Paradoks

Paradoks
Taktik


__ADS_3

"..."


Dengan pelan, Naomi melepaskan tangannya dari genggaman Kuon.


Gelagatnya canggung, karena tidak tahu bagaimana ia harus merespon.


Selama ini, ia selalu bergumul dengan perasaannya sendiri dan menyakinkan dirinya jika ia sudah tidak lagi memiliki perasaan apapun pada Kuon, mereka kini hanya berusaha menjadi orang tua yang baik untuk Aiko, hanya saja kali ini ia sudah tidak mampu untuk menyangkal akan perasaannya sendiri.


"..Hari sudah malam..pu.." belum sempat Naomi menyelesaikan kalimatnya untuk meminta Kuon untuk pulang, Kuon tiba-tiba menariknya ke arahnya.


"Naomi" peluk Kuon


"Kuon!"


"..Aku masih mencintaimu Naomi... sejak kepergianmu, aku selalu menyesali perbuatanku..tindakanku yang sudah semena-mena dan menyakitimu selalu mengulang-ngulang di kepalaku.. dan ini bisa membuatku gila... aku tidak sanggup lagi hidup tanpa dirimu .." ucapnya mempererat pelukannya


"...Kuon !! uugh!" Naomi mendorong Kuon menjauh.


"..Naomi..?"


"Aku akan anggap tidak ada pembicaraan seperti ini diantara kita... pulang lah.. Aku ingin beristirahat" Ucap Naomi mengusap kedua lengannya sendiri tanpa melihat ke arah Kuon.


"Nao..baiklah.." tahu jika Naomi masih tidak bisa menerimanya, ia pun mengiyakan.


"Aku ...akan kembali besok.." ucapnya canggung sebelum pamit diri dan keluar dari kamar tersebut.


Kaki Naomi sudah tidak kuat, ia langsung terjatuh dan memegang dadanya begitu Kuon telah beranjak dari ruangan tersebut.


Hatinya pilu, karena walau kini ia sudah mengakui jika ia masih mencintai Kuon, mereka tidak akan bisa bersama. Kebenciannya kepada Chikako membuatnya bersumpah ia tidak akan menjadi orang ketiga dalam suatu hubungan..walau itu artinya ia harus mengubur perasaannya sendirinya untuk selama-lamanya.


...****...

__ADS_1


Kuon duduk termenung di Bar langganannya, segelas Vodka di tangannya.


Matanya tertuju pada gelas kristal yang memantul pancaran cahaya lampu di Bar tersebut.


"....Penyesalan memang selalu datang terlambat...aku adalah pria brengsek.." ucapnya tersenyum menertawakan dirinya sendiri. Ia lalu menghabiskan gelas tersebut dalam sekali teguk dan segera beranjak dari tempat ia duduk.


Ia ingin pulang ke rumah dimana Chikako berada, ia baru ingat ada dokumen yang harus ia bawa besok.


...****...


"Terima kasih sudah mengijinkanku untuk menghabiskan waktu dengan Yuki, aku tidak sabar untuk pertemuan selanjutnya" Ucap pria tegap dan berkepala plontos itu.


"Bukankah sudah kukatakan, aku akan sering-sering mempertemukanmu dengan Yukio...asalkan ....kamu selalu melaksanakan..apapun permintaanku..., aku sengaja memberi tahu Kuon jika Yukio tidak enak badan, dengan begitu Yukio tidak perlu menghadiri acara ulang tahun anak haram itu..dan kamu bisa punya waktu lebih banyak untuk menghabiskannya dengan Yukio ..." jawab Chikako seraya memakaikan jas ke badan Tetsu.


"He he, tidak ada yang tidak akan ku lakukan untuk puteriku .., kalau begitu aku akan pergi sekarang " pamitnya setelah mengecup kening Chikako.


Baru saja ia akan membuka pintu, seseorang dari balik pintu membukanya..


Melihat sosok yang membuka pintu membuat Chikako hampir pingsan!.


Kuon yang baru saja membuka pintu di hadapkan oleh pria berkepala plontos yang ia temui di ulang tahun Yukio, awalnya ia terkejut dengan kehadiran pria tersebut .


"Kamu..?"


"Ah..s-selamat malam Tn Nakamura, maaf aku berkunjung di waktu yang kurang tepat, aku kemari errr..karena kebetulan temanku tinggal di sekitar lingkungan ini..dan kebetulan juga aku pikir bisa sekalian berkunjung sebentar untuk mengambil copy document kerja sama travel kami dulu..." ucap Tetsu beralasan. Hatinya berdegup kencang.


"Oh..? dan apa kamu sudah mendapatkannya..?" tanya Kuon


" aah..Tn. Mori datang mendadak, sehingga aku belum sempat menyiapkannya..aku baru saja memberitahunya akan kukirim besok" sahut Chikako gugup.


"Mmmh..baiklah, kalau begitu aku tidak akan mengantar" ucap Kuon mengangguk dan berjalan memasuki rumah tersebut.

__ADS_1


Melihat Kuon telah meninggalkan mereka, Chikako segera memberi sinyal meminta Tetsu untuk segera pergi. Setelah itu ia cepat-cepat menutup pintu dan menyusul Kuon.


"..Aku tidak tahu kamu akan kembali malam ini, apa ada yang kamu inginkan?" tanyanya mengikuti Kuon berjalan memasuki ruang kerjanya.


"...Aku hanya ingin mengambil file untuk meeting besok, setelah itu aku akan pergi " jawab Kuon sambil membuka laci mejanya.


"...Apa ada yang ini kamu makan terlebih dahulu, aku bisa menyiapkannya dengan cepat"


Kuon terdiam.


"..Apa Reina tidak ada dirumah? Inoe? Ran? Kaori?" tanya Kuon mengacu kepada pelayan mereka.


"Reina hari ini minta cuti karena cucunya berulang tahun...dan karena hanya ada aku dan Yukio, aku pikir tidak masalah..jika seluruh pelayan juga kuijinkan untuk berlibur berhubung mereka sudah bekerja dengan keras..." jawabnya memberi alasan.


"....baiklah, aku sudah mendapatkan apa yang kuperlukan, aku akan kembali besok untuk menjemput Yukio" ucapnya dingin.


...******...


Begitu duduk di dalam kendaraannya, Kuon segera mengeluarkan telepon genggamnya.


"...Tut....Hello?"


"Aku ingin kamu menyelidiki seseorang yang bernama Tetsuya Mori, dan cari apa hubungannya dengan Chikako"


"baik..." tut.


Beberapa bulan sebelumnya, ia lupa untuk meminta Jun memeriksa latar belakang pria itu. Di tambah dengan kesibukannya akan persiapan ulang tahun Aiko. Beruntung ia bertemu kembali dengan pria itu malam ini sehingga mengingatkannya kembali.


"...Tentu kalian tidak berharap kalau aku percaya tidak ada hubungan apa apa diantara kalian bukan...? " Ucapnya tergelitik.


Ia memang belum punya bukti apapun, lagipula ia tidak peduli jika dugaannya tentang perselingkuhan Chikako terbukti, karena ia memang tidak memiliki perasaan apapun pada wanita itu. Ia hanya ingin mendapatkan bukti untuk menceraikan wanita itu dan mendapatkan hak asuh anak mereka.

__ADS_1


Selama ini ia menahan diri untuk tidak menceraikan Chikako semata-mata demi anak mereka, namun kali ini jika ia bisa membuktikan perselingkuhan ibunya, Yukio tidak akan menyalahkannya jika ia meninggalkan wanita itu.


...*****...


__ADS_2