Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 157 Jangan Mandi Senja


__ADS_3

Berkat Batu Giok Setan yang ditelannya, Pangeran Azzurra akhirnya dapat kembali normal seperti sediakala.


Dengan kematian Rawing, semua serigala - serigala yang ikut bersamanya juga ikut lenyap bersamanya.


Istana Alas Pati kembali aman dan tentram seperti semula. Bulan purnama- masih bersinar terang. Tapi kali ini, sinarnya tak lagi mengerikan dan membawa petaka. Sinar bulan kali ini indah dan hangat.


Pangeran Hasyeem bersama dengan Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana kembali ke istana di Bukit Malaikat.


Pangeran Azzurra dan keluarganya, ikut serta ke Bukit Malaikat karena mereka akan menghadiri pernikahan Pangeran Khalied yang akan segera di laksanakan dalam beberapa hari ke depan di rumah Zahra.


***


Sementara itu di rumah Zahra, jauh - jauh hari, orang - orang sudah sibuk mempersiapkan pesta pernikahan Zahra.


Pesta pernikahan itu sendiri rencananya akan di gelar pada hari Minggu pagi di rumah kediaman mempelai wanita.


Semua orang sibuk mempersiapkan semua serba - serbi pernikahan. Termasuk juga Zahra. Saking sibuknya, Zahra sampai lupa waktu. Sehingga tanpa sadar hari sudah menjelang sore.


"Ibu, hari sudah menjelang magrib. Aku mau mandi dulu ke sungai.." kata Zahra kepada ibunya.

__ADS_1


"Iya, baiklah. cepatlah mandi. Entar keburu gelap...!" kata Ibunya Zahra.


Zahra segera pergi ke sungai yang letaknya tak jauh di belakang rumahnya. Di sungai itu Zahra mandi dengan tergesa-gesa karena hari sudah menjelang magrib dan sudah mulai gelap.


Warna dedaunan sudah berubah warna menjadi gelap dan bayangan benda sudah berada di bawah kaki.


"Aku harus cepat - cepat pulang karena hari sudah gelap. Huhh, kenapa juga tadi mandinya ke sorean. Kalau sudah begini, gelap - gelapan kan, sudah...!" gerutu Zahra dalam hati.


Gadis itu berjalan dengan terburu-buru menelusuri jalan setapak menuju ke rumahnya.


Tanpa dia sadari, sesosok makhluk tak kasat mata bertubuh tinggi besar dan hitam, mengamati Zahra yang sedang berjalan pulang. Makhluk itu kemudian mengikuti Zahra sampai ke rumah.


Perawan yang mandi menjelang magrib sangat menggoda bagi makhluk - makhluk tak kasat mata seperti itu.


Terlebih lagi Zahra akan jelang Mantu. istilah kerennya calon pengantin. Nah....Biasanya nih, cewek yang atau cowok yang merupakan calon pengantin sangat menggoda makhluk halus untuk di jadikan tumbal atau mangsa.


"Bu, Zahra pulang..!" kata Zahra setibanya gadis itu di rumah. Makhluk itu juga mengikuti Zahra masuk ke dalam rumah. .


Akan tetapi, baru saja beberapa saat makhluk itu berada di dalam rumah Zahra, dua sosok makhluk jin sudah bergerak menghampiri dirinya.

__ADS_1


Sementara itu, Ibunya Zahra keluar dari dalam rumah dan mendatangi putrinya tersebut.


"Oh, kamu sudah pulang. Cepatlah berpakaian. Sebentar lagi tukang jahit pakaian, akan datang kemari untuk mengambil ukuranmu." kata Ibu Suri.


"Benarkah, ...kalau begitu, Zahra mau sholat maghrib dulu, Bu. Baru nanti ketemu sama tukang jahit." kata Zahra.


"Iya, cepatlah. Waktu magrib akan habis." kata Ibunya Zahra.


Makhluk itu akan bergerak maju ketika melihat Zahra beranjak pergi. Akan tetapi, kedua makhluk jin itu terus saja menjaga Zahra dan menghalang - halangi makhluk itu untuk mendekati Zahra.


Zahra segera melaksanakan sholat maghrib dan setelah itu berpakaian. Zahra mematut diri di depan cermin untuk berdandan.


Akan tetapi, betapa terkejutnya Zahra saat melihat ke arah cermin. Di dalam cermin, Zahra melihat ada bayangan lain yang terlihat di belakangnya. Sedang berdiri di balik pintu kamarnya


Awalnya, Zahra menduga itu adalah bayangan dirinya. Akan tetapi, kemudian dia sadar, bahwa itu bukanlah bayangan dirinya. Lantas bayangan Siapakah itu..?


Zahra ingin berteriak untuk meminta pertolongan akan tetapi mulutnya terasa seperti tercekik. Bayangan itu bergerak ke arah Zahra. Akan tetapi sejurus kemudian, bayangan makhluk itu menjauh pergi secara perlahan - lahan.


Sebenarnya, bayangan yang Zahra lihat adalah bayangan dari makhluk itu. Dia adalah sesosok genderuwo yang suka sekali melihat wanita terutama dari ras manusia mandi pada waktu sore.

__ADS_1


Makhluk itu menghilang karena saat ingin mendekati Zahra, dua orang pengawal Pangeran Khalied langsung menarik tubuh makhluk itu dan kemudian menbantingnya sehingga makhluk itu merasa kesakitan lantas pergi dari kamar Zahra.


__ADS_2