Paradoks

Paradoks
Batin


__ADS_3

Pada minggu siang, Kuon beserta Yukio sudah berada di desa Kagawa, tadinya ia berencana untuk berangkat hanya berdua dengan Jun, namun Yukio merengek untuk ikut, mengingat ia sangat jarang menghabiskan waktu dengan puteranya itu, ia pun memutuskan untuk membawanya serta dalam perjalanan kali ini.


Setelah tiba di Kagawa, Kuon semakin yakin dengan keputusannya yang ingin mendirikan resort dan pariwisata di desa itu.


Kagawa di kelilingi pegunungan yang indah, belum lagi dengan pemandangan perkebunan milik penduduknya yang cenderung bekerja dibidang pertanian. Ia yakin dengan membuka pariwisata selain mendapatkan keuntungan, ia juga akan memberikan pendapatan ekstra untuk para penduduk desa Kagawa melalui wisatawan asing.


Jun mengendarai Mobil mereka dengan pelan seraya mengitari desa tersebut, Kuon ingin melihat fasilitas apa saja yang ada di desa itu, ia cukup puas dengan apa yang di temukannya. Walau bukanlah daerah yang besar, desa itu memiliki hampir segalanya, yang tidak desa itu miliki hanyalah hotel besar, kebanyakan hanya berupa penginapan sederhana. Puas dengan keputusannya, ia pun keluar dari mobil dengan Yukio untuk mencari restoran sembari berjalan-jalan menelusuri daerah itu.


Sementara itu...


"Aku tidak menyangka jika akan ada proyek besar-besaran di desa kita, selama bertahun-tahun aku hidup disini, tidak banyak perusahaan besar yang sampai ke tahap ini, sebelumnya sempat ada yang melirik tapi di batalkan.. Jika kali ini berhasil, pendapatan kita akan bertambah!" Tetsuhiko tampak semangat


" Ya, semoga memang terjadi, melihat kendaraan dan alat besar yang sudah masuk kesini, tampaknya tidak akan ada perubahan rencana lagi.. Jika resort berhasil dibuka, aku akan meminta Shohei pulang agar bisa membantu kita disini" Wakana menimpali dengan gembira.


Shohei adalah putera mereka satu-satunya yang memutuskan untuk bekerja di Tokyo karena berharap mendapatkan pendapatan yang lebih baik.


"Aku sempat dengar nama perusahaan yang ingin membuat resort, namanya Akimura Group bukan? Dengar-dengar pemimpinnya masih muda dan tampan.. Kyaaaaa aku berharap bisa bertemu dengannya" ucap Megumi kegirangan.


"Hei hei, apa kamu lupa dengan kekasihmu disini? Lagi pula nama perusahaannya Nakamura Group.. Bukan Akimura.." timpal Kenji.


Deg!! Jantung Naomi sempat berhenti mendengar nama Nakamura, ia sedang mencuci piring ketika nama itu disebut, ia segera mengeringkan tangannya dan bergabung dengan mereka yang sedang mengobrol.


".. Apa katamu..tadi? Nakamura..?" tanya Naomi.


"Ya, sejak kuketahui kalau Desa kita akan memiliki resort, aku mencari tahu perusahaan mana yang akan melakukannya, setelah mencari tahu, aku mendapatkan beberapa informasi yang menarik. Nakamura Group itu bukan sembarangan perusahaan!! Mereka mempunyai banyak sekali bidang, dari perhotelan hingga pusat perbelanjaan..aku yakin desa kita akan semakin ramai dan terkenal!!.. Aku hanya harap.. mereka tidak akan merebut pekerjaan kita dengan... membuka restoran yang sama.. " jelas Kenichi seraya mengaruk kepalanya.


" Dasar bodoh, tujuan mereka itu ingin menambah pendapatan penduduk desa ini, mereka tidak akan menjual ramen.. Lagi pula ramen kita tidak terkalahkan" Ucap Megumi seraya memukul kepala Kenji.


Naomi sudah tidak bisa berpikir lagi, ketika mendengar nama Nakamura, yang ia rasakan adalah perasaan tidak tenang dan gugup..


Desa ini adalah desa yang kecil, jika memang Kuon akan mengadakan proyek didesa ini, besar kemungkinan mereka akan bertemu..

__ADS_1


"Tidak.. Tidak mungkin kami akan bertemu.. Jika benar Kuon yang mendirikan tempat pariwisata disini, belum tentu ia akan turun tangan secara langsung... Tidak mungkin kami akan bertemu" pikir Naomi meyakinkan diri.


...****...


Baik Kuon maupun Yukio saat ini sedang di sebuah taman bermain anak, satu hal yang Kuon dapati, walau taman ini tidak besar, semua mainan anak dari ayunan hingga jungkat jungkit terlihat terawat.


Yukio sedang bermain seluncuran ketika teleponnya bergetar, oleh karena itu ia berjalan keluar dari taman itu untuk mengangkat telepon seraya sesekali mengawasi Yukio. Dari kejauhan ia melihat Yukio sedang bermain dengan seorang anak perempuan, dan baru saja ketika ia membalikkan badan, tangis seorang anak terdengar..


"Huweee"


Kuon segera mematikan telepon genggamnya dan berlari ke arah mereka.


"Ini punya ku!!" ucap Yukio seraya memukul seorang anak perempuan yang terlihat lebih kecil darinya.


"Yukio!!" bentak Kuon, ia segera mendekati gadis kecil itu untuk memeriksa apa ada luka pada anak itu.


Ia terkejut saat anak itu menengadah dan melihatnya dengan mata yang penuh dengan air mata. Ia melihat sepasang mata biru yang mirip dengannya..dan tanpa alasan yang jelas ia seakan-akan mengenal anak itu walau ini adalah pertemuan mereka yang pertama.


Dan yang ia tidak mengerti, mengapa ada kerinduan dan rasa sakit hati ketika melihat gadis kecil itu. Mungkin ia terlalu merindukan Naomi sehingga ia merasa gadis kecil itu memiliki paras yang mengingatkannya pada Naomi.


"Huwee, Pa..pa.." tangis anak itu.


Terlihat pria itu sedang berusaha untuk menenangkan anaknya.


"Maafkan kami, ini adalah kesalahan anakku, aku tidak tidak menjaga anakku dengan baik" ucap Kuon meminta maaf seraya membungkukan badannya.


"Anak-anak memang terkadang belum mengerti apa yang mereka lakukan adalah salah, tapi kuharap anda bisa memperhatikan anak anda dengan lebih baik lagi, ayo Aiko jangan menangis lagi.. Papa akan membelikanmu Ice cream" ucap pria itu seraya berjalan meninggalkan mereka.


Kuon tidak bisa mengalihkan pandangannya dari anak itu, gadis kecil yang bernama Aiko itu mengintip dari leher Ayahnya ketika pria itu menggendongnya keluar dari taman itu, melihat Kuon yang masih memandanginya, ia segera menyembunyikan wajahnya dan memeluk leher ayahnya lebih erat lagi seolah-olah ia takut dengan Kuon.


Perasaan Kuon dipenuhi dengan berbagai macam emosi seolah-olah ia masih ingin bertemu dengan anak itu, ia sama sekali tidak mengerti mengapa ia merasa tidak rela melihat gadis kecil itu memanggil orang tuanya dengan sebutan papa. Ia pasti sudah gila.

__ADS_1


Dengan berat hati, ia terus memandangi mereka hingga ayah dan anak itu menghilang dari pandangannya, Kuon lalu berlutut untuk mensejajarkan dirinya dengan Yukio.


"Apa yang telah kamu lakukan Yukio? Mengapa kamu memukuli anak itu?" tanya Kuon.


Melihat wajah Kuon yang serius, ia tahu kalau ia sedang dalam masalah, ia pun mulai menangis.


" Dia.. Dia.. Huwaaaa.. "


Menghela nafas, Kuon kemudian menggendongnya dan berjalan meninggalkan taman itu.


...****...


Arata mengantar Aiko pulang ke restoran setelah membelikannya Ice Cream. Naomi sedang membereskan meja ketika melihat mereka sudah tiba.


" Mama!! " panggil Aiko ketika melihatnya


"Wah, kalian sudah pulang, bagaimana dengan hari kalian?" tanya Naomi segera menghentikan aktifitasnya dan memeluk Aiko.


"Ini!" jawab Aiko menunjukan Ice Creamnya.


"Seorang anak memukulnya ketika kami berada di taman bermain" timpal Arata.


Mendengar penjelasan singkat Arata, Naomi segera mengecek tubuh Aiko, memastikan tidak ada yang terluka.


"Tenang saja, ia tidak apa-apa, ayah dari anak itu juga sudah meminta maaf. Sepertinya mereka pendatang atau tamu yang sedang mengunjungi keluarganya disini" ucapnya lagi


"Lain kali kamu harus hati-hati ya Aiko, jika ada anak yang lebih besar darimu mencoba menyakitimu, kamu harus menghindar atau katakan kepada kami" ucap Naomi menasihati Aiko.


Putri kecilnya hanya memandanginya dan kemudian tersenyum. Melihat Aiko tersenyum, ia segera memeluknya lagi dengan erat.


Naomi sangat protektif terhadap Aiko, ia tidak tahu apa ini diakibatkan karena ia pernah mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari tebing atau karena hal lainnya sehingga ia memgalami kehamilan yang sulit bahkan ketika melahirkan putri semata wayangnya, hampir merengut nyawa mereka berdua, Aiko juga terlahir dengan fisik yang lebih lemah dari anak-anak seumurnya, bahkan fisiknya juga lebih kecil dari teman sepantarannya...oleh karena itulah Naomi sangat berhati-hati dan protektif terhadap buah hatinya itu.

__ADS_1


"ayo kita makan dulu" ajak Naomi seraya menggendong Aiko.


...*****...


__ADS_2