
Keadaan Naomi kian hari kian membaik, begitu pula puteri kecilnya.
Ia kini sudah tidak perlu duduk lagi di kursi roda, ia berpikir keadaannya yang sekarang pulih dengan cepat berkat kedatangan para sahabatnya dari Kagawa. Ia berterima kasih dari lubuk hatinya yang terdalam karena Kuon sudah sengaja mengundang mereka untuk mengunjunginya, walau kini mereka sudah kembali ke desa, Kuon berjanji akan mengundang mereka kembali dalam waktu dekat.
Kebetulan hari ini adalah hari Yukio berulang tahun, Kuon memutuskan untuk membawa serta Aiko menghadiri acara ulang tahun tersebut, kali ini ia telah meminta ijin dari Naomi, dan beruntung Naomi mengijinkannya. Ia berpikir Aiko perlu menghabiskan waktu dengan anak-anak seusianya dan bukan hal yang buruk untuk menghadiri acara ulang tahun terlebih ini akan menjadi pesta ulang tahun pertama yang dihadiri oleh Aiko.
Walau tentu ia sedikit khawatir dengan respon Chikako.. Akan tetapi ia percaya Kuon akan menjaga puteri mereka dengan baik, oleh karena itulah ia mengijinkannya untuk membawa Aiko.
...****...
Ketika Kuon tiba dimana Yukio akan melangsungkan pesta ulang tahunnya, ia melihat banyak sekali orang-orang yang sudah tiba disana dan sedang menikmati makanan yang di bawa oleh pramusaji, terlihat sesekali mereka bercengkerama dan tertawa dengan lawan bicara mereka, di antara para tamu yang sudah berada disana, Kuon mengenali jika beberapa diantaranya adalah orang-orang yang berasal dari dunia hiburan.
Ia memang menyerahkan urusan perencanaan pesta Yukio kepada Chikako, namun tampaknya ia juga tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan mengundang orang-orang tersebut.
Apa wanita itu berpikir hanya karena mereka berada disana, ia akan berakting seolah-olah mereka memiliki pernikahan yang sempurna?
Tidak, Mungkin ini adalah kesempatan yang tepat untuk mengumumkan jika mereka akan bercerai, ia ingin melihat bagaimana Chikako akan mengatasinya.
Satu-satunya hal yang membuat ia menahan diri hanyalah Yukio.
"Ayah!!!" panggil Yukio nyaring ketika ia melihat ayahnya sudah tiba dan berlari ke arahnya, hanya saja raut wajahnya berubah ketika ia melihat Aiko.
Para tamu disana mengalihkan perhatian mereka ke arah Kuon ketika mengetahui sang tuan rumah sudah tiba.
" Yukio! Selamat ulang tahun!" ucap Kuon seraya mengusap kepala Yukio
"mmmh!! Kenapa ia juga berada disini?!" tanya Yukio tampak kesal dan menghentakan kakinya.
"Ini adalah hari ulang tahunmu, tentu saja Aiko harus hadir" jawab Kuon tersenyum.
Para tamu kemudian mengerumuni Kuon untuk menyapanya, namun Kuon tahu jika para tamu tersebut penasaran siapa anak yang sedang di gendong oleh Kuon. Terlihat beberapa tamu wanita dari kejauhan sedang berbisik.
Tampaknya kabar ia memiliki anak selain Yukio akan segera tersebar.
__ADS_1
Kuon pun berusaha membalas sapa dari para tamu sedari pelan-pelan memisahkan diri dan membuat alasan jika ia ingin menghampiri Chikako.
...*****...
Chikako tidak menyangka jika suaminya akan datang dengan membawa anak itu di hari yang penting ini. Ia tidak tahu bagaimana ia bisa menyembunyikan amarahnya yang hampir tidak terbendung itu.. Beruntung ia masih sadar jika ratusan pasang mata sedang memperhatikan mereka. Ia tidak boleh memperlihatkan ketidaksukaannya atau ia akan menjadi bahan lelucon para wanita di pesta itu.
Ia pun menyematkan senyuman terbaiknya begitu Kuon menghampirinya.
Baik Kuon maupun Chikako kemudian mengangguk ke arah para tamu, memberi sinyal jika mereka butuh waktu untuk berbicara berdua. Mereka pun kemudian memasuki ruangan pribadi yang terletak di lantai 2.
"Apa-apaan ini Kuon!" Chikako setengah berteriak sudah tidak sanggup lagi berpura-pura.
"Aku tidak mengerti maksudmu" balas Kuon seraya menuangkan jus ke dalam gelas kecil dan menawarkannya kepada Aiko.
" Kamu tidak mengerti atau kamu berpura-pura untuk tidak mengerti??? Bagaimana mungkin kamu membawa anak harammu ke pesta ulang tahun putera kita???!! Apa yang akan di katakan oleh para tamu kita???!" teriaknya lantang.
Aiko mengeratkan kedua lengannya dileher Kuon, merasa ketakutan dengan wanita yang ada di depannya itu.
"Aku ingin anak itu pergi dari sini"
"Aku sengaja membawanya kemari karena Yukio berhak mengenal adiknya, aku ingin mereka menghabiskan waktu bersama lebih sering.. Lagi pula bukankah kamu sudah mengeluarkan uangku begitu banyak demi pesta ini? Aku tidak ingin menyembunyikan puteriku lagi, cepat atau lambat orang akan mengenalnya sebagai salah satu penerus Nakamura Group, dan aku pikir malam ini adalah malam yang tepat untuk itu"
Mendengar jawaban Kuon, mata Chikako terbelalak
"A-apa katamu? P-penerus Nakamura Group?? K-kamu tidak berpikir untuk membuatnya masuk dalam ahli warismu bukan?" tanyanya tidak percaya.
"Aiko adalah darah dagingku, ia berhak memiliki apa yang akan dimiliki oleh Yukio... Yukio dan Aiko akan bekerja sama untuk kerajaan bisnisku suatu hari nanti.
"Aku membawamu kemari karena ingin mengingatkanmu untuk tidak turut campur maupun mempengaruhi bagaimana Yukio harusnya memperlakukan Aiko, kamu akan berada dibawah pengawasanku" sambung Kuon, yang kemudian berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan Chikako.
"Aku tidak akan membiarkan Yukio kehilangan apa yang seharusnya menjadi miliknya sepenuhnya walau itu hanya 1 sen" wanita itu menggigit jarinya, suatu kebiasaan ketika ia gugup dan sedang berpikir keras apa yang harus ia lakukan.
...***...
__ADS_1
Ketika Kuon kembali tiba di ballroom, perhatian semua tamu kembali kepadanya.
Ia mengambil kesempatan tersebut untuk kemudian menyambut para tamu tersebut.
"Maaf karena aku sedikit terlambat, terima kasih sudah menghadiri pesta ulang tahun putera kami, Yukio..dan.. Aku tahu kalian sedang bertanya-tanya siapa puteri kecil yang sedang berada di gendonganku saat ini, aku rasa ini... Adalah malam yang tepat untuk mengenalkannya kepada kalian.. Anak ini.. adalah Aiko Nakamura, seperti yang bisa kalian duga, ia adalah anakku" ucap Kuon
Ballroom yang tadinya hening menjadi berisik karena orang-orang tersebut tampak berbisik satu sama lain, beberapa di antaranya terlihat girang karena berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung kejadian apa yang akan menjadi berita skandal keesokan harinya.
"..anda memiliki puteri yang cantik Tn. Nakamura" ucap seorang wanita paruh baya mencoba untuk mencairkan suasana.
"Terima Kasih Ny. Ohara, maaf jika membuat kalian tidak nyaman, aku harap kalian bisa menikmati pesta malam ini" balas Kuon mengakhiri pembicaraannya.
...****...
Kuon kemudian membawa Aiko ke taman tropis indoor, dimana anak-anak sedang berkumpul dan bermain.
Di antara keramaian, ia melihat seorang pria dengan bekas luka dipelipis matanya.
Ia tidak pernah melihat pria itu di semua pesta yang pernah ia selenggarakan.
Sadar jika Kuon sedang memperhatikannya, pria tegap itu datang menghampiri Kuon
"Maaf Tn. Nakamura, aku terlambat memperkenalkan diri. Namaku Tetsuya Mori.. Selama ini aku bekerja di luar negeri, baru kali ini berkesempatan untuk menghadiri pesta yang di selenggarakan keluarga anda.. Ah aku adalah mantan rekan kerja Ny. Nakamura" sapanya membungkukan badannya.
"...Aku harap kamu bisa menikmati pesta malam ini" balas Kuon singkat.
".. Aku sangat menikmatinya, terima kasih".
"Mmh..." entah kenapa Kuon tidak nyaman dengan kehadiran pria tersebut, ia akan mengingatkan dirinya untuk meminta Jun menyelidiki pria tersebut.
Ia kemudian berjalan meninggalkan pria tersebut dan bergabung dengan Yukio.
...****...
__ADS_1