
"Mari kita lihat...kalian..akan memiliki.. Anak laki-laki!! Selamat!" ucap Dr. Yamaguchi yang saat ini sedang memeriksa kandungan Naomi.
"Anak laki-laki? Kita akan mempunyai anak laki-laki!" ucap Kuon gembira.
"Aku juga mendengarnya Kuon, selamat untukmu" goda Naomi. Ia hanya bisa tersenyum melihat reaksi suaminya. Ia benar-benar tidak menyangka jika Kuon memiliki sisi kekanakan seperti ini, semakin ia mengenalnya, semakin banyak hal-hal baru yang ia pelajari dari pria itu. Siapa yang menyangka, pria yang berkuasa, tampan dan dingin, memiliki sisi manis seperti ini juga?
"Jadi sekarang kalian tidak perlu lagi bingung mengenai kamar bayi" ucap dr. Yamaguchi menyelesaikan pemeriksaan Naomi kemudian mencuci kedua tangannya.
"Ya.. akhirnya sekarang kami bisa sepakat kamar bayi seperti apa yang kami inginkan.. Oh ya Dok aku masih sering merasakan nyeri punggung, apa ada yang bisa kulakukan untuk mengurangi nyeri punggungku?" tanya Naomi.
"Nyeri punggung di usia 16 minggu adalah hal yang wajar dikarenakan otot-otot diperut anda terpisah untuk menampung rahim anda yang sedang tumbuh sehingga otot-otot itu tidak lagi kuat menyatu untuk memanjangkan punggung bawah anda" jelas Dr. Yamaguchi sembari memperlihatkan gambar anatomi wanita hamil.
"Namun ada hal yang bisa anda lakukan untuk mengurangi nyerinya, anda bisa mencoba untuk tidur menyamping, jangan menggunakan sendal ber-hak tinggi dan lebih sering bergerak, pijatan dan akupuntur juga akan sangat membantu jika di rasa nyeri sudah sulit untuk di tahan" tambahnya.
"Oh begitu, baiklah.. terima kasih dr. Yamaguchi atas penjelasannya.
" Jangan pernah ragu untuk menghubungiku jika ada yang ingin di tanyakan.."ucap si dokter ramah.
Setelah pemeriksaan itu mereka pun pulang tetapi sebelumnya mereka mampir ke toko bayi untuk melengkapi apa yang masih mereka butuhkan.
" Liatlah ini, ini lucu sekalii" Naomi tidak pernah menyangka jika perlengkapan bayi banyak sekali yang lucu-lucu dan menggemaskan.
Kuon kemudian berdiri disampingnya untuk melihat apa yang menjadi perhatian Naomi, satu stel pakaian bayi dengan bentuk beruang lengkap dengan topinya.
"Kamu pilih apapun yang kamu inginkan ok? Aku akan mencari ke sebelah sana" ucap Kuon seraya mengecup kepala Naomi lalu meninggalkannya sendiri.
Toko bayi yang mereka masuki adalah toko bayi terbesar di Jepang, oleh karena itu Kuon memutuskan untuk berpisah ketika berbelanja untuk mempersingkat waktu mereka dikarenakan mereka harus menghadiri pesta pada malamnya. Mereka tidak punya banyak waktu.
Disaat Naomi sedang sibuk memilah pakaian bayi, seorang wanita menepuk pundaknya.
"Ny. Nakamura??" sapa wanita itu.
Terkejut.. Naomi pun kemudian menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya.
"Ah..Nn.Ishikawa! Apa kabar anda" balas Naomi dengan sedikit membungkukan badannya.
"Kabarku baik.. Tampaknya kabar kalian juga sangat baik.." ucap Chikako seraya memperhatikan perut Naomi yang sudah terlihat jelas.
"He he iya.. Kami akan segera menjadi orang tua.."
Sekilas pandangan Chikako dingin sebelum raut wajahnya kembali ramah seperti biasa.
"Ya aku bisa melihatnya, selamat untuk kalian.." ucapnya tersenyum.
"Terima kasih, ah.. Apa aku harus memanggil Kuon? Ia sedang berada di bagian toko yang lain" tanya Naomi
"Oh tidak, tidak perlu. Kebetulan aku sedang mencari hadiah untuk karyawatiku yang sedang hamil dan tidak sengaja melihat anda oleh karena itu aku ingin menyapa anda sebelum meninggalkan toko ini. Apa anda sudah mendapatkan apa yang anda butuhkan? Apa ada yang bisa kubantu?" Chikako menawarkan diri.
" Ah ya..terima kasih atas tawarannya, tapi aku disini juga sudah mau selesai" jawab Naomi.
"Oh.. Baiklah kalau begitu.., oh ya.. Apa kita bisa bertemu besok ?" tanya Chikako tiba-tiba
"Eh? Bertemu?" Naomi sedikit bingung kenapa Chikako ingin bertemu dengannya.. tiba-tiba lagi...
__ADS_1
"err..Maksudku, terakhir kita bertemu itu.. lebih dari setahun yang lalu, walau aku adalah rekan bisnis Tn.Nakamura..aku tidak punya banyak kesempatan untuk mengenal anda.. Oleh karena itu aku ingin mengundang anda untuk sekedar makan siang..aku hanya ingin mengenal anda lebih jauh karena kedepannya kita akan sering bertemu .. Aku harap anda tidak keberatan" jelasnya.
"... Baiklah kalau begitu, rekan bisnis suamiku juga rekan yang penting untukku, tetapi aku tidak bisa jika besok.. Karena ada hal lain yang harus kulakukan.. bagaimana kalau hari jum'at nanti?
" Sempurna! Ini nomor teleponku, tolong hubungi aku" ucap Chikako seraya memberikan kartu nama.
Naomi pun menerima kartu nama tersebut dari Chikako sebelum akhirnya Chikako pamit dan keluar dari toko itu.
Tidak berapa lama kemudian, Kuon kembali dengan dua keranjang penuh perlengkapan bayi.
"Apa saja yang kamu beli???!" tanya Naomi terkejut. Ia jadi lupa soal Chikako.
"Aku hanya memastikan kita mendapatkan semua yang kita butuhkan, apa kamu sudah selesai? Jika sudah selesai kita harus pulang. Ingat malam ini kita ada acara" jawab Kuon tidak memperdulikan Naomi yang masih terkejut.
Setelah itu mereka pun segera membayar belanjaan mereka.
Kuon sampai harus menghubungi karyawannya yang lain khusus untuk menjemput belanjaan mereka karena mobil mereka tidak muat dengan semua belanjaan tersebut.
______________________________________________
Hari ini adalah hari Jum'at, Naomi akan bertemu dengan Chikako di sebuah cafetaria.
Ia beberapa kali ingin memberitahu Kuon jika ia akan pergi menemui Chikako, namun ia urungkan niat tersebut karena ia berpikir ia hanya menemui Chikako, kenapa ia harus memberitahu Kuon? Toh Kuon juga mengenal wanita itu dengan baik.. Lagipula ia menemui wanita itu tidak lain karena ia juga ingin mempunyai hubungan yang baik dengan wanita itu, karena bagaimana pun wanita itu adalah rekan bisnis Kuon, ia perlu menjaga hubungan mereka.., oleh karena itu memberitahunya setelah pertemuan mereka juga tidak terlambat. Ia tidak ingin perhatian Kuon terpaku pada aktifitasnya karena beberapa hari ini Kuon sibuk sekali, jadi untuk urusan kecil seperti ini seharusnya tidak jadi masalah, ia ingin membantu Kuon sebagai seorang Ny. Nakamura.
Ia hanya berharap ia pulang tepat waktu sebelum Kuon tiba di rumah.
Ia kemudian memastikan ia memasukan semua yang ia perlukan kedalam tas, terutama suplemen kehamilannya, setelah itu ia meminta Fujita, sopir pribadinya untuk mengantarnya ke cafetaria X.
Tidak berapa lama kemudian, Naomi pun tiba di cafetaria tersebut.
"Maaf jika anda sudah lama menunggu" ucap Naomi ketika ia sudah duduk didepan Chikako.
"Jangan khawatirkan aku, terima kasih sudah menerima undanganku" balasnya dengan tersenyum.
Setelah itu ia memanggil pelayan cafetaria itu untuk memesan makanan mereka.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++
"Ishikawa Tour nd Travel... banyak berterima kasih.... dengan Nakamura Group, karena berkatnya.... kami bisa berkembang seperti ini.." ucap Chikako.
Sayang Naomi tidak paham dengan apa yang di maksud dengan Chikako, Naomi mengira yang dimaksud wanita itu adalah hubungan kerja sama antara dua perusahaan tersebut, namun sebenarnya yang dimaksud Chikako adalah perusahaannya berkembang pesat, berkat bantuan Kuon, yang juga kekasihnya. Tanpa Kuon, Ishikawa Tour nd Travel tidak akan pernah ada.
"Aku senang jika hotel kami bisa memberikan hal yang positif untuk perusahaan anda, aku harap hubungan kerja sama kita akan terus terjalin dan dunia wisata akan semakin berkembang"
Naomi tidak menyangka jika Chikako adalah wanita yang sangat mudah di ajak bicara..dengan cepat ia merasa nyaman mengobrol dengan wanita yang lebih tua 8 tahun darinya itu.
"ah, aku permisi sebentar, aku perlu menggunakan kamar kecil.." ucap Naomi
"Silahkan, aku akan membantu menjaga barang anda" Chikako menawarkan diri.
"Aku akan segera kembali"
Naomi lalu meninggalkan tempat itu untuk ke kamar kecil yang terletak di dalam cafetaria tersebut.
__ADS_1
Melihat Naomi yang sudah menghilang dari pandangan, dengan cepat Chikako mengeledah tas Naomi, dan seperti dugaannya, Naomi membawa suplemen kehamilannya. Ia segera menuangkan isi Suplemen tersebut dan mengisinya dengan tablet yang terlihat mirip dengan isi botol suplemen tersebut. Setelah itu ia memasukan kembali botol tersebut kedalam tas Naomi dan menunggu kehadiran Naomi.
Tidak berapa lama kemudian, Naomi kembali dan mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka.
______________________________________________
Naomi baru saja tiba dirumah ketika suara Kuon mengejutkannya.
"Naomi, darimana saja kamu, aku tidak bisa menghubungimu?" tanya Kuon khawatir. Memang semenjak Naomi hamil, Kuon menjadi over protektif.
"Ah, ponselku kehabisan baterai, aku baru kembali dari Cafetaria X, apa Fujita tidak memberitahumu?" Naomi balik bertanya.
"Ia tidak tahu dengan siapa kamu bertemu.., aku baru akan menjemputmu jika kamu masih belum pulang dalam waktu 5 menit ini" jawab Kuon.
"Tidak perlu berlebihan, aku hanya pergi menemui Nn. Ishikawa, aku baru saja akan memberitahumu"
Mendengar nama Ishikawa, seketika warna di raut wajah Kuon memudar.
"Ishikawa?? Untuk apa kamu menemuinya?"
Naomi bingung dengan reaksi Kuon, apa ada yang salah dengan ia menemui Chikako?
"Ia mengundangku makan siang dan kami hanya mengobrol sedikit soal perusahaan, lebih banyak soal wisata dan juga makanan..tidak lebih.."
"Mulai sekarang aku tidak ingin kamu menemuinya lagi"
"Mengapa? Aku hanya ingin.."
"Kalau kukatakan jangan menemuinya lagi maka jangan kamu temui lagi!!" bentak Kuon gusar..setelah itu ia berjalan meninggalkan Naomi.
Sikap Kuon benar-benar di luar ekspetasi Naomi. Ia tidak menyangka jika pertemuannya dengan Chikako bisa membuatnya begitu marah.. padahal sudah lama sekali Kuon tidak pernah marah seperti itu.
Mungkin karena hormon kehamilan, air mata menetes dari kedua matanya itu.
Sementara itu..
Kuon mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, dan dalam sekejap ia tiba di sebuah rumah mewah. Ia sudah sangat hafal dengan seluk beluk rumah itu karena ia lah yang membeli rumah tersebut dan sudah sangat sering bermalam disana.
Ia segera memasukan password untuk membuka pintu.
Chikako terkejut ketika pintu terbuka dan seorang pria memasuki rumahnya.
"K-kuon?"
"Apa kamu sudah gila??!!" tanya Kuon berang.
"Apa-apaan kamu ini? Kamu masuk kedalam rumahku tanpa ijin dan mempertanyakan ku apa aku sudah gila??? Pertanyaan ini seharusnya kamu arahkan kepada dirimu sendiri!!"
"Untuk apa kamu menemui istriku??!"
"Aku hanya menemuinya sebagai rekan bisnismu, apa itu aneh?? Kamu memintaku untuk tidak mendekatimu, tetapi kamu tidak mengatakan apa-apa soal istrimu!"
"Aku peringatkan kamu sekali lagi, jangan pernah menampakan batang hidungmu didepanku maupun istriku, atau kamu akan menyesal seumur hidup, jangan bermain-main denganku Chikako. Kamu belum benar-benar mengenalku" ancam Kuon. Setelah itu ia pergi meninggalkan Chikako dan rumah tersebut.
__ADS_1
"Mengancamku..? Aku ingin lihat.. Siapa yang akan menyesal.. Diriku..atau dirimu..., tampaknya kamu juga belum cukup mengenalku Kuon.." ucap Chikako seorang diri.