Paradoks

Paradoks
Hati Yang Hancur


__ADS_3

"Kamu pasti sudah gila!! Lepaskan aku!" teriak Naomi ketika Kuon menarik lengannya dan mendorongnya ke atas ranjang.


Kuon tidak mengucapkan sepatah kata pun, ia lalu menahan kedua tangan Naomi dengan kedua tangannya dan menciumnya dengan paksa.


"Mmmh!!" Naomi memberontak..berusaha melepaskan tangannya


Plak!! dan Naomi berhasil menampar Kuon, namun suaminya tidak bergeming walau dengan cepat pipinya memerah akibat tamparan dari istrinya itu... dengan kasar ia kembali menahan tangan Naomi ketika Naomi ingin menamparnya lagi, dan melanjutkan aksinya.


______________________________________________


Lebam dan tanda merah ada di sekujur tubuh Naomi, air mata membasahi kedua pipinya.


Ia tidak percaya jika ia akan mendapatkan perlakuan kasar seperti itu dari Kuon, apa yang salah dengan hubungan mereka? Mengapa ini terjadi padanya.


Kuon tidak mempedulikan Naomi walau ia melihat Naomi sedang menangis terisak - isak, meringkuk dibawah selimut.


Ia lalu mengenakan celananya dan tanpa sepatah kata berjalan meninggalkan Naomi seorang diri di kamar itu...


______________________________________________


Kuon seorang diri sedang duduk termenung di ruang kerjanya, segelas whiskey berada di tangannya. Ia heran..karena ketika ia ingin sekali mabuk, ia justru tidak bisa mabuk sama sekali walau sudah menegak beberapa botol minuman keras.


Ia benci dengan apa yang ia perbuat kepada Naomi..tetapi ia tidak bisa memaafkan perbuatan Naomi yang telah tega membun*h anak mereka, bayi yang telah ia tunggu-tunggu selama ini. Tidak ada yang mampu menggambarkan bagaimana pengkhianatan Naomi telah menyakiti dirinya.


Ia kembali teringat ketika ia harus memeluk jasad bayinya yang sangat kecil, bagaimana mungkin sebagai seorang ibu, ia tega melakukan hal yang keji seperti itu? Bukankah selama ini hubungan mereka baik-baik saja? Mereka bahkan mendekorasi dan menyiapkan keperluan Haruto bersama-sama.. Bagaimana mungkin hanya demi seorang pria, ia rela menghancurkan semuanya? Mengambil kesempatan hidup anaknya? Oleh karena itulah ia tidak akan memaafkan Naomi. Ia akan membuatnya hidup bagaikan di neraka. Ia akan menghancurkan keluarga Naomi tanpa belas kasihan.


"hehehe selama ini aku bahkan berpikir untuk memaafkan mereka semua atas perbuatan yang mereka lakukan demi seorang wanita.. Namun liatlah aku sekarang.. Aku justru harus kehilangan anakku...seharusnya aku tahu keturunan seekor ular akan selalu menjadi seekor ular..!!" kecewa.. Kuon kemudian meneguk habis minuman keras yang ada di gelasnya itu dan tertidur di meja kerjanya.


Keesokan harinya.


Kenichi sedang bekerja ketika seseorang menghampirinya dan mengatakan jika Kuon ingin menemuinya.

__ADS_1


Penasaran, Kenichi lalu berjalan menuju ruangan Kuon..


Ia ingin tahu mengapa Kuon ingin menemuinya..padahal terakhir mereka bertemu adalah ketika bossnya itu menyerahkan kartu undangan. Ia juga membayar utangnya dengan lancar setiap bulan, oleh karena itulah ia penasaran apa yang ingin di bicarakan oleh Kuon dengannya.


"Selamat pagi Tn. Nakamura, apa anda mencar.." belum sempat Kenichi menyelesaikan pertanyaannya, sebuah tinju mendarat di pipi Kenichi.


Buakk!!! Akibat pukulan keras yang di layangkan oleh Kuon, Kenichi jatuh tersungkur.


"A-apa yang anda lakukan??!" tanya Kenichi terkejut, bibirnya terlihat berdarah.


"Kamu masih berani bertanya??! Bukankah sudah kuperingatkan kepadamu saat itu untuk jangan pernah menemui istriku lagi?!" teriak Kuon.


Ia tidak pernah melihat Kuon kehilangan ketenangannya seperti itu. Selama ini dimatanya, Kuon adalah pria dengan pembawaan yang tenang dan memperhitungkan segala tindakannya namun pria yang berada di depannya saat ini tidak seperti Kuon yang ia kenal.


"K-kurasa ada kesalahpahaman di antara kita.." ucap Kenichi.


"Oh ya? Salah paham? Jadi kamu tidak pernah menemui istriku huh?"


"Persetan dengan ibumu! kalian bertemu di belakangku adalah fakta. Sudah berapa lama kalian bertemu di belakangku?!"


"Berapa lama? Kami bahkan baru bertemu belakangan ini! Itu pun hanya dua kali! Hanya saja aku tidak tahu kalau Naomi tidak memberitahukannya kepada anda"


"Jadi maksudmu Naomi yang bersikeras ingin menemuimu??"


"Kami bertemu secara tidak sengaja, dan pertemuan yang kedua Naomi hanya ingin menemui ibuku, tidak ada alasan lainnya Tn.Nakamura.."


"Dan kamu ingin aku mempercayaimu? Dasar pria brengsek..!!"


Buak!! Lagi lagi Kuon melayangkan tinju, ia kemudian menarik kerah baju Kenichi, dan memberikan 1 pukulan lagi.


Nafasnya terengah-engah, namun amarahnya masih belum sirna.

__ADS_1


"Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi, kamu di pecat dari hotel ini! Aku akan berbaik hati dengan melupakan utangmu, anggap kita impas karena aku telah menghajarmu.. jangan pernah kamu perlihatkan lagi wajahmu di depanku maupun Naomi atau kamu akan menyesalinya!! " ucap Kuon mendekatkan Kenichi kewajahnya setelah itu ia mendorong Kenichi ke lantai.


Kenichi harus dengan bersusah payah bangkit dari tempat ia tersungkur, dengan darah yang masih mengalir dari sudut pelipis dan bibirnya.


Dengan tertatih-tatih ia pun berjalan keluar meninggalkan ruangan Kuon.


"Jika ia cerdas, ia tidak akan lagi berani menemui Naomi..atau aku akan mematahkan kedua kakinya.. selanjutnya aku harus menemukan dimana perempuan jal@ng itu menyimpan obat X" pikir Kuon, tanpa membuang waktu ia kembali mengendarai mobilnya menuju rumah mereka.


Naomi kehilangan nafsu makan dan mengurung diri di kamar, trauma dengan apa yang telah terjadi dimalam sebelumnya. Mengingat kembali bagaimana Kuon mencengkeram kedua tangannya hingga memar dan menciumnya dengan ganas, serta melakukannya tanpa mempedulikan teriakan Naomi.


Apa yang telah diperbuatnya hingga Kuon bisa melalukan hal seperti ini kepadanya..


Ia kemudian di kejutan dengan suara pintu kamar yang di banting, wajah Naomi penuh dengan ketakutan ketika ia melihat Kuon yang masuk, badannya dengan otomatis beranjak dari tempat ia duduk.


Namun Kuon tidak menghampirinya, ia justru membuka laci dan lemari yang ada di kamar mereka seolah-olah ia tengah mencari sesuatu. Ia kemudian berjalan kekamar mandi dan melakukan hal yang sama, namun tidak menemukan apa yang ia cari.


Sesaat ia terdiam, lalu seolah-olah ia menemukan jawabannya, ia berjalan menghampiri Naomi yang sedang berdiri di samping meja riasnya, mendorongnya untuk memberi dia akses. Ia lalu membongkar semua yang ada di atas meja Naomi, dan kemudian membuka laci-laci meja riasnya.


Botol-botol suplemen kehamilan masih tertata rapi di dalam laci itu, Kuon lalu mengambil botol-botol itu dan setelah itu keluar dari kamar tanpa sepatah katapun, membawa botol-botol itu bersama dengannya.


Ia kemudian mengendarai mobilnya dan berhenti disebuah klinik yang juga merangkap laboratorium.


______________________________________________


Dan benar.. sesuai dengan dugaan Kuon, obat-obatan yang ada didalam salah satu botol suplemen kehamilan Naomi ternyata adalah obat X, berdasarkan hasil dari laboratorium.


"Sekarang.. Bagaimana kamu akan menjelaskannya Naomi.."


Ia sempat berharap walau harapan itu tipis, jika semua ini tidak benar..namun dengan ditemukannya obat X di dalam suplemen Naomi, harapan itu sudah sirna tak tersisa.


Dengan hati yang hancur sepenuhnya, ia berjalan meninggalkan laboratorium itu...

__ADS_1


Ia kini akan menghancurkan semuanya..untuk ayahnya..dan juga Haruto...


__ADS_2