Paradoks

Paradoks
Skandal


__ADS_3

Dan seperti dugaan semua orang, berita mengenai anak rahasia Kuon terpampang di majalah bahkan hampir semua stasiun televisi memberitakannya.


Begitu besar pengaruh Kuon dalam negara tersebut sehingga apapun berita mengenai dirinya selalu dinantikan dan di konsumsi oleh masyarakat luas.


Mereka bertanya-tanya siapakah ibu dari anak rahasianya itu.


Naomi yang sedang membaca koran hampir memuntahkan teh yang baru saja saja ia minum ketika ia menemukan artikel tersebut.


Bagaimana mungkin Kuon mengenalkan Aiko pada semua orang pada malam itu??? Ia mengira Aiko hanya akan menghadiri pesta ulang tahun saudara laki-lakinya sebagai teman dari anak itu, tidak sekalipun ia berpikir Kuon akan nekat mengambil kesempatan itu dengan mengatakan yang sebenarnya.


Naomi segera mengecek social media, dan apa yang ia khawatirkan benar terjadi.


Ada sebuah artikel yang berbunyi..


Berani! Kuon Nakamura mengungkap anak rahasianya untuk yang pertama kalinya, namun siapa ibu dari anak tersebut?


Ia kemudian membaca komen-komen yang ada di artikel tersebut..


" Pastinya hanya pelakor yang akan tidur dengan pria beristri"


"Aku harap wanita jal*ng dan anak haramnya mati saja"


"Kasian istri dan anaknya"


"Pasti pelakornya mengincar harta"


"Apa tidak ada yang ingat kalau istri sekarang juga selingkuhannya KN?"


"Ternyata menikahi Konglomerat juga banyak tidak enaknya, Untunglah suamiku setia"


"Biasanya pelakor selain jelek hatinya juga jelek rupanya"


"Anak haram"

__ADS_1


"*Tidak disangka pria sesempurna seorang Kuon Nakamura ternyata busuk juga"


"Pasti wanita selingkuhannya yang menggoda"


"Tampaknya tidak ada pria yang mampu menghindari godaan dari wanita"


"Mungkin saja KN di jebak"


"Anaknya lucu dan cantik untung mirip Papanya, aku yakin ibunya pasti jelek"


"Kamu kehilangan respek dariku Kuon!"


"Kalau aku jadi istrinya, aku akan meminta cerai"


"Anaknya cantik.. Sayang anak haram*"


"€€@"


Ia segera mematikan telepon genggamnya, Naomi tidak sanggup membaca semua komen tersebut, ia tidak habis pikir bagaimana Kuon bisa bertindak secereboh itu, bahkan tanpa sepengetahuannya. Bukankah sudah seharusnya ia merundingkan hal tersebut dengannya terlebih dahulu? Kekecewaan kembali menerpa dirinya.


"Naomi..?" panggil Kuon pelan begitu ia memasuki ruang makan di mansion tersebut. Kebetulan ia baru saja tiba. Ia sudah bisa menerka jika pagi ini akan heboh, dan ia juga yakin Naomi akan mengetahui berita itu, oleh karena itu ia berangkat secepatnya untuk menemui Naomi.


"..." Naomi tidak menjawabnya.


"Aku tahu jika kamu sudah mengetahuinya" sambung Kuon seraya mengambil kursi dan duduk disamping Naomi.


" Kalau Kamu sudah tahu bagaimana masyarakat akan bereaksi, bagaimana kamu bisa begitu ceroboh? Kenapa tidak merundingkannya denganku terlebih dahulu?" tanya Naomi terlihat tertekan


" Aku tahu bagaimana kamu akan bersikap jika aku memberitahumu,... Aku sudah tidak ingin menyembunyikan keberadaan Aiko. Apa kamu berpikir kita bisa selamanya menyembunyikan keberadaan anak itu?" balasnya bertanya.


" Tapi! Apa kamu baca komentar yang ada di salah satu artikel tersebut??"


" Aku tidak peduli bagaimana pendapat orang lain, lagipula apapun pendapat mereka tidak bisa mengubah fakta kalau Aiko adalah puteri kandungku, dan aku juga sarankan kamu untuk berpikir seperti itu Naomi" jawab Kuon melembutkan nadanya.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti kenapa kamu harus membuat semua ini menjadi begitu rumit. Aku juga tidak pernah menuntutmu untuk mengakui Aiko secara resmi, kamu bahkan mengganti nama keluarganya tanpa sepengetahuanku, kamu anggap aku ini apa Kuon.."


"Aku akui kalau semalam aku memang terlalu terburu-buru.. Akan tetapi melihat begitu banyak partner dan relasi di pesta semalam membuatku berpikir aku harus segera melakukannya terutama jika aku berencana untuk memasukan Aiko kedalam daftar ahli warisku. Kerajaan yang kubangun tidak hanya berhubungan dengan diriku pribadi, semua pihak yg mempunyai kerja sama denganku juga berhak mengenal siapa yang kelak akan mengambil kendali perusahaanku suatu hari nanti.. Dan ini kulakukan untuk Aiko. Apa tidak terpikirkan olehmu bagaimana jika terjadi sesuatu padaku? Jika tidak ada yang mengenalnya dan hal terburuk terjadi, apa kamu berpikir semua akan menerima Aiko begitu saja? Akankah keadaan menjadi lebih baik jika orang- orang akan mengenalnya sebagai anakku di kemudian hari? Lagipula jika karena perihal anak di luar nikah yang kamu khawatirkan, bukankah kita pernah menikah? Aiko adalah anak hasil pernikahan kita, bagaimana ia bisa disebut sebagai anak diluar nikah?" tanya Kuon


" Apa kamu lupa orang-orang tidak tahu kalau aku masih hidup Kuon!" Naomi mengingatkan Kuon


" Aku tidak lupa, oleh karena itu aku ingin mengumumkannya kesemua orang kalau kamu baik-baik saja.. Kalau kamu selamat dari hari naas itu. Apa kamu tidak merindukan keluargamu?" tanya Kuon.


" Tidak! Kamu tidak boleh mengatakannya! Keluargaku tidak boleh tahu kalau aku masih hidup! "


" Naomi..? Aku berusaha menghormati keinginanmu.. Oleh karena itu aku tidak mempertanyakannya ketika kamu memintaku untuk merahasiakan keberadaanmu.. Hanya saja aku tidak habis pikir, mengapa kamu tidak ingin orang tuamu tahu akan keberadaanmu? Bukankah mereka juga berhak mengetahui kebenarannya?" tanya Kuon.


Sebenarnya Kuon tidak peduli bagaimana maupun kabar keluarga Naomi, hanya saja ia ingin memperbaiki kesalahannya dimasa lalu. Ia juga sudah mengambil kembali perusahaan yang seharusnya milik ayahnya, ia hanya tidak ingin Naomi selamanya hidup dalam bayangan. Ia yakin Naomi merindukan keluarganya.


Sayang apa yang dipikirkan Kuon tidaklah benar. Hingga kini ia tidak tahu bagaimana perlakuan keluarga Sato terhadap Naomi.


Tidak pernah sekalipun terpikirkan oleh wanita itu untuk kembali kepada mereka. Ia merasa jauh lebih bahagia bersama dengan "keluarga" barunya di Kagawa.


Melihat Kuon yang tidak mengerti akan keadaannya yang sebenarnya membuat Naomi menghela nafas.


".. Tidak semua yang kamu pikirkan itu benar" jawabnya mengalihkan pandangannya dari Kuon. Ia takut jika ia melihat kedalam mata pria yang dulu pernah menjadi suaminya itu, ia akan menceritakan masa lalunya.


Mendengar jawaban Naomi, Kuon kemudian menaruh kedua tangannya di atas kedua tangan Naomi yang mengepal. Ia tahu kebiasaan Naomi yang seperti itu. Mantan istrinya itu akan mengepal kedua tangannya jika ia gugup..


"... Apa ada yang tidak pernah kamu ceritakan padaku...?" tanyanya lembut.


Selama pernikahan mereka, ia tidak pernah bertanya bagaimana hubungan Naomi dengan keluarganya. Ia hanya berasumsi hubungan mereka sangat baik, karena sudah bukan rahasia bagaimana para Sato memperlakukan puteri satu-satunya itu. Bukankah itu juga menjadi alasannya yang pertama untuk menikahi Naomi? Namun bagaimana jika selama ini ia keliru?


"..."


".. Ceritakanlah kepadaku.."


Mengangguk pelan, Naomi merasa sudah tidak ada lagi alasan untuk menyembunyikannya.

__ADS_1


...****...


__ADS_2