Paradoks

Paradoks
Haruto


__ADS_3

Kuon melihat jam untuk yang kesekian kalinya sebelum akhirnya ia mendengar pintu utama terbuka dan Naomi pulang.


Ia melihat Fujita sibuk membawa masuk barang-barang yang dibeli oleh Naomi.


"Aku baru saja akan menghubungimu" ucap Kuon ketika Naomi sudah duduk dan mencoba merenggangkan kedua kakinya.


"Aku tidak sengaja bertemu dengan...teman lama, oleh karena itu aku sedikit telat.."


Tadinya Naomi ingin memberi tahu Kuon ia baru saja bertemu dengan Kenichi, namun ia merubah pikirannya.


".. Ngomong-ngomong kita harus bicara.. Kuon,.. Aku masih kesal dengan kejadian kemarin" tutur Naomi.


Menghela nafas, Kuon lalu mendekati Naomi dan memegang tangannya.


"Aku tahu..itulah sebabnya aku menunggumu disini...aku sudah bersalah kemarin..maukah kamu memaafkanku?" tanyanya.


"Aku hanya ingin tahu kenapa kamu tidak ingin aku menemui Nn. Ishikawa.."


"Itu.. Hah~sebenarnya aku tidak ingin membahas masalah ini denganmu.. tetapi hubungan kerja sama kami berakhir dengan buruk...oleh karena itulah..aku khawatir ia akan mengucapkan kata-kata yang menyinggungmu.." ucap Kuon dengan lancar berbohong.


" Oh ya? Ia tidak mengungkit perihal kerja sama yang berakhir, justru ia berterima kasih atas bantuan dari perusahaanmu Kuon.. Aku sempat berpikir apa ada yang kamu sembunyikan dariku? " tanya Naomi sedikit curiga.


" Jangan punya pikiran yang bodoh, aku tidak ingin kamu menemuinya karena hubungan kerja sama kami benar-benar berakhir dengan tidak baik, aku bisa memberikan bukti berkasnya jika kamu membutuhkannya ..perempuan.. itu licik..sehingga aku tidak bisa mempercayainya, oleh karena itu aku tidak ingin kamu menemuinya"


".. Jika kamu memang tidak ingin aku menemuinya lagi, aku tidak akan menemuinya..aku hanya perlu kamu menjelaskannya padaku secara baik-baik.. lagipula kemarin aku berpikir aku sedang membantumu..."


"Oleh karena itu maafkan aku.. Aku tahu kamu berniat baik.. Aku telah bersalah padamu karena sudah membentakmu...apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku?" rayu Kuon.


"Entahlah.. mungkin dengan kamu memasakkan makanan kesukaanku?" goda Naomi.


"Kamu dengar itu Haruto? Ibumu ingin ayah memasak..padahal ibumu tahu ayah adalah koki yang buruk" bisik Kuon ke perut Naomi


"Haruto?"


"Ya.. Haruto, aku ingin menamai anak kita Haruto.. Bukankah sudah waktunya kita memilih nama untuknya toh kita sudah tahu jenis kelaminnya" ujar Kuon.


".. Kalau begitu kita akan memanggilnya Haruto mulai dari sekarang.. Aku menyukainya"


"Aku sudah mempersiapkan nama ini sejak kamu mengandung.. Haruto.. layaknya matahari..ia akan menyinari kehidupan kita dengan kehadirannya..." ucapnya tersenyum.


Ia sudah tidak sabar ingin segera menimang Haruto.

__ADS_1


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Kuon hari ini akan berangkat ke Jerman untuk melakukan perjalanan bisnis selama 2 minggu. Ia tadinya ingin membawa serta Naomi dengannya, namun mengingat kondisinya..ia berpikir lebih baik Naomi tinggal di jepang karena jadwalnya cukup padat di Jerman.


Naomi sudah mempersiapkan segala keperluan Suaminya selama di Jerman, pada malam sebelumnya.


"Aku akan segera kembali, jaga dirimu baik-baik"


"Tidak usah mengkhawatirkan aku, cukup fokuskan dirimu dengan urusanmu disana, aku akan baik-baik saja"


"Kalau begitu aku berangkat sekarang, dan Haruto jadilah anak yang baik didalam, teruslah bertumbuh .. Ayah akan segera pulang" ucapnya mengelus perut Naomi.


Ia lalu menaiki mobilnya dan berangkat menuju bandara.


1 hari.. 2 hari... dan 1 minggu terlewati begitu saja, Naomi berusaha mengisi aktifitasnya dengan pekerjaan rumah yang ringan..namun itu pun sering direbut oleh pelayannya begitu pelayannya melihat ia memegang alat untuk membersihkan rumah, Naomi merasa sangat bosan hingga pada suatu hari Kenichi menghubungi Naomi, Kenichi ingin mempertemukan Naomi dengan Ayaka.


Tentu saja mendengar kabar ini, Naomi tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Oleh karena itu ia pun segera menemui Ayaka.


Ketika ia melihat Ayaka untuk pertama kalinya setelah sekian lama, air mata Naomi tak terbendung.


Ayaka terlihat sangat jauh berbeda dengan apa yang di ingat Naomi.


Badannya sangat kurus dan ringkih, wajahnya pucat dan tidak ada sehelai rambut pun tumbuh di kepalanya.


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Naomi dan Kenichi sedang berada di taman dekat apartemen Kenichi, saat ini mereka sedang berada diluar karena Ayaka harus beristirahat.


"Bibi terlihat sangat berbeda" ujar Naomi


"Ya.. Kanker dan Chemotherapy membuat tubuhnya kian melemah.. Tapi itu satu-satunya jalan agar ibu bisa segera pulih"


"Aku harap bibi segera pulih seperti sedia kala, melihat kondisinya saat ini membuatku sangat sedih.."


Ketika mereka sedang mengobrol, sebuah mobil yang sedang melintas menghentikan lajunya.


Seorang pria keluar dari mobil itu.


"Naomi? " panggil pria itu.


Mendengar namanya dipanggil, Naomi menoleh ke arah pria itu.

__ADS_1


"K.. Kak Seiji??"


"..Oh.. Kamu masih mengenaliku? Aku kira setelah menikahi pria yang kaya.. Kamu sudah melupakan kakakmu ini..." sindir Seiji.


".. Bagaimana mungkin aku tidak mengenali kakak.. Apa kabar kakak..?" tanya Naomi berusaha bersikap sopan.


" Dan setelah menikah pun kamu masih menemui pria ini?? " tanya Seiji tidak memperdulikan pertanyaan Naomi. Matanya melihat Kenichi dari atas ke bawah dan sebaliknya, seolah-olah sedang mengukur status Kenichi.


"Kakak..kuharap kakak bisa bersikap sopan, ini adalah temanku Kenichi.."


"Jangan mengajariku soal sopan santun, aku ingin tahu apa yang akan suamimu pikirkan melihat istrinya disini sedang bersama dengan pria lain"


"Kakak!"


"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.. Ibumu seorang penggoda.. dan kamu disini justru menggoda pria lain ketika suamimu sedang berada diluar negeri.. Ckckc, perempuan jal#ng." decak Seiji. Ia kemudian meludah dan kembali memasuki mobilnya dan meninggalkan Naomi dan Kenichi.


Kenichi yang melihat kejadian tersebut didepan matanya tidak mempercayai apa yang ia lihat dan dengar.


" Kamu pasti terkejut..pria tadi adalah kakak keduaku, Seiji.." ucap Naomi tiba-tiba.


"J-jika ia kakakmu, mengapa kata-katanya begitu.."


"Kasar? Karena aku hanyalah anak seorang pembantu.."


Naomi akhirnya menceritakannya semua kepada Kenichi. Siapa dia sebenarnya dan bagaimana keluarga Sato memperlakukannya..


"Jadi.. Selama ini apa yang di bicarakan orang-orang tentang dirimu.."


"Semuanya adalah kebohongan untuk menutupi aib ayahku. Michiko Sato bukan ibu kandungku.. Ia membenciku..


Satu-satunya wanita yang benar-benar memperlakukanku sebagai anak perempuannya selain ibu kandungku, adalah bibi Ayaka..


" Naomi.. Maafkan aku.. Andai aku tahu.. Aku akan.."


"Jangan mengasihaniku, aku sudah terbiasa dengan perlakuan kak Seiji. Setidaknya sekarang aku sudah menikah, aku tidak perlu lagi serumah dengan mereka.... Sejujurnya.. aku bahkan tidak pernah pulang mengunjungi mereka sejak aku menikah. Aku hanya menghubungi kak Ichirou melalui telepon dan kadang bertemu di luar.. Aku hanya berharap kamu tidak membenciku karena aku bukan seperti yang benar-benar kamu yakini sebelumnya. Aku yang sebenarnya bukan seorang "puteri" Sato, melainkan hanya anak haram dari keluarga Sato.. "


"..Naomi..aku tidak akan pernah membencimu.. Siapapun identitas dirimu.. Aku hanya mengenal Naomi yang ada didepanku saat ini" ucap Kenichi dengan penuh keyakinan.


"Aku merasa lega bisa membicarakan ini dengan seseorang.."


"Hey..bukankah kamu meminta kita untuk menjadi teman seperti dulu? Kamu bisa menceritakan apa saja kepadaku.."

__ADS_1


" Kenichi..? Terima kasih.."


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++


__ADS_2