Paradoks

Paradoks
Cinta Sejati


__ADS_3

Disebuah desa yang terletak sekitar 10 jam perjalanan dari Tokyo..


"ini Tonkotsu Ramen dan Shoyu Ramen dengan Char-Siu, silahkan menikmatinya!" ucap seorang wanita dengan riang ketika mengantarkan pesanan ke salah satu meja di warung Ramen yang terlihat padat dengan pengunjung.


"Shio Ramen dan Karaage untuk meja nomor 2" teriakan seseorang dari dapur setelah memencat tombol bel


"Siap!!" wanita itu segera pergi menjemput menu tersebut dan mengantarkannya ke meja nomor 2.


...****...


Malam menunjukan pukul 11.45 ketika akhirnya warung itu tutup. Terlihat beberapa orang sedang sibuk membereskan restoran sederhana itu.


"Hari ini kamu sudah sibuk, terima kasih" ucap wanita paruh baya kepada wanita yang jauh lebih muda darinya.


"Aku sangat senang melihat warung ini ramai, aku harap hari-hari selanjutnya akan seperti ini" ucap wanita muda itu tersenyum sembari mengangkat kursi untuk dinaikan ke atas meja agar ia bisa mengepel lantai dibawahnya.


"Naomi, kamu tidak perlu melakukan ini lagi, sekarang kamu harus pulang dan beristirahat! Kamu bahkan tidak duduk selama berjam-jam!


" Tapi bibi Wakana.. Aku masih harus.. "


" Sudah-sudah, serahkan sisanya kepadaku! Cepat pulang. Aiko sedang menunggumu!" ucap wanita paruh baya itu lagi.


".. Baiklah kalau begitu. Terima kasih, dan Sampai besok!!" pamit Naomi.


Walau terdengar kata "pulang" seolah-olah jarak tempat tinggal dan tempat kerjanya lumayan jauh, Naomi hanya perlu menaiki lantai dua, diatas restoran kecil dimana ia bekerja saat ini.


Ia beruntung karena mendapatkan pekerjaan maupun tempat tinggal dengan harga yang terjangkau.


Ia kemudian memasuki apartemennya yang kecil dan didominasi oleh kayu. Walau kecil dan sangat sederhana, semua perabotan tertata dengan sangat rapi. Ia kemudian dengan langkah pelan, perlahan - lahan memasuki kamar satu-satunya yang ia miliki, di atas futon sesosok mungil sedang tertidur.


Wajah Naomi pun melembut seketika, dengan penuh kasih sayang ia membelai rambut anak itu yang hitam dan basah oleh keringat, ia kemudian memperhatikan bulu mata anak tersebut yang lentik, hidungnya yang mungil namun mancung, dan bibir yang merah. Raut wajahnya yang tadinya lembut ketika sedang menatap anak itu kini terlihat sendu.

__ADS_1


Perhatiannya pecah ketika telepon genggamnya bergetar, ia segera memeriksanya dan sebuah pesan muncul di layar tersebut.


"Apa Aiko sudah tidur?"


Melihat pesan tersebut kembali membuat wajah Naomi tersenyum. Pesan itu dari Arata Ito.


Penyelamatnya 3 tahun yang lalu ketika ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.


3 tahun yang lalu...


Sekujur tubuh Naomi kesakitan dan ia kesulitan bernafas, ia juga sulit sekali membuka matanya.. Kepalanya sakit seolah-olah palu tengah di hantamkan kepadanya berulang kali, tulang rusuknya terasa teramat sakit ketika ia mencoba untuk menafas..


"Hati-hati, tulang rusukmu patah" suara seorang Pria mengejutkannya.


".. Aku.. Dimana..?"


".. Saat ini kamu berada di klinikku.. Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu namun ketika aku menemukanmu di tepi pantai, kamu memintaku untuk tidak menghubungi siapapun sebelum akhirnya kamu kehilangan kesadaranmu.. Oleh karena itulah aku terpaksa membawamu kesini.. Beruntung aku adalah seorang dokter.. "


" Aku adalah seorang dokter, bagaimana mungkin aku akan membiarkan seseorang sekarat dan meninggal di depanku? Lagipula..kamu sedang hamil.. "


"????.. Apa..maksud anda..?" tanya Naomi terkejut mendengar ucapan pria itu. Ia pasti sedang bercanda? Ia sedang hamil?


" Sepertinya kamu tidak sadar.., kamu sedang hamil 5 minggu..sungguh suatu keajaiban janinmu masih bertahan setelah mengalami kejadian ini, walau masih ada sedikit pendarahan dan belum bisa dikatakan aman.. Asal kamu mengkonsumsi obat yang ku berikan, kemungkinan kamu bisa menyelamatkan kehamilanmu semakin tinggi" jelas dokter itu.


Naomi sudah tidak mendengarkan penjelasan pria yang juga berprofesi sebagai dokter itu lagi, ia hanya terpaku pada kata hamil.. Dengan panik ia segera memeluk perutnya seolah-olah sedang berusaha melindungi sosok rapuh yang sekarang berada di rahimnya itu.


Air matanya tanpa ia sadari menetes..


"aku..hamil..?" ia tidak mempercayainya. Setelah ia mengira ia sudah kehilangan segalanya, dan tidak ada lagi alasan untuknya bertahan hidup, ia di kejutkan dengan kenyataan jika saat ini di dalam rahimnya ada janin yang membutuhkannya.. Apa ini semua adalah jawaban dari Dewa? Apa ini artinya ia masih boleh berharap?


Seolah-olah segala beban yang ada di kepalanya tertuang begitu saja, iapun akhirnya menangis sekeras-kerasnya. Tangisannya kali ini adalah tangisan syukur serta tangisan yang memberikan harapan jika ia juga berhak untuk bahagia.

__ADS_1


Ia yang tadinya tidak memiliki keinginan untuk hidup, menjadi sangat bersemangat untuk membuka lembaran hidup yang baru.. Ia ingin hidup demi anaknya..


Dua bulan kemudian ia akhirnya bisa pulih hampir 100%, walau salah satu kakinya sudah tidak bisa benar-benar berjalan dengan normal lagi. Ia sungguh teramat beruntung karena hanya mengalami sedikit cacat pada kakinya ketika kebanyakan orang pada umumnya akan kehilangan nyawanya ketika melakukan hal yang sama.


Tentu saja akhirnya dokter yang bernama Arata, yang juga adalah penyelamatnya mengetahui siapa identitas Naomi yang sebenarnya setelah melihat berita baik dari media cetak maupun elektronik. Ia tidak menyangka jika sosok yang ia selamatkan adalah mantan istri dari pria yang sangat berpengaruh.


Bersyukur Arata bukanlah pria yang takut akan seseorang dengan status sosial yang lebih tinggi, oleh karena itu ketika Naomi memohon untuk merahasiakan identitasnya, iapun mengabulkannya dengan tidak memberitahu siapapun perihal Naomi dan ia pula yang mengajak Naomi untuk pindah ke sebuah desa yang agak terpencil agar Naomi bisa memulai segalanya dari awal tanpa perlu khawatir orang-orang akan mengenalnya, secara kebetulan ia juga mendapatkan tawaran untuk membuka klinik disana, oleh karena itulah Naomi tidak berpikir 2 kali ketika menerima tawaran tersebut.


Arata juga membantunya mendapatkan pekerjaan, bahkan ia lah yang membantu Naomi, ketika ia harus melahirkan Aiko dengan membiayai semua biaya persalinan Naomi, oleh karena itulah Naomi selamanya berutang budi kepada Arata, atas segala hal yang telah ia lakukan untuknya maupun anaknya.


Bagi Naomi, Arata adalah sosok kakak yang diberikan dewa kepadanya ketika ia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.


...****...


Naomi tersenyum ketika mengingat kejadian hampir 3 tahun yang lalu.. Ia tidak menyangka ia sudah melewati masa-masa tersulitnya sejauh ini, tentu saja ini juga berkat campur tangan Arata.


Ia segera membalas pesan tersebut


"Sudah pukul berapa saat ini? Tentu saja Aiko sudah tidur, kami akan menemuimu minggu depan!" tulisnya dan segera mengirim pesan itu kepada Arata.


Setelah itu ia pun berbaring disamping Aiko, Aiko yang sedikit gerah terbangun dan melihat mamanya sudah terbaring disampingnya.


" Mama..?" sepasang mata biru muda yang indah menatapnya.


" Maafkan mama yang sudah membangunkanmu.. Sstt sekarang Aiko tidur lagi ya, maaf mama sedikit terlambat.." ucap Naomi seraya menepuk-nepuk pelan punggung Aiko


Aiko pun dengan perlahan kembali menutup matanya dan tertidur.


Ia kemudian mencium kening Aiko dan terus menepuk pelan punggung putri kecilnya itu.


Aiko adalah nama yang ia pilih ketika ia mengetahui ia tengah mengandung anak perempuan.. Aiko.. yang artinya anak yang di cintai.. Bagi Naomi, Aiko adalah segalanya baginya, alasan ia untuk hidup dan cintanya yang sejati, ia akan melakukan apapun untuk memastikan Aiko bisa hidup dengan layak.

__ADS_1


__ADS_2