Paradoks

Paradoks
Chapter 11


__ADS_3

Sudah lima belas menit Mia menunggu Keishy di depan Apartemen nya, Mia sesekali mengumpat pelan dengan sikap Keishy yang begitu lelet.


Mengambil sehelai rumput dihalaman Apartemen dan melilitinya sebagai mainan agar tidak bosan. Kemudian Mia duduk disalah satu bangku yang ada disana.


Sayang


Kalimat itu membuat Mia menoleh tak sengaja melihat pasangan yang sepertinya suami istri di halaman Apartemen.


Mia mengalihkan pandangannya memutar matanya malas saat mereka bermesraan .


"Masih pagi juga!" Umpatnya dalam hati


Mia memainkan rambutnya mencoba untuk mengurangi kebosanannya tapi tidak berhasil, justru Mia tambah bosan menunggu Keishy disana.


Dengan seragam sekolah, tas ransel kecil, wajah dengan hiasan yang tipis dan rambut panjang yang ikal Keishy menebarkan senyuman pada Mia.


Sedangkan Mia hanya memutar matanya dan mendecih, "lu lama kek ikan lele tau ga sih?" Sembur Mia


"Apa hubungannya sih, Mi?" Keishy merogoh kunci mobil yang ada disaku kemudian pergi keparkiran


Mia menyusul Keishy dan mengatur langkah kakinya, "lelet sama dengan lamban, lamban sama dengan lele tambah t jadi lelet" jawabnya santai


Keishy memandang Mia penuh pertanyaan dan mengabaikannya kemudian, "terserah lu dah" ucap Keishy memasukki mobilnya dan menutup pintu mobil sedangkan Mia masih diluar


Mia tersentak kemudian mengetuk kaca mobil mengisyaratkan Keishy membukanya.


"Lu lupa, gua bawa mobil curian orang?"


"Curian apaan? lu abis nyuri ya?!" ucap Keishy kaget dengan posisi mengeluarkan kepalanya dari jendela setelah membuka kaca


"Bukan setan!" Mia memukul kepala Keishy pelan, "Lu tau Cranium Motw kan? Anak buahnya ninggalin mobil sebagai barang bukti yang mau dia ilangin" Jelas Mia


"Tau dari mana lu?"


"Ya gua punya cctv lah pinter, lagian mereka masih pake jaket khas Organisasi Mafia mereka kok, makanya gua bisa tau. Mereka ninggalin mobilnya ke rumah gua biar gua kena imbasnya, mereka yang berbuat gua yang dipenjara, gitu." Keishy mengangguk mengerti dengan penjelasan Mia


"Barang bukti lainnya masih ada didalem mobil?"


"Masih, dan bodohnya mereka belom menghapus sidik jari mereka. Salah satunya pistol rakitan yang mereka buat" jawabnya meyakinkan


"Oke, apa yang harus kita lakukan?"


"Rel kereta api" Mia menyeringai dan mengedipkan mata kirinya dan seringaian itu dibalas Keishy exited


"bluetooth handsfree ?" Ucap Keishy seraya mengancungkan benda itu


"bluetooth handsfree" tekan Mia seraya mengacungkan handsfree-nya kemudian menyalakan mobil curian itu pergi dari hadapan Keishy yang menutup kaca mobilnya


Mia masuk ke dalam mobil dan menekan nomor Kei ke panggilan dari ponselnya, sekian detik pun Keishy mengangkatnya.


"Jangan dimatiin, gunakan ini seolah olah seperti walkie talkie"


Keishy mendengarnya dengan handsfree pun memutar matanya malas


"Jangan bicara seolah olah ini hari pertama gua melakukan hal seperti itu, Mia"


Mia terkekeh pelan


"Lu duluan, sister..."


"I know, baby...."


Keishy menancap gas mendahului Mia sedangkan Mia mengikuti Keishy dari belakang.


Mereka melewati jalan tol yang sangat besar dan sepi, dengan kecepatan 150 km/jam Keishy dan Mia mengendarai benda itu dengan santai sembari mendengarkan musik.


Sesekali mereka saling mendahului dengan tantangan yang mereka lontarkan dengan candaan yang diluar ekspetasi manusia.


Dan akhirnya mereka melihat Rel Kereta Api yang hampir mereka dekati dengan jarak sejauh seratus meter.


Dengan mengendarai mobil beriringan Keishy dan Mia bertatapan dan saling melemparkan senyuman miring.


Mia dan Keishy menambah kecepatan menjadi 200 km/jam sungguh mereka sangat cepat. Pohon, dedaunan dan rerumputan sekejap terkibas dengan kecepatan mereka.


Bunyi kereta api semakin lama semakin keras menandakan bahwa mereka semakin dekat dengan Rel Kereta api.


Kei meningkatkan volume musik membuat Keishy mengangguk anggukkan kepalanya tak sadar dan meningkatkan semangatnya maksimal begitu juga dengan Mia.


—CKIITT—


Suara decitan ban mobil Keishy yang bisa menyakiti telinga manusia itu bersuara ketika ia menghentikan mobilnya dengan jarak kereta api hampir sepuluh sentimeter sehingga ban belakangnya terangkat sejenak.

__ADS_1


Kereta api itu bersuara nyaring melaju dengan kecepatan yang maksimal.


sangat kebetulan pembatas kereta api telah patah karna ada kecelakaan kemarin lusa sehingga Keishy bertindak diluar batasan.


Sedangkan Mia telah terseret kepala Kereta api disana.


Percikan api keluar diantara sela-sela kecil mobil dan kereta. Mia segera membuka atap Mobil dengan jantung yang berdetak kencang.


Walaupun Mia sudah sering melakukan hal yang sejenis ini tapi tak ada alasan Mia harus santai bukan?


Bisa saja garis takdirnya mati pada saat itu juga.


Bisa juga tidak.


Keishy mencoba menyusul kereta itu dengan kecepatan maksimal di sisi kereta. Sela antara Keishy dan kereta berjarak kurang dari duapuluh sentimeter, itu sama sekali tidak jauh.


Mia mengenakan masker hitam kemudian memanjat keluar dari mobil itu dengan susah payah, melompat dengan gesitnya menggenggam besi yang berada diatap kereta api.


Masinis sangat kaget dengan kejadian itu, anak siapa yang tidak dijaga sama sekali? bisa bisanya memanjat kereta ini, apa yang dia lakukan? Maut itu datang sendiri tak perlu susah payah menjemputnya, Pikir Masinis itu campur aduk saat Mia bergelantungan dihadapannya.


Dengan kelakuan Mia dan Keishy pun penumpang disana panik sekaligus mengangkat ponselnya dan merekam kejadian itu.


Hanya sedikit yang merekam sisanya hanya menonton dan duduk seperti tidak ada kejadian apapun dengan kata lain tenggelam di dunia dirinya sendiri.


Masinis itu mengisyaratkan Mia segera untuk menyelamatkan diri tetapi Mia menatapnya dengan tatapan luar biasa sangat biasa saja bisa disebut muka datar.


Masinis itu membentak Mia menyuruhnya untuk segera turun tetapi Mia malah mengeluarkan secarik kertas dari saku rok abu-abunya kemudian menempelkannya dimuka kereta itu.


Mia sudah merencanakan ini sejak lama sepertinya.


Dia mengisyaratkan dengan tangan lainnya untuk menelfon nomor yang ia tempelkan di kaca kereta api itu kemudian menunjuk mobil yang masih terseret oleh kereta.


Mia menatap masinis itu dengan tatapan 'dia ngerti ga sih? Semoga aja iya'.


Masinis itu mengurangi kecepatan kereta sedikit demi sedikit, tetapi Keishy menyusul kereta itu masih dengan kecepatan yang maksimal.


Kemudian kereta itu malaju setara dengan kecepatan maksimal mobil Keishy seraya melihat Mia dan fokus pada mobilnya bergantian.


Mia berusaha mengangkat badannya pergi ke atap tetapi ia tak bisa, suara mobil yang diseret kereta itu sangat menegangkan.


Dengan keringat yang bercucuran Mia melemaskan badannya sebentar.


Mobil itu semakin lama semakin menjauh dari rel kereta mndekati jalur Keishy yang ia tempati.


Kereta itu masih melaju cepat dan Keishy segera kembali menancap gas dengan kecepatan yang maksimal mengejar kereta itu.


"Mia? Test! MIA!!"


Ucap Keishy emosi mencoba menghubungi Mia dengan Handsfree nya.


"gue .. kehabisan ... tenaga .. Kei .." Ucap Mia terbata bata dengan helaan nafasnya


"LU PASTI BELOM MINUM ANTIMO MI"


"Ha .. ha .. lu .. ini ... masih ... sempet-sempetnya ... ngelawak .. dalam .. keadaan .. seperti .. ini .."


"dasar lemah"


"... hah? .."


"Semangatlah dalam hidup jangan terperangkap cuma karna alasan semacamnya karna jika kita berusaha keberhasilan itu tidak akan menjauh"


"SEMANGAT MIA!"


Lanjut Keishy


Tak tahu kenapa kata kata Keishy yang terlontar dari handsfree itu membuat Mia sedikit berfikir.


"Jangan banyak mikir woy, coba bayangin hidup tanpa adanya pengalaman seperti ini, lu kalo mati mau cerita ke siapa? Munkar dan Nakir? Yakali" Mia diam dengan omelan Keishy yang terus membasahi telinganya karna keringat dirinya sendiri.


"Bener juga ya"


Lontaran Mia membuat Keishy tersenyum semangat


"Apa yang lu tunggu? Temen temen kita menunggu cerita lu Mi, HWAITING!!"


Teriak Keishy diakhir kata membuat Mia semangat segera berusaha memanjat dan mengeraskan lengannya yang sudah dalam keadaan menggenggam besi.


Mia menaikkan kaki satunya ke atas kemudian menaikkan kaki lainnya ke atap kereta api, merangkak disisi tengah gerbong utama dan melentangkan badannya lemas.


Deru nafas Mia sangat cepat tak ada jeda, semakin lama melambat dan tak ada helaan yang tersisa.

__ADS_1


Mia fokus menetralkan nafasnya dari hidung dan perutnya kemudian memejamkan matanya sekejap.


"Jangan tidur, lu gatau apa gua sudah payah mau ngejer lu di gerbong utama"


"Bacot lu Kei" Mia terkekeh pelan, "berusahalah jika kau ingin berhasil" Keishy mendengar itu pun tersenyum dan menambah kecepatan mobilnya sampai ke gerbong utama


Keishy segera mengenakan masker bertujuan agar orang orang yang ada di kereta tidak mengenalinya kemudian membuka kaca mobil itu dan memberi sedikit jarak untuk melihat keadaan Mia.


"Heh lu dimana?" tanya Keishy membuang dan melihat ke atap kereta bergantian


"Di sisi tengah gerbong utama"


Mia menghela nafasnya pelan


"lu udah ngabisin waktu lima menit buat istirahat, dan .."


"Dan?" Kata kata Keishy sengaja digantungkan membuat Mia bertanya


"DAN KITA TELAT 2 JAM WOY, LU LUPA KITA MO SEKOLAH HAH? LIAT PAKAIAN YANG LU PAKE! MASIH ROK ABU ABU SAMA BAJU PUTIH!" Mia membelalak kaget dan segera bangkit dari baringnya di atap kereta dan segera mencari keberadaan mobil Keishy.


Saat Mia melihat mobil itu setara kecepatannya beriringan dengan gerbong ketiga.


tanpa aba-aba Mia berlari cepat dan melompat dari gerbong ke gerbong.


"KEI!!!" Teriak Mia seraya berlari menuju mobil Keishy tepat di sisi gerbong ketiga.


"Jangan teriak jingan! Kita pake handsfree juga woy! sakit kuping gua." Gerutu Keishy. Mia sesekali terkekeh dengan ulah dirinya sendiri karna lupa bahwa ditelinganya masih mengenakan handsfree.


Mia melihat mobil Keishy pun segera melompat gesit dari atap kereta ke atap mobil.


Dengan bunyi benturan Mia antara atap mobil, Keishy segera mengatur kecepatannya melambat dan akhirnya berhenti.


Kereta Api itu mengeluarkan bunyi yang sangat nyaring begitu didengar dekat dan dengan bersamaan penumpang di dalam kereta api memberi sorakan yang bergemuruh seperti melihat atraksi dalam sirkus.


Mia melompat turun dari atap mobil Keishy dan masuk di kursi depan tepat disampingnya. Keishy menoleh melihat Mia seraya menyeringai.


"Apa lu senyam-senyum?" Tegur Mia mengatur deru nafasnya


"Awesome gila! bagus banget dah lu! Ini pengalaman paling wow bagi gua Mi!" Dengan kedua kalinya Keishy exited


"Haha, lu gak sendiri Keishy" Ucapnya, "ini juga pengalaman paling menyenangkan bagi gua" Mia tersenyum lega kemudian matanya bertumpu dengan jam membuatnya membelalak kaget


"JAM SEMBILAN SETAN!"


"EH IYA!" Seru Keishy ikut kaget


"GAS WOY GAS! KITA TELAT GA NANGGUNG NANGGUNG AMAT SI"


"2 JAM DONG!"


Keishy segera memutar balik mobilnya dan menancap gas dengan kecepatan 150 km/jam kemudian membelokkan mobilnya menuju jalan tol menukik dengan perasaan yang panik


...*****...


07:30


"Dua tujuh, dua delapan, dua sembilan"


Suara lugas Arvin menghukum siswa dan siswi yang sedang push up dan sit up.


"Gak kompak! Sekali lagi dari awal!" Ucap Zeyvin seketika siswa dan siswi yang dihukum itu menghela kesal dan memberikan sumpah serapah


"Jangan banyak omong! Berani berbuat berani tanggung jawab" balas Zeyvin tegas


Setelah menghukum mereka pun Zeyvin dan Arvin menggantikan Pak Satpam sekolah untuk menjaga gerbang seraya memakan makanan yang ia beli tadi di kantin.


Dengan perasaan yang sangat bosan pun Arvin segera membaringkan kepalanya di meja dalam Pos Satpam kemudian tertidur begitu juga dengan Zeyvin.


—TIN TIN—


Klakson mobil itu membuat Zeyvn dan Arvin terbangun dengan tidur singkatnya.


Dengan geram Zeyvin segera membuka gerbang sekolah dan mobil itu masuk segera pergi ke parkiran.


Zeyvin segera menarik tangan Arvin pergi ke tempat mobil itu berada. Bisa saja itu siswa atau siswi yang terlambat bukan?


Arvin dan Zeyvin sudah berada di depan mobil itu dan mereka dikejutkan dua sosok wanita yang keluar dari mobil dengan muka melemparkan senyumannya tanpa dosa.


Yah, dialah Mia dan Keishy.


Arvin dan Zeyvin saling bertatap muka melemparkan pandangan penuh pertanyaan kemudian kembali menatap Keishy dan Mia.

__ADS_1


"telat apa kondangan kalian ini?"


__ADS_2