
Tidak terasa sudah sekitar 6 bulan berlalu sejak mereka kembali ke Tokyo, Naomi tidak menyangka jika ia akan menikmati kepindahannya kembali di kota ini, setelah apa yang pernah terjadi di masa lalu, tanpa di duga segala kekhawatiran yang ia miliki sebelumnya sirna ketika melihat perkembangan Aiko yang sekarang jauh lebih baik.
Selama 6 bulan ini pula, Kuon memperlakukan mereka dengan baik, dan khususnya terhadap dirinya sendiri, Kuon tidak pernah memaksakan kehendaknya dan selalu menanyakan pendapatnya dalam mengambil sebuah keputusan khususnya mengenai Aiko, hal yang hampir tidak pernah ia dapatkan ketika masih menjadi istri Kuon..dan ia benar-benar menghargai perubahan yang positif itu dari mantan suaminya.
Hanya saja, tanpa ia ketahui Kuon masih sering diam-diam mempertemukan Yukio dengan Aiko..jika ia mengetahui hal tersebut, tentu ia akan sangat sulit menerimanya.
Sebenarnya Naomi tidak membenci Yukio, walau anak itu adalah anak yang lahir dari wanita yang menjadi selingkuhan suaminya saat itu, ia tahu dan sadar jika anak itu tidak bersalah kepadanya..hanya saja ia merasa sulit untuk mengenalkan Aiko kepada satu satunya saudara yang ia miliki, karena itu artinya Aiko juga akan mengenal ibu dari saudara laki-lakinya itu, dan Naomi tidak siap akan hal itu. Baik Chikako dan dirinya tidak memiliki hubungan yang baik dimasa lalu.. Dan ia merasa mereka juga tidak akan memiliki hubungan yang baik di masa yang akan datang....
...******...
"Yukio, dua bulan lagi, kamu akan berulang tahun, apa yang kamu inginkan sayang?" tanya Chikako yang saat itu sedang menemani puteranya belajar.
".. Kio ingin mengundang Jiro, Kenta, Daisuke dan..dan..Tomo? Lalu Kio ingin pesta yang besarrr di kolam renang!! Lalu Robot Denoman terbaru dan juga Mobil Denoman yang ada lampunya! " jelasnya antusias, menghentikan aktifitas belajar yang sedang ia lakukan karena terlalu bersemangat dan memastikan jika ibunya mendengarkan semua keinginannya.
" Mmmh.. Kolam renang.. Kebetulan Ayahmu baru saja membangun kolam renang tropical, kita akan membuat undangannya, apa ada lagi yang kamu inginkan?" tanya Chikako tersenyum
Mendengar pertanyaan Chikako, Yukio berpikir sejenak dan mengernyitkan dahinya... Setelah beberapa waktu ia baru kemudian ingat apa yang ia inginkan,
" Kio tidak ingin Aiko berada dipesta kio! Kio tidak suka! "
Chikako walau bukan wanita yang baik, ia adalah ibu yang baik untuk putera satu-satunya itu. Ia mengenal semua teman-teman sekelas Yukio maupun teman-temannya yang dari kelas kursus, dan ini pertama kalinya ia mendengar nama Aiko. Ia tidak mengingat ada seorang anak yang bernama Aiko di lingkaran pertemanan Yukio
__ADS_1
".. Aiko? Apa ia teman sekelasmu yang baru? Mengapa kamu tidak menginginkannya berada di pestamu Yukio?" tanya Chikako bingung.
".. Kio tidak suka! Ayah suka membawa Aiko kalau mengajak Kio pergi bermain, Aiko ingin merebut Ayah"
Deg!
Jawaban Kio mengejutkan Chikako, ia segera memasang potongan puzzle yang selama ini menghantuinya, apa anak itu adalah anak dari wanita yang Kuon bawa ke Tokyo? Atau apa kah anak itu memiliki hubungan dengan Kuon? Ia tahu bagaimana Kuon menyayangi Yukio, tidak mungkin pria itu akan mengajak anak lain walaupun itu adalah anak dari kekasihnya dalam menghabiskan waktu berharga dengan puteranya itu.
Penasaran ia pun bertanya lebih banyak lagi.
"Ayah suka membeli mainan untuk Aiko, dan menggendong Aiko, tiap kali Kio ingin mainan, ayah juga akan membelikannya kepada Aiko, ayah sudah diambil Aiko.." ucapnya sedih.
Mendengar jawaban dari Yukio, Chikako merasa ini sudah waktunya untuk menemui wanita ****** itu. Ia tidak akan menahan diri lebih lama lagi....
Keesokan harinya, Naomi dan Aiko sedang memilih buah dan sayur di salah satu pusat perbelanjaan, Naomi ingin memasak Sukiyaki karena sebentar lagi akan memasuki musim dingin, walau ia tidak kekurangan pelayan di mansion yang mereka tinggali saat ini, Naomi masih tetap memilih untuk memasak sendiri untuk Aiko.
Saat sedang asik memilih, tiba-tiba seorang pria menghampirinya.
"Apa anda Ny.Ikeda?" tanya seorang pria tinggi tegap dengan pakaian yang rapi
Terkejut, Naomi tidak menyangka jika ada orang yang mengenalnya.. Hanya saja jika orang itu masih memanggilnya dengan nama Ikeda, itu artinya pria itu tidak mengenal dirinya yang di masa lalu. Dengan nada yang penuh pertanyaan, iapun menjawab pria tersebut.
__ADS_1
".. Ya..? Apa aku mengenal anda?" tanya Naomi.
"Ada yang ingin menemui Anda, silahkan ikuti aku" ucap pria itu tanpa menghabiskan waktu untuk berbasa basi.
Penasaran, Naomi pun mengikuti pria itu memasuki suatu restaurant bersama dengan Aiko. Pria itu membawanya pada suatu meja, dan di depannya ada seorang wanita yang sedang memunggunginya.
"Aku telah membawanya" ucap pria itu membungkukan badannya dan pamit diri.
Hati Naomi merasa tidak tenang, dan ketika wanita itu membalikan badannya, jantung Naomi memompa dengan sangat kencang hingga ia merasa ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri, dan suaranya sendiri terasa tersangkut di tenggorakannya...
...****...
Ketika pria suruhannya membawa wanita selingkuhan suaminya itu ke mejanya, Chikako tidak mempersiapkan, baik dirinya maupun hatinya akan kenyataan yang sebentar lagi terbentang di depan matanya itu, oleh karena itu, ketika ia membalikan badannya, matanya terbelalak hampir keluar dan ia merasa ia hampir mengalami serangan jantung!! Bagaimana mungkin wanita yang ada di depannya itu begitu mirip dengan Naomi???
Tidak bukan hanya mirip, wanita itu memang adalah Naomi!!!! Ia tidak percaya jika wanita itu tidak mati! Ketika ia mendapatkan berita kematiannya, ia berpesta hingga 7 malam berturut-turut berpikir akhirnya Kuon akan menjadi miliknya, namun tidak di sangka-sangka wanita itu ternyata masih hidup dan sehat dan bahkan... Ketika ia melihat wajah anak kecil yang berada di samping Naomi, ia segera tahu anak itu adalah anak Kuon! Tidak hanya perempuan itu sehat dan baik-baik saja, bahkan wanita ****** itu memiliki anak dengan Kuon!
Perasaan tertekan, dan terancam segera meliputi seluruh pikirannya, namun Chikako adalah wanita yang pandai berakting. Walau ia terkejut setengah mati mengetahui wanita yang Kuon temui selama ini secara diam - diam adalah Naomi, ia segera menenangkan pikirannya dan memperbaiki postur tubuhnya, berharap Naomi tidak melihat ketidaknyamanannya itu. Ia tidak akan membiarkan Naomi merasa keberadaannya mengancam kehidupannya saat ini.
".. Aku tidak menyangka.. Jika... Kamu masih hidup.. Naomi..." ucap Chikako memulai pembicaraan dengan menatap tajam ke arah Naomi, pandangannya kemudian dia alihkan kepada Aiko.
Anak itu adalah jiplakan Kuon, ia bisa melihat Kuon hanya dengan melihat anak perempuan itu. Kepalanya berpikir dengan keras dan mengkalkulasi berapa usia anak itu, terlihat anak itu lebih kecil dari Yukio, apa itu artinya Kuon sudah tahu jika Naomi masih hidup sejak dulu? Kenapa ia tidak membawa Naomi lebih cepat ke Tokyo mengingat Kuon bukanlah tipe pria yang takut akan pandangan orang - orang?
__ADS_1
Aiko yang merasa tidak nyaman dengan pandangan Chikako, segera bersembunyi dibelakang Naomi, melihat gelagat puterinya itu, Naomi pun segera memberanikan dirinya..
".. Lama tidak berjumpa Chikako.." balasnya.