
03:30 AM
Suara langkah kaki itu mengeluarkan udara dingin, empunya santai seraya memasukkan tangannya pada saku celana.
Memasukki perpustakaan dan mengambil buku dongeng anak anak, terdapat tombol berwarna merah lalu ia menekannya.
Lemari buku disampingnya itu berputar menampangkan lukisan domba. Ia memasukkan kata sandi kemudian lukisan itu membelah menjadi dua terbuka dan terdapat ruangan digital disana.
Viandra Gerralio Ralie, Pria yang masih lajang itu masuk kedalam ruangan memprogram sesuatu dikomputer untuk menyalakan Alarm digital jarak jauh.
Bunyi Alarm seperti bom, sontak Arvin, Zean, Zeyvin dan Zen bangun dari tidurnya dengan tempat tidur yang berbeda lokasi, kemudian ia mengambil arloji digital yang di rakit sendiri oleh Vian.
Mereka pergi dengan gesitnya menuju perpustakaan sekolah untuk menemuinya memasukki ruangan itu dan terlihat 6 wanita yang sudah stand bye disana yang termasuk anggota Organisasi Vian. Mereka berdiri mengelilingi meja bundar dengan tubuh berhadapan dengannya.
"Apa kalian tahu? Kenapa gua manggil kalian pagi pagi begini?" tanya Vian kepada mereka, sontak mereka menggeleng kepala tidak tahu
"Gue benci penghianat!" Ucap Vian membanting Vas Bunga di depannya yang tadi ada di meja bundar
Mereka kaget diam tak ada satupun yang berbicara dengan keringat dingin yang keluar.
Apa yang dimaksud Vian penghianat? Zen, Zeyvin dan Arvin saling menatap memberi isyarat apakah Vian tau tentang kejadian kemarin.
"Kalian kurang ngerti? Oke bakal gua kasih tau" Vian membuka Komputernya yang ada dibelakang tubuhnya, membuka audio dan menyalakannya
"Tes ..1.. 2 .. 3 ... Mia ... kasih ... tau ... gue .. kode .. brangkasnya .. gue .. udah .. dapet .. tombol ... merahnya .. hsd ... bakal ... gue .. rebut ... lu .. tenang .. aja .."—TAP. Vian mematikan audio itu
"Hahaha, Mia? Mia Anatasya Marcell? Lu baru 2 bulan dilantik udah jadi pesuruh Cranium Motw?" Vian mengelilingi mereka dan berhenti dibelakang Mia, menyentuh pundaknya dengan hawa dingin yang ia miliki.
Sontak Mia kaget mematung tertunduk memandang sepatunya berkeringat.
"Lu tau, balasan seorang penghianat apa? Haha" Vian terkekeh hambar, "Mati ... " Bisik Vian dengan suara beratnya dekat ditelinga Mia. Seketika mata Mia membulat kaget tak percaya.
__ADS_1
DOR! DOR! DOR!
Vian menembak Mia dari belakang dengan jarak yang begitu dekat. Dengan tiga kali tembakan itu Mia Mati ditempat dan tergeletak dilantai.
"Ayok siapa lagi yang mau jadi penghianat, tangan gua gatel nih pengen nembak" Ucapnya Tersenyum horor pada manusia didepannya
Vian kembali melihat jasad Mia tergeletak di atas lantai dengan tatapan yang menjijikkan.
"Bilangin sama keluarganya, Mia meninggal dalam keadaan menjalani tugas. Gua jadi kasian sama keluarganya, kalo mereka tau kejadian yang sebenarnya" Jelas Vian kemudian mereka mengangguk mengerti.
"Bang, apa lu ga berlebihan bunuh orang kayak gini?" tanya Zeyvin
"HSD itu rahasia negara, gak mungkin seorang penghianat dibiarin hidup. Itu gede resikonya Zey" Jelas Vian
"Bang Vian, Kapan HSD itu di antar ke lembaga negara?" Tanya Nesa
"Iya bang, kita harus mmempersiapkan matang matang tentang ini" Lanjut Monica
"Itu nanti, biar gue yang urus, takutnya diantara kalian ada lagi yang jadi penghianat" Ucapnya seraya memainkan pistol yang tadi digunakan untuk membunuh Mia.
06:50
Dengan sempoyongan gadis itu membuka gorden jendela, merapikan tempat tidurnya dan kembali berbaring diatas ranjang yang telah dirapikan itu.
Keishy menutup matanya mencoba tidur seraya memeluk bantal guling yang ada disampingnya. ia melepaskan pelukannya dan duduk diatas kasurnya melihat sekeliling kemudian menghempaskan tubuhnya kembali berbaring.
mandi ngga mandi ngga mandi ngga, batin Keishy.
Tak lama, Ia mengambil cemilan yang ada diatas meja disisi kiri ranjang kemudian menyalakan tv menonton serial kartun kesukaannya.
Yang pasti Keishy tidak jadi mandi. Air terlalu dingin buat Kei deketin, Pikirnya.
__ADS_1
Keishy melakukan hal itu selama hampir satu jam tanpa keluar dari kamar, hanya saat mau ke kamar mandi saja Ia keluar dari surganya itu.
2 jam telah berlalu, Keishy terlihat lelah, bosan dengan kegiatannya yang itu-itu saja dan sama sekali tidak berguna bagi nusa dan bangsa.
"Bang Vian kemana sih? Pagi-pagi begini udah keluar aja" Ucapnya sembari menyemili cemilan dikamarnya.
Keishy bosan dengan itu, memasukki kamar kakaknya iseng kemudian membuka komputer milik kakaknya dan bermain game disana.
Tling!
Notifikasi email dari komputer muncul, tanpa sengaja Keishy mengklik email itu keluar dari permainan.
Tertulis disana
*Vi? Lo **** apa gimana? Mia itu bahan bukan penghianat! Nesa, Viara, Citra, Dara dan Monica lah yang bocorin markas HSD! Mereka sengaja jadiin Mia sebagai alat agar lu keliru, asal lu tau, chip kode HSD itu ada di Mia! Hati hati sama mereka! Mereka bakal bunuh lo pake APSX 40, lo tau kan senjata itu bisa bunuh manusia dalam 11 detik, itu senjata ilegal! Gue punya suntikkan biar lo kebal, suntikkannya udah gue simpen di rak samping komputer*
Keishy panik segera membuka rak yang ada disamping komputer, terdapat suntikkan yang didalamnya cairan hijau bening.
*terserah mau lo suntikkin dimana, yang pasti itu suntikkan bakal terpengaruh di tubuh lo dalam 5 detik, pokoknya lo harus hati hati berhadapan sama mereka* - 04:11
Pesannya udah lama, baru muncul karna gua tadi pasang WIFI, batin Keishy.
Keishy segera bergegas mempersiapkan diri, menuju kamarnya dan membuka kopernya kemudian mengambil senjata APSX 40.
Tak disangka Keishy juga memiliki senjata itu, dia mengambil senjata AXP 69 mempunyai sengatan listrik tinggi yang bisa membunuh seseorang dalam sekejap.
Keishy merakit kembali kedua senjata itu menjadi satu, tak makan waktu lama kei merakit senjatanya. Mengambil tikus percobaan milik kakaknya dan mulai melakukan tembakan percobaan.
Keishy menembakkan senjata itu dan keluarlah laser kuning bercahaya, tak ada bunyi disenjata tapi berefek pada tikus.
kulit tikus itu mengelupas dan memekik tak lama kemudian tikus itu menjadi hitam gosong karna sengatan listrik pada pistol.
__ADS_1
Keishy kembali ke kamar Vian dengan persiapan yang matang seraya menyaku pistol AX 49 perpaduan senjata APSX 40 dan AXP 69.
Atas seidzin-Nya nyawa ke 5 cewek itu ada ditangan gua, batin Keishy.