Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)


__ADS_3

Pangeran Khalied, jika kau tak mau mengantarkan ibundamu ini, maka aku akan pergi seorang diri ke sana..!" ucap Ratu Asmi kemudian.


Pangeran Khalied tak bisa berkutik dan membantah ibundanya. Dengan berat hati, dia pun mengantarkan Ratu Asmi ke gerbang Utara.


Pasukan Iblis yang dipimpin oleh Raja Iblis Baal al Zubab akhirnya berhasil menerobos masuk ke istana Bukit Malaikat.


Mereka berhasil masuk ke melalui gerbang Utara dengan membuka paksa pagar Ghaib yang menyelimuti istana Bukit Malaikat.


Pasukan tentara iblis yang dipimpin oleh Raja Iblis Baal Al Zubab terus bergerak maju dan melibas pasukan jin dan siluman yang bertugas menjaga gerbang Utara. Pasukan Panglima Ammar itu gugur dalam mempertahankan Gerbang Utara dari serangan raja Iblis Baal Al Zubab.


Pangeran Khalied dan Pangeran Alyan yang datang kemudian akhirnya bertemu dengan Raja Iblis.


Terjadi pertempuran yang sengit antara pasukan pangeran Hasyeem dan Pangeran Alyan dengan pasukan Iblis yang di pimpin oleh Raja Iblis Baal.


"Allahu akbar...! Allahu akbar....!! Serang..! Hancurkan tentara iblis. Jihad karena Allah...!" Terdengar seruan jihad yang digemakan oleh seluruh Pasukan ketika melihat pasukan iblis di depan mereka.


Pasukan Pangeran Hasyeem dan Pangeran Alyan bergerak maju membendung musuh dengan bersenjatakan pedang perak, tombak berujung perak dan anak panah.


Meskipun pasukan iblis memiliki jumlah yang lebih besar, namun pasukan Pangeran Hasyeem tidaklah merasa gentar sedikitpun. Mereka tak takut dengan tentara iblis yang ganas dan mengerikan.


Pangeran Hasyeem sudah sejak awal mengeluarkan Pedang Halilintar miliknya untuk menghadapi tentara iblis. Pedang itu mengamuk dan membakar setiap iblis yang dia temui.


Begitu juga dengan Pedang Naga Jiwo milik Pangeran Alyan. Kedua pedang itu seolah-olah sudah sejiwa. Kedua Pedang itu membabat habis lawan - lawannya.


Kedua pedang itu menjelma laksana makhluk yang haus darah. Menumpas dan membasmi setiap iblis. Meminum darahnya. tampaknya hal itu semakin menambah kekuatan dari kedua pedang tersebut.


***


Raja Haizzar, telah mendengar bahwa gerbang Utara telah di masuki musuh.


"Gerbang Utara Istana Bukit Malaikat telah dimasuki para iblis. Jangan sampai gerbang Selatan dimasuki juga oleh mereka. Pangeran Hasyeem, aku akan ke selatan. Gerbang Selatan harus di selamatkan.!" ucap Raja Haizzar.


"Baik, Ayah. Panglima Ammar akan mendampingi Ayahanda." ucap Pangeran Hasyeem kepada Ayahandanya.

__ADS_1


"Panglima Ammar, dampingi Ayahandaku raja Haizzar menjaga gerbang Selatan..!" perintah Pangeran Hasyeem kepada Panglima Ammar.


"Baik, Tuanku..!" jawab Panglima Ammar dengan patuh.


Panglima Ammar yang semula bertempur mendampingi Pangeran Hasyeem kini pergi bersama Raja Haizzar ke gerbang Selatan.


Ayahanda Pangeran Hasyeem itu memimpin pasukannya bersama pasukan Panglima Ammar membendung tentara musuh yang ingin memasuki istana Pangeran Hasyeem dari arah gerbang Selatan.


Ternyata, Pasukan tentara iblis itu memang mencoba menerobos wilayah Selatan. Mereka berusaha untuk membuka paksa segel pertahanan gerbang Selatan yang kini di jaga ketat oleh Raja Haizzar dan Panglima Ammar.


Pasukan iblis memang ingin menyerbu istana Bukit Malaikat dari segala arah.


Mereka sudah berhasil membuka gerbang Utara. Dan sekarang ingin membuka gerbang Selatan.


Namun beruntunglah, Raja Haizzar dan Panglima Ammar datang tepat waktu dan menghalau pasukan tentara iblis sehingga gerbang wilayah Selatan aman dari serbuan musuh.


Aluna kemudian datang bersama kedua putranya, Pangeran Arkana dan Pangeran Haizzar.


Menyusul kemudian Putri Arryan yang datang bersama suaminya Andros dan Putra mereka.


"Dinda Aluna, berhati-hatilah....Kita berhadapan dengan kekuatan hitam yang amat kuat." Pangeran Alyan mengingatkan istrinya agar berhati-hati.


Satu keluarga itu saling bekerja sama menghadapi pasukan tentara iblis yang semakin banyak saja jumlahnya.


"Dinda Aluna, awas...! " kata Pangeran Alyan ketika anak panah salah satu prajurit Iblis meluncur ke arah istrinya.


Aluna menoleh dan bermaksud ingin bergerak menghindar.


Akan tetapi, sayang terlambat, anak panah itu telah menancap tepat di bahu kanan Aluna.


Aluna mencabut anak panah yang menancap di bahunya. Darah berwarna biru ke luar dari bahunya. Hanya sekejap saja, kemudian darah berhenti mengalir bersamaan dengan luka di bahu Aluna yang lenyap tak meninggalkan jejak.


"Hahahaha.....!" Raja iblis tertawa mengerikan. "Manusia abadi. Wanita itu meminum air keabadian..Hem, sangat menarik... " seru Raja Iblis Baal. " Aku mau wanita itu.. Tangkap wanita itu hidup - hidup..? " Raja iblis berseru kepada anak buahnya agar mengepung Aluna.

__ADS_1


Prajurit Iblis pun segera bergerak mengepung Aluna. Wanita cantik yang selalu terlihat muda itu kini terkurung di tengah - tengah. Pangeran Haizzar dan Pangeran Arkana yang berada di dekat Aluna bergerak cepat untuk melindungi Sang Ibunda.


Kini ibu dan kedua anaknya itu berada di tengah - tengah kepungan para prajurit Iblis Raja Baal.


Pertarungan pun tak terelakkan lagi. Seru dan sengit. Aluna dan kedua putranya, Pangeran Arkana dan Pangeran Haizzar bertempur dengan gagah berani. Tiada gentar sedikitpun akan musuh yang semakin beringas dan ganas.


Sementara itu, Pangeran Azzura bersama istri dan ke-tiga pasang Putra kembar mereka bertugas menjaga pintu gerbang utama. Sekarang ini, keluarga itu tengah berhadapan langsung dengan Sammael.


Sammael Putra Iblis Baal, adalah penguasa Neraka ke tiga dari neraka ketujuh. Sammael datang menyerbu Istana Bukit Malaikat untuk membantu Raja Iblis Baal.


"Dinda, kita kedatangan tamu. Itu Sammael. Putra Baal Al Zubab." kata Pangeran Azzura saat melihat sebuah cahaya merah yang berpendar - pendar mengelilingi gerbang utama.


Benar saja. Cahaya merah itu berubah bentuk menjadi sosok mengerikan ketika sudah menapak di depan gerbang istana.


Tubuh Sammael adalah separuh berbentuk seperti manusia dari pinggang ke kaki separuh lagi dari pinggang ke atas berbentuk seperti anjing. Dengan tiga mata yang seperti mata dajjal. Sammael adalah Iblis yang sangat kuat dan berwatak licik dan kejam.


Segera saja Pangeran Azzura dan istrinya melompat keluar dan menghadang Sammael yang mencoba masuk ke istana Bukit Malaikat.


Pangeran Azzura dan Istrinya saling bahu membahu untuk mengalahkan Sammael dan tentara Iblis yang mengikutinya.


Mereka bertempur bersama ketiga pasang anak kembar mereka. Pangeran Arras dan Pangeran Hasbi, Pangeran Zatan dan Fatan. Yang terakhir adalah Si kembar Putri Malika dan Putri Zalika.


Mereka semua terlibat pertarungan yang sengit dengan Sammael, penguasa ketiga neraka ketujuh dan Pasukannya.


Tak lama kemudian, datanglah Ki Anom. Guru Pangeran Azzura itu datang membantu Pangeran Azzura yang sedang bertarung menghadapi Sammael.


Pertarungan jadi semakin sengit antara Sammael dan Pangeran Azzura serta istri dan anak-anak mereka yang di bantu oleh Ki Anom.


Sampai pada suatu ketika, " Dinda Ambika, awas di belakangmu..!".teriak Pangeran Azzura pada sang istri.


Sayangnya putri Ambika agak terlambat untuk mengelak serangan itu. Pedang Sammael berhasil menembus kulit punggung Putri siluman Harimau itu. Wanita itu jatuh tersungkur dengan punggung yang terluka parah.


Pangeran Azzura segera datang membantu Istrinya lepas dari Sammael yang kembali mengayunkan pedangnya untuk menghabisi Putri Ambika.

__ADS_1


"Lawanmu aku, Bung...!" ucap Pangeran Azzura. Pangeran itu sangat marah karena melihat Istrinya terluka parah.


__ADS_2