Paradoks

Paradoks
Chapter 5


__ADS_3

"Keishy Araballe Ralie?" Tanya Wanita paruh baya itu memastikan, selaku Kapsek.


"Maaf bu, Arrabale huruf 'r' nya yang double bukan huruf 'l' " Jawab Keishy membenarkan kemudian Bu Kapsek mengangguk dan memperbaiki catatan keterangan siswa.


Bu Kepsek merogoh kantung yang berisi seragam dan almamater sekolah dibawah meja dan memberikannya pada Keishy, "Kamu besok udah boleh sekolah"


"Apa itu wajib bu?" Tanya Keishy seraya menerima kantung itu


"Tidak, kamu boleh sekolah jika kamu mau, disekolah ini tidak ada pemaksaan"


"lagi pula jika murid dipaksa belajar dengan kemampuannya diluar batas mereka akan stres dan kami tidak mau itu terjadi"


"Disini banyak sekali ekstrakulikuler buat siswa/i yang sangat berminat,. Ekstrakulikuler ini juga untuk mengukur kemampuan murid dan bisa mengembangkan bakat yang mereka miliki"


"Jadi mereka bisa mengikuti kelas sesuai yang diminati tanpa ada kata pemaksaan"


"Dilantai dasar hingga lantai 3 itu kelas SMP-SMA semua murid bisa belajar seperti biasa"


"Memang di sekolah ini tidak wajib sekolah, tapi ada peraturannya" Ucap Bu Kapsek


"Murid jika sudah masuk gerbang sekolah tidak boleh keluar lagi, jika ketahuan bolos? Maka hukuman yang akan menanti mereka" Lanjutnya dengan nada memperingati


Keishy hanya duduk terpaku melihat meja sembari mendengarkan apa kata Bu Kapsek, Keishy mendengarkan setiap kata itu? Tidak juga.


Hanya beberapa kalimat yang terngiang dikepala Keishy.


Tidak, kamu boleh sekolah jika kamu mau, disekolah ini tidak ada pemaksaan.


Murid jika sudah masuk gerbang sekolah tidak boleh keluar lagi, jika ketahuan bolos? Maka hukuman yang akan menanti mereka.


"Jadi kalo mau bolos tetep aja dirumah sip" batin Keishy.


"Jika ketahuan bolos? Maka hukuman yang akan menanti mereka. Kalo ga ketahuan? Ya ga di hukum dong?" lanjutnya seraya berbicara dalam hati pada dirinya sendiri.


"Besok atau lusa, kamu mau mulai sekolah jangan lupa keruangan Ibu lagi buat ambil kelas ya, jadi murid yang baik ya, Kei" Ucap Bu Kapsek sembari tersenyum


"A-ah iya bu" Ucap Keishy memberi salam pada Bu Kapsek dan menyaliminya kemudian keluar dari ruangan itu.


Keishy keluar dari Kantor Kapsek menenteng kantung hitam di tangan kanannya.


"mereka udah pergi, ya?" gumam Keishy,


"Mungkin ke kelasnya, kali ya" Keishy mengendikkan bahunya


Yah siapa lagi kalau bukan ketiga Pria itu? Yang membuat Kei penasaran pada kakaknya.


Keishy segera keluar dari gedung itu kemudian memasukkan kantung yang ditentengnya tersebut kedalam bagasi.


Keishy menaiki mobilnya kemudian menyalakan mesin mobil itu. Keishy tidak pergi, ia hanya menyalakan AC dan memainkan ponselnya.


"Ngadem cuy." Pikirnya.


"DIEM GA!!" Suara itu mengagetkan Keishy yang sedang syahdu mendengarkan musik.


Terlihat dari sumber suara itu, terdapat gedung disamping sekolah yang sengaja dibuat sebagai gudang.


Apa Keishy akan kesana? Tentu saja.

__ADS_1


Didalam kamusnya sudah tercantum suara, 'jangan memendam perasaan kepomu, atau kau mati dengan rasa ingin tahu dan gentayangan menjadi hantu penasaran' halaman ke 5 baris ke 15.


Keishy mengintip pada sela-sela tembok di sampingnya.


"Ih lo disuruh diem aja susah" Terlihat dua gadis seumuran dengannya dan satu cewek culun yang terlihat lebih muda.


"Sepatu gue basah karna lo! JADI KOTOR TAU!!"


"INI SEPATU MAHAL YA!"


Gadis itu mencengkram kedua pipi Si Cupu dengan keras "bawa 5 juta. Gue jamin lu Nggak bakal kaya gini" Gadis itu menepisnya dengan kasar


"T-tapi a-aku ga sengaja kak, aku minta maaf" Si Cupu itu menunduk dalam keadaan duduk dan menangis


"Maaf aja ga cukup! Lo harus dapet hukuman!" Ucapnya membentak


"Bukannya mereka yang bikin gua masuk ke wc cowo?" pikir Keishy seraya menyipitkan matanya melihat ke arah mereka.


Amel langsung menumpahkan air selokan di kepala Sherly, Si Cupu. Mey temannya, Membanting beberapa telur di kepala Sherly dengan kasar.


kemudian Amel menyambutnya dengan tumpahan pasir tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Sedangkan Sherly tertunduk haru dengan nasibnya.


Mereka berdua tertawa lepas melihat Sherly yang tak berkutik tanpa melawan.


"Brengsek! Gabisa dibiarin!" gumamnya pelan.


"HEY KALIAN!" Reflek ketiga gadis itu melihat ke arah Keishy yang tiba tiba muncul


"Apa?" Tanya Amel pada Keishy tanpa basa-basi


"Lepasin adek ini sekarang!" Ucap Keishy tegas dengan penekanan


"Emang urusan lo apaan?"


"Hm.. Gaada si" Ucapnya yang tadinya berpikir


"Yaudah pergi sana!" Usir Amel membentak


"Oke-oke" Ucap Keishy santai beranjak pergi dari sana


Setengah jalan, Keishy kembali lagi ke lokasi pembullyan, memandang langit-langit dan menatap mereka berdua dengan senyum menjengkelkan.


"Mbak-mbak sekalian, kalo mau ngebully orang jangan disini, ya" Ucapnya seraya menyatukan kedua telapak tangan.


"Emang kenapa? Bukan urusan lo kali" Ucap Mey, Keishy terkekeh kemudian menunjuk ke arah cctv.


"Ah! Sial!" umpat Mey


"bastard" batin Amel.


"A-a i-itu cctv nya ga idup kali" Ucap Mey terbata-bata gugup seraya menggigit bibir bawahnya.


"Bisa lo buktiin?" Tanya Amel dingin


"Gausah repot repot, biar gue aja yang buktiin" Keishy segera melepas Arlojinya mengarahkannya pada cctv dan keluarlah sinar merah yang menandakan bahwa benda itu menyala.

__ADS_1


"Jadi, kalian mau pergi sekarang? Apa gue ambil rekamannya biar kedok kalian kebongkar?" Ancamnya seraya menyeringai


"Jangan macem macem ya, lo! " Amel mencengkram kerah baju Keishy emosi. Empunya menyeringai dan menyodorkan cutternya ke leher Amel.


"Lu yang keterlaluan! Cari lawan yang selevel sama lu! Eh iya, Lu manusia rendahan!" Keishy terkekeh, "Gapunya atitude dalam bersosialisasi"


Amel mendengarnya pun langsung melepas cengkramannya pada kerah baju Keishy "Cih, lo berlagak pinter di depan gue. Bakal gue buktiin siapa yang lebih pinter"


"Sh ah!" Amel merebut cutter milik Keishy dan menyeset beberapa jarinya kemudian menjatuhkan cutter itu ditanah meninggalkan Sherly dan Keishy sendirian.


Keishy dengan perasaan tidak terima pun langsung melempar cutternya ke arah betis Amel. Tak disangka cutter Keishy menancap dalam hingga Amel terduduk lemas.


"Kurang ajar! Ah.. Lo! Ini ngeluarinnya gimana coba Mey" Amel ragu menyentuh cutter itu


"Mana gue tau. Ih ini gue harus apa? Dalem banget tuh cutternya" Jelas Mey panik mengibaskan tangannya pada betis Amel guna menyejukkan


Keishy berjalan maju ke arah Amel dan Mey, berjongkok didepannya kemudian mencabut paksa cutter itu hingga darah sedikit menyiprat pada pipinya.


Amel meringis dan berteriak keras, betisnya sekarang sudah tak mulus lagi, hanya bekas cutter Keishy dan daging yang mengoyak hingga terlihat samar tulang didalamnya.


"LO PSIKOPAT APA GIMANA HAH?!" Bentak Mey emosi seraya menunjuk Kei tidak terima


"Ah..Um gatau "Keishy mengendikkan bahunya santai


"Betis lu itu akibat dari perbuatan lu sendiri karna udah nipu gua tentang Ruang Kapsek tadi pagi, Babe.. " Ucapnya dingin seraya mengedipkan mata kanannya kemudian pergi dari hadapan mereka


"Eh kamu namanya siapa dek?" Tanya Keishy pada Sherly


"S-Sherly kak" Ucapnya dalam keadaan kepalanya masih menunduk


"Sini sama kakak. ganti bajunya, kan bau, pasti kamu ga tahan" Ucapnya seraya mengulurkan tangan pada Sherly.


"I-iya kak" Sherly menyambut tangan Kei dan Kei membantunya berdiri kemudian mengantar Sherly masuk Ke dalam mobilnya.


Kei membuka kaca mobilnya"EH KALIAN BERDUA!" Tegur Kei saat melihat Mey menuntun Amel berjalan dengan kakinya yang pincang menuju tempat parkir.


"Itu kakinya paling cuma bengkak! 2 minggu sampe 1 bulan mulai pulih bener. Gws ya! Eh maksud gue GAK WAFAT SEKALIAN?!" Teriaknya


"Eh udah kak! kak Amel sama temennya itu licik banget. Kakak harus hati hati sama mereka, apalagi tadi kakak ngelukain kaki kak Amel, pasti mereka ada dendam sama kakak" Ujar Sherly lembut.


Kei mulai menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari sana, "Mau kerumah kakak apa kerumah kamu nih?" Tanya Kei yang masih fokus menyetir


"Kerumah aku aja kak" Ucap Sherly tersenyum simpul


"Ah iya, kasih kakak arahan ya dek" Ucapnya membalas senyuman sherly sekilas dan kembali fokus menyetir.


"Liat aja nanti, bakal gue buktiin siapa yang bakal tunduk" batin Amel.


"Mey lo harus hapus rekaman cctv itu, mau lo sadap kek, bajak kek, orang sewa kek, pokoknya tu rekaman jangan sampe ketahuan sama pihak sekolah"


"inget! lo harus selangkah lebih maju dari tu cewek, gue khawatir kalo Avin ama pacar lo si Zen tau kedok kita, Lo ngerti kan?" Jelas Amel


"Ngerti kok. Tenang aja Leader of IDM ini bakal bantu lo sampe titik terakhir Mel" Ucapnya menyeringai


"Apa yang akan lo lakuin ke cewek itu?"


"Biar Gue yang urus sendiri" Amel mengedipkan mata kirinya dan menyeringai sinis

__ADS_1


__ADS_2