
Sudah 2 minggu sejak kecelakaan itu, kondisi Naomi dan Aiko juga sudah jauh lebih baik, mereka sudah diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit walau Naomi masih harus duduk di kursi roda, beruntung neck brace yang dikenakan oleh Aiko sudah bisa di lepas dan tidak ada luka yang serius.
Kuon khusus mengosongkan jadwalnya hari ini untuk menyambut kepulangan Naomi.
"Selamat atas keluarnya kalian dari rumah sakit, apa ada yang kamu inginkan untuk merayakannya?" tanya Kuon sembari mendorong kursi roda Naomi menuju mobil mereka.
".. Aku tidak menginginkan apa-apa, aku sudah cukup senang akhirnya kami bisa keluar dari rumah sakit.. Aku tidak menyangka jika aku akan bosan beristirahat" tawa Naomi kecil.
Ia tidak menyangka jika ia masih bisa melucu mengingat kejadian yang hampir merengut nyawanya dan Aiko
" Aah, aku lupa bertanya, bagaimana.. Apa polisi sudah berhasil menangkap pelakunya? Aku tidak percaya ia bisa mengemudi mobilnya dengan begitu cepat di kawasan pejalan kaki!" gerutu Naomi.
Mendengar pertanyaan Naomi, membuat Kuon merasa malu karena hingga kini mereka memang belum mendapatkan kabar yang mereka inginkan.
" Sayang sekali hingga kini pihak penyedik masih belum menemukan petunjuknya.. Tapi aku sudah merekrut beberapa detektif swasta, kuharap mereka akan segera membawa kabar baik untuk kita..saat ini, ayo kita lupakan kejadian yang tidak mengenakan itu untuk sementara.. Aku sudah menyiapkan sedikit kejutan untuk kalian " Kuon mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
...*****...
" Dasar tidak becus! Aku sudah mendengar kabarnya jika wanita itu sudah keluar dari rumah sakit! Aku pikir kamu bisa menyingkirkan mereka, ternyata wanita itu dan anak haramnya justru hanya mendapatkan sedikit luka! Aku yakin Kuon akan memiliki lebih banyak alasan untuk menghabiskan waktu dengan mereka!! " umpat Chikako sambil menggigit kuku jarinya.
" Sayang..janganlah marah, aku tahu kamu kecewa.. Tapi aku janji, berikutnya mereka tidak akan lolos" bujuk Tetsu.
Mendengar janji Tetsu, amarah Chikako pun mereda.
"... Baiklah.. Lagipula kamu tidak bisa berbuat banyak di keramaian.. Aku harap berikutnya tidak akan ada kegagalan lagi"
"Aku berjanji.." ucap Tetsu seraya mengelus pipi Chikako.
...*****...
Naomi baru saja tiba di rumah ketika ia melihat wajah-wajah yang familiar sedang menunggu kedatanganya di ruang keluarga.
"Naomi!! Teriaknya.
__ADS_1
".. Megumi..?Ny Wakana..?? Kenji.. Kalian... Bagaimana kalian bisa ada disini? " Naomi terkejut melihat teman-temannya yang terlihat sudah cukup lama menunggunya.
" Kami langsung kesini begitu mendengar kabar kecelakaanmu dari.. Mantan suamimu.." jawab Megumi dan membisikan suaranya ketika ia mengacu kepada Kuon
" Ia yang mengutus seseorang untuk menjemput kami" sambungnya lagi.
"Bagaimana kabarmu Naomi? Bagaimana mungkin baru saja kalian pindah ke Tokyo, kejadian seperti ini justru terjadi!" Wakana terdengar khawatir.
"Bagaimana dengan Aiko? Apa ia baik-baik saja?" timpal Kenji.
Kuon yang kebetulan baru saja masuk dengan menggendong Aiko langsung menimpali
"Bersyukur puteri kecil kami ini hanya mengalami dislokasi di pergelangan tangannya..tapi ia akan baik-baik saja setelah menjalani beberapa terapi.. Yang kukhawatirkan adalah Naomi.. Kuharap ia akan lebih cepat pulih dengan adanya kalian disini" timpalnya.
"Oh.. Aiko sayang, kamu pasti sangat ketakutan.." ucap Wakana seraya membelai wajah Aiko bersimpati. Ekspresi sedih dan khawatir terpatri di wajahnya yang sudah di lalui garis oleh waktu itu.
".. Baiklah, aku akan membiarkan kalian untuk mengobrol, aku yakin kalian sudah sangat merindukan satu sama lain, dan aku juga sudah memesan untuk makan malam kita..aku akan membawa Aiko untuk beristirahat terdahulu" senyum Kuon pamit diri.
"Aku senang kalian berada disini. Kuharap kalian menikmati kunjungan kalian di Tokyo" sambung Naomi ketika Kuon sudah meninggalkan mereka.
".. Bagaimana menikmati kunjungan kami ketika kami harus mendengar kabar kecelakaanmu.. Apa kamu tahu, kami khawatir setengah mati... Syukurlah melihatmu saat ini, setidaknya kecelakaan kemarin tidak sampai mengancam jiwamu.." jawab Megumi.
"Maafkan aku, aku kurang berhati-hati kemarin.. Tapi hey setidaknya akhirnya kita bisa bertemu kembali, bagaimana kabar Arata?" tanya Naomi
"Arata sekarang sibuk sekali karena pembangunan di Kagawa sedang pesat sekali, jumlah orang yang berkunjung juga menjadi lebih banyak dan.. Bla bla bla" Megumi memberikan penjelasan kepada Naomi sambil mendorong kursi roda Naomi untuk memasuki taman.
...*****...
"Aku tidak menyangka mantan suamimu kaya sekali" ucap Megumi ketika mereka baru saja menghabiskan makan malam mereka dan kini sedang bersiap-siap untuk tidur.
Pada malam ini Megumi ingin menemani Naomi, seperti ketika ia dulu suka menginap di apartemen kecilnya Naomi di Kagawa.
Dari dulu ia sudah merasa mantan suami Naomi adalah pria yang mapan tapi ia tidak menyangka jika ia akan sekaya ini!!
__ADS_1
"... Sebenarnya.. Ia.. adalah pemilik perusahaan Nakamura yang sedang menjalankan proyek di desa kita.." aku Naomi.
"Ehh??????? Perusahaaan Nakamura???? Maksudmu Nakamura yang sekarang membangun resort di desa kita????? Perusahaan raksasa itu???" tanya Megumi hampir tidak percaya.
".. Ya.. Maafkan aku karena tidak mengatakannya sebelumnya..."
" Aku tidak menyangka jika sahabatku adalah mantan istri dari salah satu orang paling berpengaruh di negara kita ini!! Aiko tidak perlu khawatir tentang masa depannya!"
Mendengar ucapan Megumi, Naomi hanya bisa tersenyum.
" Tadi ketika sedang makan malam, aku melihat bagaimana ia begitu menyayangi Aiko..terhadapmu juga.. Tampaknya ia masih punya perasaan padamu.. Walau aku tidak tahu mengapa kalian berpisah..tapi jika ia masih mempunyai perasaan padamu.. Bukankah lebih baik jika kalian bersatu lagi? Demi anak kalian? Tanya Megumi.
"... Itu sudah tidak mungkin.. Kuon..sudah berkeluarga.." jawab Naomi.
"Eh? Benarkah.. Kalau demikian memang ini sedikit rumit.. Tetapi.. Bagaimana denganmu..? Apa kamu masih mempunyai perasaan terhadap mantan suamimu itu...?" tanyanya lagi
Mendengar pertanyaan Megumi membuat Naomi diam sejenak
"..... Aku tidak tahu.. Selama 6 bulan terakhir ini.. Dia sungguh sangat berubah dibandingkan saat kami bersama dulu...walau kami menjalani pernikahan yang singkat..aku hanya mengingat bagaimana kami hanya menyakiti satu sama lain..tapi bagaimana dengan perasaanku sekarang tentu sudah tidak penting.. Seperti yang kubilang, dia kini sudah berkeluarga dan aku juga sudah puas dengan keadaan seperti sekarang.. "
" Naomi.. "
" Ayo kita tidur, aku sudah lelah"
...******...
"Jadi mereka sudah menemukan petunjuk?" tanya Kuon.
"Ya Tn, walau belum bisa mengerucut siapa pelakunya karena siapapun yang menggendarai mobil itu menggunakan plat palsu, hanya saja dari cctv yang berhasil dianalisa, mobil itu mempunyai ciri-ciri seperti salah satu unit mobil yang dimiliki oleh Kelompok Yakuza Shingumi di Kabukichou, pihak penyelidik masih mendalami kasus ini" jelas Jun.
".. Yakuza...? Mengapa Yakuza sengaja menarget Naomi..? Dari rekaman cctv jelas-jelas mobil tersebut sengaja melaju ke arah Naomi.. Apa mungkin salah target?.. Tidak.. Ada yang tidak beres.." pikir Kuon.
"Baiklah, teruskan penyelidikannya dan laporkan kepadaku begitu ada informasi terbaru..."
__ADS_1