
Mengambil tasnya yang berada di atas meja kemudian menuruni tangga Apartemen dengan cepat. Keshy melihat arlojinya, terlihat pukul 09:30 membuat matanya melotot panik dan merogoh kunci mobil yang diberikan Vian kemarin.
Hey? Biasanya siswa/i telat itu mungkin beberapa menit. Bagaimana Keishy bisa telat selama 2 jam setengah?
Dengan cepat ia masuk kedalam mobil itu dan menancap gas tanpa jeda. Melaju dengan kecepatan 80km/jam dan sampai pada tujuan.
Tak sadar bahwa dirinya hampir menabrak 3 pedagang kaki lima dan 2 sepeda motor yang sedang menuju rute berlawanan.
Sudah berapa kata sampah serapah untuk Keishy yang tidak menyadarinya sama sekali. Keishy turun dari mobil dan menatap gedung besar itu
Merogoh saku baju mengambil ponsel guna menelfon Vian, "Bang?"
"Salam dulu woy!" Ucap Vian di telfon, Keishy memutar bola matanya malas dan mengucapkan salam pada kakaknya.
"Ngapain telfon gua ?"
"Bang ini sekolahnya di jalan merpati, 'kan?"
"Iya, emang kenapa ?"
"Gak salah, lo ?"
"Coba pap" perintah Vian. Keishy segera memotret gedung itu kemudian mmengirimkan pada Vian melalui via chat.
Ponselnya menyala tanda notifikasi disana, Vian membuka media yang dikirimkan Keishy dan memberi tahunya bahwa tujuannya itu tidak salah.
Mendengar pernyataan Vian pun Keishy segera masuk Gedung sekolah yang bertuliskan 'All Dream Of School - High School'.
Masa' gedung sekolah cem gedung pabrik indomie, gumam Keishy.
Keishy melangkahkan kakinya percaya diri melewati beberapa siswa-siswi disana dengan tatapan terpaku kedepan tanpa menoleh pada siapapun.
Murid disana terpaku pada Keishy, bagaimana tidak?. Bukannya menggunakan baju asal sekolah Keishy malah menggunakan baju croppy dengan pasangan celana Jeans panjang tak lupa tas punggung kecil yang terkesan imut saat dikenakan.
"Woy itu siapa si ?"
"Anak kapsek kali"
"Siapa dia?"
"Itu puser apa lobang pipa rucika?"
"Mulus banget."
"Gaada pori-porinya, dia setan?"
__ADS_1
"Sst ah lu sembarangan! Kakinya aja nempel di bumi."
"Cantik"
"Guru baru keknya"
"Mana ada, mukanya fresh gitu, paling seumuran ama kita kita"
"Apa anak baru kali ya?"
"Mungkin."
Keishy mencoba meminimalisir emosinya. Sembarangan, siapa yang bilang puser Keishy seperti pipa rucika?. Dan lagi ada yang bilang bahwa Keishy itu setan? Mas-Mbak aing mah manusia atuh original dari Tuhan. sumbangan benih dari Bapak Ravanza dan numpang di sel telur Bu Emilly, Pikir Keishy.
Sudah beribu kata toxic terlontar dari mulut Keishy.
Keishy emosian? Emang iya.
Keishy menghampiri salah satu murid yang bersandar dikoridor sekolah, "permisi Mbak. Ruang kepsek dimana, ya?" Tanya Keishy pada mereka
"Ohh, ruang kepsek disebelah kan ... AW! SAKIT MEL! KAKI GUE KOK DIINJEK!?" Gadis itu kemudian meringis kesakitan merasa bahwa kakinya diinjak oleh teman sebelahnya
Temannya itu berdecak, "lo lupa ruang kepsek di sebelah kiri bukan kanan? Kan ruang kepsek yang dulu udah dijadiin gudang, gimana sih." ujarnya
"O-oh iya gue lupa. Disebelah kiri Mbak" Ucap Siswi itu seraya menunjuk arah.
Kedua Siswi itu ber-high five gembira saat Keishy kesana.
Ia berjalan ke koridor sebelah kiri untuk menemui kepsek disana, bukannya masuk ruang kapsek Keishy malah masuk ke Perpustakaan.
Sudah terlanjur membuka pintu, semua barang yang dikaitkan saat pintu tertutup itu terjatuh semuanya hingga salah satu barang ada yang pecah. Mereka sedang memperbaiki perpustakaan. Ketiga pria disana melotot ke arah Keishy marah sedangkan empunya hanya diam linglung seperti orang bodoh.
Keishy membulatkan matanya dan berbalik seraya berteriak menutup wajahnya reflek setelah mencerna apa yang terjadi sekarang pada dirinya.
ketiga Pria itu marah, kemudian salah satu dari mereka mendekat ke arah Keishy dan menariknya ke dalam kemudian menutup pintu perpustakaan dengan keras membuat Keishy kaget.
Sekarang hanya ada Keishy dan ketiga pria mengelilinginya.
"K-kalian ngapain?" tanya Keishy panik
"Lu gak baca ada tulisan apa di depan pintu hah?!" tanya salah satu Pria yang ada disana
"T-tadi gua mau ke ruang kepsek terus salah satu murid cewe bilang disini ya gua tinggal masuk aja. Gua gak tau kalo ini perpustakaan" Jelas Keishy berterus terang pada mereka seraya menunduk malu
"Alasan dia aja tuh, Zey" Ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
Zeyvin melirik temannya itu kemudian beralih pandang pada Keishy, "jangan buru buru Zen. Gua tau apa yang harus gua lakuin" ujarnya.
Zeyvin menarik dagu Keishy keatas agar bisa bertatapan, "Jangan nunduk. Kalo lo jujur pasti bakal tatap lawan bicara!"
"Gua jujur! Kalian jangan pojokin gua ya! Gua bukan cewek bodoh!" bentak Keishy menepis tangan Zeyvin yang menyentuh dagunya
Pria itu menyingkirkan Zeyvin dan Zen dihadapan Keishy, menarik dagunya kemudian mendekatkan wajahnya didepan wajah Keishy.
"Lu mau goda gue dengan muka polos lu itu?" tanyanya asal kemudian ia menjauhkan wajahnya
"Ah! Apaansih! " Keishy menepis tangan Pria itu dari dagunya
"Bibirnya pink soft gitu, apa dia pake gincu Vin? " Zeyvin berkomentar.
"Ya kagak lah! Najis gua bukan cabe ya!" Timpal Keishy tidak terima
Pria memiliki nama Arvin itu memojokkan Kei ke dinding secara tiba tiba, mengangkat dagunya Kei menetralkan tatapannya menggunakan tangan kanan dan tangan yang satunya menempel pada dinding.
"Bukan cabe? Liat penampilan lu" Arvin menyentuh rambut Keishy, "rambut coklat gelap? Di cat kan?. Baju crop ? Lo mau pamerin perut rata lo hah?! Lu kira ini pusat Clubbing ?!" Ujarnya dengan nada tinggi.
"Stop! Ah" Keishy melepas semua sentuhan Arvin, merogoh cutter yang ada didalam tas kecilnya dan memojokkan Arvin di dinding
Menyentuh leher Arvin menggunakan cutternya disisi tumpul, "Bawel lu!" Keishy menyeringai
Kei memperdalam sedikit tekanan cutternya pada leher Arvin, "rambut coklat? Gua lahir di New Zaeland ya wajar kalo gue punya rambut kaya orang luar. Baju crop? Gua bukan pamerin, gua cuma mau cocokkin sama style jeans gua" Jelasnya penuh penekanan
"Eh iya percuma juga gue jelasin ke lu yang gatau style jaman sekarang ya gan" Arvin Menyeringai sinis memegang tangan Keishy dan menjatuhkan cutternya membalikkan posisinya dengan Keishy sekarang berada di pojokkan
"Pinter banget sih bela dirinya. Tapi ga setangkas gua" Ucap Arvin senyum tanpa beban seraya mengunci pergelangan tangan Kei ke dinding
"Main aja sono dramanya gue nonton ajadah" batin Zen.
"Duh laper" batin Zeyvin.
"Lepasin gua!" Keishy memberontak
"Gak mau" ucapnya santai
"Atau ngga gue bakal ..."
"Bakal apa? " potong Arvin
"Gua bakal kasih tau abang gua!" teriaknya
"Yah ga seru nih, main adu-aduan" keluh Arvin.
__ADS_1
"BANG VIAANNNNN!!!!! TOLONGIN KEIIII!!!" Teriaknya dengan suara dan penekanan yang tinggi
"What?! bang Vian?!" Seru Zen dan Zeyvin saling bertatapan kaget tak percaya