Paradoks

Paradoks
Cemburu


__ADS_3

Sudah 2 minggu sejak Kuon kembali dari perjalanannya, akan tetapi ia hampir tidak pernah pulang kerumah.


Sambil menggigit jari, Chikako menghubungi asisten yang ada di perusahaan Kuon, ia ingin tahu apa yang di perbuat oleh Kuon selama 2 minggu terakhir ini.


Sejak menikah dengan Kuon, ia lalui hari-harinya dengan tidak tenang karena perlakuan Kuon yang dingin kepadanya. Ia khawatir dengan posisinya, ia khawatir jika Kuon akan mencari hiburan di luar sana sedangkan ia sudah bersusah payah mencapai posisi ini.. Ia tidak bisa membiarkan wanita lain merebut posisinya.


Satu hal yang ia syukuri, walau Kuon memperlakukannya dengan dingin, Kuon sangat menyayangi Yukio, oleh karena itulah..bagi Chikako, Yukio adalah tameng dan alat untuk mempertahankan posisinya, sepanjang ia masih memiliki Yukio, Kuon tidak akan pernah bisa meninggalkannya, walau demikian ia tidak boleh berdiam diri jika ada wanita yang mencoba untuk menantangnya...


...****...


Kuon tidak ingin kembali dimana Chikako berada, namun akhirnya ia putuskan untuk pulang karena ia belum sempat menghabiskan waktu dengan puteranya itu sejak ia pulang dari Kagawa.


Beberapa hari terakhir ia sibuk mempersiapkan tempat tinggal yang baru untuk Naomi dan Aiko. Ia tahu Naomi tidak akan setuju dengan rencananya..akan tetapi setelah melihat tempat tinggal mereka, tekad Kuon semakin bulat. Apapun yang terjadi, ia akan membawa mereka kembali ke Tokyo, dengan begitu ia juga bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Aiko dan Naomi bisa menjalani terapi serta pengobatan dari dokter terbaik.


Ketika ia baru saja tiba dirumah, Chikako sudah menunggunya dengan wajah cemberut.


"Darimana saja kamu? Sepertinya kamu sibuk sekali walau tidak banyak proyek yang mengharuskan kehadiranmu" ucap Chikako memulai pembicaraan.


Kuon melepaskan jasnya dan menggantungnya ke peggantung mantel.


".. Apa Yukio sudah tidur?" tanyanya


"Jangan mengalihkan pembicaraan Kuon!! Darimana saja kamu??"


"...Bukankah pernah kukatakan, apapun yang kulakukan tidak ada hubungannya denganmu?" balas Kuon dingin.


"Siapa yang kamu temui???? Aku mendapatkan informasi kalau kamu membeli 1 property dekat perusahaanmu, dan belakangan ini kamu juga membeli banyak sekali hadiah padahal Yukio tidak menerimanya, apa kamu menemui seseorang dibelakangku???" tanya Chikako


"Kamu mengintai aktifitasku??" tanya Kuon tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Jika aku tidak mencari tahu, aku hanya akan menjadi wanita bodoh yang menunggumu dirumah! Katakan siapa yang kamu temui?" tanya Chikako seraya memegang lengan Kuon


Dengan jijik, Kuon menghempaskan tangan Chikako darinya.


"Aku tidak tahu jika kamu akan sangat terganggu mengetahui jika aku menemui seseorang di luar sana..padahal seingatku.. Kamu wanita yang tidak keberatan menjalin hubungan dengan pria beristri bukan?"


Mendengar ucapan Kuon membuat ketakutan terbesar Chikako menjadi nyata.


" Apa artinya kamu benar-benar mempunyai selingkuhan diluar sana? Tidak.. Tidak.. Hanya aku yang boleh memilikimu!!"

__ADS_1


Tanpa aba-aba, Chikako memeluk Kuon dengan erat.


"Katakan padaku, kamu hanya mempunyai hari yang buruk, katakan kalau kamu tidak menemui siapa-siapa diluar sana..bukankah..bukankah sebelumnya kamu sangat menghargai hubungan kita? Katakan kalau kamu mencintaiku Kuon.." ucap Chikako memelas.


"Aku tidak pernah dan tidak akan pernah mencintaimu Chikako, apa yang pernah terjadi di masa lalu hanyalah murni kesalahan yang kini harus kubayar dengan mahal..jangan berpikir hanya karena aku menikahimu maka kamu sudah memilikiku..kamu melupakan satu hal.. aku bisa membuangmu kapan saja.. " balas Kuon dingin seraya melepaskan pelukan Chikako dan berjalan meninggalkannya seorang diri.


Melihat Kuon yang berjalan meninggalkannya, Chikako menjatuhkan dirinya di lantai, seumur hidupnya.. baru kali ini ia mendapatkan perlakuan yang memalukan seperti ini.


Kedua tangannya mengepal dan seluruh badannya bergetar karena amarah.


"Aku akan membuatmu menyesal...seumur hidupmu..pada saat itu kita akan lihat siapa yang membuang siapa.."


...*****...


Setelah semua yang perlu ia kerjakan sudah selesai, Kuon kembali berangkat ke Kagawa. Ia sudah tidak sabar untuk menemui Naomi dan Aiko, di tengah perjalanan ia berhenti ketika melihat adanya restoran yang khusus menghidangkan Hitsumabushi, ia pun memesan beberapa porsi sebelum melanjutkan perjalanannya.


Sementara itu...


Arata datang menjemput Aiko karena kebetulan pada hari ini ia sedang libur. Ia sudah berjanji kepada Aiko untuk membawanya ke perkebunan dan kemudian pergi memancing, oleh karena itu ketika ia datang untuk mewujudkan janjinya, dengan antusias dan penuh semangat Aiko segera mengajaknya pergi. Anak itu sudah tidak sabar untuk memancing.


Memastikan Aiko sudah berpakaian rapi dan bisa melindunginya dari terik matahari, Naomi pun melepas puteri kecilnya untuk pergi berpetualang dengan Arata. Tidak lupa ia menyiapkan bento untuk mereka.


Setelah itu, ia kembali melanjutkan harinya seperti biasa.


...*****...


Dan kebetulan ketika ia baru saja tiba, ia melihat seorang pria mengendong Aiko yang sedang tertawa dan membawa peralatan memancing memasuki restoran, dari balik kaca spion mobilnya. Ia kembali ingat pria itu adalah pria yang ia temui di taman bermain ketika ia datang ke desa ini sebelumnya.


Ia benar-benar lupa dengan keberadaan pria itu dan melihatnya kembali hari ini membuat dia bertanya-tanya siapa pria itu.


Perasaan cemburu mulai merasukinya, selama ini ia terlalu gembira mengetahui Naomi masih hidup sehingga ia melupakan 1 hal yang penting. Bagaimana jika ternyata Naomi kini sudah menikah lagi? Walau ketika ia berada di apartemen Naomi, ia tidak melihat adanya tanda-tanda seorang pria hidup bersama mereka..akan tetapi ia kembali mengingat jika Aiko memanggil pria itu dengan sebutan papa...ia..tidak siap menerima kenyataan tersebut..


Setelah menenangkan diri agak lama di mobilnya, ia pun keluar dari mobilnya dan memasuki restoran tersebut.


Ia akan mencari tahu langsung hubungan apa yang mereka miliki...


...****...


Naomi sedang bercengkerama dengan Arata dan Aiko ketika Kuon tiba tanpa menghubunginya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Naomi.." sapa Kuon.


Melihat Kuon yang tiba-tiba ada didepannya, tentu saja membuatnya terkejut


"K-kuon? Aku tidak tahu kamu akan datang hari ini" balas Naomi.


".. Ya, aku segera kesini setelah menyelesaikan urusanku, dan..ini siapa?" tanya Kuon menunjuk kepada Arata.


Arata yang sudah memperhatikan Kuon sejak ia menyapa Naomi merasa ia mengenal Kuon.


"Ini adalah Dr. Arata.. Dokter yang menyelamatkanku dulu" ucap jawab Naomi memperkenalkannya kepada Kuon


"dan Arata.. Ini adalah..mantan.. Suamiku.." Naomi memperkenalkan Kuon kepada Arata.


"Ehh? kamu mantan suami Naomi? Aaah! Sekarang aku ingat! aku pernah bertemu denganmu di taman bermain!!! Aku tidak tahu kalau kamu adalah Ayah Ai.."


"Arata..!! Apa kamu bisa membawa Aiko terlebih dahulu..?" pinta Naomi.


"Err.. Baiklah, ayo Aiko ikut Papa"


Paham dengan maksud Naomi, Arata pun mengiyakan dan mengajak Aiko serta.


Setelah mereka pergi, Naomi mempersilakan Kuon untuk duduk.


".. Apa ada yang ingin kamu makan? Restoran kami menyajikan Ramen yang paling enak di desa ini" tawar Naomi.


".. Apa kamu punya hubungan khusus dengan Arata?" tanya Kuon


Mendapatkan pertanyaan Kuon membuat Naomi tidak nyaman. Ia merasa Kuon tidak punya hak untuk mengetahui dengan siapa ia menjalin hubungan.


" Dengan siapa aku menjalin hubungan khusus..tidak ada sangkut pautnya denganmu bukan?" jawabnya.


" Jika memang kamu menjalin hubungan khusus dengannya, tentu ada sangkut pautnya denganku, karena itu artinya pria itu akan menjadi ayah tiri Aiko, apa itu sebabnya Aiko memanggilnya Papa??"


Kuon sedang membenci dirinya sendiri karena tidak mampu membendung kecemburuan yang ada padanya. Ia tahu kalau ia tidak berhak untuk cemburu mengingat hubungan mereka sudah lama berakhir..hanya saja ia tidak bisa menerima Naomi menjalin hubungan dengan pria lain. Naomi adalah miliknya..walau sungguh tidak masuk akal karena mereka sudah bercerai.


".. Apa hal yang buruk jika Arata menjadi ayah tiri Aiko? Selama ini Arata selalu ada untuk Aiko, dan bagi Aiko, Arata adalah ayahnya"


"Aku juga akan selalu ada untuk Aiko jika aku mengetahui keberadaan kalian lebih awal!"

__ADS_1


"Dan aku tidak akan melarangmu untuk bertemu dengan Aiko, aku juga ingin Aiko mengenal ayah kandungnya.. aku hanya tidak ingin kamu mencampuri urusan pribadiku, jangan lupa hubungan kita saat ini semata-mata hanya demi Aiko, oleh karena itu aku harus memperjelas batasan - batasan yang ada diantara kita dan kuharap kamu tidak melanggar batas itu.


...*****...


__ADS_2