ucap Vava dan Lingga dengan kompak.

__ADS_1


"Othor juga pamit dulu ya teman-teman." Ucap Othor gesrek dengan senyuman manisnya 🀭.


Love you, bye bye πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2