
"Naomi?? Apa benar ini kamu??" tanya pria yang ada didepannya saat ini.
"..a..aku"
"Kamu benar Naomi kan??! Syukurlah! Aku hampir tidak percaya dengan mataku sendiri!!" ucapnya seraya berdiri dan memeluk Naomi.
"Kak Ichirou.."
"Kenapa.. Kenapa kamu tidak menghubungiku jika kamu masih hidup?" tanyanya. Air matanya pun tumpah.
"... Maafkan aku kak Ichirou" balas Naomi yang juga sudah tidak mampu menahan air matanya lagi seraya membalas pelukan Ichirou. Tidak ada yang mampu menggambarkan bagaimana ia merindukan kakak laki-lakinya itu.
Satu - satunya hal yang membuatnya merindukan keluarga itu hanyalah Ichirou. Ia mengira ia tidak akan pernah lagi bertemu dengan sosok yang selama ini menyayanginya dengan tulus.
".. Bagaimana kamu bisa disini? Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi" ucap Ichirou seraya menghapus air matanya.
".. Ceritanya agak panjang, saat ini aku sedang bekerja. Aku akan menemuimu lagi setelah jam istirahatku dimulai" jawab Naomi, ia harus segera kembali bekerja. Ia tidak punya waktu untuk duduk mengobrol dan menjelaskan apa yang sudah terjadi selama 3 tahun terakhir ini, oleh karena itu ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan mencari tempat dimana ia bisa mengobrol dengan Ichirou dengan tenang tanpa ada telinga lain yang ikut mendengar.
Naomi kemudian kembali menjalani aktifitasnya melayani para pelanggan yang ada di restoran itu.
Ichirou terus memandangi sosok adiknya yang sedang sibuk bekerja. Ia takut jika ia mengalihkan pandangannya, Naomi akan menghilang lagi...
Setelah beberapa jam bekerja, akhirnya Naomi pun berkesempatan untuk beristirahat. Ia kemudian mengajak Ichirou untuk duduk di sebuah taman dan mulai menceritakan kisah hidupnya sejak hari bersejarah itu.
...****...
__ADS_1
".. Jadi begitu... Seandainya aku tahu.. Aku tidak akan membiarkanmu hidup menderita seperti ini.. Kenapa kamu tidak menemuiku? ucap Ichirou setelah mendengar cerita Naomi.
".. Aku tidak bisa menemui kakak..terutama tidak disaat perusahaan kita sedang terpuruk.. Ayah dan ibu juga sudah cukup membenciku..aku tidak membutuhkan sumpah serapah mereka saat melihatku lagi.. Lagipula aku sudah bersumpah untuk tidak akan menemui mereka .. Hidupku juga tidak buruk disini.. Aku sangat beruntung karena dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kami. Oleh karena itu kakak tidak perlu khawatir. Kami baik-baik saja disini" jelasnya.
"..."
".. Bagaimana dengan kakak? Aku tidak menyangka akan bertemu kakak disini.. Apa yang membawamu kemari?" lanjut Naomi.
".... Aku ingin memperbaiki kesalahanku.. Karena aku.. Perusahaan ayah hancur.. Oleh karena itu aku berusaha menemui Kuon untuk meminta bantuan darinya. Aku mendengar kabar ia ingin membangun resort di desa ini, itulah sebabnya aku terburu-buru kedesa ini berharap untuk bertemu dengannya, meminta kesempatan darinya untuk ikut mengambil bagian proyek yang akan di kerjakannya..tapi tampaknya aku belum beruntung karena katamu ia sudah kembali ke Tokyo.. Sejak kepergianmu.. Sangat sulit bagi kami untuk menghubunginya.." jawab Ichirou dengan raut wajah yang memendam rasa malu.
".. Kakak.. Soal Kuon.. Aku tidak bisa banyak membantu, tapi aku rasa ia tidak akan meninggalkan proyeknya disini begitu saja. Jika ia kembali ke desa ini, aku akan mencoba menahannya dan menghubungi kakak, bagaimana?"
"Naomi..? Terima Kasih..maafkan kakakmu yang tidak mampu berbuat banyak"
Ketika menyebut "mereka", Ichirou mengerti siapa yang di maksud jika bukan orang tua mereka dan juga Seiji. Ichirou paham jika Naomi tidak ingin berurusan lagi dengan mereka karena ia juga tidak buta bagaimana mereka semua memperlakukan Naomi. Oleh karena itu tanpa di minta pun, ia tidak akan memberitahu keberadaan Naomi kepada orang yang bisa menyakiti Naomi. Jika dulu ia tidak mampu menjaga adiknya itu, kali ini ia tidak akan mengulang kesalahan yang sama.
"Aku mengerti.. Kamu tidak perlu khawatir.." jawabnya.
Setelah mengobrol beberapa saat, Ichirou pun harus segera kembali ke Tokyo. Sejak kegagalan perusahaannya beberapa tahun silam, Ichirou bekerja dengan sangat keras berusaha menebus kesalahannya dulu, oleh karena itulah ia tidak bisa berlama-lama menghabiskan waktunya bersama dengan Naomi. Jika ia tidak bisa menemui Kuon, ia harus segera kembali dan mengerjakan hal yang lain..yang jelas ia kini senang karena adik bungsunya dalam keadaan sehat-sehat saja. Ia berjanji akan menemuinya dan ponakan barunya itu dalam waktu dekat.
...*****...
Kuon sudah tidak sabar untuk segera kembali kepada Naomi, selama 3 minggu terakhir ini, ia tertahan dengan banyaknya janji dan proyek serta pertemuan yang tidak bisa ia hindari. Ia juga merasa bersalah karena pertemuan terakhir mereka saat itu di akhiri dengan Naomi yang marah kepadanya. Oleh sebab itu pula ia tidak menghubungi Naomi, karena ia ingin memberi waktu untuk Naomi mendinginkan diri.
Hanya saja, rasa rindu tidak bisa ia tutupi. Sembari menatap foto Aiko dan Naomi yang ia diam-diam foto dan jadikan Wallpaper di telepon genggamnya, ia akan mencoba untuk membujuk Naomi sekali lagi agar ia bersedia untuk pindah ke Tokyo.
__ADS_1
"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu.." Sumpah Kuon.
Ia kemudian menghubungi asistennya untuk mengantarnya besok pagi ke Kagawa. Dan ia bersumpah, ia akan kembali ke Tokyo bersama dengan Naomi dan Aiko.
...*****...
"Jadi maksudmu, ayah dari Aiko ingin membawa kalian pindah dari sini?" tanya Megumi yang saat ini sedang menginap di apartemen Naomi.
".. Ya.. Ia beralasan untuk fasilitas Aiko.."
" Dan kamu menolaknya??" potong Megumi
".. Lantas apa yang harus kulakukan? Mengesampingkan harga diriku dan menerima tawarannya?" balas Naomi.
"Tentu saja! Mungkin kamu akan membenciku Naomi. Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi di antara kalian, tapi satu hal yang bisa kulihat dan rasakan, pria itu benar-benar menyayangi Aiko. Ini sudah bukan tentang kalian lagi, ini semua seharusnya tentang Aiko. Bukan tentang perasaanmu, harga dirimu maupun harga dirinya.
Aku juga sepakat dengan pendapatnya jika tempat tinggal kalian saat ini tidak layak untuk Aiko.. Naomi.. Aku tahu kamu adalah ibu yang baik untuk Aiko, ibu terbaik yang pernah kukenal seumur hidupku. Tapi bayangkan..setiap saat ketika kamu bekerja, Aiko harus seorang diri disini.. Betapa kesepiannya Aiko..terlebih bagaimana jika ada kecelakaan yang menimpa Aiko disaat kamu sedang sibuk bekerja? Jika sebelumnya kamu tidak punya pilihan, bukankah sekarang ada ayahnya yang memberikan pilihan...., pilihan yang sangat menguntungkan Aiko? Kupikir ia melakukan hal tersebut bukan karena meremehkanmu.. Tapi sebagai ayah sudah seharusnya ia memberikan yang terbaik untuk anaknya" jelas Megumi dengan lantang.
Megumi adalah sahabat Naomi, ia tidak akan segan dalam memberikan pendapatnya kepada Naomi.
"Aku.."
"Coba pikir lagi dengan baik, jangan sampai kamu menyesal" ucapnya lagi seraya memunggungi Naomi dan bersiap untuk tidur.
Naomi pun kembali tenggelam dalam pikirannya. Ia tahu apa yang Megumi katakan benar sepenuhnya. Mungkin ia harus menghubungi Kuon dan menanyakannya kembali.. Hanya saja Kuon sudah tidak menghubunginya.. Bagaimana jika ia sudah menghancurkan satu-satunya kesempatan untuk Aiko? Tidak.. Ia akan mengesampingkan harga dirinya. Ia akan menghubungi Kuon dan mempertanyakan tawarannya kembali.
__ADS_1