Paradoks

Paradoks
Chapter 25


__ADS_3

Malamnya ...


"Kei tolong ambilin abang wine dong segelas, diatas meja"


"Hm" Keishy berdiri dari tidurnya yang sedari tadi bermain game segera pergi ke dapur.


Ia membuka lemari yang berisi sebotol penuh Wine dan menuangnya di gelas, setelah itu ia menaruhnya di meja kecil berhadapan dengan Zen yang sibuk mengutak atik monitornya bermain game.


Setelah sarapan ...


"Kei ambilin abang headset" Perintah Zen seraya menunjuk headset yang  berada di atas lemari berhadapan dengannya.


"Hmm" Keishy yang berada di teras itu bergumam kemudian masuk ke dalam untuk mengambil headset itu dan memberikannya pada Zen.


Padahal jarak headset dengan posisi Keishy lebih jauh dari pada posisi Zen tengah tidur santai di sofa yang berhadapan dengan lemari itu.


"Makasih, sayang" pujinya seraya mengedipkan mata kanannya sedangkan Keishy bergidik jijik melihatnya dan kembali ke teras untuk melanjutkan kegiatannya.


Sore hari ...


"Kei tol ..."


BRAKK!


"Lu bisa gak sih, gak usah nyusahin Gua sehari aja! Capek Gua liatnya. Bisa gak lu mati hari ini?!" Zen kaget dengan ulah Keishy menggebrak meja belajarnya yang tadinya ia damai membuat kata kata dan puisi.


Wajah Keishy yang memerah marah membuat Zen menahan tawanya, "Gua disini buat melindungi diri sendiri bukan jadi babu lu, pe'a!" Sindirnya lagi dengan tatapannya yang tajam.


"Ambilin gua air dong" sayangnya gertakan Keishy tidak mempan untuk seorang Zendryck Andragawa.


Keishy memutar bola matanya malas kemudian ia melihat kedua kaki Zen dan mengerutkan keningnya, "kaki lu kenapa tuh?"

__ADS_1


Zen yang mendengarnya pun langsung memeriksa kakinya, "Gak kenapa kenapa kok Kei. Emang kaki gua kenapa?"


Keishy meringsut jongkok seraya memegang kaki Zen, "bisa jalan gak lu?" ucapnya dengan keadaan kening yang masih mengerut


Zen berdiri dan menghentak hentakkan kakinya, "tuh bisa kok. Gua bisa jalan juga" Ucapnya seraya berjalan mondar-mandir seperti setrika milik tetangga.


Keishy kembali berdiri dan tersenyum sinis, "Ada kaki punya tangan ada akal punya mata. Gunain tuh! Ambil sendiri! Kalo anggota tubuh Lu ga berguna. Gua sewa orang buat mutilasi Elu!" Ucapnya segera keluar dari kamar Zen sementara Zen hanya menggerutu


"Huft. Gua bukan gamau. Tapi gua terlalu ... Mager."


...*****...


Keishy menuruni tangga kemudian menghempaskan tubuhnya lega. Keishy membuka ponselnya dan membuka ikon aplikasi yang ia buat sendiri, kemudian menggulung kaosnya terdapat didalamnya kode, ia men-scan kede itu dan munculah rekaman kamera yang masih berfungsi dengan baik.


Kamera itu merekam semua kejadian disana, melewati jalan pergi ke arah pegunungan.


Mereka berhenti di suatu Mansion besar dan semuanya masuk ke dalam, kemudian hingga dua hari kamera itu hanya memantau sisi depan Mansion saja.


Ia men-skip kejadian disana kemudian memundurkan waktu perekaman saat sosok manusia mendekat ke arah mobil, bercelingak-celinguk memastikan tidak ada orang disana.


Dia menyentuh kamera itu kemudian melepasnya dari lekatan antara mobil dan kamera dengan paksa, setelahnya semua kamera yang Keishy pasang waktu itu buram. Kamera itu dimatikan. Pantas saja kamera nya tidak meng-update rekaman yang baru selama ini.


"Bastard!" keishy mengumpat dalam bergumam. Siapa orang itu? Keishy sangat geram apa yang telah dia lakukan! Apa dia tidak ada pekerjaan lain? Menonton tv misalnya. Keishy menggerutu.


Keishy meningkatkan pencahayaan di smartphone nya kemudian memicingkan matanya memastikan siapa orang itu. Keishy membelalak kaget kemudian bibirnya merapat tidak percaya, "Mia ..." gumamnya.


Pantesan Vian bawa pergi Mia sama dia. Persetan! Dasar hacker! Nyusahin gua aja dengan kepintaran lu Mi elah! Apa yang harus gua lakukan sekarang?


Keishy menghela napasnya kesal dan melempar smartphone-nya diatas sofa geram.


Tak lama dari itu Keishy menoleh ke arah pintu saat bel Mansion berbunyi. Sangat keras sekali. ia jalan sempoyongan ke sana dengan semangat yang terpatahkan. Dengan suara khas pintu yang Keishy buka dan didepannya terdapat tamu yang tak terduga.

__ADS_1


"Selamat siang, apa ini kediaman Andragawa? Saya disini ingin mencari seseorang" Dengan seragamnya yang terdapat 4 bintang emas tersusun rapih ke atas seraya menyaku pistolnya kemudian membuka topinya.


Polisi itu datang sendirian, untuk apa dia  sore menjelang malam pergi ke sini? Apa yang dilakukan Zen kali ini? Sangat menyusahkan!.


Polisi itu mengeluarkan foto gadis yang menggunakan masker di dalam mobil, "apa ini anda?" Keishy tak bisa berkutik, dia diam saja tak mengeluarkan ekspresi apapun.


Jelas itu fotonya saat bersama Mia yang berurusan dengan Anggota Cranium Motw bulan lalu.


"Padahal kau juga memiliki tahi lalat di pelipis kananmu, sama seperti gadis ini. Apa aku salah?" Ucapnya seraya menyentuh tahi lalat yang berada dipelipis kanan.


"Siapa lu sebenernya hah?!" Keishy membentak seraya menepis tangan Polisi itu, tidak mungkin seorang Jenderal datang malam malam dan menjalani misi yang tidak berguna, pikir Keishy.


Lagian, Di Indonesia mana ada manusia yg bisa melampaui pangkat Jendral selain Pahlawan, Batin Keishy.


Polisi itu menyeringai, "ternyata kamu itu pintar juga" Dia merogoh sakunya kemudian menunjukkan kartu nama nya dihadapan Keishy


"I'm a intel, ladies"


"Hah?"


Pria itu masuk dengan kata permisinya, ia mengabaikan Keishy yang dari tadi diam tak mengerti. Keishy membiarkan polisi itu memasukki Mansion tanpa menolehnya sama sekali.


Keishy menghela napasnya.


Pria itu duduk di sofa ruang tamu sedangkan Keishy berhadapan dengannya seraya menatapnya dengan sorotan mata tajam.


"So, Apa yang membuatmu datang ke sini?" Keishy duduk dihadapannya yang sebelumnya berdiri di samping sofa


Pria muda itu menyeringai kemudian menghela napasnya, "kebanyakan polisi menyerah soal kasus dua bulan lalu, tentang temanmu yang bergelantungan seperti monyet di depan kereta, nyalinya besar sekali"


Keishy tak sengaja tersedak karna menelan ludahnya sendiri, ia tak habis pikir kasusnya itu masih di kuak oleh orang-orang ini.

__ADS_1


Pria itu menyeringai seraya mengeluarkan berkas-berkas kasus yang dimilikinya, Keishy tidak mengucapkan apapun. Ia hanya diam seraya menatap dan mengamati apa yang polisi gadungan itu lakukan.


__ADS_2