Paradoks

Paradoks
Chapter 20


__ADS_3

00:20 AM


Mereka melangkahkan kakinya angkuh, Bandara telah ditempati Agen HSD. Siapa lagi kalau bukan Zean, Zen, Zeyvin, Arvin, Mia dan Keishy? Dengan outfit santai agar penampilan tidak mudah di curigai dan bertindak biasa saja.


Cranium Motw, Organisasi Mafia yang selalu bertentangan dengan Organisasi HSD. Mereka yang selalu mengambil uang rakyat sedangkan Agen HSD mati-matian menjaga kode brangkas itu.


Itulah mengapa Mia sangat bersikeras mengambil kembali Amunisinya, karna senjata rakitan resminya itu sangat berbahaya. Jika sumbu itu ditarik, ledakannya sama dengan ledakkan bom yang bisa menghancurkan satu brangkas bank atau setara dengan menghancurkan satu Mansion beserta isinya.


Arvin menyentuh Airpods-nya, "gua udah ada di mobil. Posisi lahan parkir bandara blok B barisan ke lima dengan pohon didepannya"


Mereka saling menghubungi kemudian menganggukkan kepalanya mengerti segera pergi ke arah mobil saat melihat pohon besar didepannya.


Keishy menguap, "kenapa harus malem sih? Kek gaada waktu lain lagi" Ucap Keishy menutup mulutnya mengantuk sedangkan Arvin yang disampingnya segera menancap gas pergi dari sana


"Hemat waktu, lusa kita bakal Ujian test HSD. makanya harus malem" Jelas Zeyvin yang berada di belakang Kei sedangkan Mia dan Zean tidur di kursi paling belakang


Arvin melirik Keishy yang sibuk menahan kantuknya dengan matanya yang memerah seraya mem-pout bibirnya, dia berdecak kemudian kembali fokus pada rute perjalanan, "kalo ngantuk ya tidur, pasang seatbelt biar aman" ujar Arvin


Kei membelalak seketika menyegarkan badannya, "nggak kok! Gua .. gua cuma apatuh namanya ... Nah iya! Gua tuh minus, jadi mata gua kadang merah gitu. Lagian gua tahan kok begadang, ini mah gampang"


Arvin mengangkat alis sebelahnya kemudian menggeleng kepalanya pelan, "gengsian ni anak, heran gua. Manfaat gengsi itu apa si? merugikan diri sendiri malah iya" batin Arvin


Dia kembali melihat Keishy yang masih berusaha terjaga kemudian mendecak kesal dan menggaruk tengkuknya pelan, Arvin melihat kaca spion yang berada didepannya, semuanya sudah tidur hanya Keishy yang menopang dagunya berusaha membuka matanya yang memerah.


"Lu tidur aja sana. Ntar kalo udah sampe gua bakal bangunin. Kasian sama stamina lu yang belum fit bener. Liat anak anak yang dibelakang udah tidur semua, Kalo lu ga tidur ntar Jay berulah, siapa yang bisa nge-handle dia selain lu?" Jelas Arvin membuat Keishy terpelongo, "A-apa?" tanya Arvin gugup saat Keishy melihatnya dengan mata melebar


Keishy mengejapkan matanya berkali kali, "Okey gua bakal tidur. Awas aja kalo kalian semua dalam bahaya dan gua molor nyenyak banget disini tanpa beban. Tak diputer telingamu sampe putus" Ucap Keishy seraya mempraktekkan tangannya yang menjewer ke udara. Seperkian detiknya Keishy memejamkan matanya tanpa berkedip sama sekali. Dia tertidur.


Gua jadi ragu kalo lu beneran ngebully sherly, Eci.


...*****...


03: 32 AM


"Kei woy! Kei bangun pea! gila pules amat. Untung ga ileran" Mia menggoyangkan badan Keishy berkali kali mencoba membangunkannya tetapi tidak kunjung bangun juga


Mia menarik napasnya dalam dalam dan menahannya kemudian mulutnya ia tempelkan di telinga Keishy, "Man robbuka..."

__ADS_1


"Man ... robbuka ..." Ucapnya dengan nada yang meningggi Kemudian Kei membelalak kaget bangun dari kursi mobil keluar dari sana


"TUHAN KU ALLAH, KITAB KU ALQUR'AN, MUHAMMAD NABIKU DAN AKU HAMBAMU YA RABB!" seru Keishy berteriak didepan hutan yang disuguhi gemerlapnya malam. Mia dan Zean terpelongo melihatnya kemudian mereka saling melirik kemudian mereka tertawa di depan mobil


"AOWKAOWK LU NGAPAIN!" Ucap Zean menahan perutnya mulai nyeri


"KALO YANG DIDEPAN KOMPLEK PASTI UDAH DIKIRA GILA BANYAK DOSA AOWKAOWK HAHAHA ... ASTAGHFIRULLAH ... NGUCAP UDAH NGUCAP GUA ... HAHA" Mia mengusap matanya yang mengeluarkan air mata bahagianya.


Keishy berbalik badan kemudian melirik Mia dan Zean. Kei berpikir, "ohh kalian yang bilang man robbuka tadi ya? Alhamdulillah gua bisa jawab walopun itu hanya guyonan receh para teman-teman ku ya Allah" Ucap Keishy mengusap wajahnya mengamini


"Berisik! Masuk ke dalem! Jangan banyak tingkah!" Ucap Zen, memang manusia yang satu ini kadang santai kadang barbar. Keishy, Mia dan Zean pun masuk kedalam rumah, mungkin tidak layak menyebutnya rumah. Itu rumah penyiksa, rumah tahanan, rumah yang sangat megah yang didalamnya hanya manusia yang berbuat dosa. Jay ditempatkan di tempat menjijikan itu.


Narapidana, pembunuh bayaran, koruptor, dan pencuri. Bukan pencuri dompet, sembako atau lainnya, tetapi pencuri berlian, lukisan yang sangat berharga, kapal ferry, helikopter, mobil mewah dan benda berharga lainnya.


Pencuri itu rata rata berasal dari Member Cranium Motw dan Jay pernah mencuri pesawat tempur, Amunisi Mia, Senjata APSX 40 , APX 69, AXP 78 dan juga senjata mematikan Keishy baru saja ia copy yaitu senjata AX 49.


Beruntung Arvin telah mendapatkan senjata itu dari Jay dan menghancurkannya, jika tidak pasti mereka telah Meninggal di tangan Jay oleh pistol keramat yang Keishy buat untuk membunuh kelima wanita yang berkhianat pada Organisasi HSD tersebut.


Mia membuka pintu bilik yang ditempati Jayrean dan Zeyvin yang berada di samping Mia menemani.


Splash!


Zeyvin marah dan melirik tajam pada Jayrean yang menyeringai merdeka duduk dikursi sedangkan tangannya diikat ke belakang dengan kaki yang bebas tanpa diikat, Dia membuat jebakan ini dengan kakinya.


"DASAR MANIAK!" Zeyvin segera mendekat ke arah Jay dan hendak memukulnya tetapi pukulannya sempat Mia tahan kemudian ia mengisyaratkan Zeyvin untuk mengendalikan emosinya, Zeyvin membuang napasnya kasar kemudian mundur dari hadapan Jay dan mengusap wajahnya frustasi.


Mia menundukkan badannya menetralkan wajahnya dengan wajah Jay, " Apa alasan lu membuat hiasan ini di pipi gua? Apa susah nya mengembalikan amunisi itu ke gua?! hah!!" Mia meninggikan suaranya di depan wajah Jay sedangkan yang dimarahi hanya menyeringai sekilas


Mia menempelkan pipinya dan menggesek pelan goresan itu di pipi Jay, terlihat darah Mia menempel dengan pola sama persis seperti goresan yang Mia miliki, " Apa lu kira gua bakal lemah dengan goresan seperti ini?"


Mia mengambil plaster luka di sakunya kemudian memasangnya di pipi dengan sekali usapan pada Jempolnya, " Aku tidak selemah itu, Babe .. " Ucap Mia menepuk pipi Jay pelan


...****...


Sena menyerang Keishy dengan pisau lipatnya sedangkan empunya sibuk menghindar dengan cutternya.


"BASTARD! karna lu ... Karna lu ..."

__ADS_1


Splash!


Pisau lipat itu menggores lengan Keishy tapi tidak ada alasannya ia harus mengalah, "Apa yang lu lakuin? Asal nyerang aja! Baru aja masuk! Gak salam dulu apa!" protes Keishy di tengah tengah pertarungan


"GAADA HATI LO HAH! APA ALASANNYA GUA DISEKAP DI SINI!" Sena mencari celah agar bisa menusuk Keishy sedangkan ia dari tadi menangkis serangan Sena, tujuannya disini hanya untuk menyekap Sena bukan membunuhnya.


"Karna abang lu ga mengembalikan barang yang sudah dia curi, Sena! " Ucap Keishy mencoba menahan emosinya


Sena melempar pisau lipatnya ke sembarang tempat dan jatuh terduduk lemas di bawah lantai yang dingin, dia memeluk dirinya sendiri kemudian ... Menangis.


"Karna kalian ... " Sena berusaha bangkit dari sana walaupun sedikit sempoyongan tapi ia tetap berusaha berdiri kemudian berjalan menuju Kei yang berada di depan pintu


".. Mamah ... " Sena memegang bahu Kei dan meremasnya kuat " .. MAMAH DIBUNUH SAMA LEONA!"


"Hah?! leo—"


DOR!


Sena menembak Keishy dengan jarak yang sangat dekat hingga rambut Sena tersapu angin sekilas. Seperkian detik kemudian teman teman Keishy pergi ke bilik Sena saat mendengar suara pistol disana dan mereka kaget dengan Keishy yang sempoyongan jatuh ke lantai.


Angkat dia


Cpetan


LU ADA MASALAH APA SAMA KEI!


Udah mia


Stop .. Jangan


kalian .. Semua .. Memang gaada HATI !


Diam!


Bawa dia ke mobil .. Dan bawa dia ke rumah sakit ...


Perlahan suara itu samar samar terdengar dari telinga Keishy kemudian tak ada lagi percakapan apapun. Hanya kegelapan yang menyelimutinya dan dinginnya suasana disana saat mendengar nama Leona.

__ADS_1


__ADS_2