Paradoks

Paradoks
Chapter 14


__ADS_3

Mata Keishy menggenang, "Avin ..." lirihnya kemudian tangisnya pecah


"ini semua salah lu Vin!" bentak Keishy memukul pundak Arvin pelan


"Lu ... ngingetin ... gua ... sama ... mamah ... hiks ..." ucap Keishy dengan isakan tangisnya


Arvin membungkam tak mengeluarkan sepatah katapun. Memilih menyenderkan kepala Keishy  dipundaknya seraya mengusap rambutnya pelan dan menaruh kedua eskrim itu di meja yang berada dihadapannya.


"Keluarin semuanya Kei, hilangin beban itu dipikiran lu. Maafin gua"


Keishy mendongak melihat wajah Arvin sekilas kemudian memeluknya tanpa sadar.


Tangis Keishy menjadi jadi, tak peduli dengan keadaan sekitar. Keishy terus menangis seraya menenggelamkan kepalanya pada dada Arvin yang menurutnya hangat.


Isak tangis Keishy sangat terdengar di telinga Arvin, sungguh yang paling tepat adalah membiarkan Keishy melepas semuanya dan mendukungnya agar tetap tenang.


hingga beberapa menit tangisnya berakhir dan tersisa sesegukan dari mulutnya.


"Gua suapin eskrim ya, Kei" mendengarnya pun Keishy menggeleng pelan


Arvin segera mengambil eskrim rasa Vanila milik Keishy yang ia beli tadi dan menyuapi satu sendok eskrim dihadapannya.


Keishy menggeleng pelan.


Arvin menyuapi Keishy dengan sangat pelan memasukki sendok mungil eskrim itu kedalam mulutnya sehingga ia menerima eskrim itu kemudian menelannya pelan.


Arvin tersenyum merdeka.


Dasar cewek


"enak Vin" Keishy berkomentar


"Alhamdulillah kalo gitu"


Arvin menyuapi Keishy hingga eskrimnya habis walaupun dengan pelan dan lama yang penting mood Keishy harus kembali membaik, tekad Arvin yakin.


Es krim sudah habis, Arvin segera pergi membuang cup eskrim itu ditempat sampah kemudian kembali ke tempat Keishy berada.


"Yuk pulang Kei" Keishy mengangguk kemudian meraih tangan Arvin dan menggandengnya dengan erat


Arvin meresponnya dengan gemas kembali mengusap kepala Keishy lembut seraya menaiki motornya pergi dari sana.


...•••••••...


"Mobil lu udah di benerin kan?"


"Udah kok tadi waktu lu pesen eskrim gua telpon montir, pasti mobil gua udah bener" Ucapnya segera memutar kunci mobilnya


Keishy kembali menyalakan mobilnya, dugaannya benar, mobilnya sekarang menyala.


"Syukur deh udah bener" Keishy tersenyum sumringah


Arvin yang berada diluar mobil pun segera menutup pintu mobil sisi Kei, "yaudah pulang sana"


"Iya iya ini juga mau pulang kali" Keishy memasang sabuk pengamannya

__ADS_1


"Vin"


"Hm?"


"Singkat amat, Najis"


"Hehe, iyaiya kenapa sih tuan putri"


"Makasih buat hari ini Vin" Kei tersenyum padanya


"Iya sama sama, udah cepet sana pulang"


"Iya gu-"


DOR-


DOR-


Sekumpulan gangster datang dengan kendaraan mereka, mereka datang dengan sangat tiba-tiba. Keishy dan Arvin pun kaget sekaligus panik memikirkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Mereka membawa senapan dan bom asap, membawa alat apapun yang digunakan sebagai senjata. Mereka melemparkan bom asap itu diseluruh penjuru sekolah.


Dimana mana hanya asap yang terlihat, polusi, asap hitam dan putih bersatu menjadi bau yang sangat tidak sedap.


Kenapa mereka dateng jam segini sih? Kan kesepakatannya jam 4!, batin Arvin panik.


Arvin merogoh ponselnya kemudian menekan tombol telepon, "mereka berulah bang"


"lakukan apa yang menurut lu benar vin"


"Kalian bisa tanpa Gua. Sekarang Gua ada urusan lain. Lakukan yang semestinya. Harus kompak Vin. Jangan melakukan sesuatu dengan seenaknya"


"Bang ad-"


Tut tut tut


Dasar Doggy


"sebenarnya ada apaan sih Vin?" tanya Keishy panik membuka pintu mobil


"Masuk bodoh! Banyak asep disini!" Ucap Arvin menutup pintu mobil


Kei membuka kaca mobil panik, "Jelasin Kunyuk! ini ada apa!" bentak Keishy


Arvin sedikit menundukkan kepalanya tepat dihadapan Keishy.


"Lu gaboleh keluar, jangan kabur. Kalo lu kabur? Mereka ga segan segan melempar bom sampe lu jadi abu. Ngerti?!" Keishy mengangguk dengan cepat mendengar penjelasan dari Arvin


"Bagus"


"g-gue takut Vin" adu Keishy


"Percaya sama gue, Jangan nyalain mesin mobil. Lu harus tahan. Kunci pintu mobil dengan rapat seolah olah gaada satu orang pun di mobil ini" lagi lagi Keishy mengangguk dengan cepat mendengat penjelasan Arvin yang meyakinkan itu dan menutup kaca mobilnya kemudian mematikan mesin mobil itu


Arvin merogoh ponselnya saat ada panggilan yang masuk kemudian mengangkatnya.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Kita ada di atap sekolah"


"Oke, gua bakal kesana sekarang" Arvin mematikan ponselnya kemudian mengendap memasukki lift sekolah hingga lantai atas seraya membekap mulutnya dengan kain yang ia bawa.


"Mana amunisi gua?" ucap Arvin setelah sampai di atap sekolah


"Nih" Zen memberikannya pada Arvin.


"Pancing mereka ke belakang sekolah, ditempat parkir ada jiwa yang masih idup"


"Siapa?"


"Kei adeknya Vian" seketika mereka disana mematung sejenak, "Merepotkan" ucap Zean mengambil senjata AX 59 miliknya


"Cecunguk ini" Arvin memukul kepala Zean pelan


"Aduh" ringis Zean, "salah apa dah gua?"


"Gatau pengen aja gua jitak" ucap Arvin seraya memasukkan beberapa peluru ke amunisinya


"Udah gausah buang buang waktu. Gua, Zen dan Zeyvin urus di belakang sekolah. Kalian berdua didepan karna gua yakin objek yang dibelakang sekolah lebih banyak dari pada didepan" Jelas Bobby kemudian mereka mengangguk mengerti melaksanakan perintah


Zen melempar bom bom kecil mengalihkan perhatian, Zeyvin dan Bobby bertugas untuk menembak. Arvin dan Zean mengeker semua gengster yang berada ditempat parkir.


Senapan yang menembak, bom yang berbunyi sangat keras dan pemandangan hanya asap yang terlihat. Sangat bising tak ada yang sunyi, suara penuh kegaduhan.


DOR-


Satu peluru lolos mengenai lengan Arvin tapi ia menahannya memilih untuk melanjutkan tembakannya seperti tidak terjadi apa apa.


"Vin lu terluka!" Ujar Zean khawatir


"gak kerasa, udah biarin" Jawaban Arvin sukses membuat Zean geram kemudian memukul kepala Arvin keras.


"salah gua apa dah Zean?"


"Gatau pengen aja".


Sianying


DOR- DOR- DOR- DOR- DOR- DOR-


Bunyi tembakan Zean dan Arvin saling membalas sehingga mereka berhasil mengosongkan lahan parkir.


Belasan jiwa manusia melayang disana, sebagian dari mereka mundur karna mengalami kekalahan.


Arvin tersenyum merdeka seraya melemparkan senapannya dan turun ke lantai bawah, ia berhenti dilantai dua melihat keadaan, Arvin tersenyum. Semua asap hilang dan mobil Keishy masih berada ditempat kemudian Arvin menuruni tangga ke lantai bawah dengan semangat untuk menemuinya.


-DUAR-


Terlambat. Salah satu gengster melemparkan bom dengan ledakan yang sangat kuat hingga kobaran api muncul dengan dahsyat. Mobil Keishy terlempar dari tempatnya kemudian meledak sebanyak tiga kali di udara hingga hancur menjadi puing-puing tidak berguna.


Arvin mematung tak percaya apa yang barusan ia lihat, Seperkian detiknya ia lari dengan panik dan khawatir menuju mobil itu.

__ADS_1


"Keishy!!!!!" teriaknya lirih.


__ADS_2