
Keishy memasukki kamar kakaknya mencoba mengutak-atik komputernya dan berfikir bahwa Vian itu tipe yang cukup simpel tentang masalah ini.
Keishy mencoba satu persatu file yang ada dikomputer Vian, tapi hasilnya nihil. Tak ada satupun sesuatu yang bersangkutan dengan HSD.
Membuka semua isi yang ada dikomputer Vian, Keishy membukanya dengan teliti dan melihatnya saksama.
Dan pada akhirnya Keishy berhenti di salah satu Video yang tersimpan didalam sana.
What?!
Keishy menscroll banyak Video tersimpan disana tanpa membukanya.
"Ngapain bang Vian nyimpen video yang kayak gini?!" Umpatnya kesal dan menghapus semua Video itu sekaligus
"Bukannya dapet solusi malah dapet video vulgar kek gini! Gaguna!" Umpatnya
Keishymenghela kasar dan beralih membuka pesan Email satu persatu. Ia menemukan tulisan 'markas HSD' kemudian menekan tombol kanan mouse yang dipegangnya.
Seketika lemari buku dibelakang Keishy bergeser menampangkan sebuah pintu kaca yang dilapisi tabung pipa didalamnya.
Ruangan itu seperti lift yang menuju ke suatu tempat. Keishy segera menuju kesana tapi ia tidak dapat masuk ke ruangan itu, disana ada kata sandi yang harus dimasukkan agar pintunya terbuka.
Gua benci ini, batin Keishy.
Keishy menyimpulkan sendiri bahwa Vian tidak mau berfikir keras, ia segera memasukkan data lahir Vian ke dalam tabel sandi itu.
Keishy menghentikan langkahnya saat melihat sesuatu yang ganjal.
'Percobaan satu kali atau kau akan mati (:' tertulis dibawah tabel sandi. Keishy memondar mandir tubuhnya seperti setrika dan mengacak acak rambutnya kesal.
Ia memandang langit-langit memastikan bahwa tidak ada laser atau sesuatu yang mengancam nyawa.
Tidak ada satupun alat yang berbahaya diatas sana.
Dengan berat hati keishy menekan nomor kata sandi di tabel memasukkan data lahir Kakaknya.
Kemudian Keishy lari mengibrit keluar dari kamar kakaknya turun tangga apartemen dan keluar dari gedung apartemen itu dengan lari yang sangat kencang.
Bersembunyi dibalik kotak sampah yang berada dihalaman apartemen seraya berjongkok menutup telinganya memejamkan matanya kuat.
Sunyi, tak ada serangan apapun hanya ada suara kucing dan alam yang berisik tak lupa ada bapak bapak yang tugasnya membersihkan halaman dengan sapu lidi yang ia miliki.
Keishy membuka matanya pelan berdiri di tempat dan bercelingak celinguk memperhatikan sekitar.
Keadaan masih seperti tadi, biasa saja.
__ADS_1
Keishy kembali masuk ke Apartemen dan menaiki satu persatu anak tangga kemudian membuka apartemennya memasukki kamar kakaknya.
Pintu lift itu terbuka, Keishy mencoba mendekati pintu tersebut memastikan.
Kemudian Keishy menatap ke arah tabel sandi yang bertulisan 'percobaan satu kali atau kau akan mati (:' Berubah menjadi 'tapi boong h3h3'.
Abang : ), batin Keishy
Tanpa basa basi Keishy langsung memasukki ruangan yang seperti lift tersebut.
"buat jaga jaga" gumamnya kemudian menyuntikkan sedikit cairan hijau itu kedalam tubuh
Tubuh Keishy lemas, nafasnya sesak seluruh tubuh Keishy melemah sempoyongan menidur diatas lesehan besi yang dingin.
Ini suntik mati apa suntik kekebalan? , batin Keishy.
Tak lama dari itu pun Keishy membaik walaupun sedikit pusing dia mencoba berdiri dan menekan tombol 'tutup'.
Seketika lift itu bergerak cepat, Keishy merasakan perutnya mual tapi dia menahannya.
Kurang dari lima menit lift itu berhenti menandakan bahwa ia telah sampai pada tujuan.
Keishy keluar dari lift tersebut dan terlihat didepannnya masih ada pintu kayu yang tertutup kemudian dia mendekatinya, menjeda untuk keluar memastikan keadaan.
"Viandra Gerralio Ralie" Wanita itu sedikit membungkuk menyentuh dagu Vian menggunakan pistol sedangkan Vian duduk di kursi dalam keadaan terikat
"hihi...Lo kira gue apaan? *******?!"
"Ngga lah sayang kamu kan pemuas aa" balas Vian seraya menyeringai
PLAK!
Dara menampar Vian dengan keras "Jaga bicara lo Viandra!"
"Padahal kita kemarin abis tukeran ludah lho, kamu ga inget?" Ucapnya senyum tak berarti yang sebelumnya meringis karna tamparan kuat dari Dara.
"Jangan banyak bacot! Cepet kasih tau kode Chip-nya!" terka Dara kesal
"Perasaan konflik mulu gua nemu, damai nya kapan? kek sinetron indo ae ni" Gumam Keishy seraya mengintip di sela sela kaca pintu kayu
"Jatah dulu baru kode Chip-nya" Rengek Vian seperti anak kecil
Cecunguk ini!, batin Dara.
BRAK!
__ADS_1
Keishy membuka pintu menggunakan kakinya dengan keras reflek semua yang ada disana melihatnya.
"SIAPA LO!" Ucap Nesa dengan nada membentak
"Tenang, gua ada dipihak kalian, gua tau kode Chip-nya" Ucap Keishy memulaikan permainannya
"Bisa lo buktiin?" tanya Citra dan Keishy langsung menunjukkan chipnya seketika kelima gadis itu menyodorkan senjata dan mengancam Keishy untuk memberi tau kode tersebut
**** mudah banget ditipu, kek Laisa, batin Keishy
ha?! yang bener siapa sih jingan, batin Vian.
"Kalian mau bunuh gua? Rugi banget, kode chip ada di gua jadi jangan ceroboh dengan keputusan kalian" Jelas Kei meyakinkan
"terus Vian gimana?" Tanya Monica
"Bunuh" Ucap Dara mulai menyodorkan pistol miliknya
"ETT! Bentar woy! Ga santuy amat dah" Keishy menghalangi Dara dengan tubuhnya
"Lu mau nembak pake tu pistol?"
"Emang kenapa?" Tanya balik Dara
**** emang ni anak, batin Keishy
"Coba pikir baik baik, Lu nembak Vian pake pistol itu sedangkan pelurunya ada ciri khas pengenal yang mudah buat di lihat, otomatis Polisi bisa mengenalinya dengan mudah, disetiap sudut ada cctv pula ap—"
"Cctv bisa kami ancurin" Celetuk Viara
"Jangan biasakan memotong pembicaraan orang lain" Ucap Keishy sinis
"Lu pikir itu cctv kentang hah? Itu cctv dilindungi pihak yang bekerja sama langsung dengan pemerintah, jadi kalo Vian mati kalian otomatis akan mati juga" Lanjut Keishy menjelaskan
"Jadi kita harus apa?" tanya Monica
"Gua punya ide, ini suntik mati" Ucap Keishy menyodorkan suntikan itu, "gua bisa bunuh dia dengan ini, bekasnya bakal ilang meresap di organ tubuh, jadi Polisi sulit menemukan penyebab Vian mati karna apa"
"Yaudah, gaperlu buang buang waktu. Suntik dia sana!" Perintah Dara dan Keishy mengangguk
Ia Mendekat ke arah Vian dan mengedipkan mata kanannya mengkode Vian bahwa dia akan baik baik saja.
Yeu, kalo misalkan mereka ketauan bunuh abang karna cctv, gua ketauan juga kali, pendek banget akalnya kek cowo, batin Keishy
Cklek!
__ADS_1
Pistol itu menyentuh kepala Keishy sontak ia membulatkan matanya kaget.
"Itu suntik mati apa suntik kekebalan?" tanya Viara dingin