
"Om ini namanya apa?" tanya Keishy kecil pada Revan yang sibuk dengan laptopnya seraya mengancungkan sebuah benda yang ada di tangan kanannya.
Dia menjeda pekerjaannya, melirik manik mata Keishy kemudian mendekatinya seraya mengelus kepalanya pelan, "itu Oatmeal sayang" Jawab Revan lembut
"Apa makanan ini cocok buat mamah om?" Ucapnya seraya melihat detail kemasan Oatmeal itu.
Revan mengerutkan keningnya, "Mamah mau dikasih makan itu? Benarkan? Bubur ayam kemarin gak habis dimakan emang?" Revan tau pasti bahwa bubur ayam kemarin masih ada di dapur dan kelihatan masih bisa dimakan. Apa Emilly tidak memakannya?
Keishy tersenyum, "Nggak om, cuma bubur kemarin itu enak, jadi aku yang ngabisinnya" dia tertawa setelah itu. Padahal Keishy sangat tidak menyukai bubur, Revan tidak tahu itu.
"Ah iya, mau om belikan lagi?" Setelah mendengar itu Keishy menggeleng cepat
"Ngga om Eci sudah kenyang, kalau boleh Oatmeal ini buat Mamah ya?" Ucap Keishy memohon kemudian dianggukkan dengan Revan
Keishy memeluk Revan dengan tubuh mungilnya, "makasih om, Eci sayang sama om" seperkian detik kemudian Keishy pergi ke dapur untuk membuatnya.
Revan tidak memanggil pelayan karna Keishy tidak memberikan izin, dia anak yang mandiri, walaupun umurnya terbilang masih kecil dan duduk dibangku SD kelas 4 tapi dia tidak ingin pelayan membuat makanan untuk Ibunya termasuk Revan. Karna Keishy sangat menyayangi Emilly.
Keishy telah berhasil menyajikan Oatmeal instan itu, dia mengelap noda oatmeal yang sedikit tumpah di nampan sajian itu dengan menggunakan tisu. Setelah itu Keishy membawanya ke lantai dasar tepat di kamar Emilly.
"Assalamualaikum Mamah, Eci bawa sarapan buat mamah" Ucapnya seraya membuka pintu kamar.
Rambut yang berantakan, baju yang lusuh, muka yang pucat dan mata yang besar tetapi aura cantik darinya tidak memudar. Rasanya Keishy ingin sekali menangis melihat Mamah nya yang terbilang sudah 'gila'. Tapi tak ada alasan kasih sayang Keishy itu tidak ada. Dia sangat menyayangi Emilly. Dia sangat mencintainya.
Keishy menaruh piring saji di atas kasur kemudian mengambil semangkuk Oatmeal menyuapinya kepada sang Ibu, "Enak 'kan, Mah?" Sedangkan Emilly hanya menganggukkan kepalanya.
Keishy tersenyum merekah kemudian menyuapinya lagi, "Mamah harus makan banyak, ntar bisa main sama Eci lagi ya Mah, anak Mamah ini" Ujarnya tersenyum
PRANG!
*Keishy kaget, sangat kaget saat Emilly melempar mangkuk Oatmeal itu hingga pecah di lantai, "M-Mamah .." lirihnya.
bubur kemarin naas karna kejadian yang sama. Keishy hanya ingin membuat Ibunya sadar bahwa Ecinya ada disini, bersamanya. Sepertinya Keishy hanya membuat sang Ibu marah*.
"KAMU BUKAN ANAK SAYA ECI! ECI MASIH KECIL! ECI ... Eci sudah meninggal ... Eci ... Eci ... " Emilly memeluk kakinya menekuk kemudian menangis.
Keishy mengusap air matanya menangis, Revan sudah menceritakan semuanya pada Keishy.
__ADS_1
Emilly kehilangan kewarasan karna suaminya Ravanda meninggal saat dia mengandung Keishy kecil, hingga Emilly tega hampir menusuk dirinya sendiri agar dia mati dan bayi yang ia kandung keguguran kemudian bisa menyusul kepergian Ravanda.
Agar Emilly tidak bunuh diri, terpaksa Revanda —Saudara kembar Ravanda— berbohong bahwa bayi yang dikandungnya sudah meninggal kemudian mengarang cerita bahwa saat itu Emilly jatuh dari tangga lalu keguguran. Keishy mengerti apa yang dilakukan Revanda benar, itu demi nyawa sang Ibu.
"Mah aku ada makanan buat mamah, ini dia, dimakan ya." Ucap Keishy memberi roti isi dan menaruhnya diatas kasur kemudian membereskan mangkuk Oatmeal pergi dari sana menutup pintu kamar. Jangan berfikir bahwa tangan mungil Kei berdarah karna pecahan kaca. Dia lebih terlatih dari anak dewasa didalam Sinetron.
Keishy jatuh terduduk kemudian memeluk kakinya yang menekuk sendu seraya menggenggam nampan yang berisi mangkuk pecah dan bubur didalamnya, "semoga mamah makan ya" ucap Keishy seraya mengusap air mata.
Aku sayang sama mamah ..
Aku gamau mamah sakit
Aku ...
Sayang mamah ...
Keishy membatin hingga bajunya basah karna air mata. Bersandar di bilik pintu kamar Ibunya untuk memantau apakah Ibunya sudah makan atau belum. Keishy berdiri dari sana kemudian mengintip celah pintu melihat Ibunya memakan roti yang diberikannya tadi, seulas senyuman itu terukir dimata Keishy.
*Keishy pergi dari sana menuju kamarnya seraya tersenyum merekah. Bahagia itu sangat sederhana, cukup kita jangan mempersulitkan.
Hati Keishy sangat gembira hari ini*.
Keishy sudah tumbuh besar dia sudah berumur enam belas tahun, menjadi murid yang biasa biasa saja itu cukup lebih baik dari pada menjadi murid yang berbuat ulah. Keishy menuju kamarnya untuk membereskan makalah sekolahnya dan catatan penting di kamarnya setelah itu dia pergi ke ruang makan.
APA KAMU BILANG?! MEMBUNUHNYA?
IYA AKU AKAN MEMBUNUH EMILLY!
Keishy membelalak kaget saat ia melewati kamar Om dan Tantenya. Keishy berdiri di samping pintu kamar mereka yang tertutup kemudian mendengarkan apa yang mereka bincangkan.
MAS! KAMU POKOKNYA GABOLEH BUNUH EMILLY!
KENAPA?! GAADA CARA LAIN! AKU HARUS MEMBUNUHNYA!
Air mata turun dari mata kiri Keishy, tak percaya apa yang telah mereka lakukan. Kenapa mereka ingin membunuhnya? Apa salah Emilly? Dia hanya gila, dia hanya manusia yang dihilangkan ke warasannya, itu bukan salah Emilly sepenuhnya.
Aku telah menjaganya dan kalian seenaknya ingin membunuh ibuku? Benar kata Bang Vian, mereka jahat - Batin Keishy
__ADS_1
Saat Keishy berumur dua belas tahun, dia bertemu seorang nenek yang sedang membantunya mencari bumbu dapur dipasar, kemudian dia bertemu dengan Vian dan sang nenek menceritakan apa yang terjadi saat itu.
BRAK!
Segera Keishy mencari tempat persembunyian saat pintu menggebrak dan Revan membawa pisau yang bergerigi pergi menuju kamar Emilly membuat Keishy membelalak kaget.
Segera Keishy menghentikan ulah Revan, "Om .. Om ... Jangan om mamah gaada salah apa apa ... Hiks ... Om ... Kei mohon ... Hiks ... Ja ... Ngan!" Ucapnya memohon seraya menarik lengan kekar Revan hingga badannya terseret di lantai
Revan menghentikan langkahnya, kemudian mencengkram lengan Keishy kemudian mendorongnya kuat hingga kepalanya membentur meja. Setelah itu dia kembali mencegah Revan. maaf saya hanya memperingatkan, Ini bukan Sinetron yang terbentur sedikit kepalanya sudah amnesia, tidak ada orang yang seperti itu.
"Om ... Kei rela di mutilasi ... Di gorok ... Di penggal ... Tapi ... Jangan bunuh mamah ... Mana sisi baik Om selama ini? ... Mana!!" Dengan isakan tangisnya Keishy berbicara sedangkan Revan hanya fokus pergi ke bilik Emilly
"Bodyguard!" Perintah Revan, seketika dua bodyguard itu mencegah Keishy dengan cara mengunci kedua tangannya. Sedang kan Keishy berteriak 'Jangan' hingga suaranya menyerak hingga isakan tangisannya pun sangat jelas ditelinga orang orang.
Revan membuka pintu bilik Emilly kemudian dia duduk diatas ranjang milik Wanita itu. Revan membunuh Emilly dengan sekali tusukannya dan mengeluarkan pisau itu hingga keluar cipratan darah yang amat banyak. Kini kemeja putih Revan telah menjadi Merah pekat.
Emilly membelalak kaget kemudian matanya menutup dan jatuh dari ranjang terbaring dilantai dingin. Tak lama kemudian lantai itu dibanjiri dengan darah segar milik Emilly.
Keishy menangis, menangis sendu, ia sangat tertekan. Keishy tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya bisa menangis melihat Ibunya diperlakukan layaknya hewan, Keishy tidak berdaya melihatnya. Keishy .. Keishy sangat mencintai Ibunya.
Bodyguard melepas tautannya dengan Keishy kemudian Mereka meninggalkannya sendiri menangis tersedu-sedu diluar bilik Ibunya.
Leona tersenyum, walaupun tadi ia sempat menolak untuk membunuh Emilly, menurutnya itu pertunjukkan yang hebat. Sebenarnya Leona ingin menyiksanya lebih lama, karna membunuhnya itu sangat membosankan.
Leona mencengkram pipi Keishy dengan keras,"Hai, Ecinya Emilly yang tersayang" Ucapnya menepuk kepala Keishy pelan
"tidak ada yang jahat disini, kita hanya melakukan sesuatu yang baik dengan pandangan dan cara kita masing masing, Keishy Arrabale Ravanda" Ucapnya menyebut marga asli Keishy, Leona mengeluarkan tisu basah dari sakunya kemudian mengusap tangannya yang ia gunakan untuk mencengkram pipi Keishy tadi dan seperkian detiknya Keishy ditinggalkan sendiri.
"Mamah ... Hiks ... Maafin ... Eci" Ucapnya menangis seraya memeras sweaternya disisi tepat pada jantung, sungguh disana sangat sesak. Semakin lama penglihatan Kei semakin putih ..
kemudian gelap seketika.
"MAMAHHH!" Keishy bangkit dari tidurnya berkeringat, Napasnya tak beraturan. Keishy melihat sekeliling seraya menyeka keringatnya, Dia sedang di rumah sakit, Keishy melihat tangannya yang di infus sangat sunyi, yang terdengar hanya suara dokter dan perawat diluar ruangan.
Keishy mendesah pelan saat merasakan ada yang nyeri di perutnya kemudian Keishy membuka baju biru khusus pasien itu, terlihat bahwa ada bekas jahitan. Kei lupa, Kemarin ia habis di tembak Sena dari dekat.
Keishy kemudian berpikir, itu mimpinya. Mimpinya yang sangat-sangat nyata sekali, itu masa lalu yang terulang kembali. Keishy menutup wajahnya mencoba menetralkan detak jantung yang semakin lama semakin cepat.
__ADS_1
"Leona!" Batinnya merintih