
Tep... Tep.. Tep... Bunyi ketukan jari Kuon yang ada di meja menandakan kesabarannya yang sudah menipis.
Ia baru saja mendapatkan telepon dari detektif yang ia rekrut dalam penyelidikan obat yang dulu di konsumsi oleh Naomi beberapa tahun silam.
Biasanya hal ini di tangani oleh Jun, Jun adalah satu satunya orang yang bisa ia percayai baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya. Personal asisten yang juga merangkap sebagai penasihatnya itu sudah bekerja untuknya sejak ia baru memulai membangun kerajaan bisnisnya ini, oleh karena itu ia mempercayakan Naomi dan Aiko padanya hari ini karena ia tidak bisa menemani mereka berbelanja, dan sebaliknya ia yang akan menggantikan Jun dalam menerima laporan penyelidikan yang ia tugaskan sebelumnya.
Ia baru saja selesai menandatangani proyek besar yang sudah ia incar sejak setahun yang lalu ketika telepon yang berada di ruang kerjanya berbunyi, dan ketika ia mendapatkan kabar dari lawan bicaranya di telepon jika kemungkinan mereka sudah mendapatkan petunjuk mengenai obat yang menyebabkan gugurnya kehamilan Naomi, ia segera memerintah orang tersebut untuk berada di ruang kerjanya saat itu juga.
30 menit sudah berlalu sejak pembicaraan mereka di telepon berakhir, dan saat ia ingin menghubungi detektif itu kembali, teleponnya berdering, dan asistennya di luar mengabari jika orang yang sangat ingin ia temui saat ini sudah tiba. Tanpa membuang waktu ia pun memerintah asistennya tersebut untuk segera mempersilahkan tamunya masuk.
Beberapa saat kemudian, seorang pria paruh baya masuk dengan seorang wanita asing yang tidak ia kenal.
Tanpa berbasa basi, ia segera menyerahkan sebuah dokumen hasil penyelidikannya selama ini.
Setelah membaca habis dokumen tersebut, semua orang yang melihat ekspresinya saat ini akan tahu jika ia sedang berusaha untuk menahan amarahnya.
Ia pun mengalihkan pandangannya kepada wanita yang detektif itu bawa untuknya.
"Apa.. Kamu tahu apa yang akan ia perbuat dengan obat tersebut?" tanya Kuon.
Wanita yang ada di depannya terlihat gugup, dengan menundukan kepalanya ia pun menjawab dengan suara pelan..
".. Aku tidak tahu Tn. Nakamura.." jawabnya lirih.
__ADS_1
Wanita itu bernama Nanako, ia adalah mantan pegawai Chikako ketika perusahaan travel Chikako masih berjalan.
".. Kalian keluarlah... Dan.. Kamu... Walau ini tidak sepenuhnya kesalahanmu.. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja " ucap Kuon kepada wanita itu bergetar karena menahan amarahnya.
Tanpa menunggu, keduanya pun keluar dari ruangan tersebut dan Brakk!!!
Bunyi meja yang di pukul oleh Kuon.
Akhirnya semua sudah jelas. Ia tidak mengerti mengapa ia dulu begitu buta. Setelah membaca keseluruhan dokumen tersebut, ia akhirnya tahu bagaimana obat tsrsebut bisa berada di tangan Naomi.
Ternyata Chikako membayar Nanako untuk memalsukan resep obat xxx, detektif Miura yang sudah bekerja berbulan-bulan akhirnya menemukan 1 titik terang ketika mendapati dari ribuan pasien yang berada di Tokyo, ada 1 yang terkoneksi dengan seseorang yang dikenal oleh Kuon. Oleh karena itu, ia pun menemui dan menginterogasi pasien tersebut dan berhasil membujuknya untuk menemui Kuon.
Ia masih ingat jika Naomi pernah menemui Chikako dan ia begitu marah pada Naomi karena ia takut perselingkuhannya akan tercium oleh mantan istrinya itu... Lagi - lagi ia begitu egois, disaat ia khawatir kebusukannya akan terbongkar, tidak terpikirkan olehnya jika Naomi akan menjadi korban kelicikan Chikako.
Namun saat ini, ia tidak punya waktu untuk menyesal, ia harus menemui wanita j*lang itu sekarang juga dan memberinya pelajaran, ia tidak akan pernah memaafkan orang yang telah merenggut Haruto dari kehidupan mereka dan kali ini chikako akan membayarnya dengan harga yang mahal.
...*****...
Chikako sedang mengadakan pesta dengan para istri miliarder lainnya, dengan bangga ia memperlihatkan 1 set berlian yang baru saja ia pesan beberapa minggu silam.
Tentu saja para wanita itu mengelilingi Chikako untuk mengagumi perhiasan tersebut, mereka sangat mendambakan kehidupan yang dimiliki oleh Chikako, jika mau jujur, siapa yang tidak menginginkannya? Pria yang tampan, atletis dan mempunyai kerajaan perusahaan yang menggurita dimana saja baik luar maupun dalam negeri, walau tentu sempat menjadi skandal ketika ia mengumumkan mempunyai anak diluar nikah.. Hanya saja pria kaya mana yang tidak akan bermain di luar sekali atau dua kali? Mereka bahkan berpikir itu bukan masalah yang besar, yang terpenting adalah materi yang tidak akan pernah habis, bukankah karena itu mereka bersedia menikahi pria yang tidak mereka cintai? Semua demi kehidupan yang nyaman dan bergelimang harta.
Sebelumnya Chikako juga berpikir demikian, ia tidur dengan Kuon karena hartanya dan sosoknya yang tampan hanyalah sebuah bonus, oleh karena itu ia tidak mempermasalahkan ketika Kuon akan menikahi Naomi, toh mereka memang tidak memiliki hubungan special selain teman tidur yang saling menguntungkan.. Namun seiring berjalannya waktu, harta saja tidak cukup..rasa serakah yang ia miliki berubah menjadi obsesi, ia tidak ingin kehilangan sosok yang telah mengangkatnya tinggi, perusahaan yang ia miliki sudah tidak cukup, ia ingin menjadi ratu di samping Kuon, oleh karena itu ia menghalalkan berbagai cara untuk menyingkirkan Naomi.. Dan begitu dirinya mendengar jika mantan istri pria tersebut telah meninggal, ia mengira hati Kuon akan menjadi miliknya.. Namun ternyata semua itu hanyalah halusinasinya semata. Kuon tidak pernah mencintainya, apapun yang ia perbuat, Kuon bahkan tidak pernah menyentuhnya..seolah-olah pria itu menikahinya hanya untuk merendahkannya.
__ADS_1
Sepanjang pernikahan mereka, ia takut jika Kuon akan berselingkuh di luar sana, akan tetapi ketakutannya menjadi jauh lebih besar ketika ia mengetahui Naomi masih hidup bahkan memiliki seorang anak dengan Kuon. Ia tidak akan pernah memaafkan Naomi yang berani mencoba merebut apa yang sudah menjadi miliknya, ia akan membuat wanita dan anaknya itu hidup dalam neraka.
"Indah sekali" ucap salah satu tamu yang masih memperhatikan secara detail perhiasan yang di tunjukan oleh Chikako.
"Aku juga menyukainya, suamiku yang memilihnya secara khusus untukku" balasnya berbohong.
Saat semua berdecak kagum, seseorang tiba-tiba berteriak..
"Chikako!!"
Semua yang berada di taman tersebut mengalihkan perhatiannya pada Kuon yang baru saja tiba di pesta outdoor yang diadakan oleh Chikako dimansion mereka.
Chikako tidak menyangka jika Kuon akan datang hari ini, dan ia yakin suaminya itu datang bukan untuk berpesta dengannya.
"Kuon.." panggilnya.
"Kalian semua pulanglah, pesta sudah usai" teriaknya kepada para tamu.
Tamu yang berada di tempat itu tahu jika Kuon sedang tidak ingin bersenang-senang, mereka pun berjalan meninggalkan pesta tersebut dan terdengar bisik di antara mereka.
Chikako tahu jika ia akan menjadi bahan gosip diantara para kalangan di mana ia sering berkumpul.
Ia tahu jika Kuon tidak mencintainya, namun mempermalukannya didepan umum sudah kelewat batas.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan??!!" teriaknya.
Dan plakk!! T*mparan mendarat di pipi Chikako.