Paradoks

Paradoks
Amarah


__ADS_3

"Lama tidak berjumpa" ucap Naomi


"..Aku cukup terkejut jika wanita yang akan kutemui hari ini adalah dirimu..walau begitu.. Aku tidak akan bertanya bagaimana kamu masih bisa hidup... Silahkan duduk" ucap Chikako mempersilahkan Naomi untuk duduk..


Naomi kemudian mengambil kursi yang ada didepannya untuk duduk dan memangku Aiko.


Mata Chikako terus memperhatikan Aiko.


"... Anak itu.. Anak Kuon bukan?" tanya Chikako.


Naomi tahu jika ia tidak bisa mengelak, dan ia tahu cepat atau lambat, Chikako akan mengetahuinya. Oleh karena itulah ia tidak akan menyembunyikan fakta jika Aiko memang anak dari Kuon.


".. Ya, seperti yang kamu lihat, ini adalah anak Kuon.."


".. Sudah berapa lama kalian bertemu dibelakangku?" tanyanya lagi menginterogasi, rasa marah dan sakit hati sudah hampir membuatnya lepas kendali. Jika anak itu benar anak Kuon, posisi Yukio sangat terancam dikemudian hari.


"Apa itu penting..?" balas Naomi


Dan dengan tiba-tiba, splash! Segelas air di tumpahkan ke wajah Naomi.


"Dasar wanita jal*ng! Tidak hanya kamu menemui suamiku dibelakangku, kamu bahkan mau dihamili olehnya!!" ucapnya tiba-tiba, dan setengah berteriak.. Orang-orang yang sedang menikmati makanan mereka dikejutkan oleh perbuatan dan teriakan Chikako, tatapan mereka pun mengarah kepada dua wanita yang tampaknya sedang berselisih itu.


Melihat apa yang terjadi pada ibunya, Aiko pun segera menangis. Naomi segera mengambil tissue dan mengeringkan wajahnya.


"... Lucu.. Sepertinya kamu sendiri lupa dengan kelakuanmu dimasa lalu.." balas Naomi dengan suara tenang. Ia sendiri terkejut bagaimana bisa ia bisa bersikap setenang itu, dan kemudian ia berpikir mungkin ini dikarenakan oleh Aiko. Ia tidak ingin membuat Aiko lebih ketakutan jika melihat ia kehilangan ketenangannya.


Melihat sekelilingnya, Chikako kemudian kembali menenangkan dirinya. Ia tidak ingin dirinya tampak konyol di mata publik.


"Kuberi peringatan Naomi.. Jangan pernah dekati Kuon! Jika aku masih mendapatimu mendekati suamiku, kamu akan menyesal.."


".. Kenyataan jika aku memiliki anak dengan Kuon adalah sesuatu yang tidak bisa di ubah, kamu tidak bisa memintaku untuk berhenti menemui suamimu, jika itu sudah menyangkut anak kami. Jika dulu aku mundur demi anakmu, kali ini aku akan melakukan apa saja untuk anakku" ucap Naomi memotong pembicaraan Chikako dan kemudian berdiri dari tempat ia duduk.

__ADS_1


"Kejadian hari ini, aku akan mencoba untuk melupakannya, namun tidak untuk kedua kalinya" ucap Naomi yang kemudian berjalan meninggalkan Chikako.


"Kamu! Dasar perempuan murahan! Aku akan membuatmu menyesal! Lihat saja, kelak kamu akan datang bersujud didepanku!!" teriaknya.


...****...


Seluruh badan Naomi bergetar ketika ia berada di luar restoran itu, Aiko masih saja menangis ketakutan terlebih melihat baju Naomi yang basah, dengan lembut ia mengusap punggung Aiko dan berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ia merasa sudah kehilangan mood untuk berbelanja. Ia hanya ingin pulang.


Ia tidak menyangka jika hari ini ia akan bertemu dengan istri Kuon, rasa malu, marah, bercampur menjadi satu.


Apapun yang pernah terjadi dimasa lalu, wanita itu kini adalah istri Kuon.. Oleh karena itu ia tidak bisa membalasnya, karena bagaimanapun, di sudut pandang orang lain, ia adalah wanita yang sedang mencoba merebut suami orang lain. Dengan perasaan terluka, ia pun meninggalkan pusat perbelanjaan, ia hanya ingin beristirahat di atas tempat tidurnya.


...*****...


Kabar Chikako menemui Naomi tentu sudah sampai di telinga Kuon pada malam harinya, tanpa membuang waktu ia segera pergi menemui Naomi.


"Naomi, aku mendengar jika Chikako menemuimu? Bagaimana.. Apa ia melakukan sesuatu padamu..?" tanyanya ketika ia mendapati Naomi sedang duduk termenung memandangi taman melalui jendela besar yang ada diruangan itu.


".. Aku tidak menyangka kabar pertemuan kami akan secepat itu mencapaimu" jawab Naomi tersenyum, ejekan tersirat dimatanya.


".. Apa ia.. ."


"Aku tidak apa-apa.. Ia hanya memintaku untuk tidak mendekatimu.." potong Naomi singkat, memalingkan wajahnya dan kembali melihat taman tersebut.


Selama beberapa bulan terakhir ini, ia merasa penghalang di antara mereka sudah runtuh, hubungan mereka, walau bukan sebagai suami istri.. Sudah jauh lebih dekat dari sebelumnya.. Namun malam ini, Naomi kembali terasa menjauh, dan dingin kepadanya.


"..Aku minta maaf jika.. Ia melakukan sesuatu padamu.. Aku akan memintanya untuk tidak datang menemuimu lagi, hal itu tidak akan terjadi lagi" ucap Kuon


".. Aku tidak menyalahkanmu.. Aku hanya teringat dengan masa lalu kita, tapi aku sudah tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Saat ini peran kami memang sudah berubah, aku sekarang ini bukanlah istrimu, bagaimanapun perbuatannya padaku di masa lalu.. Ia kini adalah istrimu. Seorang istri ingin menjaga miliknya bukankah sesuatu yang wajar?" ucap Naomi tersenyum. Akan tetapi entah kenapa hatinya saat ini terasa pilu, bukankah ia sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi terhadap Kuon? Atau selama ini ia hanya membohongi diri sendiri?


" Naomi.. "

__ADS_1


" Aku ingin beristirahat, bisakah kamu pulang saja? Aku tidak ingin rumour menghampiriku sebagai wanita simpanan ketika aku ingin memulai hidupku yang baru disini, kumohon.. Pulanglah kepada istrimu itu" tanpa melihat ke arahnya.


"... Baiklah, aku akan datang lagi besok" ucap Kuon pamit.


Perasaan marah juga memenuhi hatinya, ia ingin segera menemui Chikako


Saat mengetahui Chikako menemui Naomi, ia tahu Naomi akan terluka lagi. Ia sudah melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak bisa ia maafkan dimasa lalu kepada Naomi, ia bahkan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena sudah membuat Naomi begitu terpojok hingga mengakhiri hidupnya sendiri..oleh karena itu, Ia tidak akan membiarkan Naomi terluka lagi terlebih oleh Chikako.. Ia dan Chikako sudah pernah menghancurkan hidup satu-satunya wanita yang ia cintai, tapi kali ini ia tidak akan mengulang kesalahan yang sama.


...*****...


"Chikako!!" panggil Kuon memasuki kamar Chikako, Chikako yang tadinya sedang tertidur terkejut dengan suara Kuon.


"K-Kuon..? Apa yang"


Plakk


Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Chikako, matanya terbelalak tidak percaya apa yang sedang terjadi.


"Bukankah sudah kuperingati untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi ku?? Kenapa kamu menemui Naomi???" tanya Kuon.


Jadi ini yang membuat Kuon menamparnya.. Pria itu menamparnya hanya karena wanita jal*ng itu??


"Oh..Sepertinya sekarang kamu sudah tidak perlu menyembunyikan keberadaan pelacur itu, ya aku memang pergi menemuinya, karena jal*ng itu berusaha mengambil apa yang menjadi milikku!!" balas Chikako berteriak.


"Hati-hati dengan ucapanmu, yang jal*ng adalah dirimu! Apa kamu sudah lupa bagaimana kamu membuka kedua kakimu untukku ketika aku masih menjadi suaminya? Atau bagaimana kamu tidak keberatan menjalin hubungan dengan pria beristri sebelumnya, bagaimana mungkin sekarang kamu berlagak sebagai korban? Walau kamu memintanya untuk tidak mendekatiku, aku akan terus mendekatinya, karena bagaimanapun aku akan mendapatkannya kembali, pada saat itu tiba.. Aku harap kamu sudah mempersiapkan dirimu untuk angkat kakimu dari rumah ini! Posisi sebagai nyonya Nakamura tidak pernah untukmu. Dulu, sekarang maupun masa yang akan datang. Posisimu saat ini kupinjamkan padamu hingga tiba waktunya untuk Naomi mendapatkannya kembali, ingat itu baik-baik" ancam Kuon, yang kemudian keluar dari kamar tersebut.


Aaargg!!!! Teriak Chikako melempar semua barang yang ada dikamarnya itu.


"Naomi!!! Aku akan menghancurkanmu!! Aku akan menghancurkan hidupmu!!! Dasar perempuan sund*l!!!!" teriak Chikako frustrasi.


Ia kemudian mengambil telepon genggamnya dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


".. Ada yang ingin kubicarakan, aku akan menemuimu besok" ucap Chikako sembari menggigit kuku jarinya, kebiasaan yang ia lakukan ketika gugup.


__ADS_2