Paradoks

Paradoks
Chapter 9


__ADS_3

"Gimana hasilnya?"


Disana terdapat Keishy dan Mia yang bersandar diatas ranjang rawat serta Vian, Arvin, Zen, Zeyvin dan Zean, adiknya Zen di sekelilingnya. Sejak seminggu yang lalu Mia dan Keishy dirawat di klinik khusus milik Zean.


Zean yang berumur 16 tahun sudah memiliki klinik sendiri? Tentu saja, sejak kecil dia mengikuti test dokter cilik, tidak seperti sekolah lainnya justru sekolah Zean terbilang elite karna sekolah tingkat SD itu sudah memiliki kelas khusus kedokteran.


Umur 6 tahun dia sudah memasukki kelas khusus kedokteran tingkat SD selama 4 tahun dan umur yang ke 10 Kepala Sekolah mengirimnya ke RS Kota dan Zean hampir membunuh 6 pasien karna salah penulisan dalam resep obat.


Semua orang selaku wali dari keenam pasien itu protes dihadapan Zean langsung tapi ia tidak mempedulikannya.


Jika sesuatu yang ganjal ada dihati Zean mengenai itu maka kata 'baru hampir, bukan pasti mati kok bro' itulah yang membuat dia stay cool dengan keadaan.


Karna di umur 10 tahun tulisan Zean tidak ada bedanya dengan coretan anak anak berumur empat tahun maka Kepala Sekolah segera membimbing kembali Zean di Sekolah tingkat Internasional.


Dan diumur 15 tahun Zean telah membuat klinik dengan uang hasil keringatnya sendiri.


"Karna Leacinies itu Mia sama Kei bisa selamat bang, pelurunya cuma nancep setengah dari daging mereka, jadi tubuh mereka cuma bengkak doang, Kei bisa sekolah besok karna pembengkakan yang ada di tangan serta kakinya udah sedikit mengempes" Jelas Zean


"dan Mia, walaupun pembengkakannya di punggung udah mengempes tetep harus dirawat karna Mia butuh asupan gizi yang cukup untuk menambah stamina dan mempertahankan kekebalan tubuh" lanjutnya


"Bentar lisines yak?" tanya Mia bingung


"Lisines lisines Leacinies pinter!" Timpal Zean menggerutu "Leacinies itu cairan yang bikin kalian kebal itu" lanjutnya dan Mia mengangguk mengerti


"Sumpah, gue beneran pen bunuh lu Vi" Mia menggeram pada Vian sedangkan Vian hanya menyatukan tangannya meminta maaf atas kecerobohannya dengan sedikit tertawa geli.


"Masih bingung gua, ini ceritanya gimana sih? Kenapa ketiga cowok itu berurusan sama abang?" Tanya Keishy


"Lah lu kenal mereka Kei? Mereka apa apain lu?" Ujarnya kemudian menatap tajam Arvin, Zen dan Zeyvin


"Kalian abis ngapain sama adek gua? Hah?!" bentak Vian emosi membuat mereka bertiga menunduk kaku


-DOR-


Vian mengejutkan seisi ruangan dengan tembakan yang ia lepaskan ke kepala miniatur tubuh manusia tertera dibelakang Arvin, Zen dan Zeyvin sehingga membuat ke-4 Pria itu saling berhadapan.


Mereka bertiga pun melotot tak percaya sembari menunduk kaku dengan jantung yang berdetak kencang mencoba meminimalisir detakkan berusaha rilex.


Apa yang dilakuin mereka bertiga tanpa gue?, batin Zean.


"Bang Vian! Mereka temen lama Kei doang! Makanya Kei tadi nanya" Jelas Keishy


"Serius?"


"Iya bang" Ujarnya meyakinkan

__ADS_1


"Kalo mereka nyentuh lu, Bilang Kei ke Abang, ga segan segan gua bakal bunuh mereka" Vian memandang tajam ketiga Pria itu bergantian


"Bang! Lu udah janji ama gua kan jangan bunuh atau mutilasi orang lagi!" bentak Keishy


Seisi ruangan melihat kedua kakak beradik itu tanpa sepatah katapun, suasana disana hening mencengkam dengan aura Vian yang merendam amarahnya juga Keishy yang geram dengan sifat Kakaknya.


"Jika lu masih mentingin ego daripada keselamatan orang lain" Keishy menghela berat, "Jangan pernah akui gua sebagai adek lu lagi Viandra Gerralio" lanjutnya


Sementara Vian memejamkan matanya dan berusaha meredamkan amarahnya pelan pelan menimalisir nafas dan kemudian teratur.


"Pikirin omongan gua tadi" Keishy menuruni ranjang kemudian mendekati Kakaknya yang bersandar didinding tepat disamping ranjang kemudian memeluknya erat


"ini gua lakuin karna Kei sayang Abang, Kei gamau jiwa psikopat itu bisa ngendaliin abang, belajar ngendaliin diri, kuasai jiwa psikopat itu bang, harus ngerti ya" Lanjutnya melepas pelukan kemudian tersenyum simpul


Vian membalas senyuman itu kemudian mencium dahi Keishy pelan "gua ngerti kok, gua juga sayang lu"


"Terosss peluk aja teross, yang jones terima nasib" sontak seisi ruangan tertuju pada Zen yang menggerutu


"Napa dah nianak" Vian mengernyit heran


Zeyvin menepuk nepuk pundak Zen "maklum bang, abis ditolak ama cewek, owokawok" Kemudian Vian terkekeh mendengarnya


"Lagian si, yang satu masih ada eh nyari yang lain." Vian mengomentar


"Hadeh, kan takut dia diambil orang bang" balas Zen tak mau kalah


"Gua tadi nanya tentang Mia ama yang lainnya, kok malah nyambung jadi bucin si" protes Keishy


"Lu cerita deh Mi" Ucap Vian lesu


"Lah kok gue kan lu mau jelasin gimana sih bocah"


"Lu cerita tentang lu kemaren aja, gua gatau" Ujar Vian


"Kan Kei mau tau semuanya si abangg" ucap Mia dengan nada geram


"Urusan itu gua cerita lain kali, panjang banget ceritanya emang gua buku sejarah minta diringkas ceritanya? Ya ngga lah sayur lodeh" Jelas Vian


"Yaudah lu cerita aja lah Mi pusing gua denger celotehan kalian" timpal Zen


"Ck iyaiya"


Flashback


Mia saat itu berada dirumah mengecek email yang masuk di komputernya kemudian membukanya. Tertulis

__ADS_1


*Mia, mereka bakal masukkin chipnya di tubuh lu, jadi lu udah tau kan harus apa? Vian udah gue email tadi ntar dia pake pistol palsu saat dia tau lu sebagai penghianat, mereka bakal jadiin lu bahan korban kemudian bakal menjebak Vian buat ngambil Chip yang kedua* - 04:20


"Ehh malah dia pake pistol beneran kan *******" Timpal Mia


"Terus terus?" Ucap Zen tak sabar mendengarkan kemudian Mia melanjutkan ceritanya


-BRAK-


Pintu kamar Mia terbuka dan terdapat Dara and the geng disana.


"Buka mulut lu cepet!" perintah Dara saraya mencengkram kedua pipinya dengan paksa dengan sekejap Mia menduga bahwa permainannya sudah dimulai


Mia menutup paksa mulutnya membuat Dara tambah mencengkram kuat hingga terdapat celah di kedua bibir Mia.


Dengan kesempatan itu Dara segera memasukkan paksa Chip kedalam mulut Mia dan memasukkan air dengan kasar agar Mia bisa menelannya.


Mia memberontak dan melepaskan cengkraman Dara kemudian batuk membuat dadanya sesak.


"*******! WARAS GAK SIH LU RA!" Bentak Mia pada Dara


Dara dengan gesitnya mengunci tangan Mia dari belakang dan menodongkan pistol dipelipis kiri milik Mia "Jika lu ngeberontak lagi, peluru ini ga bakal meleset" bisik Dara menyeringai mengancam


Tak lama dari itu Dara segera menyeret tubuh Mia dengan paksa dalam keadaan Mia yang memberontak menggosok kakinya diantara lantai coba menjeda Dara.


Tapi tak berhasil.


Dara mendorong tubuh Mia hingga ia tergeletak dilantai "Ganti baju cepet, kita harus ke markas jangan membuat gue menunggu, Ratu benci kata terlambat"


Flashback end


"Tunggu bentar, jadi mereka nyodok lu pake Chip gunanya apa?" Arvin yang dari tadi diam membuka suara kepo


"Oh itu, Mia kan aslinya mau dibawa kerumah orang tuanya, eh gajadi malah gua nyuruh kalian bawa ke ruangan otopsi biar Chipnya diambil sama Zean" Jelas Vian


"Mereka udah buat rencana, udah diduga gue bakal pulang dan kemudian mereka bakal bawa gue ke ruang otopsi mereka dan ngambil Chipnya kembali, tujuan utama mereka itu membunuh gue dengan cara memperalat si Vian, eh nyatanya mereka semua udah almarhumah" Jelas Mia panjang lebar


"kemudian gue nyuntikkin diri gue pake cairan yang dikirim Bobby dan gue sekarang selamat, yeay" lanjut Mia girang sedangkan Arvin dan Zeyvin mengangguk mengerti


"Dan gue yang nerima Emailnya makanya bang Vian gatau" lanjut Keishy


"Siapa yang salah jadi?"


"Ya lu lah!" Seru Keishy dan Mia bersamaan dan Vian sekali lagi tertawa geli


"Emang lu pergi kemana sih Vi? Sampe sampe email dari Bobby ga lu baca" Tanya Mia heran

__ADS_1


"Urusan cowok sayang" Ucap Vian menghentikan tawanya kemudian tersenyum tanpa beban


Kalo gua kasih tau gua hampir bunuh ketua Cranium Motw pasti mereka heboh ni, Batin Vian dalam mimik wajah yang sama


__ADS_2