
Beberapa bulan setelah Yukio merayakan ulang tahunnya, kini tiba giliran Aiko.
Tentu saja Kuon tidak akan melewatkan kesempatan tersebut. Ini akan menjadi ulang tahun putrinya yang ia hadiri untuk pertama kalinya.
Awalnya Kuon ingin sekali membuat pesta mewah dan besar untuk merayakan ulang tahun putrinya itu, namun mengingat Naomi yang tidak ingin terekspose keberadaannya, ia pun mengurungkan niatnya.
Sebaliknya, ia mengadakan pesta outdoor di taman Mansion mereka, ia kembali mengundang orang-orang dari Kagawa yang di sayangi oleh Naomi dan Aiko dan juga anak-anak dari panti asuhan serta para pengasuh mereka. Ia ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang kurang beruntung.
Sejak kepergian Haruto, Kuon mendaftarkan diri menjadi donatur tetap di beberapa panti asuhan tanpa sepengetahuan Naomi. Ia ingin menebus sedikit dari banyaknya kesalahan yang telah ia lakukan.
Ia terlihat puas dan bangga atas dirinya melihat gelak tawa maupun keceriaan yang diperlihatkan oleh Aiko ketika bermain dengan anak-anak tersebut.
Walau pesta ini tidak semegah yang ia harapkan, setidaknya Naomi dan Aiko menikmatinya dan itu sudah cukup untuknya.
Para pelayan terlihat sibuk berlalu lalang mengantar makanan maupun minuman kepada para tamu, sedangkan anak-anak terlihat riang menonton pertunjukan sulap dari badut yang di datangkan olehnya.
Warna mata Aiko yang biru terlihat jauh bersinar ketika kagum dengan atraksi yang dilakukan oleh badut di depannya. Mulut mungilnya membentuk huruf o, terlena dan tabjuk ketika burung merpati keluar dari topi yang dipegang oleh sang Badut.
"Bagaimana? apa kamu menyukainya?" tanya Kuon yang mensejajarkan dirinya disamping Aiko
"Mmh!" Aiko mengangguk keras tanpa mengalihkan pandangan yang ada di depannya .
"Papa masih punya kejutan yang lain untukmu" ujarnya tersenyum.
Mendengar kata "kejutan" membuat perhatian Aiko langsung tertuju padanya
"Kejutan?" ulangnya
"Ya! kejutan untuk Aiko, mari kita lihat apa itu" ucapnya lagi seraya mengendong Aiko dan beranjak dari atraksi itu.
Kuon kemudian menghubungi seseorang melalui telepon genggamnya, pembaca acara di pesta tersebut kemudian meminta para tamu untuk menuju lokasi puncak acara.
Ketika semua tamu sudah berkumpul, seseorang mengendarai Rolls Royce Phantom dengan lapis baja level 6 A-Kip Kalaschnikow Class dengan Pita Kado besar di atas kap mesin mobil, yang Ia pesan khusus untuk puteri kecilnya itu.
Ia memutuskan membeli kendaraan tersebut sejak kecelakaan beberapa bulan silam, ia tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali.
Tidak hanya kendaraan ini dilapisi dengan baja yang membuatnya mampu menahan peluru, mobil yang sangat mahal ini juga di ciptakan dengan konsep anti penculikan, ia berpikir setidaknya dengan mengendarai mobil ini, bisa melindungi Aiko dan Naomi ketika berpergian. Ia masih belum tenang karena pelaku yang menabrak anak dan mantan istrinya itu belum tertangkap. Firasatnya mengatakan kecelakaan itu adalah kesengajaan. Oleh karena itulah ia langsung memesan mobil tersebut pasca kejadian itu, hanya saja karena banyaknya dokumen yang harus di persiapkan dan juga proses pembuatan yang agak lama, baru sekarang kendaraan tersebut bisa tiba di Jepang.
Ia lega setidaknya kendaraan tersebut tiba tepat sebelum ulang tahun Aiko yang ke tiga.
Orang-orang berdecak kagum ketika melihat mobil mewah yg tidak pernah mereka lihat secara langsung di depan mata mereka sendiri sebelumnya.
Naomi sendiri terkejut melihat hadiah yang terlalu berlebihan untuk seorang anak berusia 3 tahun.
__ADS_1
"Bagaimana? ini adalah milikmu" ucap Kuon kepada Aiko.
Aiko yang sedari tadi berantisipasi dengan kejutan yang akan diberikan ayahnya terlihat tidak tertarik.
Ia mengira Kuon akan memberikan boneka barbie dengan kastilnya yang ia liat di iklan TV.
" Haha, tenang, papa juga sudah menyiapkan hadiah yang kamu inginkan" godanya.
Ia kemudian menganggukan kepalanya dan dua orang pelayan membawa satu set Kastil boneka beserta isinya, mata Aiko berbinar seketika dan meminta turun dari gendongan Kuon dan langsung berlari menuju kado tersebut dan berteriak kegirangan.
Senyum mengembang di bibir Kuon melihat tingkah laku Aiko.
Naomi kemudian berjalan mendekati Kuon dan berbisik..
"Apa kamu tidak berlebihan?" tanyanya, walau ia tahu Kuon tidak kekurangan uang, ia khawatir kalau kali ini pria itu menghabiskan uang yang terlalu banyak dan berdampak buruk untuk kelangsungan perusahaannya. Naomi tidak bodoh. Ia bisa memperkiraan berapa harga seunit kendaraan tersebut terlebih jika itu dipesan khusus.
Mendengar pertanyaan Naomi, membuat Kuon tergelitik. Ia tahu jika wanita itu mengkhawatirkan keuangannya.. hanya saja..apa wanita itu benar-benar tidak tahu jika untuk menggelontorkan uang sebanyak itu tidak seberapa untuknya? terdengar berlebihan memang, namun kerajaan bisnis yang ia bangun selama ini sanggup untuk menghidupi keturunannya secara mewah tanpa bekerja selama beberapa generasi. Siapa yang tidak mengenal Nakamura Group? baik dalam maupun luar negeri?
"Apa kamu benar-benar menganggap kerajaan bisnis yang kubangun adalah omong kosong? mungkin aku terlalu rendah hati selama ini.." balasnya berbisik menggoda Naomi.
Ia senang karena Naomi masih menunjukan kepeduliannya, terlepas dengan semua hal yang sudah terjadi di antara mereka.
Wajah Naomi memerah.
Mendengar ucapan Naomi, perasaan senang yang ia miliki sebelumnya berubah seketika, Kuon tersenyum pahit. Bagaimana mungkin perempuan itu berpikir hal itu sia-sia?
".. Tidak ada yang sia-sia untuk puteri kecilku..." jawabnya pelan.
...*****...
Tidak terasa pesta pun usai, para tamu juga sudah pulang, hanya Megumi, Wakana, Kenji dan juga Tetsuhiko yang tersisa. Mereka terlihat ikut membantu pelayan yang sedang membereskan taman tersebut. Naomi yang juga ingin ikut membantu, namun ditolak oleh mereka, dan mereka meminta Naomi hanya untuk menghabiskan waktunya bersama dengan Aiko, terlebih karena hari ini adalah ulang tahun Aiko dan malam belum berakhir.
Naomi pun mengiyakan, ia melihat Aiko sudah tertidur lelap di pelukan Kuon, kepalanya bersandar di bahu Kuon, dan di sekitaran mulutnya terlihat noda makanan dan kue yang belepotan, sepertinya Aiko sangat menikmati ulang tahunnya hari ini dan kelelahan karena bermain sepanjang hari.
Ia lalu berjalan mendekati Kuon, untuk mengendong Aiko agar ia bisa membawanya ke kamar tidurnya.
"Biar aku saja, aku akan mengganti pakaian dan membersihkannya sebelum membawanya kekamarnya" tawar Naomi.
"Tidak perlu, aku akan melakukannya..kamu..bisa menemaniku" jawab Kuon, ia kemudian berjalan memasuki Mansion di ikuti oleh Naomi dari belakang.
Kuon membersihkan wajah Aiko dengan hati-hati karena tidak ingin membangunkan Aiko, sedangkan Naomi sedang memilih Piyama yang akan di kenakan Aiko, setelah mendapatkan Piyama yang dirasa nyaman untuk Aiko, Naomi pun menganti pakaian Aiko yang kotor dari aktifitasnya bermain hari ini.
Melihat Naomi yang telaten dalam mengurus Aiko, Kuon kembali merasakan kesedihan.
__ADS_1
"..Pasti sangat berat untukmu merawat Aiko seorang diri..." ujarnya tiba-tiba yang membuat Naomi agak terkejut.
"...untuk tahun pertama memang sangat sulit...tapi kami berhasil melewatinya..ya tidak lupa itu semua juga berkat Arata, ia yang membantuku mendapatkan pekerjaan sehingga aku bisa menghidupi Aiko dan mendapatkan tempat tinggal..oleh sebab itu aku juga sangat bersyukur karena itu akan menjadi kenangan yang hanya di miliki oleh ku dan Aiko" jawab Naomi tersenyum kembali mengenang masa kelam itu.
Mendengar jawaban Naomi, kembali membuat Kuon merasakan penyesalan.. saat itu ia tidak tahu bagaimana beratnya hidup Naomi dan Aiko sedangkan ia menjalankan kehidupannya dengan penuh kemudahan. Ia menyesal karena percaya jika Naomi sudah tiada saat itu..walau kehidupannya tidak lagi sama sepeninggal Naomi, tidak di pungkiri ia masih tetaplah seorang Kuon Nakamura yang tidak kekurangan suatu apapun, sedangkan anak maupun wanita yang ia cintai harus hidup dengan belas kasihan orang lain.
"...apa kamu..bisa menceritakan..hari kelahiran Aiko..?" tanyanya lagi.
sempat terdiam lama...Naomi pun memutuskan untuk menceritakannya.
"...Selama kehamilanku.. aku kerap mengalami pendarahan, jadi..bisa dibilang selama itu pula aku dibayang2i ketakutan akan kehilangan Aiko..seperti aku kehilangan.. Haruto" ucapnya. Matanya terlihat berkaca-kaca, karena walau kejadian itu sudah berlalu beberapa tahun silam, kehilangan Haruto telah meninggalkan trauma yang besar untuk Naomi.
Kuon bisa merasakan sakit, dan kesedihan yang di alami oeh Naomi walau hanya dengan mendengarkannya. Ia kini yakin jika kehilangan Haruto bukanlah kesengajaan yang di lakukan oleh Naomi...dan ia terlalu bodoh saat itu karena tidak mempercayai Naomi.
".. Tapi..suatu keajaiban aku bisa mengandung hingga usia kehamilan penuh..Aiko adalah pejuang sejati.." lanjut Naomi tersenyum sembari mengusap pelan kepala Aiko yang masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya.
Ia kemudian melanjutkan ceritanya.
"Hari itu cuaca sedang mendung dan hujan, dan aku tiba-tiba merasakan nyeri di perutku yang semakin lama semakin kuat, sehingga aku harus berjalan ke klinik Arata, Arata memeriksaku dan mengatakan aku akan segera melahirkan, ia lalu membawaku ke rumah sakit.. hari itu semua terasa begitu cepat , aku hanya mengingat sakit yang terus-terusan menghantam perut dan pinggangku..setelah beberapa saat, Aiko akhirnya lahir...tapi ia tidak menangis"
Walau Kuon tahu Aiko akan baik-baik saja, ia tetap merasakan ketegangan ketika mendengar sesuatu terjadi pada Aiko kecil.
"Aiko sempat tidak bernafas, akan tetapi untunglah setelah beberapa saat, dokter berhasil mengembalikan nafasnya dan suara tangis Aiko memekik seisi ruangan tersebut " ucapnya mengenang kembali hari bersejarah itu.
"Kami masih harus berada di rumah sakit selama hampir dua minggu untuk observasi, dan... disitulah...aku melihat pesta pernikahanmu dengan Chikako ditayangkan di televisi yang berada dikamarku.. oleh karena itulah aku tahu kamu sudah berkeluarga ketika kita bertemu kembali di Kagawa"
Hati Kuon terasa semakin pedih karena ia justru menikah ketika Aiko baru saja melewati hidup dan mati di hari kelahirannya.
"Maafkan aku" ia sudah lupa berapa kali ia harus memohon maaf kepada Naomi, tapi ia tahu walaupun ia harus memohon maaf seumur hidupnya, tidak akan cukup untuk mengembalikan waktu dan luka yang pernah ia torehkan kepada perempuan yang kini sudah menjadi mantan istrinya itu.
"..K-kamu jangan salah paham, aku tidak menceritakannya untuk membuatmu merasa bersalah.. lagipula saat itu kamu juga mengira aku sudah tiada dan kita bukan suami istri lagi, kamu berhak menikah dengan siapapun..walau pada saat itu tidak dipungkiri aku.. merasa sakit hati..begitu cepat kamu melupakanku..tetapi..bukankah kamu memang tidak pernah mencintaiku sedari awal? Pernikahan kita adalah suatu kesalahan, dan aku akhirnya menyadari itu oleh karena itu ak.." jawabnya.
" Aku masih mencintaimu.." potong Kuon
"..Aku..menikahi Chikako bukan karena aku mencintainya...aku terpaksa menikahinya untuk menghukum diriku sendiri..dan..juga demi anakku...aku tahu aku sangat egois...tetapi aku tidak pernah melupakanmu...dan aku tidak pernah berhenti..mencintaimu.."
"...Naomi..., apa kita benar-benar tidak bisa kembali lagi? Apa kita benar-benar tidak bisa memulai segalanya lagi dari awal?"
"Kuon.."
"Aku sudah banyak melakukan kesalahan terhadapmu dan aku tidak akan menggunakan alasan apapun agar kamu mau memaafkanku..kamu boleh memukulku, membenciku..tapi kumohon..ijinkan aku mencintaimu..dan ijinkan aku untuk menebus segala kesalahanku " ucapnya memegang tangan Naomi.
...***...
__ADS_1
Maaf untuk update yang sangat telat, enjoy reading!