
Pelan pelan Keishy mulai terbiasa dengan hidup barunya, walaupun di sela-sela waktu Keishy masih merenungkan mendiang Ibunya yang sangat ia cintai tetapi itu bukan hambatan untuk Keishy agar tetap hidup.
Sudah hampir tiga bulan ia habiskan waktu belajarnya di ADOS, sangat menyenangkan mempunyai teman teman yang sangat menghiburnya jikalau ia sedih.
Zeyvin dengan sikap humorisnya, Arvin dengan senyum manisnya, Zen dengan sikap humorisnya dan juga adik kelasnya, Zean. Iaebih humoris dari kakaknya itu.
Mereka semua kakak kelas Keishy kecuali Zean, walaupun terbilang lebih banyak laki laki dibanding perempuan, rasanya Keishy seperti dilindungi oleh empat orang kesatria.
Dan sahabat paling dekat Keishy
ialah Mia sendiri, ia kira Mia itu orangnya kalem dan pendiam.
tapi Keishy salah besar, jalan pikirnya berubah saat ia pergi ke pusat perbelanjaan melihat Mia yang menggerutu didepan manekin dan menyalimi tangan manekin itu.
Dan yang paling tidak masuk akal, Mia mencubit pipi manekin anak-anak yang memiliki tubuh gembul dan menampangkan wajah yang menggemaskan seraya memuji manekin dengan sebutan 'kamu gemes banget sih, sayang'.
Keishy pikir bahwa Mia sudah kerasukan, tapi nyatanya, Mia memang seperti itu dari pabrik Ayah dan Ibunya.
Dan sekarang Keishy menuruni mobilnya dan Mia menyusul, memasukki bangunan dengan pandangan bad or dark.
Mereka memasukki ruangan itu dengan sekejap, mereka disambut dengan berpuluhan orang yang bergoyang dengan tangan menggenggam minuman berwarna seperti air mani.
"Apa orangnya ada disini Mi?"
Mia memandang sekelilingnya dan mengangguk ragu, mereka menerobos semua orang yang asik dengan dirinya sendiri dan menaiki anak tangga menuju ke lantai dua.
Para bodyguard disana melihat Keishy dan Mia kemudian mengangguk mengerti seperti sudah diberi kabar bahwa mereka akan datang
Para Bodyguard disana membukakan pintu untuk mereka berdua, kemudian mereka masuk dan ditutup kembali oleh Bodyguard itu setelah mereka masuk.
Keishy melangkah maju memasukki ruangan bernuansa gelap mencari sosok seseorang yang ia cari bersama Mia.
Matanya membelalak kaget saat maniknya bertumpu dengan sosok Pria duduk di kursi putar dan kakinya berlipat panjang diatas meja.
Pria itu menghembuskan rokoknya dengan santai sehingga asap itu membuat mereka batuk sekaligus menutup pandangan mereka sekilas.
__ADS_1
Mia mengibaskan tangannya tujuan untuk memudarkan asap rokok itu.
"Jayrean?" tegur Keishy memastikan
Pria itu menurunkan kakinya dari atas meja kemudian berjalan maju mendekati Keishy dan Mia seraya menghisap rokoknya dan lagi lagi mereka mengibaskan tangannya memudarkan asap itu.
"Mau apa kalian?"
Mia geram dengan perlakuan Jay alias Jayrean itu, maju dengan percaya diri dan merebut rokok itu kemudian menginjaknya dengan penuh emosi.
Setelah hancurpun, Mia kembali memandang Jay, "Jika lu mati karna asap, jasad lu pantas buat dibakar. Jika lu mau mati jangan ngajak ngajak, gua benci asap benda haram, bastard!".
Jay tertegun sekilas, bibirnya terukir senyuman tipis dan berjalan mundur dengan posisi yang tegap duduk dikursinya. Ia kembali menjulurkan kakinya diatas meja tanpa pengalihan pandangan.
"langsung ke topik aja, sayang" Ucap Jay seraya membuka permen dan memakannya.
"Lu yang ngambil amunisi G4X gua kan? kembaliin!" bentak Mia
Dia memperlihatkan telapak tangannya dihadapan Keishy dan Mia, "gabisa sayang, sesuatu yang sudah ada di telapak tangan Jay"
Jay mengenggam tangannya kembali, "tidak akan pernah kembali ke tangan orang lain"
"Dah bosen sama mereka"
Jay maju dengan langkah kakinya yang super teratur hampir seperti model, Ia membuka Jas hitamnya kemudian membuka kancing atas kemejanya menuju ke hadapan Keishy, "gimana lu aja" Ucapnya mencolek dagu Keishy.
—PLAK—
Tamparan Keishy berhasil lolos ke pipi mulus Jay, ia menarik kerah bajunya dan menumpukan badan Jay pada badannya sendiri, menepuk pelan pipi Jay dengan tangan lainnya, "yeobo, jangan mempersulit kami, beritahu apa yang kau inginkan dengan senjata milik sahabatku"
Jay menyeringai seraya menarik pinggang Keishy hingga mereka berdua tak memiliki jarak, "Jika aku tidak memberitahunya, apa yang akan kau lakukan?"
Kei membalas seringaian Jay kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga milik Pria lajang itu, "adikmu akan menjadi calon almarhumah" Kemudian Keishy mendorong Pria itu dan pergi dari sana seraya menarik tangan Mia keluar dari ruangan itu.
Dasar Anjing!, batin Jayrean.
__ADS_1
Mia mengumpat mengerutukki perbuatannya sendiri, jika dia tidak meninggalkan amunisi itu di club, pasti tidak sampai ke tangan orang lain.
Semua kesalahan ia salahkan pada Zean, iya Zean.
Kemarin lusa pada malam hari Zean lagi lagi membuat ulah, ya sudah sering Zean pergi ke club malam seperti ini hanya untuk memenuhi hasratnya.
Dan pada saat itu terjadi pertengkaran adu tenaga disana antara Zean dan pacar wanita yang disewanya.
Bagaimana tidak terjadi pertengkaran? Pacar wanita itu baru datang saja sudah mencengkram kerah baju Zean dan memukul wajahnya keras.
Amarah Zean memuncak kemudian menyerang Pria itu beruntun.
Zean yang lebam di pipinya dan pacar wanita itu sudah terbaring lemas dengan tubuh dan wajahnya yang membiru.
Zeyvin dan Zen mencoba untuk menghentikan pertengkaran itu tapi nihil, malah Zean semakin menjadi-jadi.
sungguh saat dia marah bercampur emosi apalagi Pria itu membicarakannya sebagai Pria brengsek, Zean tidak bisa mengendalikan semuanya.
Arvin menerobos kerumunan manusia disana menyaksikan gaduhnya pertengkaran Zean dan Pria itu segera memposisikan tubuhnya dihadapan Zean kemudian menamparnya.
"JANGAN BIKIN GUA MASUK PENJARA KARNA ULAH LU ZEAN!"
Zean memejamkan matanya mencoba menetralkan nafasnya yang menderu, berjalan menerobos segerumbulan manusia disana dan meneguk wine disalah satu meja entah milik siapa.
Kemudian keluar dari tempat keramat itu tanpa sepatah katapun.
Saat melihat Zean keluar dari sana. Zen, Zeyvin dan Arvin segera keluar menerobos orang orang itu yang masih berkumpul, secara bergantian mereka keluar dari sana.
Kemudian Keishy dan Mia masuk mencari semua temannya yang tanpa disadari sudah keluar dengan mereka yang masuk secara bersamaan.
Dengan Mia yang daritadi menahan panggilan alamnya menaruh amunisi itu dan terpaksa Kei menunggunya sembari mencari teman temannya yang mengurus masalah Zean.
"Zean dan teman temannya telah pergi barusan"
Keishy berterimakasih seraya mengangguk mengerti, ia kembali ke tempat yang Mia katakan untuk menunggunya. Keishy menggerutu dan mengumpat. Kenapa dengan teman yang satu ini? Ke toilet lamanya seperti ibu-ibu sedang melahirkan.
__ADS_1
Panjang umur, Keishy baru saja membicarakannya dan pada saat itu juga Mia keluar dari sana.
Setelah mereka memeriksa keadaan Club itu, Mereka keluar dari sana dan Mia meninggalkan amunisinya diatas Meja yang ia dudukki bersama Keishy, tempat ia menunggu tadi.