
Mia meneguk air mineral dari botol yang ia beli tadi di kantin sebelum pergi ke toilet, "Bilang dong! Kirain tadi kalian ngapain, hehe" Ucapnya seraya melempar botol air minum yang telah kosong ke tempat sampah.
"Lagian kenapa sih lu?" Mia turun dari atas wastafel mendekati Zean, "nge anu disini? Gaada akal emang ya!" timpal Mia
"Suka suka gua dong" Zean mengalihkan pandangannya malu, "bukan urusan lu juga" lanjutnya
Seperkian detik kemudian Mia menepuk keningnya pelan teringat sesuatu, "gue lupa, Zean ada panggilan." Ucap Mia menyorot mata Zean mengatakan sesuatu dan Zean mengangguk mengerti kemudian keluar dari sana meninggalkan Mia sedangkan Keishy menatap Mia dengan penuh pertanyaan.
"Abang lu nyuruh gua ngajak lu ke markas" Ucap Mia langsung ke inti dan Keishy tidak mengerti sama sekali dengan wajah dongonya mendengar kalimat dari Mia.
Mia mendecak memutar manik matanya malas kemudian langsung menarik tangan Keishy keluar dari sana dengan berlari.
Mia berlari kencang menarik tangan Keishy pergi ke perpustakaan di lantai 5 tepat selantai dengan kelasnya. Bu Surti melihat mereka berlari sekilas dan merutuki perbuatannya sendiri. Seharusnya aku suruh saja Keishy cabut rumput tadinya, batin Bu Surti menggerutu
Mia menghentikan langkahnya tiba-tiba, alhasil Keishy menabrak punggung Mia dan mengelus hidungnya merasa kesakitan. Manik Keishy tertegun sekilas melihat perpustakaan hancur sebagian dan petugas renovasi yang sedang bekerja.
"Lu tau kan? Waktu lu berurusan sama Almarhumah Dara and the geng? Nah ini markasnya, dibalik perpustakaan" Jelas Mia, ya benar Perpustakaan yang tak begitu luas tadinya sekarang luasnya melebihi ukurannya yang asli, karna sebagian ruangan itu dijadikan markas HSD. Kei masih bingung benda apa sebenarnya HSD itu?
"So? Now what? " tanya Keishy memandang Mia dengan sorot mata penuh pertanyaan dan Mia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Vian apa langkah mereka selanjutnya
"Pergi ke gudang belakang sekolah sekarang!" perintah Vian lewat telepon
Mia mengangguk mengerti kemudian meraih tangan Keishy kembali berlari dari sana, melewati lift satu per satu menuju lantai dasar kemudian berlari lagi hingga menuju gudang belakang sekolah. Persetan dengan seruan guru piket yang meneriaki mereka melarang untuk berlari di koridor, toh Keishy jika berjalan sendiri seperti Lansia yang baru bangkit dari kursi roda.
Mereka masuk ke dalam gudang kosong, hanya kardus yang ada dalam ruangan yang berbentuk persegi itu. Sangat gelap, mungkin hanya cahaya matahari yang menyinari tempat itu.
Mia meraih ponselnya untuk menghubungi Vian kembali, "Posisi di gudang belakang, apa yang harus kami lakukan selanjutnya?"
__ADS_1
"Gudang itu bentuknya persegi,ada keramik paling besar ditengah-tengah ruangan, berdirilah diatasnya" Perintah Vian lewat telepon kemudian Keishy dan Mia melakukan apa yang Vian perintahkan, "udah ni" Ucap Keishy menunggu intruksi berikutnya
"Lompat!" Seru Vian kemudian Mia dan Keishy lompat dengan kompak diatas keramik itu. Seketika Keramik turun kebawah seperti tanah padat yang longsor kemudian berhenti dengan tiba tiba di lantai dasar membuat mereka hilang keseimbangan dan hampir jatuh.
Keishy melepas genggaman Mia dan mendekat pada ruangan yang penuh dengan alat digital dan berbagai senjata tajam, tembak tak lupa dengan peledak.
"Amazing!" seru Keishy dengan matanya yang berbinar
"Selamat datang dan selamat pagi, kita punya markas baru sekarang!" Ucap Zen dengan antusias menyambut Keishy dan Mia yang membersihkan sepatunya penuh akan kerikil, tak tahu dari mana.
"Markas baru apanya? Ini dibangun 3 bulan yang lalu" cibir Zean, "dasar kalian aja yang gatau" lanjutnya
"Gak asik lu!" balas Zen memukul kepala adiknya itu pelan
"Gausah banyak bicara, duduk kalian semua" Perintah Vian kemudian mereka duduk mengelilingi meja bundar yang ada di tengah tengah ruangan
"Ini HSD, Holo Singularity Dark. Nama aslinya Chipceulodiusmortus di singkat Chip" Jelas Vian
Chip apa?, batin Keishy.
kok lidah gua keram ya, batin Zen, Zeyvin dan Zean.
Chipmunk aowkaowk, batin Mia.
Vian menzoom bentuk HSD, " Chip berbentuk seperti sdcard pada kamera, didalam Chip ada suatu bagian yang terkecil, sekecil memory card Hp isinya adalah kode brangkas bank yang isinya uang masyarakat. Dan Lu Kei!" Vian menunjuk Keishy hingga telunjuknya menempel pada dahinya, "Ini perintah langsung dari Pemerintah! Lu masuk dalam Organisasi ini dan mengikuti Ujian level 3!"
"Lah bang? Kok bisa si Kei lompat level?" Ucap Zean tidak terima
__ADS_1
Vian memandang sorot mata Zean dan menghela napasnya, "Dia nyelamatin gua pas Dara and the geng berulah, itu cukup membuat Kei naik Level" Jelas Vian melepas sentuhan telunjuknya dari dahi Keishydibalas Zean anggukan tanda mengerti
Keishy menghela napasnya gusar, "B-bang gua gamau masuk organisasi kayak gini" Keishy meremas roknya dan menunduk kikuk
"Kenapa?" tanya Vian dengan tatapan yang serius padanya
Sekali lagi Keishy menghela napasnya, "Kei gamau, pasti hidup kita gabakal tenang, panik sana sini, bingung dan selalu dapet skandal"
"Hm iya, Pertemuan kali ini selesai!" Vian mematikan proyektornya dan menyimpannya didalam lemari tepat dibawah alat alat senjata "Ujian kalian bakal menanti 2 hari lagi, soal Arvin biar gua yang kasih tau" lanjutnya
Semuanya keluar dari sana melewati Keramik besar yang seperti lift itu ke atas. Sedangkan Keishy, Mia dan Vian masih berada disana. Keishy menghampiri Kakaknya dan mengamati apa yang dia lakukan, Vian yang sedang membereskan proyektornya itu berhenti saat Kei melihatnya, Vian membalas tatapan adiknya itu, "kok belum pulang?"
Kei masih menyorot mata Vian, "kak aku siap kok. Aku siap berhadapan dengan skandal, aku siap berhadapan dengan orang orang sampah yang mau ngerampas hak milik masyarakat, aku siap, aku siap melakukan semua itu" Ucap Keishy tersenyum simpul
"Gila, cepet amat lu berubah pikiran" Ucap Vian mengernyit heran sedangkan Kei hanya terkekeh pelan.
"Katanya gamau dapet skandal, katanya ntar ga tenang, alasannya ini itu ono. Sekarang? Mau lu? apa ada sesuatu nih?" Goda Vian mencolek pinggang Keishy
Sekilas Keishy merasa geli sedikit kemudian melihat wajah Vian, "serius ih bang, Kei gaada maksud apa apa kok. Dipikir lagi sih Apartemen Kei juga sepi, gaada apa apa." Jelas Keishy
Vian menghela napasnya kemudian memegang bahu Kei pelan, "yaudah, siapin mental dan fisik lu, ini bukan perkemahan anak sd, ini tugas dari Negara" Vian menyorot mata Keishy serius kemudian ia menganggukkan kepalanya cepat tanda mengerti
"Sana pulang" Ucap Vian dan Keishy langsung menarik pergelangan Mia yang masih duduk di bangku meja bundar pergi meninggalkan Vian sendiri di markas
"Halah bilang aja lu mau mepet sama si Avin kan? Ya kan?" Ucap Mia berbisik tentang Keishy yang naksir pada Arvin
"Yeu tau aja hehe" balas Keishy dengan cengengesan, "jangan kasih tau siapa-siapa" lanjutnya seraya berjalan pergi dari sana beriringan dengan Mia
__ADS_1