Paradoks

Paradoks
Chapter 15


__ADS_3

"Ah lega banget" Ujarnya seraya keluar dari toilet


Ia melangkah santai keluar dari gedung ADOS pergi ke lahan parkir yang disuguhi polusi yang pekat, kerangka mobil yang bertebaran ditambah bau yang tak sedap.


"Mobil gua mana?" Tanya Keishy pada dirinya sendiri seraya bercelinguk melihat dimana mobilnya berada sehingga manik matanya bertemu dengan gantungan kunci mobil yang sudah tergeletak ditanah.


Keishy memungutnya kemudian melihat aspal yang diatasnya terdapat salah satu puing tubuh mobil.


Keishy melihat sekelilingnya, begitu panas hawanya dan bau orang mati menyengat disana. Puing mobil itu berserakan disetiap sudut lahan parkir.


Ia melangkahkan kakinya menjauh dari sana seraya menenteng kunci mobil yang telah usang.


ternyata yang meledak tadi mobil Abang


"AGGRHH BAJ*NGAN!"


Itu bukan umpatan Keishy.


Hentakan kaki Keishy berhenti, siapa yang berteriak? Entahlah intinya teriakan itu membuatnya berhenti sejenak untuk lari sekencang kencangnya keluar dari jangkauan gedung sekolah hingga ia berhenti dan beristirahat duduk di halte bus tak jauh dari sekolah.


"***** kok serem amat ya, Arvin mana lagi? Untung aja gua gak nahan kencing dimobil. Kalo ngga pasti gua dah hangus aja tuh kek lele goreng"


"Lah Kei?"


Keishy mendongak saat seseorang memanggilnya, dan ia lihat bahwa itu adalah Zean adik kelasnya.


"Apa?"


Ingin sekali Zean menjedotkan kepala Keishy pada tiang bendera, tapi keinginannya saat ini sulit untuk di lakukan maka ia memilih memukul kepala Keishy sekarang juga.


"Adoh adoh adoh!! Sianying!" ringis Keishy kemudian membalas pukulan Zean


"Duh! Kok lu pukul gua sih Kei!"


"Lu duluan zeanjing!" umpat Keishy, "duh mana sakit bener nih jitakan" ringisnya seraya mengusap kepalanya


"Salah lu lah! Bikin anak orang panik aja lu. Gara gara lu gua disuruh bang Zen buat nunggu Avin yang merutuki kesalahan dirinya sendiri, padahal mah salah lu" Jelas Zean dengan nada mengejek pada kalimat akhir


"Lah salah gua apa?"


"Lu dikira mati ****! Bukannya nyusul Avin eh malah mau balik" Zean duduk di samping Keishy saat sudah merasakan pegalnya berdiri sejak tadi


"Gua kencing elah, ini aja gua gatau Avin dimana"

__ADS_1


Zean menghela kasar kemudian menarik pergelangan tangan Keishy dan membawanya kembali memasukki lahan parkir itu kemudian memasukki gang yang dibatasi kedua mobil.


"tuh"


Satu kata berjuta makna, Zean menunjuk seseorang menggunakan mulutnya. Terdapat Arvin yang punggungnya tersandar pada ban mobil. Salah satu kakinya di tekuk dan jari jemarinya terselipi satu batang rokok.


"ngapain dia Zean?" bisik Keishy pada telinga Zean


"Terpuruk" balas Zean dengan bisikan pula


"Kok bisa?"


"Ya dikiranya lu tuh mati karna ledakan yang dialami mobil lu, padahal mah lu masih hidup" jelas Zean seraya berbisik dan Keishy membalasnya dengan anggukan


"Zean minjem" Keishy mencomot topi yang berada dikepala Zean kemudian mendekati Arvin seraya sedikit berjongkok


"Punten" Ucap Keishy membuat Arvin mendongak dengan mata sendunya, ia tersentak kaget melihat kondisi Arvin yang memprihatinkan, sepertinya. Sungguh Keishy agak berlebihan.


"Gopud hehe, mas pesen go fud?" Arvin menatap Keishy dengan penuh pertanyaan kemudian Arvin diam dan mengedipkan matanya berkali kali


"K-Kei?"


"Kei? Bukan mas saya agen go fud. Punten gofud mas. P for punten" Jelas Keishy


"Ngga mas. Saya kurir"


"Yakin lu bukan Kei?" Arvin mencoba berdiri sempat sempoyongan dan berusaha menyeimbangkan tubuhnya seperti orang mabuk


"Ngga. Saya seles minyak urut" mendengar dengar jawaban Keishy pun Arvin terkekeh pelan dan membuang rokoknya ke sembarang tempat kemudian memeluk Keishy seerat mungkin seolah-olah ia tidak membiarkan gadis itu pergi kemanapun lagi.


Hadeh, gini nih nasib jogan, jomblo ganteng.


Ingin sekali Zean menghilang dalam situasi yang seperti ini.


"lu masih hidup" Ujar Arvin disela sela peluknya sedangkan Keiahy hanya tersenyum kemudian mengelus punggung Arvin menenangkannya


"Gua bangga sama lu, untung aja lu keluar dari mobil. akhirnya lu bisa selamat" Ujarnya melepas pelukan


"Perintah itu ga pasti bener ya Vin" Keishy mengacak rambut Arvin dan akhirnya mengelusnya pelan dengan kakinya yang sedikit berjinjit


Dan akhirnya Zean pergi dari sana meninggalkan mereka berdua.


"Gua suka kalo lu giniin"

__ADS_1


Kei tersenyum "diginiin?" Kei kemudian mengelus kepala Arvin seraya mengacak rambutnya dan Arvin mengangguk tersenyum kemudian menggendong Kei di punggungnya.


"Heh!"


"Dah sore, jangan banyak tingkah" Ujar Arvin


Keishy tersenyum mengalungi tangannya dileher Arvin kemudian bersandar dibelakangnya.


"Vin"


"Iya?" Arvin melangkahkan kakinya keluar dari pagar ADOS


"Gua halalin ya" Ucap Keishy seraya memainkan rambut Arvin


"H-hah?"


"Kan lu haram"


"Sianying" Keishy tertawa geli dan Arvin melangkahkan kakinya ke rute perjalanan pulang dengan senja yang mengiringi mereka


Ya gusti, jika dia jodoh hamba maka dekatkanlah, tapi jika ngga parah banget ini dah baper aing ambyar.


selingkuh dosa ga sih?


••••••••••


19:30 PM


Line


Amel : P


Yang, aku udah pulih lho


Jemput aku ya besok >•<


Arvin : beneran? Syukur deh kalo gitu


Iya aku bakal jemput kamu.


Kalo udah pulang harus istirahat. Jangan langsung sekolah, takutnya kamu kecapean. Ntar aku beliin bubur ayam❤


Amel : Iya ih bawel❤

__ADS_1


Read


__ADS_2