
Sudah 1 minggu Kuon tidak pulang kerumah, ia memiliki beberapa unit rumah selain tempat yang ia huni bersama dengan Naomi, oleh karenanya selama itu pula ia menginap di salah satu properti yang ia miliki.. Ia tidak tahu bagaimana ia harus menghadapi Naomi.
Ia juga tidak berangkat keperusahaannya, setiap malam ia habiskan dengan menegak minuman keras di Bar langganannya hingga ia tidak sadarkan diri, beruntung ia memiliki asisten pribadi yang sigap, yang selalu mengantarnya pulang ketika ia sudah terlalu mabuk untuk menyetir.
Seperti pada malam sebelumnya, Kuon juga minum hingga tidak sadarkan diri, ketika bangun dari tidurnya, jam sudah menunjukan pukul 1 siang. Kepalanya sakit karena telah berlebihan dalam mengkonsumsi minuman keras, rambutnya acak-acakan dan jambangnya tumbuh tidak teratur. Seisi badannya bau minuman keras, jika ia keluar dengan keadaan seperti ini, orang-orang tidak akan percaya jika ia adalah seorang presiden direktur dari Nakamura Group yang terkenal.
Dengan wajah meringis diakibatkan oleh kepalanya yang sakit seolah-olah palu dihantamkan ke kepalanya berkali-kali, ia berjalan ke area dapur untuk menuangkan air mineral ke dalam gelasnya. Ia kemudian mengambil obat penghilang sakit kepala dari dalam lemari dimana ia biasanya menyimpan obat-obatan, tanpa menunggu lama ia langsung menegak minuman yang ada digelasnya itu dengan sebuah tablet pereda sakit kepala.
Tidak berapa lama kemudian, sakit dikepalanya berangsur-angsur berkurang. Ia kemudian berjalan lagi keruang tengah dan duduk di sofa.
Perhatiannya kemudian tertuju pada dokumen yang terletak di atas mejanya, pada suratnya tertulis gugatan cerai.
Ya.. Ia telah mendapatkan perusahaan milik Sato... Ia sudah tidak lagi membutuhkan Naomi.. Oleh karena itu ia ingin segera menceraikan istrinya...seandainya saja ia lebih cepat bertindak.. Mungkin Naomi tidak akan sempat hamil dan mereka berdua bisa kembali menjalani kehidupan mereka masing-masing begitu ia mendapatkan perusahaan Sato.. Naomi bisa kembali bersama dengan pria yang ia cintai..dan ia tidak akan terlanjur jatuh cinta kepada Naomi..dan yang terpenting..tidak ada Haruto yang harus menjadi korban keegoisan ibunya... Ia ingin segera mengakhiri semuanya.. Hanya saja entah mengapa hatinya terasa berat untuk melakukannya. Ia hanya bisa menatap surat-surat tersebut..karena ia tidak sanggup membayangkan jika hubungan mereka benar-benar harus berakhir.
Disaat ia sedang mempertimbangkan untuk membawa surat yang telah ia tanda tangani itu kepada Naomi, teleponnya berdering.
Jun, asisten pribadinya yang juga tangan kanannya, menghubunginya.
"Tuan Sato bersikeras ingin menemui Anda" ucap Jun ketika Kuon menjawab telepon darinya.
Tampaknya ia sudah tidak bisa menghindari Hideyoshi lagi, oleh karena itu hari ini ia memutuskan untuk menemui pria yang juga mertuanya itu.
"Katakan padanya, ia bisa menemuiku pukul 3 sore nanti" ucap Kuon sebelum mematikan teleponnya.
Ia harus mencukur dan merapikan dirinya sebelum menemui Hideyoshi.
__ADS_1
...****...
Hideyoshi sudah menunggu di ruang kerjanya ketika Kuon tiba.
Ia segera bangkit berdiri ketika melihat Kuon.
"K-Kuon. Katakan jika semua ini hanya lelucon!" ucap Hideyoshi.
Kuon tidak mempedulikannya dan berjalan melewatinya, ia kemudian duduk di kursi kerjanya yang empuk seraya meletakan kedua kakinya di atas meja.
"Seperti yang kamu ketahui, aku sekarang adalah pemilik perusahaan Sato. Aku bahkan berencana untuk mengubah nama perusahaanku yang baru ini karena sekarang ia sudah menjadi bagian dari Nakamura Group" ucapnya santai.
"Kamu!! Mengapa kamu begitu tega mengkhianatiku??apa kamu lupa kalau aku adalah mertuamu??!"
".. Percayalah.. Aku tidak akan pernah melupakanmu.. Hideyoshi Sato..terutama apa yang telah keluargamu lakukan lebih dari 20 tahun yang lalu.. "
"Sepertinya kamu memang sudah tua.. Kamu bahkan tidak mengenalku hingga detik ini.. Ya itu wajar saja karena namaku sekarang adalah Nakamura.. Dan saat itu.. aku hanyalah seorang bocah berusia 5 tahun yang tidak tahu apa-apa.. Namun jika aku menyebut nama Fujiwara.., tepatnya Nobuki Fujiwara.. Aku ingin tahu apa kamu masih mengingat nama itu.. "
".. Nobuki Fujiwara.. " ingatan Hideyoshi kembali ke masa lebih dari 20 tahun yang lalu.
Nobuki Fujiwara merupakan sahabatnya yang juga merangkap kakak kelas Hideyoshi ketika mereka berkuliah di universitas yang sama.
Nobuki dikenal sebagai pria yang cemerlang, cerdas dan bertalenta, karena diusianya yang relafif muda dan kepiawaiannya dalam melihat peluang ia berhasil mendirikan perusahaannya sendiri, dan dalam waktu singkat ia mampu membuat perusahannya berkembang dan dikenal oleh banyak orang.. Sayang sekali kehidupan asmaranya tidak berjalan sebaik karirnya karena ia harus bercerai ketika pernikahannya baru berjalan beberapa tahun dan harus membesarkan anaknya seorang diri sebagai orang tua tunggal.
Hideyoshi yang saat itu jatuh terpuruk karena perusahaannya bangkrut, di rangkul oleh Nobuki dan di rekrut untuk bekerja di perusahaannya. Ia bahkan sudah menganggap Hideyoshi sebagai saudaranya sendiri sehingga tanpa ragu ia memberikan posisi yang cukup penting kepada Hideyoshi dan mempercayakan surat-surat serta keputusan penting kepadanya. Tanpa Nobuki, hidup Hideyoshi sudah bisa dipastikan hancur ketika karirnya saat itu berakhir.
__ADS_1
Melihat raut wajah Hideyoshi yang pucat dan shock setelah mendengar nama Nobuki, membuat Kuon tersenyum.
"..Nobuki Fujiwara adalah ayahku.." lanjutnya lagi.
Mendengar hal tersebut membuat mata Hideyoshi terbelalak tidak percaya.
"..Kamu adalah.. Anak Nobuki..?" ulangnya berusaha meyakinkan apa yang ia dengar tidak salah.
" Ya.., namaku yang sesungguhnya adalah Kuon Fujiwara.., dan apa yang sedang terjadi saat ini...aku hanya mengambil kembali apa yang memang seharusnya menjadi milikku. Sudah cukup baik aku membiarkanmu memiliki sesuatu yang bukan milikmu selama hampir 30 tahun..bukankah sudah seharusnya kamu belajar untuk tahu diri..?"
" K-Kuon aku rasa ada kesalahpahaman di antara kita.. Hubunganku dengan ayahm.. "
" Apa kamu ingin mengatakan bahwa kamu tidak pernah mengkhianati ayahku? Bukankah kamu yang membuat Michiko untuk menggoda ayahku agar beliau tergila-gila padanya dan menikahinya? Namun setelah ayahku menikahinya, ayah harus kehilangan semua aset berharganya yang sudah berpindah tangan oleh Michiko! Setelah itu dengan keji ia meninggalkan ayahku dan menikahimu!! Apa kamu tahu bagaimana kami melewati hari-hari kami sepeninggal kalian? Dengan kejam kalian bahkan tidak meninggalkan sepeser pun ditangan ayahku. Ia harus menanggung hutang yang tidak sedikit dan kehilangan perusahaan yang ia banggakan, tidak hanya itu.. Ia bahkan tidak bisa membiayai penyakitnya selama bertahun-tahun..apa kamu tahu bagaimana ia mengakhiri hidupnya?? Ayah yang kukenal sebagai ayah yang baik.. ayah yang lembut..sampai harus kehilangan akal sehatnya karena perbuatan busuk kalian..beliau bahkan berusaha membawaku ikut dengannya ke alam baka ketika ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya... Ayahku yang hebat harus mengakhiri hidupnya dengan menanggung malu di penghujung hidupnya.. apa kalian tahu bagaimana aku harus melewati itu semua???!! " teriak Kuon.
".. Ketika aku melihat kalian pada malam penggalangan dana.. Aku sedikit khawatir jika kalian akan mengenalku.. Namun tidak disangka..jangankan dirimu.. Michiko yang sempat menjadi ibu tiriku saja tidak mengingatku! Ha ha ha, aku anggap ini adalah bantuan dari para dewa untukku! Jika kamu berpikir aku menikahi putrimu karena aku mencintainya, buka matamu.. Aku menikahinya semata-mata karena ingin merebut kembali perusahaan yang memang sudah seharusnya menjadi milikku. Apa kamu pikir suatu kebetulan anakmu Ichirou bisa terlibat dengan skandal yang memalukan itu? Dengan bodohnya kalian semua berjalan sesuai dengan yang kuinginkan.. Hahaha"
"K-Kamu..! Aku tidak percaya ini!" ucap Hideyoshi menahan dadanya dengan kuat, nafasnya terdengar berat dan sesak. Ternyata selama ini semua sudah di rencanakan oleh Kuon dengan matang. Nafasnya kian sesak, ia berusaha mencari tempat untuk bersandar.
"Aku sarankan sebaiknya kamu pulang sekarang dan cobalah untuk beristirahat aku tidak bertanggung jawab jika kamu merenggang nyawa disini..kamu kini sudah mengetahui kebenarannya..tenang.. Ini belum berakhir.. Aku akan memastikan kalian semua mendapatkan ganjaran yang sepadan atas segala perbuatan yang telah kalian lakukan terhadap ayahku" ucap Kuon seraya menarik kerah baju Hideyoshi sebelum melepasnya.
Kuon kemudian memanggil sekuriti untuk menyeret Hideyoshi keluar dari ruangannya.
"Lepaskan aku!" teriak Hideyoshi ketika sekuriti berusaha menggiringnya keluar dari ruang kerja Kuon.
Tanpa mempedulikan protes Hideyoshi, Kuon menuangkan Champagne kedalam gelas dan mengangkatnya ke arah Hideyoshi seolah-olah melakukan selebrasi sebelum meneguk habis cairan yang ada digelasnya itu.
__ADS_1
Ini adalah champagne termanis yang pernah ia cicipi selama ini.
...*****...