
"What?! Vian?!" Ucap Zeyvin dan Zen kompak
"Emang kenapa?" tanya Keishy penasaran saat mereka mengucapkannya bersamaan
"Iya, emang kenapa?" Tanya Arvin
Zeyvin dan Zen tidak menghiraukan mereka berdua, malah mereka sedang asik berbisik kemudian menatap lekat Arvin dan Keishy.
"V-Viandra Gerralio Ralie? Apa bener itu Abang lu?" Tanya Zeyvin memastikan
"Ada hubungan apa kalian sama Abang gua?" tanya Keishy langsung ke inti menyingkirkan Arvin yang menganga tak percaya kemudian berjalan perlahan menuju Zeyvin
"Jadi abang udah ganti marga duluan ternyata" kata Keishy dalam hati.
"Mati lu Vin!"
"Sukurin Avin!"
"Bisa dimutilasi lu"
"Avin as a stupid human!" Timpal Zeyvin dan Zen bergantian.
Sedangkan Arvin mulai berkeringat dan memukul-pukul kepalanya ke dinding seperti orang bodoh.
"Eh ni anak kenapa, dah?!" Tanya Keishy panik melihat Arvin
Arvin segera memegang kedua bahu Kei dan menatapnya lekat, "eh lo! Plis lupain kejadian tadi, gue gatau kalo lo adeknya Bang Vian"
Avin menghela berat, " Gue bakal turutin deh apa mau lu tapi plis jangan ngadu ke bang Vian" Ucap Arvin dengan penuh permohonan dengan nada lemahnya
Kedua temannya itu bengong tak percaya, kemudian mereka tertawa lepas tanpa beban melihat Arvin temannya sekarang memasukki kandang singa.
"Ih .. Vin .. lo lucu banget gila! haha!" Zen geli menahan tawa seraya memegang perutnya
"AHAHA! LU SODARA GUE BUKAN SIH?! MELAS AMAT TU MUKA. LAPER GUE JADI ILANG YAAMPUN!" Zeyvin tertawa renyah sembari memukul-pukul bahu Zen
"Cowok gila kalian" batin Keishy.
Arvin menatap mereka dengan tatapan tidak percaya dengan respon teman-temannya itu.
"Kalian ada hubungan apa sama Bang Vian?!" Tanya Keishy penuh penekanan mengulang pertanyaannya kembali
Zeyvin dan Zen tiba-tiba diam tak berkutik. Mereka yang tadinya seperti anak setan berubah menjadi kaum adam yang super kalem, termasuk Arvin.
Mereka saling melirik, kemudian membuka pintu dan keluar satu-persatu meninggalkan Keishy sendirian tanpa mengeluarkan kata sehuruf-pun.
Perasaan Keishy mulai aneh, ia mengambil Cutternya yang tadi jatuh di lantai kemudian mengambil boneka kelinci didalam tas nya, "Jadi kalian gak mau kasih tau?!" Ucap Keishy berdiri diluar pintu Perpustakaan
Level kepo Keishy meningkat.
__ADS_1
"Gimana ya kalo gue ngadu ke bang Vian?" seketika mereka berbalik badan berdiri ditempat melihat apa yang dilakukan Keishy dari kejauhan
"Mungkin kalian bakal ..." Keishy mulai menunjukkan aksinya, dia menyodorkan boneka itu dan menancapkan cutternya kemudian menarik paksa cutter itu hingga busa bonekanya keluar hingga jatuh ke lantai
Keishy tersenyum merdeka kemudian membuang boneka itu ke sembarang tempat dan menyaku cutternya.
"Emang kalian mau digituin? gua mah ogah" Ucap Zeyvin
"Ya gue gamau juga pe'a" Timpal Arvin dan Zen bersamaan.
Zeyvin mulai mendekati Keishy diikuti Arvin dan Zen dibelakangnya.
"Sebenarnya .. Sebenarnya ..." Ucap Zeyvin mencoba menjelaskan
"Sebenarnya apa?" Potong Keishy
"Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa" Sambung Zen dengar nyanyiannya
"Tapi mengapa aku slalu tak bisa" Lanjut Zeyvin merasa asik sendiri
"Bagaimana caranya agar dirimu bisa tau" Zen
"Kalau aku suka" Zeyvin
"Suka" Zen
"Suka" Zeyvin
Arvin hanya memijat pelipisnya pusing melihat kedua sohibnya semakin menggila.
"Gue serius jingan! " timpal Keishy emosi
Mereka bertiga menelan salivanya, membalikkan badan dan saling berhadapan.
"Eh gimana nih?" tanya Zen berbisik
"Ya gue gatau" Jawab Zeyvin
"Kalo dikasi tau otomatis dia juga bakal masuk organisasi ini" Jelas Arvin
"Organisasi apa?"
Hening. Tak sadar bahwa Keishy dari tadi menguping pembicaraan mereka. Sungguh terlalu.
Mereka bertiga frustasi bubar dari acara bisik berbisik, Arvin yang mengacak acak rambutnya, Zeyvin yang berbicara sendiri seperti orang gila dan Zen yang memukul kepalanya sendiri di dinding Koridor.
"Kalian kenapa si? Kalo gabisa jawab karna rahasia gapapa kali, gua gak maksa" Ucap Keishy santai
"Hah? Kalo gitu mah ngapain lo ngelakuin hal kayak gitu pake boneka lo hah?!" Ucap Zeyvin Kesal
__ADS_1
"Ya, 'kan kalian gak bilang kalo itu rahasia" Keishy menggidikkan bahunya.
"Jadi, aman nih?" tanya Zen
"Aman dong" Ucap Keishy santai. Lagi.
"Lah gua? Eh lu jangan kasih tau bang Vian" Ucap Arvin khawatir
"Gak bakal, tapi lu harus turutin apa perintah gue tanpa terkecuali. Ngerti kan?"
"ah iyaiya" jawabnya pasrah
"Oke sekarang kalian harus nganterin gue ke ruang kepsek" Ucap Keishy sambil menunjuk mereka bertiga kemudian mereka mengangguk setuju.
Keishy berjalan dengan Angkuh dengan posisinya ditengah. Zen, Zeyvin dan Arvin Membentuk segitiga sedangkan Keishy berada di depan.
"Untung lagi jam pelajaran, jadi sepi." batin Arvin.
"Duh laper" batin Zeyvin.
"...."
Tak heran jika Zen hanya diam, dia sibuk mendengarkan musik lewat earphone yang dia pakai.
"Rahasia dibuat untuk diketahui. Bukankah begitu?" kata Keishy dalam hati.
Bukan berarti dengan sikap masa bodo Keishy tidak lagi penasaran dengan hubungan Ketiga Pria itu dengan kakaknya.
Malah Keishy semakin kepo saat sikap mereka yang diluar kepala seperti frustasi tadi.
Keishy akan menguak ini hingga ke akar akarnya, eh bukan.. Hingga pusat bumi.
Sungguh ia sedang Mengubur dalam dalam sikap Keponya didepan ketiga Pria itu. Keishy mengadu? Itu tindakan bodoh yang tidak pernah Keishy lakukan.
Ia hanya memancing mereka semakin panik dengan emosinya. Jika Keishy mengadu? Pekerjaannya selama ini akan hilang.
Apa pekerjaannya? Menguak rahasia seseorang tanpa memberi tanda apapun dan memberi tahu siapapun.
Keishy hanya cukup tahu saja apa yang dia ketahui pada orang disekitarnya. Dia akan menggunakan rahasia itu sebagai 'sesuatu' untuk meringankan pihak lain.
Jangan terlalu dipikirkan.
Yang Keishy tau saat ini dimata mereka tokoh Vian itu anti dengan sebuah pembocoran kerja sama dan Vian anti pada orang yang 'Berkhianat'.
Dalam sikap mereka Keishy melihat bahwa tokoh kakaknya itu sudah memasuki garis psikopat.
Dan Keishy tidak mau menyianyiakan kesempatan ini.
Menguak rahasia itu sungguh menyenangkan, Pikir Keishy.
__ADS_1
"Dasar cowok, akalnya pendek. pantesan kecerdasan seorang bayi tergantung pada ibunya" pikir Keishy.